- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
22K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#68
Pertanyaan Kepada Penumpang Bis : Keterangan Yan Fei
Ada tiga tersangka yang akan dimintai keterangan. Yaitu, Yan Fei yang merupakan seorang Ibu hamil. Ru Gui, seorang kakek yang sudah berusia delapan puluh tahunan dan supir bus yang bernama A Rong.
Pria muda yang meninggal itu bernama Xiao Long. Ketika surat kesehatannya dilampirkan. Dia diketahui tidak memiliki riwayat penyakit epilepsi.
“Ini pasti bukan pembunuhan!”, ujar seseorang dari kepolisian di Bei Jing.
“Kalian akan mengurusi hal ini? Tapi untuk apa? Kita bisa melaporkannya sebagai kasus kematian karena penyakit serangan jantung. Kalian para detektif memang terlalu banyak diliputi pemikiran tentang setiap kasus kematian adalah berasal dari pembunuhan.”, ujar polisi itu lagi.
Mereka semua cuma bisa melongo dan membiarkan polisi itu berlalu dengan kesal.
Sekarang mereka diwakili oleh Johnny menginterogasi para penumpang bis. Mereka memulai dari Yan Fei.
Aku seorang Ibu hamil. Apa yang ada dalam pikiran kalian sehingga aku mungkin menjadi seorang tersangka? Tapi, ya sudahlah. Aku akan menceritakan apa saja yang aku lakukan di sana. Aku mendapat kursi ketiga setelah aku berdiri sebentar. Kalian belum naik awalnya dan bis sangat ramai.
Bis sangat sesak di pemberhentian pertama. Sebenarnya aku berdiri tidak sampai lima menit. Tapi, kau tahu Ibu hamil. Itu sangat capek. Kakiku semua bengkak sampai begitu. Kau tahu aku menahan kencing dari tadi. Untung saja kalian menggiring kami ke sini. Aku bisa ke toilet.
- Johnny mulai menguap -
- Wanita hamil itu mencibir dan melanjutkan pernyataan ke konteksnya -
Aku lihat dia meminum sesuatu.
- Johnny membelalakkan matanya dan mulai mencatat -
“Apa yang dia minum fu ren (nyonya)?”, tanya Johnny.
- Kau tahu kan minuman buah yang dijual di jalanan itu?-
Johnny mengangguk. Dan mencoba bersabar dengan percakapannya yang bertele-tele.
- Aku lihat dia minum minuman itu sampai habis. Dia buang begitu saja gelasnya lewat jendela bus. Nah, mungkin minuman itu tidak sehat. Astaga, kelak anakku tidak akan kubiarkan sembarangan minum. Anak muda, kamu sudah menikah belum? Kalau belum, kamu harus ingat hal ini. Kalian jangan selalu minum minuman sembarangan …. -
Johnny segera mengakhiri pembicaraan dengan wanita itu. Namun, sebelum wanita itu melangkah keluar. Johnny tersadar sesuatu dan menahannya.
“Apakah Anda ingat kira-kira dimana posisi Anda saat dia membuang minuman itu?”, tanya Johnny.
“Apakah itu penting?”, tanya wanita itu.
“Tentu saja”
“Aku tidak bisa mengingat pasti. Tapi itu dekat pemberhentian ke tiga. Karena aku berencana turun di pemberhentian ke enam. Dan dia kejang-kejang bahkan sebelum di pemberhentian ke empat.”, ujar Yan Fei sambil mencoba mengingat.
“Pertanyaan terakhir, apakah Anda mengenal pria ini sebelumnya?”, tanya Johnny.
“Tentu saja tidak. Aku baru saja bertemu dia pertama kali di bus itu.”
Pertanyaan Kepada Penumpang Bis
Ada tiga tersangka yang akan dimintai keterangan. Yaitu, Yan Fei yang merupakan seorang Ibu hamil. Ru Gui, seorang kakek yang sudah berusia delapan puluh tahunan dan supir bus yang bernama A Rong.
Pria muda yang meninggal itu bernama Xiao Long. Ketika surat kesehatannya dilampirkan. Dia diketahui tidak memiliki riwayat penyakit epilepsi.
“Ini pasti bukan pembunuhan!”, ujar seseorang dari kepolisian di Bei Jing.
“Kalian akan mengurusi hal ini? Tapi untuk apa? Kita bisa melaporkannya sebagai kasus kematian karena penyakit serangan jantung. Kalian para detektif memang terlalu banyak diliputi pemikiran tentang setiap kasus kematian adalah berasal dari pembunuhan.”, ujar polisi itu lagi.
Mereka semua cuma bisa melongo dan membiarkan polisi itu berlalu dengan kesal.
Sekarang mereka diwakili oleh Johnny menginterogasi para penumpang bis. Mereka memulai dari Yan Fei.
Keterangan Yan Fei
Aku seorang Ibu hamil. Apa yang ada dalam pikiran kalian sehingga aku mungkin menjadi seorang tersangka? Tapi, ya sudahlah. Aku akan menceritakan apa saja yang aku lakukan di sana. Aku mendapat kursi ketiga setelah aku berdiri sebentar. Kalian belum naik awalnya dan bis sangat ramai.
Bis sangat sesak di pemberhentian pertama. Sebenarnya aku berdiri tidak sampai lima menit. Tapi, kau tahu Ibu hamil. Itu sangat capek. Kakiku semua bengkak sampai begitu. Kau tahu aku menahan kencing dari tadi. Untung saja kalian menggiring kami ke sini. Aku bisa ke toilet.
- Johnny mulai menguap -
- Wanita hamil itu mencibir dan melanjutkan pernyataan ke konteksnya -
Aku lihat dia meminum sesuatu.
- Johnny membelalakkan matanya dan mulai mencatat -
“Apa yang dia minum fu ren (nyonya)?”, tanya Johnny.
- Kau tahu kan minuman buah yang dijual di jalanan itu?-
Johnny mengangguk. Dan mencoba bersabar dengan percakapannya yang bertele-tele.
- Aku lihat dia minum minuman itu sampai habis. Dia buang begitu saja gelasnya lewat jendela bus. Nah, mungkin minuman itu tidak sehat. Astaga, kelak anakku tidak akan kubiarkan sembarangan minum. Anak muda, kamu sudah menikah belum? Kalau belum, kamu harus ingat hal ini. Kalian jangan selalu minum minuman sembarangan …. -
Johnny segera mengakhiri pembicaraan dengan wanita itu. Namun, sebelum wanita itu melangkah keluar. Johnny tersadar sesuatu dan menahannya.
“Apakah Anda ingat kira-kira dimana posisi Anda saat dia membuang minuman itu?”, tanya Johnny.
“Apakah itu penting?”, tanya wanita itu.
“Tentu saja”
“Aku tidak bisa mengingat pasti. Tapi itu dekat pemberhentian ke tiga. Karena aku berencana turun di pemberhentian ke enam. Dan dia kejang-kejang bahkan sebelum di pemberhentian ke empat.”, ujar Yan Fei sambil mencoba mengingat.
“Pertanyaan terakhir, apakah Anda mengenal pria ini sebelumnya?”, tanya Johnny.
“Tentu saja tidak. Aku baru saja bertemu dia pertama kali di bus itu.”
Diubah oleh anism 01-05-2017 17:46
0