- Beranda
- Stories from the Heart
[ CERITA HORROR ] PENCERITA
...
TS
mifst
[ CERITA HORROR ] PENCERITA
PROLOG
Makhluk yang paling menakutkan adalah hantu, makhluk yang paling buas dan menjijikan adalah hewan. Mungkin itu semua adalah hal yang kalian pikirkan. Tapi berbeda dengan ku, Karena manusia lah jawaban nya bagi ku. Aku adalah seorang penulis lepas pada sebuah majalah. Biasanya aku hanyalah menuliskan tentang cerita – cerita misteri. Tidak ada yang spesial dari cerita ku. Tapi aku ingin memberitahukan bahwa semua cerita yang kutulis ini kudapatkan dari mereka. Mereka tidak dapat bercerita dengan yang lain karenanya mereka menceritakan semuanyapada ku. Mereka ku sebut “pencerita” atau yang kalian sebut hantu.
Aku mempunyai kelebihan dapat melihat hantu, kemampuan yang tak banyak di miliki orang lain. Ketika aku menceritakan kelebihan ini pada orang lain, tidak ada yang memahaminya. Mereka menyebutku pemobohong atau pun aneh. Karena nya aku lebih suka menceritakannya lewat tulisan ku. “pencerita” pertama ku adalah seorang gadis kecil di sekolah ku saat masih bersekolah di kelas 1 SD dulu. Dia tak pernah berbicara atau pun di ajak berbicara dengan yang lain. Dia selalu sendirian seakan tak ada yang menggangapnya. Ketika aku mecoba berbicara padanya. Maka teman kelasku berteriak “ aneh“ ke padaku. “ mengapa kamu berbicara sendiri “ itu yang dia bilang. Saat itu aku belum menyadari bahwa gadis kecil itu sebenarnya ialah hantu. Baru lah saat ia menatap tajam seorang guru ku dan berteriak kencang dengan histeris aku mulai menyadarinya. Teriakan yang tak pernah kulupa kan seperti menjeritkan kesakitan, amarah dan ketidak berdayaanya. Beruntung lah kalian yang tak pernah mendengarnya.
Gadis kecil itu selalu menangis setelah ia berteriak histeris. Bahkan suara tangisnya lebih membuatku tidak nyaman. Dan dia akan terus menangis sepanjang hari sampai jam pulang tiba. Saat itu aku bingung dan berkata dalam hati “ mengapa tidak ada yang memabantunya “. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Tapi akhirnya aku teringat apa yang diceritakan ibu ku “ dengarkan danajak bicara lah mereka yang sedang bersedih maka kamu akan mengerti kesedihan mereka dan akan sedikit membantu nya “. Karena itu lah aku mulai menderngarkan kisah mereka. Kisah yang aku anggap lebih menakutkan dari wujud, tangisan, dan teriakan dari mereka yang kusebut “pencerita”
UPDATE SABTU/MINGGU
INDEKS
1. PENCERITA PERTAMA
2. PROLOG 2
3. PENCERITA KEDUA
4. PROLOG 3
5. PENCERITA KE TIGA
6. PENCERITA KE TIGA"
UNTUK SEMUANYA THREAD ANE PINDAH KE THREAD BARU SILAHKAN KE THREAD ANE DI SINI#SFTH CHALLANGE [ CERITA HORROR ] PENCERITA 2
Makhluk yang paling menakutkan adalah hantu, makhluk yang paling buas dan menjijikan adalah hewan. Mungkin itu semua adalah hal yang kalian pikirkan. Tapi berbeda dengan ku, Karena manusia lah jawaban nya bagi ku. Aku adalah seorang penulis lepas pada sebuah majalah. Biasanya aku hanyalah menuliskan tentang cerita – cerita misteri. Tidak ada yang spesial dari cerita ku. Tapi aku ingin memberitahukan bahwa semua cerita yang kutulis ini kudapatkan dari mereka. Mereka tidak dapat bercerita dengan yang lain karenanya mereka menceritakan semuanyapada ku. Mereka ku sebut “pencerita” atau yang kalian sebut hantu.
Aku mempunyai kelebihan dapat melihat hantu, kemampuan yang tak banyak di miliki orang lain. Ketika aku menceritakan kelebihan ini pada orang lain, tidak ada yang memahaminya. Mereka menyebutku pemobohong atau pun aneh. Karena nya aku lebih suka menceritakannya lewat tulisan ku. “pencerita” pertama ku adalah seorang gadis kecil di sekolah ku saat masih bersekolah di kelas 1 SD dulu. Dia tak pernah berbicara atau pun di ajak berbicara dengan yang lain. Dia selalu sendirian seakan tak ada yang menggangapnya. Ketika aku mecoba berbicara padanya. Maka teman kelasku berteriak “ aneh“ ke padaku. “ mengapa kamu berbicara sendiri “ itu yang dia bilang. Saat itu aku belum menyadari bahwa gadis kecil itu sebenarnya ialah hantu. Baru lah saat ia menatap tajam seorang guru ku dan berteriak kencang dengan histeris aku mulai menyadarinya. Teriakan yang tak pernah kulupa kan seperti menjeritkan kesakitan, amarah dan ketidak berdayaanya. Beruntung lah kalian yang tak pernah mendengarnya.
Gadis kecil itu selalu menangis setelah ia berteriak histeris. Bahkan suara tangisnya lebih membuatku tidak nyaman. Dan dia akan terus menangis sepanjang hari sampai jam pulang tiba. Saat itu aku bingung dan berkata dalam hati “ mengapa tidak ada yang memabantunya “. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Tapi akhirnya aku teringat apa yang diceritakan ibu ku “ dengarkan danajak bicara lah mereka yang sedang bersedih maka kamu akan mengerti kesedihan mereka dan akan sedikit membantu nya “. Karena itu lah aku mulai menderngarkan kisah mereka. Kisah yang aku anggap lebih menakutkan dari wujud, tangisan, dan teriakan dari mereka yang kusebut “pencerita”
UPDATE SABTU/MINGGU
INDEKS
1. PENCERITA PERTAMA
2. PROLOG 2
3. PENCERITA KEDUA
4. PROLOG 3
5. PENCERITA KE TIGA
6. PENCERITA KE TIGA"
UNTUK SEMUANYA THREAD ANE PINDAH KE THREAD BARU SILAHKAN KE THREAD ANE DI SINI#SFTH CHALLANGE [ CERITA HORROR ] PENCERITA 2
Diubah oleh mifst 02-02-2018 07:30
anasabila memberi reputasi
1
17.4K
76
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
mifst
#51
Saat itu keadaan di danau ramai dengan banyak orang, Seperti kehadiran satu keluarga, sepasang kekasih, dan juga beberapa anak kecil yang sedang bermain. kurang lebih 15 orang lebih selain aku dan juga teman-temanku. dan juga seorang kakek yang sedang bercerita ke pada ku.
Mungkin pada awal cerita aku tidak merasakan apa-apa. Tapi setelah ia mulai memasuki akhir kisahnya aku mulai menyadari sesuatu. Dan mungkin kalian juga sudah menyadari nya. IYA,aku mulai berpikir kisah itu adalah kisah nya sendiri. Kisah dari hidup si kakek itu sendiri. Mungkin kalian menganggapnya biasa tapi berbeda dengan ku yang berhadapan langsung dengan si kakek
Dengan rasa penasaran dan ragu aku mulai menyakannya pada kakek
aku: kek, apa itu kisah kakek.
Tatapan yang selama ini ia tunjukuan hanya pada danau, tiba berubah tajam menatap ke arah ku. Dan itu lah pertama kali aku melihat wajahnya. Wajah yang bengkak lebam dengan tatapan kosong yang mengisyaratkan kesesihan penuh penyesalan.
Dan hanya satu kata yang ia ucapkan
kakek : iya.
kemudian tiba-tiba kakek menangis, merintih, dan berteriak dengan penuh menggambarkan penyesalannya.
Kakek : iya, iya itu semua kisah kakek. Dan sampai saat ini kakek menyesal. tolong nenek dek, tolong kakek dek. kakek sakit,kakek menyesal, tolong….
Sekali lagi aku katakan mungkin kalian yang membaca ini hanya menggangap kata-kata itu biasa tapi berbeda dengan ku yang harus menyaksikan itu semua secara langsung. Seakan jeritan penyesalannya bisa dengan jelas ku rasakan. sehingga memuat tubuhku merasakan efek samping.
Detak jantung ku mulai berdetak cepat, Nafasku mulai tidak beraturan, kepalaku mulai pusing. Aku hanya bisa melihat wajah kakek yang bengkak dan lama kelamaan mengkerut dengan air matanya yang berubah menjadi darah. Suara penyesalannya yang semakin keras dan tajam kurasakan seakaan menghapuskan semua suara yang ada di sekitar danau. Hingga tubuh ini merasakan kesakitan yang sangat. Dan saat itu aku sudah benar-benar tak dapat berpikir apapun lagi.
Tapi tiba-tiba sebuah tangan menutup mataku. Dan berbisik pelan ketelingaku “ Tenang lah tidak ada apa-apa, coba tarik nafas pelan-pelan”. Aku mengikuti suaranya dan mengikuti perintahnya. Kemudian rasa sakit yang kualami tadi dan suara dari si kakek perlahan hilang. Dan aku bisa mengendalikan diri ku kembali. “Apa kamu sudah tenang ? “ ia kembali bertanya pada ku. aku jawab “iya”. Kemudian aku membuka mataku dan kulihat kakek sudah menghilang dan hanya ada senyum dari pacarku yang menyambutku.
“Ayo kita kembali ke teman-teman”. Ia berkata padaku sambil menggengam erat tangan ku menuntun ku yang masih sedikit terkejut dengan kejadian tadi. dan setelah berbalik menuju teman-teman, Sungguh aku kembali di buat terkejut dengan pemandangan di sekitar danau. Aku baru menyadari semua orang selain teman-teman ku yang kulihat tadi bukan lah manusia. Karena mereka juga menghilang setelah kakek juga menghilang. Kemudian aku bertanya pada pacarku untuk meyakinkan,“ apa ketika datang tidak ada siapa-siapa disini selain kita ?”. dan pacarku menjawab “iya tidak ada”. mengetahui semua itu, dengan lebih erat kugenggam tanggannya. Tapi kembali kata-katanya menyejukkan ku “ sudah tenang ada aku disini “
Saat itu 15 adalah jumlah yang tidak sedikit kulihat, tapi kemudian setelahnya aku baru menyadari 15 adalah angka yang sedikit karena setelah kejadian itu aku melihat lebih dari 30 hantu dalam satu tempat. Dan di mana menurut kalian aku melihatnya. Di sebuah rumah sakit, di gedung tua, atau di tempat yang kalian anggap angker. BUKAN. aku melihat mereka di sebuah kamar kos kecil beerukuran 3 x 4. Di mana aku bertemu dengan “ pencerita “ke - 3 ku.
Mungkin pada awal cerita aku tidak merasakan apa-apa. Tapi setelah ia mulai memasuki akhir kisahnya aku mulai menyadari sesuatu. Dan mungkin kalian juga sudah menyadari nya. IYA,aku mulai berpikir kisah itu adalah kisah nya sendiri. Kisah dari hidup si kakek itu sendiri. Mungkin kalian menganggapnya biasa tapi berbeda dengan ku yang berhadapan langsung dengan si kakek
Dengan rasa penasaran dan ragu aku mulai menyakannya pada kakek
aku: kek, apa itu kisah kakek.
Tatapan yang selama ini ia tunjukuan hanya pada danau, tiba berubah tajam menatap ke arah ku. Dan itu lah pertama kali aku melihat wajahnya. Wajah yang bengkak lebam dengan tatapan kosong yang mengisyaratkan kesesihan penuh penyesalan.
Dan hanya satu kata yang ia ucapkan
kakek : iya.
kemudian tiba-tiba kakek menangis, merintih, dan berteriak dengan penuh menggambarkan penyesalannya.
Kakek : iya, iya itu semua kisah kakek. Dan sampai saat ini kakek menyesal. tolong nenek dek, tolong kakek dek. kakek sakit,kakek menyesal, tolong….
Sekali lagi aku katakan mungkin kalian yang membaca ini hanya menggangap kata-kata itu biasa tapi berbeda dengan ku yang harus menyaksikan itu semua secara langsung. Seakan jeritan penyesalannya bisa dengan jelas ku rasakan. sehingga memuat tubuhku merasakan efek samping.
Detak jantung ku mulai berdetak cepat, Nafasku mulai tidak beraturan, kepalaku mulai pusing. Aku hanya bisa melihat wajah kakek yang bengkak dan lama kelamaan mengkerut dengan air matanya yang berubah menjadi darah. Suara penyesalannya yang semakin keras dan tajam kurasakan seakaan menghapuskan semua suara yang ada di sekitar danau. Hingga tubuh ini merasakan kesakitan yang sangat. Dan saat itu aku sudah benar-benar tak dapat berpikir apapun lagi.
Tapi tiba-tiba sebuah tangan menutup mataku. Dan berbisik pelan ketelingaku “ Tenang lah tidak ada apa-apa, coba tarik nafas pelan-pelan”. Aku mengikuti suaranya dan mengikuti perintahnya. Kemudian rasa sakit yang kualami tadi dan suara dari si kakek perlahan hilang. Dan aku bisa mengendalikan diri ku kembali. “Apa kamu sudah tenang ? “ ia kembali bertanya pada ku. aku jawab “iya”. Kemudian aku membuka mataku dan kulihat kakek sudah menghilang dan hanya ada senyum dari pacarku yang menyambutku.
“Ayo kita kembali ke teman-teman”. Ia berkata padaku sambil menggengam erat tangan ku menuntun ku yang masih sedikit terkejut dengan kejadian tadi. dan setelah berbalik menuju teman-teman, Sungguh aku kembali di buat terkejut dengan pemandangan di sekitar danau. Aku baru menyadari semua orang selain teman-teman ku yang kulihat tadi bukan lah manusia. Karena mereka juga menghilang setelah kakek juga menghilang. Kemudian aku bertanya pada pacarku untuk meyakinkan,“ apa ketika datang tidak ada siapa-siapa disini selain kita ?”. dan pacarku menjawab “iya tidak ada”. mengetahui semua itu, dengan lebih erat kugenggam tanggannya. Tapi kembali kata-katanya menyejukkan ku “ sudah tenang ada aku disini “
Saat itu 15 adalah jumlah yang tidak sedikit kulihat, tapi kemudian setelahnya aku baru menyadari 15 adalah angka yang sedikit karena setelah kejadian itu aku melihat lebih dari 30 hantu dalam satu tempat. Dan di mana menurut kalian aku melihatnya. Di sebuah rumah sakit, di gedung tua, atau di tempat yang kalian anggap angker. BUKAN. aku melihat mereka di sebuah kamar kos kecil beerukuran 3 x 4. Di mana aku bertemu dengan “ pencerita “ke - 3 ku.
0