- Beranda
- Stories from the Heart
Balai desa merah
...
TS
achanyoe
Balai desa merah
Quote:
]
Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.
Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.

Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Balai desa merah
Quote:
Part I
Wanita penjaga pintu masuk
Wanita penjaga pintu masuk
Spoiler for Kuntilanak:

Quote:
Waktu itu, gerimis menyambut kedatanganku. Suasana gelap ditambah sepinya jalan yang kulalui membuat suasana malam itu jadi sedikit menakutkan. Supir becak yang umurnya sudah lumayan tua, mengayuh becak dengan tenaga ala kadarnya. Jadilah perjalananku menuju kampugku terasa begitu lama. Waktu itu pukul 9 malam, namun tidak ada satupun warga yang kelihatan. Mungkin faktor gerimis membuat orang orang malas keluar rumah. Jalanan yang kulalui banyak lubang sana sini. Menambah ketidaknyamanan perjalanan ku. Aku heran kenapa jalanan yang sudah hancur lebur seperti ini masih dipiara saja. Apa yang dilakukan pak lurah selama menjabat. Untuk memecah keheningan aku coba mengajak supir becak yang dari tadi susah payah mengayuh becaknya bicara
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
Part II Penampakan 4 pocong
Part III Indra
Part IV Si mata merah
Part V Cerita dibalik Kesurupan
Part VI Kembalinya kuntilanak
Part VII Pocong dan Kunti
Thread ane lain di SFTH Tanpa Kaca Mata.. Mampir yah gan
Part VIII - Kebenaran dukun desa
Part IX - Andi, Joni Dan Kuntilanak Merah
Part X - Kamis Sore Horror
Part XI - The Dukun Is Back
Part XII - Kesurupan Bagian Kedua
Part XIII - Penampakan Jin Pendamping
Part XIV - Teror jin pendamping
Part XV - Review Part I - Part XIV
Part XVI - Pak Joko Si Tukang kebun
Part XVII - Pertempuran pak Joko Vs jin Pendamping aka Khadam
Part XVIII - Firasat
Part XIX - Seminggu sebelum kematian pak joko
Part XX - Malam paling mencekam Part I
Part XXI - Malam paling Mencekam Part II
Part XXII - Misteri yang terpecahkan
Part XXIII - Identitas dibalik mbah ngadiman dukun desa misterius
Part XXIV - Kisah Yudi
Part XXV - Munculnya Penolong Baru
Part XXVI - Mendekati akhir cerita
Part XXVII - Bersekutu dengan jin
Part XXVIII - Hidup Atau Mati
Part XIX - Yang Nyata dan Tidak Nyata
Sekuel Balai Desa Merah
Quote:
Original Posted By pipiettripitaka►kebayang kalo jadi film, tp yg garap sineas thailand, kebayang tuh ngeri luar biasa. tengkyu udah berbagi cerita gan,, 5* buat agan,,
Quote:
Original Posted By paking.disgrace►Bagus gan critanya
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Diubah oleh achanyoe 20-01-2019 16:15
arieaduh dan 37 lainnya memberi reputasi
38
146.2K
Kutip
749
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
achanyoe
#376
Quote:
Part XVIII
Firasat
Firasat
Quote:
Part kali ini menceritakan hari setelah pak joko terkapar dirumahnya karena sakit. Entah apa yang diperbuat oleh jin penguasa balai desa sampai meninggalkan bekas yang cukup parah. Dada lebam membiru seperti terkena pukulan yang teramat sangat keras.
Selepas itu ane udah gak liat lagi pak joko di sekolah. Kata teman kerjanya dia masih sakit, seminggu sudah setelah kejadian pak joko kerumah. Sampai hari ini pak joko masih belum keliatan di sekolah, ane akhirnya putusin buat nengokin pak joko nanti setelah bel pulang sekolah.
Di sela sela belajar, ane ngerasa timbul perasaan aneh. Di seluruh ruangan seperti senyap, ane melihat sekeliling murid yang lain. Mereka semua mendadak berubah pucat. Mereka melihat papan tulis dengan tatapan kosong. Begitu juga guru ane, dia melihat ke arah depan dengan kosong. Ane ngerasa ada sesuatu yang aneh yang sedang terjadi dikelas. Ane coba goyang goyang badan temen sebangku ane. Buat tanya apa yang terjadi sama semua teman dikelas. Tapi teman sebangku ane juga cuma bisa duduk diem aja, ane bingung kenapa teman sekelas ane jadi begini semua. Ane akhirnya mutusin buat keluar kelas, anehnya pas ane baru mau berdiri keluar tiba tiba teman sebangku ane ngeliat ane pegang tangan ane dan natap ane dengan tatapan kosong dan wajah pucatnya. Bukan cuma itu aja, temen temen yang lain dan juga guru ane tiba tiba ngeliat ane dengan tatapan kosong dan wajah pucat mereka. Ane jadi makin ketakutan. Ane coba tarik tangan ane dari pegangan temen sebangku ane. Tapi gak bisa, temen ane pegang tangan ane dengan kerasnya. Saat ane makin ketakutan, tiba tiba penghuni kelas semuanya berdiri kali ini mata mereka melotot ke arah ane semua. Ane makin khawatir sama situasi ini, ditengah kekhawatiran ane. Tiba tiba sesuatu yang mengejutkan terjadi. Seluruh penghuni kelas mukanya berlumuran darah, darah mengalir dari kepala mereka sampai membasahi baju mereka. Ane panik dan jerit sekerasnya. Mereka mulai ngedeket ke ane dan mulai berebutan mau nyekek ane. Ane teriak makin kenceng disaat ane lagi posisi pasrah tiba tiba. Ane bangun dari mimpi ane, dan posisi semua temen liat ane keheranan liat ane. Ane langsung izin ke kamar mandi. Kampret mimpi horror siang siang gitu.
Di kamar mandi ane cuci muka, ane punya perasaan yang ga enak sama mimpi itu. Ane bakalan tanya nanti pas ketemu pak joko.
Bel berbunyi, ane udah mau siap siap kerumah pak joko, tapi tiba tiba pacar ane SMS minta ketemuan. Akhirnya hari itu ane tunda kerumah pak jokonya. Karena ane udah seminggu lebih gak IYKWIM sama doi
. Ane janjian sama doi, di gerbang sekolah. Pas ane lagi nunggu doi, ane liat pak joko lagi nyapu di halaman sekolah. Jaraknya agak jauh, ane teriakin tapi pak joko gak denger. Ane teriak agak kenceng, kali ini dia ngerespon dia nengok ke arah ane. Tapi setelah itu dia lanjut nyapu lagi, ane bingung kenapa pak joko cuma nengok doang. Pas ane mau samperin pacar ane dateng. Akhirnya ane gak jadi nyamper pak joko. Ane jalan sama pacar ane dengan perasaan sedikit ganjel. Banyak kejadian ganjel di hati hari ini.
Ane jalan sama pacar ane sampai malem, setelah ane anterin pacar ane pulang. Ane pulang seperti biasa ane pulang lewat balai desa.
Karena rumah ane kan emang harus lewat situ. Sebenernya semenjak kejadian pak joko sakit itu ane udah gak pernah di gangguin sama khadam ataupun jin balai desa. Itu yang membuat ane berani pulang malem, biasanya sih ane pacaran sama doi jarang banget pulang malem. Bisa di itung jari kali.
Pas ane sampai gerbang balai desa, ane liat sesosok laki laki berdiri tapi ngebelakangin ane. Karena ane takut kenapa kenapa ane akhirnya cuekin aja. Soalnya pengalaman buruk beberapa kali kalau ngerespon penampakan di balai desa. Malah susah pulang.
Tapi sekilas kok mirip pak joko, sampai dirumah ane masih penasaran. Tadi itu pak joko atau bukan yah. Soalnya mirip banget kalau diliat dari belakang. Malem itu ane tidur dengan perasaan penasaran yang tertinggal.
Besoknya pas sampai sekolah ada berita buruk, bendera kuning ada di depan sekolah. Dan ternyata pak joko meninggal.
Bersambung gan...
Selepas itu ane udah gak liat lagi pak joko di sekolah. Kata teman kerjanya dia masih sakit, seminggu sudah setelah kejadian pak joko kerumah. Sampai hari ini pak joko masih belum keliatan di sekolah, ane akhirnya putusin buat nengokin pak joko nanti setelah bel pulang sekolah.
Di sela sela belajar, ane ngerasa timbul perasaan aneh. Di seluruh ruangan seperti senyap, ane melihat sekeliling murid yang lain. Mereka semua mendadak berubah pucat. Mereka melihat papan tulis dengan tatapan kosong. Begitu juga guru ane, dia melihat ke arah depan dengan kosong. Ane ngerasa ada sesuatu yang aneh yang sedang terjadi dikelas. Ane coba goyang goyang badan temen sebangku ane. Buat tanya apa yang terjadi sama semua teman dikelas. Tapi teman sebangku ane juga cuma bisa duduk diem aja, ane bingung kenapa teman sekelas ane jadi begini semua. Ane akhirnya mutusin buat keluar kelas, anehnya pas ane baru mau berdiri keluar tiba tiba teman sebangku ane ngeliat ane pegang tangan ane dan natap ane dengan tatapan kosong dan wajah pucatnya. Bukan cuma itu aja, temen temen yang lain dan juga guru ane tiba tiba ngeliat ane dengan tatapan kosong dan wajah pucat mereka. Ane jadi makin ketakutan. Ane coba tarik tangan ane dari pegangan temen sebangku ane. Tapi gak bisa, temen ane pegang tangan ane dengan kerasnya. Saat ane makin ketakutan, tiba tiba penghuni kelas semuanya berdiri kali ini mata mereka melotot ke arah ane semua. Ane makin khawatir sama situasi ini, ditengah kekhawatiran ane. Tiba tiba sesuatu yang mengejutkan terjadi. Seluruh penghuni kelas mukanya berlumuran darah, darah mengalir dari kepala mereka sampai membasahi baju mereka. Ane panik dan jerit sekerasnya. Mereka mulai ngedeket ke ane dan mulai berebutan mau nyekek ane. Ane teriak makin kenceng disaat ane lagi posisi pasrah tiba tiba. Ane bangun dari mimpi ane, dan posisi semua temen liat ane keheranan liat ane. Ane langsung izin ke kamar mandi. Kampret mimpi horror siang siang gitu.
Di kamar mandi ane cuci muka, ane punya perasaan yang ga enak sama mimpi itu. Ane bakalan tanya nanti pas ketemu pak joko.
Bel berbunyi, ane udah mau siap siap kerumah pak joko, tapi tiba tiba pacar ane SMS minta ketemuan. Akhirnya hari itu ane tunda kerumah pak jokonya. Karena ane udah seminggu lebih gak IYKWIM sama doi
. Ane janjian sama doi, di gerbang sekolah. Pas ane lagi nunggu doi, ane liat pak joko lagi nyapu di halaman sekolah. Jaraknya agak jauh, ane teriakin tapi pak joko gak denger. Ane teriak agak kenceng, kali ini dia ngerespon dia nengok ke arah ane. Tapi setelah itu dia lanjut nyapu lagi, ane bingung kenapa pak joko cuma nengok doang. Pas ane mau samperin pacar ane dateng. Akhirnya ane gak jadi nyamper pak joko. Ane jalan sama pacar ane dengan perasaan sedikit ganjel. Banyak kejadian ganjel di hati hari ini.Ane jalan sama pacar ane sampai malem, setelah ane anterin pacar ane pulang. Ane pulang seperti biasa ane pulang lewat balai desa.
Karena rumah ane kan emang harus lewat situ. Sebenernya semenjak kejadian pak joko sakit itu ane udah gak pernah di gangguin sama khadam ataupun jin balai desa. Itu yang membuat ane berani pulang malem, biasanya sih ane pacaran sama doi jarang banget pulang malem. Bisa di itung jari kali.
Pas ane sampai gerbang balai desa, ane liat sesosok laki laki berdiri tapi ngebelakangin ane. Karena ane takut kenapa kenapa ane akhirnya cuekin aja. Soalnya pengalaman buruk beberapa kali kalau ngerespon penampakan di balai desa. Malah susah pulang.
Tapi sekilas kok mirip pak joko, sampai dirumah ane masih penasaran. Tadi itu pak joko atau bukan yah. Soalnya mirip banget kalau diliat dari belakang. Malem itu ane tidur dengan perasaan penasaran yang tertinggal.
Besoknya pas sampai sekolah ada berita buruk, bendera kuning ada di depan sekolah. Dan ternyata pak joko meninggal.
Bersambung gan...

pulaukapok dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Kutip
Balas
Tutup