- Beranda
- Sejarah & Xenology
Pertempuran Yarmuk/ The Battle Of Yarmuk(636M/14H)
...
TS
rnkx1002
Pertempuran Yarmuk/ The Battle Of Yarmuk(636M/14H)
Quote:
Thread ini adalah lanjutan dari thread: https://www.kaskus.co.id/thread/0000...k-kenal-takut/yang sudah di closed


Assalamualaikum dan Selamat pagi/siang/sore/malam kepada agan-agan yang membaca thread ini.
Pada kesempatan ini, Ane akan membahas sejarah Islam lagi yaitu Pertempuran Yarmuk yang akan dijelaskan dibawah.
Quote:
Pertempuran Yarmuk (636 Masehi/14 Hijriah)
Quote:
Spoiler for Gambar:

Latar Belakang
Konflik antara kaum Muslim dengan kekaisaran Bizantium (Romawi Timur) disebabkan oleh gangguan-gangguan Bizantium dan sekutu Arabnya yang sering menyerang rombongan-rombongan pedagang Muslim yang berdagang ke Suriah dan mencapai puncaknya dengan dibunuhnya utusan nabi Muhammad SAW yang dikirim untuk berdakwah kepada raja Basra sekutu Bizantium pada tahun 630 M. Konflik Muslim-Bizantium akan berlangsung selama kurang lebih 900 tahun, diwariskan turun-temurun sampai Konstantinopel (modern Istanbul) ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih pada tahun 1453 M.
Perang Yarmuk adalah perang antara kaum Muslim dibawah pemerintahan Khulafaur Rasyidin yang dipimpin oleh kalifah Abu Bakar dengan kekaisaran Bizantium yang dipimpin oleh kaisar Heraklius. Perang ini berlangsung selama 6 hari (15-20 Agustus 636 M). Perang ini bertempat di sungai Yarmuk, Suriah modern.
Perang ini dianggap sebagai salah satu perang paling penting yang mengubah sejarah peradaban manusia karena menandakan kemenangan besar pertama yang dicapai oleh kaum Muslim dan membuka jalan untuk penaklukkan wilayah kekaisaran Bizantium selanjutnya (Suriah, Palestina dan Mesir).
Quote:
Pergerakan Pasukan Muslim
Pada awal tahun 633 M atau 11 H, kalifah Abu Bakar berniat mengumpulkan seluruh pasukannya yang tercecer di beberapa pelosok Jazirah Arab dan memusatkannya untuk menyerang Suriah.
Panglima-panglima besar Muslim seperti Amr ibn al-Ash, Al-Walid ibn Uqbah sedang berada diluar Madinah, menjalankan misi ke Qudhaah. Khalid ibn Walid sedang berada di daerah Irak. Mereka sedang ditugaskan untuk memerangi kaum murtad yang melawan dan mengancam persatuan Negara Islam selepas meninggalnya nabi Muhammad SAW.
Setelah berhasil mengumpulkan panglima-panglima yang diinginkannya, Abu Bakar berkhutbah dan membangkitkan semangat kaum Muslimin untuk memerangi kekaisaran Bizantium yang terus merongrong keamanan kaum Muslimin.
Spoiler for Wilayah Pertempuran:

Gelombang pertama
Abu Bakar mengutus Khalid ibn Said memimpin pasukan menuju Suriah untuk menghadang pergerakan pasukan Bizantium. Ketika melihat pasukan Bizantium yang sangat besar, ia menulis surat memohon bantuan kepada Abu Bakar. Maka Abu Bakar mengutus Ikrimah ibn Abu Jahal dan Al-Walid ibn Uqbah untuk membantu Khalid ibn Said di Suriah.
Gabungan pasukan ini masih kalah kuat dibandingkan dengan pasukan Bizantium, sempat terjadi pertempuran kecil dan kaum Muslim mengalami kekalahan.
Gelombang kedua
Mengetahui kesulitan yang dihadapi kaum Muslimin, Abu Bakar mengutus Yazid ibn Abu Sufyan membawa satu pasukan besar yang terdiri dari beberapa kelompok yang baru tiba ke Madinah setelah menuntaskan misi mereka. Pasukan gelombang kedua ini dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing terdiri dari 5.000 pasukan. Pemimpin dari masing-masing kelompok adalah Yazid ibn Abu Sufyan, Amr ibn Al-Ash dan Syurahbil ibn Hasanah.
Gelombang ketiga
Ketika ada pasukan lain yang kembali ke Madinah, Abu Bakar segera mengutusnya untuk bergabung dengan pasukan yang telah dilepas terlebih dahulu. Diantara pasukan yang datang kemudian adalah pasukan Abu Ubaidah. Dengan bergabungnya pasukan Abu Ubaidah, jumlah total pasukan Muslimin adalah 24.000 orang, 100 orang diantaranya adalah veteran perang Badar. Abu Ubaidah selanjutnya diangkat oleh Abu Bakar sebagai panglima tertinggi misi ke Suriah ini.
Setiap pasukan menempuh rute perjalanan yang berbeda-beda. Yazid dan Syurahbil bergerak melalui Tabuk menuju pusat Suriah sementara Amr ibn Al-Ash melalui Teluk Uqbah menuju selatan Suriah.
Dalam perjalanannya ke pusat Suriah, pasukan Muslim menaklukkan kota-kota kecil yang dikuasai Bizantium. Dari penduduk kota-kota ini, pasukan Muslim mengetahui suasana psikologis kekaisaran Bizantium. Kaum Muslimin diuntungkan oleh situasi internal yang berlangsung di Suriah diantaranya:
1. Penduduk Suriah dan wilayah jajahan Bizantium merasa tidak puas dan membenci penguasa karena bertindak zalim dan sewenang-wenang. Akibatnya ketika penguasa Bizantium meminta bantuan kepada mereka, kebanyakan menolak membantu. Mereka merasa telah mengorbankan jiwa dan harta untuk menyokong peperangan Bizantium dengan Sassanid Persia yang telah berlangsung cukup lama (603 – 628 M) dan menguras banyak tenaga, pikiran, serta harta.
2. Penduduk Suriah dan wilayah jajahan Bizantium sedang dilanda konflik sosial yang tak kunjung reda akibat pertentangan agama. Karena itu mereka tidak pernah hidup dalam ketentraman dan kedamaian.
Ketika pasukan Muslim mendengar pasukan Bizantium sudah mulai bergerak, pasukan Muslim mengembalikan semua jizya (pajak perlindungan Islam) kepada penduduk Hims, Suriah dengan mengatakan, “Kami akan sangat sibuk untuk bisa membantu dan melindungi kalian, ambil kembali pajak ini dan lindungilah diri kalian sendiri.” Tetapi penduduk Hims mengatakan, “Kami lebih menyukai kepemimpinan kalian yang adil dibandingkan kepemimpinan Bizantium yang penuh penindasan. Kami akan mengusir pasukan Heraklius yang berusaha memasuki kota ini.” Penduduk Yahudi bangkit dan menambahkan, “Kami bersumpah demi Taurat, kami tidak akan membiarkan gubernur-gubernur Heraklius memasuki kota Hims sampai kami mati.”
Penduduk kota-kota lain yang dimasuki pasukan Muslim juga mengatakan hal yang sama, “Jika Heraklius dan pasukannya menang terhadap Muslim kita akan kembali ke kondisi kita yang semula yang penuh penindasan. Kita harus mempertahankan pemerintahan Muslim.”
Dan nantinya, ketika pasukan Muslim menang terhadap Bizantium, penduduk-penduduk kota membuka gerbang dengan penuh suka cita diiringi musik dan nyanyian-nyanyian.
Quote:
Pergerakan Pasukan Bizantium
Kabar mengenai pergerakan pasukan Muslim yang semakin mendekat itu sampai kepada Heraklius, kaisar Bizantium yang sedang berada di Al-Quds. Para petinggi kekaisaran Bizantium mengirim surat mengabarkan kondisi mereka di Suriah dan pergerakan pasukan Muslimin. Heraklius membalas surat tersebut sebagai berikut:
“Menurutku lebih baik kalian berdamai dan mereka mendapatkan setengah Suriah sementara setengahnya lagi tetap menjadi milik kalian, itu lebih baik daripada kalian memerangi dan dikalahkan mereka sehingga mereka mendapatkan seluruh Suriah dan setengah Romawi. Jika kalian berdamai, kalian masih memiliki Romawi secara utuh.”
Namun para petinggi kekaisaran Bizantium menolak usulan kaisar mereka. Tanpa menunggu persetujuan Heraklius, mereka memobilisasi pasukan dan mulai bergerak. Pasukan Bizantium dipimpin oleh Vahan, jenderal tertinggi di kekaisaran, orang kedua setelah Heraklius. Jumlah total pasukan Bizantium diperkirakan mencapai 240.000 orang.
Jumlah dan kecanggihan persenjataan pasukan Bizantium menggetarkan hati kaum Muslimin, sehingga mereka menyurati Abu Bakar meminta pendapatnya. Abu Bakar menjawab:
“Pasukan seperti kalian tidak akan terpengaruh oleh besarnya pasukan musuh. Sepuluh orang dapat mengalahkan seribu musuh jika kalian tidak melakukan kesalahan. Karena itu jauhilah kesalahan dan serta berkumpullah semua di Yarmuk agar kalian dapat saling membantu. Setiap orang dari kalian harus bersatu, tak boleh ada seorang pun yang terpisahkan.”
Pasukan Muslim berkumpul di Yarmuk seperti yang diperintahkan oleh Abu Bakar, begitu pula dengan Bizantium. Pasukan Muslim berhasil mendapatkan posisi berkemah yang sangat baik sehingga Amr ibn Al-Ash berkata:
“Saudara-saudaraku, bergembiralah karena, demi Allah, pasukan Romawi terkepung. Dan percayalah, tidak ada keberuntungan sedikit pun pada pihak yang terkepung.”
Quote:
Khalid ibn Walid Bergabung
Spoiler for Khalid:
Perhatian Abu Bakar terhadap peperangan dengan Bizantium lebih besar dibandingkan dengan Sassanid Persia, karena itu ia segera menarik Khalid ibn Walid yang sedang berada di Irak dan memerintahkannya untuk bergerak ke Yarmuk.
Sesampainya di Yarmuk, Khalid mendapati setiap kelompok pasukan Muslim bergerak sendiri-sendiri di bawah panglimanya; Abu Ubaidah, Amr ibn Al-Ash dan Yazid ibn Abu Sufyan, tidak ada komando tertinggi. Karena itu Khalid berkata:
“Sesungguhnya hari ini termasuk diantara hari-hari Allah. Tidak dibolehkan ada di dalamnya kesombongan dan sikap melampaui batas. Maka ikhlaskanlah jihad kalian hanya untuk Allah. Menghadaplah kepada Allah dengan amal kalian. Sesungguhnya hari ini adalah hari bagi orang-orang yang beramal. Orang-orang setelah kalian akan melihat perbuatan kalian pada hari ini. Maka ikutilah pendapat sahabat kalian ini.”
Mereka berkata, “Apa pendapatmu?”
Khalid menjawab:
“Apa yang kalian lakukan saat ini merupakan langkah terburuk yang dilakukan pasukan Muslim dan menguntungkan pasukan musuh karena jumlah mereka yang lebih banyak. Dan kalian telah mengetahui bahwa dunia ini telah memecah-belah kalian. Demi Allah, mari satukan barisan di bawah satu komando. Karena itu biarkanlah aku memimpin kalian semua hari ini. Esok harinya, biarkan panglima yang lain dan esok harinya lagi panglima yang lain lagi sehingga semua mendapatkan giliran.”
Mereka menyetujui pendapat Khalid dan mengangkatnya sebagai komandan tertinggi mereka. Khalid ibn Walid tercatat dalam sejarah sebagai salah satu jenderal terbesar karena kejeniusannya dalam taktik dan strategi perang. Ia adalah penakluk Suriah dan Sassanid Persia. Ia mendapat julukan Pedang Allah dan tidak pernah terkalahkan dalam setiap perang yang diikutinya.
Quote:
Jalannya Peperangan
Dengan bergabungnya pasukan terakhir, pasukan Khalid, jumlah total pasukan Muslim berkisar 39.000 orang. Sementara itu pasukan Bizantium berjumlah 240.000 orang dengan persenjataan yang paling modern saat itu.
Melihat kegempitaan dan kedahsyatan pasukan musuh, hati kaum Muslim dihinggapi kegentaran. Abu Sufyan memompa semangat pasukan Muslimin:
“Wahai kaum Muslimin, telah hadir apa yang kalian lihat selama ini. Rasulullah SAW bersama kalian, dan surga ada di hadapan kalian. Setan dan neraka ada di belakang kalian.”
Abu Hurairah ikut memompa semangat kaum Muslimin:
“Berlomba-lombalah meraih tempat di sisi Allah di dalam surga yang penuh kenikmatan. Tidak ada lagi tempat yang paling baik untuk meraih keridaan Allah kecuali disini. Ketahuilah, sesungguhnya keutamaan dan kemenangan bersama orang-orang sabar.”
Abu Ubaidah berkata:
“Wahai para hamba Allah, tolonglah Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan menegakkan kaki kalian. Wahai hamba Allah, bersabarlah karena kesabaran menyelamatkan dari kekafiran, membawamu pada keridaan Allah, dan menutupi kekurangan. Lemparkanlah tombak kalian dan lindungilah diri kalian dengan perisai kalian. Bungkamlah mulut kalian kecuali untuk berzikir kepada Allah. Ingatlah Allah dalam hati kalian sehingga Dia membuat kalian berkuasa. Insha Allah.”
Seorang laki-laki berkata kepada Khalid, “Betapa banyak pasukan Romawi dan betapa sedikit pasukan Muslim.”
Khalid berkata:
“Celakalah kau, apakah kau hendak membuatku takut terhadap bangsa Romawi? Ketahuilah, besarnya suatu pasukan karena keberanian dan kemenangan. Kecilnya pasukan karena kepengecutan, bukan karena jumlahnya.”
Ketika melihat musuh mulai bergerak mendekat, semua pasukan Muslim bergerak penuh semangat. Semua ketakutan telah diangkat dari hati. Mereka bertarung dan berperang bagaikan singa padang pasir. Tak ada kata lelah. Tak kenal kata gentar. Mereka terus berperang menghadapi pasukan Bizantium yang datang bergelombang hingga akhirnya Allah menetapkan kemenangan bagi kaum Muslim. Gugur sebagai syahid sekitar 4.000 orang Muslim sedangkan dari pihak musuh 120.000 orang gugur.
Mendengar kabar kekalahan ini, Heraklius merasa bingung, kaget dan sedih. Ketika sisa pasukannya datang menghadap, Heraklius berkata, “Ceritakanlah kepadaku kaum yang mengalahkan kalian, bukankah mereka manusia biasa seperti kalian?”
Mereka menjawab, “Benar.”
“Apakah jumlah mereka lebih banyak atau kalian yang lebih banyak?”
“Jumlah kami jauh lebih banyak dari mereka.”
“Lalu mengapa kalian kalah?”
Salah seorang pemimpin pasukan mereka berkata:
“Kami kalah karena mereka adalah kaum yang selalu shalat di malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka menepati janji, serta menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, mereka saling menolong dan saling berbagi di antara mereka. Sebaliknya kami adalah sekumpulan peminum arak, berzina, melakukan segala yang diharamkan, mengkhianati janji, saling memurkai, menzalimi dan menyuruh kepada keburukan serta mencegah manusia dari segala yang diridhai Allah. Kami juga selalu membuat kerusakan di muka bumi.”
Heraklius berkata, “Engkau benar.” Selanjutnya ia mundur dari Antioch menuju Konstantinopel dan menyampaikan salam perpisahan, “Selamat tinggal Suriah yang indah untuk terakhir kalinya. Damai atasmu. Sesungguhnya aku tidak akan pernah melihatmu lagi.”
Quote:
Penutup
Dengan kemenangan besar di Yarmuk, Suriah, pasukan Muslim hanya akan menghadapi pasukan-pasukan kecil Bizantium di masa depan karena Bizantium mengalokasikan mayoritas angkatan bersenjatanya di Yarmuk dan mayoritas terbunuh atau melarikan diri. Pada tahun 645 M, kaum Muslim telah menaklukkan semua wilayah modern Suriah, Palestina, Lebanon, Yordania dan Mesir. Serangkaian penaklukkan yang sangat cepat bagi sebuah Negara yang baru berusia 23 tahun melawan kekuatan super berusia 400 tahun.
Spoiler for sumber:
Sumber
Destiny Disrupted: A History Of The World Through Islamic Eyes, Tamim Ansary, 2009.
Abu Bakr, Dr. Musthafa Murad, 2007.
The Origins of the Islamic State, Ahmad ibn-Jabir al-Baladhuri, trans. by P. K. Hitti and F. C. Murgotten, Studies in History, Economics and Public Law, LXVIII (New York, Columbia
University Press,1916 and 1924)
Nanti akan ane update, dari sumber lainnya.
Diubah oleh heane 15-11-2017 10:33
0
63.1K
Kutip
317
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rnkx1002
#8
Quote:
Original Posted By rossdeleon►ini terlalu pendek untuk perang yang sedemikian penting dan merupakan titik tertinggi dari strategi perang dan komando seorang Khalid bin Walid. perang Yarmouk berlangsung selama 6 hari. berikut pergerakannya dari hari ke hari.

hari pertama dibuka dengan serangan ringan dimana byzantine menjajal kekuatan pasukan Rashidun.

hari kedua berlangsung ganas dan Khalid menggunakan mobile guard nya yang terkenal untuk menetralkan situasi di kedua sayapnya yang babak belur karena perbedaan kekuatan yang besar antara Rashidun dan koalisi Byzantine. penggunaan kavaleri elit secara tepat waktu dan berkekuatan cukup ini membuat barisan sayap yang beberapa kali mundur ke arah perkemahan akhirnya bisa kembali berdiri dan bertahan hingga hari berakhir.
di sini yang menarik peran dari wanita arab di perkemahan Rashidun yang meneriaki dan melempari kaum pria yang melarikan diri ke arah perkemahan. mereka mencemooh dan melempari para prajurit yang hendak lari sehingga terbakar amarah dan rasa malunya sehingga kembali ke medan tempur.

hari ketiga berlangsung dengan dorongan di sayap kanan Rashidun, serangan frontal besar terjadi di sana. dengan fokus yang besar di sana barisan Rashidun setelah berjuang keras akhirnya roboh dan mundur ke arah perkemahan. mereka kembali dilabrak oleh para wanita dan segera memebentuk lapisan bertahanan.
sebelum barisan tengah ambruk, Khalid yang sadar akan fokus musuh di sayap kanannya menggunakan mobile guard nya untuk serangan flanking dari tengah yang tidak diduga lawan. lalu kemudian kavaleri yang tersisa di sisi kanan juga melambung menyerang pasukan byzantine. serangan ini tepat waktu tetapi jumlah lawan yang besar dan posisi yang tidak leluasa, bahkan bisa dibilang terjepit membuat keduanya mandi darah. melawan kegigihan pasukan Rashidun dan kedatangan pasukan kavalerin yang di atas angin membuat pasukan Byzantine bisa dipukul mundur.

hari keempat berlangsung dengan byzantine menggelar strategi yang sama. pukul keras di sisi sayap kanan Rashidun. melihat ini Khalid khawatir akan adanya serangan terbuka di seluruh front yang bisa membuat barisannya berantakan. pasalnya ada perbedaan jumlah yang cukup besar antara keduanya. karenanya Khalid memerintahkan sisi sayap kiri untuk menyerang lawan sehingga momentum gerakan mampu membuat lawan tidak merangsek maju.
sementara itu ia membelah dua kavaleri elitnya, mobile guard dan bersama dengan kavaleri kesukuan di sayap kanan menyerang lawan dari 3 sisi. pasukan byzantine yang sudah kapok mandi darah karena ketiadaan cover dari pasukan kavaleri sendiri, akhirnya dipukul mundur walaupun berjumlah lebih besar.
naas di sisi sayap kiri perang tidak berjalan seperti rencana. menghadapi serangan Rashidun, pasukan Byzantine menggunakan kavaleri ringan mereka yang mengujani barisan Rashidun dengan panah. demikian deras serangan panah sehingga banyak prajurit Rashidun yang kehilangan penglihatan karena serpihan kayu dari perisai yang mereka gunakan tertancap di area sekitar mata. hal ini menyebabkan posisi yang sedari pagi hingga siang berhasil mereka dapatkan harus dikembalikan ke tangan Byzantine.
hari ke 5 dibuka dengan perundingan dimana panglima Byzantine mencoba berunding setelah ragu akan kegagalannya selama 4 hari. kedua pihak beristirahat dan Khalid mencurigai lawannya sedang menunggu bala bantuan. Khalid sendiri menggunakan waktu tersebut untuk menyeludupkan pasukan berkuda istimewa ke satu titik jauh di belakang lawan secara diam-diam.

hari ke 6 dibuka dengan keuntungan di tangan Khalid. setelah 5 hari kepercayaan diri dan semangat Byzantine bisa dibilang terkuras sedangkan pasukan Khalid justru semakin percaya bisa menang walaupun perbedaan jumlah masih besar dan korban jiwa semakin tinggi. sedari hari sebelumnya Khalid sudah membaca situasi dan aura pertempuran, ia percaya momentum gerakan sudah berada di tangannya. lawan sudah jenuh dan frustasi sehingga menjadi pasif dan cenderung menunggu.
apabila pada awalnya Khalid menunggu Byzantine bergerak sehingga bisa merespon, kali ini di hari ke 6, Khalid membuka serangan dengan satu taktik yang berani dan bernyali. ia kumpulkan semua pasukan berkuda miliknya digabung dengan mobile guard, lalu semuanya bergerak bersamaan dalam serangan frontal melambung dari sisi sayap kanan langsung ke arah pasukan kavaleri byzantine.
pasukan kavaleri byzantine yang terikat dengan tiap sayap dan tengah pasukan kaget dan tidak mampu melawan secara efektif. tindakan Khalid terlalu nekat sehingga tidak diduga hingga menjadi efektif. pasukan kavaleri byzantine yang memang tidak besar akhirnya melarikan diri ke luar dari arena pertempuran.
kemenangan ada di depan mata dengan hilangnya kavaleri lawan yang menjaga belakang dan sisi pasukan Byzantium. tanpa menunggu perubahan situasi, Khalid menyerang sisi belakang lawan secara total. infantri byzantine yang terjepit dari depan dan belakang akhirnya hancur berantakan dan mulai pelarian diri masal. sisi tengah lawan dan sayap kiri mereka yang relatif masih kuat pun akhirnya amburadul.
tragis ketika mereka lari dan hendak mengkonsolidasikan diri, pasukan Khalid yang sehari lalu diseludupkan sudah tiba di jembatan dan membuat pertahanan di sana. kaget akan adanya pasukan Rashidun jauh di garis belakang membuat pasukan Byzantine menolak regroup dan berlari ke semua arah sendiri-sendiri. tanpa adanya konsoliasi di pihak Byzantine, mereka akhirnya dikalahkan satu per satu ketika lari ke arah pegunungan tinggi dan jurang yang terjal.

hari pertama dibuka dengan serangan ringan dimana byzantine menjajal kekuatan pasukan Rashidun.
hari kedua berlangsung ganas dan Khalid menggunakan mobile guard nya yang terkenal untuk menetralkan situasi di kedua sayapnya yang babak belur karena perbedaan kekuatan yang besar antara Rashidun dan koalisi Byzantine. penggunaan kavaleri elit secara tepat waktu dan berkekuatan cukup ini membuat barisan sayap yang beberapa kali mundur ke arah perkemahan akhirnya bisa kembali berdiri dan bertahan hingga hari berakhir.
di sini yang menarik peran dari wanita arab di perkemahan Rashidun yang meneriaki dan melempari kaum pria yang melarikan diri ke arah perkemahan. mereka mencemooh dan melempari para prajurit yang hendak lari sehingga terbakar amarah dan rasa malunya sehingga kembali ke medan tempur.
hari ketiga berlangsung dengan dorongan di sayap kanan Rashidun, serangan frontal besar terjadi di sana. dengan fokus yang besar di sana barisan Rashidun setelah berjuang keras akhirnya roboh dan mundur ke arah perkemahan. mereka kembali dilabrak oleh para wanita dan segera memebentuk lapisan bertahanan.
sebelum barisan tengah ambruk, Khalid yang sadar akan fokus musuh di sayap kanannya menggunakan mobile guard nya untuk serangan flanking dari tengah yang tidak diduga lawan. lalu kemudian kavaleri yang tersisa di sisi kanan juga melambung menyerang pasukan byzantine. serangan ini tepat waktu tetapi jumlah lawan yang besar dan posisi yang tidak leluasa, bahkan bisa dibilang terjepit membuat keduanya mandi darah. melawan kegigihan pasukan Rashidun dan kedatangan pasukan kavalerin yang di atas angin membuat pasukan Byzantine bisa dipukul mundur.
hari keempat berlangsung dengan byzantine menggelar strategi yang sama. pukul keras di sisi sayap kanan Rashidun. melihat ini Khalid khawatir akan adanya serangan terbuka di seluruh front yang bisa membuat barisannya berantakan. pasalnya ada perbedaan jumlah yang cukup besar antara keduanya. karenanya Khalid memerintahkan sisi sayap kiri untuk menyerang lawan sehingga momentum gerakan mampu membuat lawan tidak merangsek maju.
sementara itu ia membelah dua kavaleri elitnya, mobile guard dan bersama dengan kavaleri kesukuan di sayap kanan menyerang lawan dari 3 sisi. pasukan byzantine yang sudah kapok mandi darah karena ketiadaan cover dari pasukan kavaleri sendiri, akhirnya dipukul mundur walaupun berjumlah lebih besar.
naas di sisi sayap kiri perang tidak berjalan seperti rencana. menghadapi serangan Rashidun, pasukan Byzantine menggunakan kavaleri ringan mereka yang mengujani barisan Rashidun dengan panah. demikian deras serangan panah sehingga banyak prajurit Rashidun yang kehilangan penglihatan karena serpihan kayu dari perisai yang mereka gunakan tertancap di area sekitar mata. hal ini menyebabkan posisi yang sedari pagi hingga siang berhasil mereka dapatkan harus dikembalikan ke tangan Byzantine.
hari ke 5 dibuka dengan perundingan dimana panglima Byzantine mencoba berunding setelah ragu akan kegagalannya selama 4 hari. kedua pihak beristirahat dan Khalid mencurigai lawannya sedang menunggu bala bantuan. Khalid sendiri menggunakan waktu tersebut untuk menyeludupkan pasukan berkuda istimewa ke satu titik jauh di belakang lawan secara diam-diam.
hari ke 6 dibuka dengan keuntungan di tangan Khalid. setelah 5 hari kepercayaan diri dan semangat Byzantine bisa dibilang terkuras sedangkan pasukan Khalid justru semakin percaya bisa menang walaupun perbedaan jumlah masih besar dan korban jiwa semakin tinggi. sedari hari sebelumnya Khalid sudah membaca situasi dan aura pertempuran, ia percaya momentum gerakan sudah berada di tangannya. lawan sudah jenuh dan frustasi sehingga menjadi pasif dan cenderung menunggu.
apabila pada awalnya Khalid menunggu Byzantine bergerak sehingga bisa merespon, kali ini di hari ke 6, Khalid membuka serangan dengan satu taktik yang berani dan bernyali. ia kumpulkan semua pasukan berkuda miliknya digabung dengan mobile guard, lalu semuanya bergerak bersamaan dalam serangan frontal melambung dari sisi sayap kanan langsung ke arah pasukan kavaleri byzantine.
pasukan kavaleri byzantine yang terikat dengan tiap sayap dan tengah pasukan kaget dan tidak mampu melawan secara efektif. tindakan Khalid terlalu nekat sehingga tidak diduga hingga menjadi efektif. pasukan kavaleri byzantine yang memang tidak besar akhirnya melarikan diri ke luar dari arena pertempuran.
kemenangan ada di depan mata dengan hilangnya kavaleri lawan yang menjaga belakang dan sisi pasukan Byzantium. tanpa menunggu perubahan situasi, Khalid menyerang sisi belakang lawan secara total. infantri byzantine yang terjepit dari depan dan belakang akhirnya hancur berantakan dan mulai pelarian diri masal. sisi tengah lawan dan sayap kiri mereka yang relatif masih kuat pun akhirnya amburadul.
tragis ketika mereka lari dan hendak mengkonsolidasikan diri, pasukan Khalid yang sehari lalu diseludupkan sudah tiba di jembatan dan membuat pertahanan di sana. kaget akan adanya pasukan Rashidun jauh di garis belakang membuat pasukan Byzantine menolak regroup dan berlari ke semua arah sendiri-sendiri. tanpa adanya konsoliasi di pihak Byzantine, mereka akhirnya dikalahkan satu per satu ketika lari ke arah pegunungan tinggi dan jurang yang terjal.
Sip...terimakasih gan

Nanti ane update
Diubah oleh rnkx1002 01-05-2017 14:17
0
Kutip
Balas