- Beranda
- Stories from the Heart
Black Part Of Woman
...
TS
anism
Black Part Of Woman
Spoiler for Peringatan:
Spoiler for Anissa : Aku Bukan pramuria:
Spoiler for Ibu?!:
Spoiler for I Must Found a Father for You:
Wanita itu unik. Karena itu perlakuan terhadap mereka pun berbeda-beda dan spesial.
mereka selalu punya cerita menarik yang pantas disimak
Anism & (edit by) Fanzangela
Diubah oleh anism 30-05-2019 11:43
devarisma04 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
48.3K
379
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#110
Menghapus Jejak Masa Lalu Part 1
Anissa berlari dengan girang ke galeri Ario.
“Aryoooo…. Coba lihat apa yang kudapatkan semalam?”
Ario mau memintanya untuk tidak berlari. Namun, Anissa tersandung oleh salah satu kaki meja di galeri Ario. Aduh!
Ario berlari menghampiri Anissa yang tersungkur dengan sigap membantunya berdiri. Tanpa disadari saat Anissa mengangkat kepalanya. Muka mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Hal itu membuat muka Ario sejenak memanas.
Mereka saling menjauhkan diri. Tampak gugup.
“Ini.”, Anissa menyodorkan beberapa lembar kertas. Hasil print.
“Apa ini?”, Ario berusaha mengendalikan diri dan melihat kertas yang diberikan oleh Anissa.
“Ini tentang kisah bagaimana memasarkan sesuatu melalui online. Oh, ya. Sini kan hp mu.”, Anissa mengulurkan tangannya meminta hp dari Ario.
Ario hanya menyodorkan hpnya untuk Anissa. “Syukurlah, hpmu sudah Android, Yo. Kok, kamu gak minta no handphone atau jejaring sosialku?”, Anissa cemberut.
Ario cukup terkejut dibuatnya.
“Untuk apa?”, tanya Ario gugup. Entah kenapa dada sialan ini mulai kurang mau bekerja sama dengan Ario. Apa ia salah makan sesuatu, hingga jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
“Biar kita gampang komunikasi donk. Coba liat. Masa tiap hari aku harus datang ke galeri kalau mau ketemu kamu.”, Anissa mengoceh sambil menyambungkan handphone Ario dengan hotspot dari handphonenya.
Anissa mengesave no Ario, mengesavekan nomornya di hp Ario dan mendownloadkan whatsapp di hp Ario. Anissa sangat sibuk dengan kegiatan mengutak-atik hpnya dan hp Ario. Hingga ia tidak menyadari Ario yang diam-diam mengamatinya.
“Yo”, panggil Anissa tiba-tiba. Ario malah tampak terkejut.
“Ini foto siapa? Cewek ini cantik sekali.”, ada sedikit nada kurang senang di suara Anissa.
“Ini foto mantanku.”, ujar Ario.
“Belum move on ya?”, tanya Anissa langsung.
Anissa berlari dengan girang ke galeri Ario.
“Aryoooo…. Coba lihat apa yang kudapatkan semalam?”
Ario mau memintanya untuk tidak berlari. Namun, Anissa tersandung oleh salah satu kaki meja di galeri Ario. Aduh!
Ario berlari menghampiri Anissa yang tersungkur dengan sigap membantunya berdiri. Tanpa disadari saat Anissa mengangkat kepalanya. Muka mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Hal itu membuat muka Ario sejenak memanas.
Mereka saling menjauhkan diri. Tampak gugup.
“Ini.”, Anissa menyodorkan beberapa lembar kertas. Hasil print.
“Apa ini?”, Ario berusaha mengendalikan diri dan melihat kertas yang diberikan oleh Anissa.
“Ini tentang kisah bagaimana memasarkan sesuatu melalui online. Oh, ya. Sini kan hp mu.”, Anissa mengulurkan tangannya meminta hp dari Ario.
Ario hanya menyodorkan hpnya untuk Anissa. “Syukurlah, hpmu sudah Android, Yo. Kok, kamu gak minta no handphone atau jejaring sosialku?”, Anissa cemberut.
Ario cukup terkejut dibuatnya.
“Untuk apa?”, tanya Ario gugup. Entah kenapa dada sialan ini mulai kurang mau bekerja sama dengan Ario. Apa ia salah makan sesuatu, hingga jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
“Biar kita gampang komunikasi donk. Coba liat. Masa tiap hari aku harus datang ke galeri kalau mau ketemu kamu.”, Anissa mengoceh sambil menyambungkan handphone Ario dengan hotspot dari handphonenya.
Anissa mengesave no Ario, mengesavekan nomornya di hp Ario dan mendownloadkan whatsapp di hp Ario. Anissa sangat sibuk dengan kegiatan mengutak-atik hpnya dan hp Ario. Hingga ia tidak menyadari Ario yang diam-diam mengamatinya.
“Yo”, panggil Anissa tiba-tiba. Ario malah tampak terkejut.
“Ini foto siapa? Cewek ini cantik sekali.”, ada sedikit nada kurang senang di suara Anissa.
“Ini foto mantanku.”, ujar Ario.
“Belum move on ya?”, tanya Anissa langsung.
Diubah oleh anism 01-05-2017 16:58
mmuji1575 memberi reputasi
1