“Yan udah ga ada yang ketinggalan kan?

” Suara Ibu gw bergema di penjuru rumah
“Minyak angin..”
“Ini udah”
“Jaket…kaos kaki”
“Siap bu”
“Celana dalem, singlet”
“Udah Bu

”
Ibu gw mengabsen segala macam perlengkapan yang beliau rasa wajib, kudu, musti, must be siap tersedia menemani perjalanan anak kesayangannnya menuju kota nun jauh di sana, Jogja.
Dengan sigap gw memasukkan lebih tepatnya menjejalkan perlengkapan hidup gw selama 2 hari 2 malam di Jogja tentunya dengan memperhatikan posisi ergonomis letak barang tersebut, jangan sampai sewaktu tas dibuka yang pertama keliatan semvak merek raider kebanggaan gw yang sudah merasakan asem asinnya kehidupan malam gw #IYKWIM
Berbekal tas punggung dan tas jinjing gw menuju kelas, keberangkatan ke Jogja memang dilakukan pada malam hari sehingga kita bisa sampai di Jogja shubuh untuk menikmati terbitnya matahari di pantai parangtritis, tapi ga sedikit anak-anak yang telah membawa tasnya terlebih dahulu.
“Eh Yan nih lu yang absenin anak-anak ya

” Ucap Kiky sambil menyodorkan daftar absen kelas gw
“Lho ko gitu? Elu lah kan emang kerjaannya ketua kelas

” Tanya gw
“Yah Yan, gw males Yan lu aja deh

” Ucap Kiky dengan nada memelas
“Ogah ah Ky, gw mau liburan pusing gw ngurusin ini itu biar kita bisa berangkat ke Jogja

” Tepis gw
“Yah gitu Yan, Nadiaaaaaa

“ Rengek Kiky ke arah Nadia yang secara kebetulan lewat
“Kenapa Ky?

” Tanya Nadia Bingung sambil mendekati Kiky dengan air mata buayanya kemudian memeluk Nadia sinetron banget dah
“Itu Iyan masa tega nyuruh gw buat pegang absen di Jogja Nad

“ Tunjuk Kiky ke arah Gw
“Eh elu yang nyuruh gw tadi Ky

” Bela gw
“Tuh Nad si Iyan malah nuduh gw yang nyuruh dia lagi, tega bener kan Iyan

“ Adu Kiky kembali, sungguh akan ada fitnah yang sangat kejam di akhir zaman.
“Ya udah kalo Kiky ga mau sama aku aja sini absennya

” Ucap Nadia lembut sambil mengambil daftar absesn dari tangan Kiky
“

, eh jangan Nad, masa kamu yang keliling-keliling, teriak-teriak nyariin anak kelas? Kan harusnya cowo yang harusnya gitu

” Ucap Kiky sambil merebut kembali daftar absen tersebut dan menyerahkannya ke gw
“Lah ko gw?

” Ucap gw
“Udah Ky Iyannya ga mau jangan dipaksa biar Nadia aja yang pegang absennya

” Ucap Nadia seraya mau mengambil daftar absen laknat itu
Namun hati kecil gw bergetar muncul pertanyaan di relung hati yang paling dalam, apakah tega seorang Iyan membiarkan kulit putih nan mulus seperti bengkoang milik Nadia menjadi matang kayak sate akibat panas-panasan memanggil-manggil dan mencari-cari anak kelas yang lain?
“Nih Nad..

” Ucap gw sambil menyerahkan daftar absen tersebut ke Nadia kemudian keluar untuk mencari secolok cilok
Kiky hanya menatap gw dengan tajam sambil menggeleng-gelengkan kepala sementara Nadia tersenyum memegang daftar absen tersebut, dengan hati tenang gw membayangkan liburan yang menyenangkan di Jogja
Selepas sholat Maghrib berjamaah bersama guru-guru para siswa pun digiring memasuki bus-bus pariwisata yang telah berkumpul di depan lapangan sekolah, terlihat beberapa ketua kelas sudah mulai berteriak mengumpulkan kelasnya, mungkin di zaman sekarang akan lebih mudah menggunakan media social tapi waktu zaman gw boro-boro media social game paling top di hp aja Snake
Sambil menjinjing tas gw pun berjalan santai menuju bus kelas gw, dari kejauhan gw melihat Nadia sedang celingukan seperti mencari-cari sesorang, mungkin yang dicari gw, melihat gw mendekati dia Nadia kemudian menulis sesuatu pada kertas yang gw rasa daftar absen kelas, ternyata dia hanya mengabsen gw aja.
“Nyariin siapa Nad?

” Tanya gw
“Eh Yan,,,eumm kamu liat Nandi sama Arda ga : confused” Balas Nadia dengan pertanyaan
“Belum Nad kayaknya belum dateng

” Jawab gw sambil melirik daftar absen yang dia pegang, terlihat nama “Iyan Supersaiyan Cintaku Bolo-bolo”..engga itu becanda
“Oww berarti tinggal Nandi sama Arda aja Yan

” Ucap Nadia sambil menekan bibir bawahnya menggunakan pulpen
“Gw masuk duluan ya Nad

” Ucap gw sambil memasuki bus pariwisata yang sudah cukup penuh dan ribut oleh obrolan anak-anak kelas
Seperti sudah diperjanjikan sebelumnya posisi paling belakang dipenuhi para pengamen yang sudah mulai menyanyikan lagu-lagu ngetrend saat itu mulai dari Panther Pan, Pare, Shulato on 7, Dewi 69 dan lain-lain, posisi tengah telah dipenuhi warung kelontong dimana cara pembayarannya adalah menggunakan rayuan maut dan jilat-jilat menggemaskan jajanan yang dipasarkan mulai dari kacang nuklir, gorengan, sampai chiki ball, tapi makanan kesukaan gw Chuba engga dipasarkan. Melihat kursi-kursi yang sudah penuh sesak gw putuskan untuk duduk dibangku yang masih tersisa disamping pak Kusir yang sedang nyabutin bulu idung melalui spion besarnya, berhubung kelas gw ganjil maka gw bersyukur artinya gw duduk sendirian.
Gw lupa bilang posisi depan dipenuhi cowo-cowo culun yang tidak punya bakat ngelawak atau bakat bermain music dan tentunya cowo-cowo yang mencari ketenangan kayak gw, setelah duduk gw melihat ke arah depan bus, terlihat si nona cap manis Nadia baru keluar dari pintu Sekolah masih dengan tampang bingung, namanya cewe cakep biarpun mukanya bingung tetep aja cakep apalagi dibawah terangnya cahaya sang rembulan, niat gw untuk membantu Nadia akhirnya muncul dari lubuk hati yang paling dalam gw ga tega melihat Nadia kebingungan namun apa daya mata gw berontak akhirnya gw putuskan untuk BoKep (Bobo caKep).
“PLOKKKK…

” Baru hendak beranjak ke dunia mimpi lengan kanan gw merasakan rasa perih yang amat familiar
“Yan lu ga liat tuh Nadia kebingungan? Bantuin napa

” Ucap Kiky bertolak pinggang dipinggir gw
“Gw pengen tidur Ky, dari kemaren gw udah ngurusin susunan acara, transport sampe EO

” Bela gw
“Ya masa lu tega ngebiarin si Nadia kayak gitu

” Tunjuk Kiky ke arah Nadia yang berjalan juntai ke arah Bus
“…..

” Gw pun menarik nafas panjang dan akhirnya gw bangkit dari kursi gw dan mendatangi Nadia diluar
“Yannn..!

” Teriak Kiky dari belakang namun tidak gw hiraukan, gw lebih focus ke arah Nadia yang tengah melihat daftar absen tersebut, terlihat lingkungan sekolah sudah mulai sepi, mungkin anak-anak kelas lain sudah mulai memasuki busnya masing-masing
“Gw aja Nad yang absenin lu balik aja ke bus bentar lagi berangkat busnya

” Ucap gw berhenti didepan Nadia langsung mengambil daftar absen tersebut
“Tinggal Nandi dan Arda aja kan yang belum?

” Tanya gw sambil berlari menuju gerbang sekolah
“Ehh Yan..!

” Teriak Nadia
“Lu masuk aja duluan ke Bus Nad

” Ucap gw setelah menengok ke arah Nadia yang hendak menyusul gw namun gw larang, Nadia terlihat heran melihat tingkah gw yang berubah
Dari ujung utara ke selatan, barat ke timur gw selusuri seluruh lorong sekolah berharap bisa menemui dua cowo kampret ini, gw lihat jam tangan gw waktu keberangkatan semakin dekat, gw mempercepat langkah gw untuk mencari dua orang tersebut namun nihil gw tidak menemukan siapapun di sekolah, sampai gw mendengar suara melalui TOA, suara khas pak kumis memanggil nama gw.
“Iyann…Iyan Tumila kamana maneh (kemana kamu)

” Ucap Pak Kumis dari depan gerbang, dengan cepat gw berlari menuju pak Kumis
“Pak ada apa pak?

” Tanya gw sambil mengejar nafas
“Lu ngapain disini itu bus yang lain udah pada berangkat buruan ke bus!

” Ucap pak Kumis melalui TOA, sepertinya pak Kumis dan TOA sudah menjalin hubungan yang special
“Saya masih nyari Nandi sama Arda pak kata Nadia belum masuk bus

” Jelas gw
“Euhhh boga murid belegug-belegug pisan (Punya murid bego sekali)

” Ucap Pak Kumis
“Itu Nandi sama Arda udah masuk bus dari tadi Iyannnnn, tinggal maneh (kamu) yang belum

” Ucap pak Kumis menggunakan TOA dekat dengan telinga gw
“Oh gitu pak, kalo gitu tinggal saya sendiri donk pak yang belum

” Ucap gw
“Iya matakna buruan meuni lila! (Makanya cepetan lama banget!)

” Ucap Pak Kumis
Sesampainya di bus gw disambut teriakan dan ejekan dari anak-anak kelas, karena berkat performa gw akhirnya kelas gw berangkat paling terkahir, sambil menggaruk-garuk kepala gw hanya bisa meminta ma’af
“Dah gw bilangin lu malah kabur aja Yan

” Ucap Kiky yang tengah duduk disebelah Nadia yang melihat gw dengan iba
“…

” Gw Cuma bisa cengengesan kemudian duduk dibangku gw tentunya setelah memastikan Nandi dan Arda telah ada, ternyata setelah gw keluar bus Nandi dan Arda masuk ke bus melalui pintu belakang, Kiky yang tau langsung memanggil gw namun tidak gw hiraukan
Setelah drama tersebut berakhir akhirnya bus diberangkatkan, terdengar anak-anak dibelakang masih pada ribut bernyanyi dan bercanda gurau, namun mendekati daerah nagreg energy mereka seperti habis terhisap akhirnya keadaan menjadi sunyi senyap, awalnya gw sudah berniat untuk menutup mata gw untuk tidur namun gw urungkan niat gw setelah melihat supir bus gw yang dengan santainya membuka bungkus permen sambil mengendarai bus dengan kecepatan 70km/jam lu bayangin di jalan nagreg yang belokan dan tanjakannya cukup menantang si supir bisa dengan tenangnya membuka bungkus permen, lebay? Mungkin, yang pasti gw jadi ga bisa tidur setelah melihat kelakuakn jackassnya si supir ditambah aroma minyak angina yang menyengat dibelakang gw.
Mendekati daerah Ciamis, bus mulai memperlambat perjalanannya, berdasarkan pengalaman gw sebagai navigator Bapak gw kalo mudik ke Jawa Tengah, tempat yang biasa digunakan untuk istirahat ya di daerah perbatasan Jabar dan Jateng di Ciamis, setelah bus diparkir dengan sukses, beberapa anak kelas pun keluar bus untuk meluruskan pantatnya dan buang air kecil
Sekembalinya dari menunaikan kewajiban gw kepada Tuhan gw kembali ke bus, namun ada yang aneh bangku sebelah gw yang tadinya kosong mendadak ada yang menempati setelah gw terawang dan telaah ternyata sosok wanita yang menduduki bangku sebelah gw adalah Nadia dengan wajah pucat dan aroma minyak angin tercium dari badannya
“Yan..si Nadia duduk ama lu ya?

” Tanya bukan tapi perintah dari Kiky
“Emang kenapa Nadia?

” Tanya gw balik
“Biasa mabok

” Ucap Kiky
“Njirr cewe cakep bisa mabok Ky?

” Ucap gw terkesima
“Maksud lo?! Ya bisa lah!

” Ucap Kiky dengan percaya diri
“Tapi lo ko ga ikut mabok Ky?

” Tanya gw
“Maksud lo??

” Tanya Kiky
“Kan kata lo cewe cakep bisa mabok, kenapa lu ga mabok juga Ky?

” Ucap gw
“

……Anjirrr lu YAN!

” Ucap Kiky sambil menyiwit tangan gw ampe merah
Setelah perseteruan antara Kurawa dan Pandawa yang diakhiri dengan kemenangan Kurawa gw diberikan pilihan oleh Kiky, gw duduk dengan Kiky dibelakang Nadia sendirian atau gw duduk didepan bersama Nadia dengan risiko terkena muntahan Nadia dan mencium bau minyak angin yang menyengat, tentu saja pilihan gw jatuh pada pilihan pertama seenggaknya biarpun duduk ama Ratu Kurawa gw bisa tidur
“Mau kemana lu?

” Ucap Kiky menatap gw tajam mendekati bangku Kiky
“Duduk disitu

” Ucap gw menunjuk bangku sebelah Kiky yang kosong
“Si Nadia gimana? Jagain sana

” Tolak Kiky, sambil menunjuk bangku gw yang telah ditempati Nadia
Dengan perlahan gw berusaha duduk di bangku gw berniat tidak membangunkan Nadia yang dengan paras cantiknya tersinari lampu pinggir jalan sedang tertidur dengan pulas bersandar pada bantal di pinggir jendela
“Ya..n, sorry ya..a..ku, duduk disini

” Nadia berucap sambil melirik ke arah gw
“Deg…deg…” Jantung gw berdegup
“Ehh gapapa ko Nad sok lanjut tidurnya

” Jawab gw salah tingkah
PART VEERTIG – THE JOURNEY - END