- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79.1K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#353
Kesempurnaan Bahagia
Saat Savira hikmat dalam berdoa agar hal-hal yang ia inginkan terkabul , setelah nya dia langsung mengambil Pisau pemotong kue untuk memotong kue Ulang Tahun yang di bentuk cantik beraromakan Tiramisu dengan iringan lagu Potong kue nya dari para tamu yang datang .
" itu kan " , Mama Savira berucap .
Savira yang terkaget mendengar suara Mama nya secara tiba-tiba membuat dia menghentikan gerakan tangan nya untuk memotong Kue Tart itu .
" Kenapa sih Ma " , ucap Savira melihat wajah Mama nya tersenyum mengarah depan .
Tampak Kedua orang tua Dinand dan Ibu Ubay datang telat ke acara Ulang tahun itu , dengan berpakaian rapi dan membawa sebuah bungkus Kado , lengkap sudah tamu undangan kali ini dan sedikit kejutan dari Orang tua Dinand .
" Selamat ulang tahun ya Nak semoga kamu selalu bahagia dan yang kamu harapkan bisa tercapai " , ujar Mama Dinand .
Savira tampak bahagia mendapat perhatian besar dari kedua orang tua Dinand , mereka sampai menyempatkan waktu untuk hadir .
" Tunggu , Ubay mana Bu " , tanya Savira bingung karena hanya melihat Ibu Ubay yang datang .
" Ada di belakang Vir " ,
Savira tertawa mungkin Ubay sibuk dengan makanan yang tersedia pikir Savira .
Akhirnya Savira melanjutkan memotong kue , riuh kembali suasana dengan tepukan tangan para tamu .
" Nah potongan Kue pertama itu spesial loh , buat siapa ya kira-kira " , Goda Mc .
Savira tampak malu di goda MC itu , prosesi penyuapan Kue pertama ini Savira berikan kepada kedua orang tua nya terlebih dahulu , dengan di suapi sepotong kecil kue oleh Savira untuk orang tua nya .
" Nah sekarang suapan yang ketiga biasanya buat pacar nih " , Goda MC semakin frontal .
Savira menunduk makin malu karena godaan MC yang di amini oleh para tamu Undangan .
" Suapan kue ketiga buat siapa ya " , Savira balik menggoda .
" Selamat ulang tahun Vir "
Suara itu terdengar dari balik keramaian tamu yang mengelilingi Savira , dia mencari sumber suara itu karena heran jam 9 malam Tamu ini baru datang .
Terlihat Samar Ubay yang menyalip dari badan salah satu tamu karena badan nya yang kecil seraya menarik tangan seseorang .
" Ayo kita majuan " , pinta Ubay .
Savira terdiam , pisau yang masih ia genggam terjatuh ke lantai ketika melihat sosok Dinand yang di tarik oleh Ubay dan baru saja tadi mengucapkan Selamat ulang tahun untuk Savira .
Savira berlari menghampiri Dinand yang berjalan tertatih dengan senyuman mengembang untuk Savira , dengan segera Savira mengusap wajah dan rambut Dinand , seperti mimpi yang menjadi nyata , hampir 1 tahun sosok Dinand hanya menjadi imajinasi Savira belaka , kini senyuman Dinand telah kembali dilihat oleh Savira . Tanpa Sadar Savira memeluk erat Dinand cukup lama sampai Cilay memisahkan .
" Wey kangen boleh tapi belum muhrim oke " , ucap Cilay tertawa serta memeluk erat Dinand sahabat nya itu , tak lupa Adon pun memeluk Dinand karena senang sahabatnya itu telah kembali .
Dengan mantap Savira menggenggam tangan Dinand dan menuntun nya untuk menemani Savira di depan Kue Ulang tahun .
Dinand dengan berpakaian formal membuat semua mata wanita tertuju kepada nya , pesona dan ketampanan nya menyihir semua perempuan yang ada disitu , tapi tak ada yang bisa menaklukan hati nya selain Savira .
" Mas ganteng ini siapa nya kamu Vir " , tanya Mc .
" Pacar aku " , ucap Savira mantap dengan senyuman dan mata berkaca-kaca .
Savira pun memberi suapan ketiga dengan lembut untuk Dinand , godaan dan tepuk tangan tamu tampak semakin riuh melihat kedua pasangan muda-mudi didepan mereka sangat harmonis .
" Kamu kenapa ga ngabarin kalo mau pulang " , keluh Savira .
" Ya kan aku mau kasih kejutan " , cengenges Dinand .
Dinand memakaikan kalung emas putih bermodel elegan yang sangat indah , pas sekali membalut leher Savira malam ini sehingga Savira semakin mempesona .
" Jangan pernah tinggalin aku lagi , aku mohon " , lirih Savira .
" Iya , aku bakal terus ada di samping kamu Vir " ,balas Dinand tersenyum .
Dinand pun menggenggam tangan Savira di tengah tamu undangan yang sibuk memakan makanan yang telah di sediakan oleh keluarga Dinand .
Dinand pun sesekali bercengkrama dengan kedua orang tua Savira , suasana hangat malam itu telah mengikis perang dingin Dinand dan Savira yang selama ini menyiksa mereka sendiri , kini hangat nya tangan Savira sudah di rasakan kembali oleh Dinand .
" Cie gitu dong mesra lagi "
" Jaga Savira Nand, kasian dia sedih terus "
" Stop udah jangan genit lagi sama cewek-cewek , Savira udah yang terbaik buat lo "
Tampak kini Adon,Cilay,Risa,Nesta,Diandra dan Dodo bergabung dengan Dinand dan Savira serta memberikan pesan-pesan untuk mereka berdua .
Malam yang sempurna untuk Savira kali ini , lengkap sudah kebahagiaan Savira dengan hadirnya sosok Lelaki yang sangat dia rindukan , tangan itu digenggamnya lagi , erat seperti isyarat bahwa Savira tidak ingin melepaskan dan di tinggalkan lagi oleh Dinand .
" itu kan " , Mama Savira berucap .
Savira yang terkaget mendengar suara Mama nya secara tiba-tiba membuat dia menghentikan gerakan tangan nya untuk memotong Kue Tart itu .
" Kenapa sih Ma " , ucap Savira melihat wajah Mama nya tersenyum mengarah depan .
Tampak Kedua orang tua Dinand dan Ibu Ubay datang telat ke acara Ulang tahun itu , dengan berpakaian rapi dan membawa sebuah bungkus Kado , lengkap sudah tamu undangan kali ini dan sedikit kejutan dari Orang tua Dinand .
" Selamat ulang tahun ya Nak semoga kamu selalu bahagia dan yang kamu harapkan bisa tercapai " , ujar Mama Dinand .
Savira tampak bahagia mendapat perhatian besar dari kedua orang tua Dinand , mereka sampai menyempatkan waktu untuk hadir .
" Tunggu , Ubay mana Bu " , tanya Savira bingung karena hanya melihat Ibu Ubay yang datang .
" Ada di belakang Vir " ,
Savira tertawa mungkin Ubay sibuk dengan makanan yang tersedia pikir Savira .
Akhirnya Savira melanjutkan memotong kue , riuh kembali suasana dengan tepukan tangan para tamu .
" Nah potongan Kue pertama itu spesial loh , buat siapa ya kira-kira " , Goda Mc .
Savira tampak malu di goda MC itu , prosesi penyuapan Kue pertama ini Savira berikan kepada kedua orang tua nya terlebih dahulu , dengan di suapi sepotong kecil kue oleh Savira untuk orang tua nya .
" Nah sekarang suapan yang ketiga biasanya buat pacar nih " , Goda MC semakin frontal .
Savira menunduk makin malu karena godaan MC yang di amini oleh para tamu Undangan .
" Suapan kue ketiga buat siapa ya " , Savira balik menggoda .
" Selamat ulang tahun Vir "
Suara itu terdengar dari balik keramaian tamu yang mengelilingi Savira , dia mencari sumber suara itu karena heran jam 9 malam Tamu ini baru datang .
Terlihat Samar Ubay yang menyalip dari badan salah satu tamu karena badan nya yang kecil seraya menarik tangan seseorang .
" Ayo kita majuan " , pinta Ubay .
Savira terdiam , pisau yang masih ia genggam terjatuh ke lantai ketika melihat sosok Dinand yang di tarik oleh Ubay dan baru saja tadi mengucapkan Selamat ulang tahun untuk Savira .
Savira berlari menghampiri Dinand yang berjalan tertatih dengan senyuman mengembang untuk Savira , dengan segera Savira mengusap wajah dan rambut Dinand , seperti mimpi yang menjadi nyata , hampir 1 tahun sosok Dinand hanya menjadi imajinasi Savira belaka , kini senyuman Dinand telah kembali dilihat oleh Savira . Tanpa Sadar Savira memeluk erat Dinand cukup lama sampai Cilay memisahkan .
" Wey kangen boleh tapi belum muhrim oke " , ucap Cilay tertawa serta memeluk erat Dinand sahabat nya itu , tak lupa Adon pun memeluk Dinand karena senang sahabatnya itu telah kembali .
Dengan mantap Savira menggenggam tangan Dinand dan menuntun nya untuk menemani Savira di depan Kue Ulang tahun .
Dinand dengan berpakaian formal membuat semua mata wanita tertuju kepada nya , pesona dan ketampanan nya menyihir semua perempuan yang ada disitu , tapi tak ada yang bisa menaklukan hati nya selain Savira .
" Mas ganteng ini siapa nya kamu Vir " , tanya Mc .
" Pacar aku " , ucap Savira mantap dengan senyuman dan mata berkaca-kaca .
Savira pun memberi suapan ketiga dengan lembut untuk Dinand , godaan dan tepuk tangan tamu tampak semakin riuh melihat kedua pasangan muda-mudi didepan mereka sangat harmonis .
" Kamu kenapa ga ngabarin kalo mau pulang " , keluh Savira .
" Ya kan aku mau kasih kejutan " , cengenges Dinand .
Dinand memakaikan kalung emas putih bermodel elegan yang sangat indah , pas sekali membalut leher Savira malam ini sehingga Savira semakin mempesona .
" Jangan pernah tinggalin aku lagi , aku mohon " , lirih Savira .
" Iya , aku bakal terus ada di samping kamu Vir " ,balas Dinand tersenyum .
Dinand pun menggenggam tangan Savira di tengah tamu undangan yang sibuk memakan makanan yang telah di sediakan oleh keluarga Dinand .
Dinand pun sesekali bercengkrama dengan kedua orang tua Savira , suasana hangat malam itu telah mengikis perang dingin Dinand dan Savira yang selama ini menyiksa mereka sendiri , kini hangat nya tangan Savira sudah di rasakan kembali oleh Dinand .
" Cie gitu dong mesra lagi "
" Jaga Savira Nand, kasian dia sedih terus "
" Stop udah jangan genit lagi sama cewek-cewek , Savira udah yang terbaik buat lo "
Tampak kini Adon,Cilay,Risa,Nesta,Diandra dan Dodo bergabung dengan Dinand dan Savira serta memberikan pesan-pesan untuk mereka berdua .
Malam yang sempurna untuk Savira kali ini , lengkap sudah kebahagiaan Savira dengan hadirnya sosok Lelaki yang sangat dia rindukan , tangan itu digenggamnya lagi , erat seperti isyarat bahwa Savira tidak ingin melepaskan dan di tinggalkan lagi oleh Dinand .
0