- Beranda
- Stories from the Heart
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
...
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
⇝★Special Main cover by Special Somebody★⇜
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
╠⇌≪RULES≫⇋╣
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
Quote:
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
Quote:
╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣
Spoiler for FAQ:
╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:
Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.5K
929
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rzrdn62
#393
Part 35: Dia, Gak Pantes Buat Lo
Dia, Gak Pantes Buat Lo!
Beberapa menit kemudian Aulia kembali lagi ke kursi di kantin tempat gw duduk dengan membawa segelas teh hangat. Dia duduk di samping gw lalu memberikan teh yang dipegangnya.
Aulia: “Diminum ya kak.”
Gw: “I...Iya Lia.” –ucap gw lalu meminum sedikit demi sedikit teh yang dibuatkan oleh Aulia.
Aulia: “Mending ke UKS aja kak daripada disini, kalau diliat guru kan bahaya. Aku bantu kamu jalan ke UKS ya?”
Gw: “Gak usah Lia. Aku gak enak kalo yang ngerangkul aku itu cewek, kalo diliat sama guru kan sama aja bohong. Yang ada malah kamu dimarahin.”
Aulia: “Gak apa apa kak. Yang penting kamu bisa istirahat nanti di UKS, nanti biar tehnya aku yang ambilin. Ayo bangun kak.” –ucapnya sambil menjulurkan tangan ke arah gw.
Sebelumnya gw sudah pernah dirangkul oleh perempuan. Ya...Gw sebelumnya di rangkul Erlin karena sebuah kejadian naas di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Dan kali ini gw kembali lagi dirangkul oleh perempuan, hanya saja yang merangkul gw kali ini adalah perempuan yang tidak menyadari bahwa orang yang dirangkulnya sudah memiliki kekasih.
Beberapa pedagang di dalam kantin mulai melihat ke arah kami. Karena tidak ingin berlama lama, gw mencoba untuk berdiri lalu melingkarkan tangan kanan gw di antara pundaknya Aulia. Tangan kiri Aulia menopang tubuh gw. Dia terlihat agak keberatan merangkul diri gw. Karena itu, gw tidak terlalu menitik beratkan seluruh tubuh gw kepada Aulia dan mencoba untuk menopang tubuh gw sendiri sebisa mungkin. Kami berjalan perlahan meninggalkan kantin dan menuju UKS yang ada di dekat tangga timur yang bersebelahan dengan lab bahasa.
Belum jauh kami meninggalkan kantin, gw melihat Romy berjalan ke arah kami. Karena dia melihat keadaan gw yang seperti ini, dia pun langsung mempercepat langkahnya. Gw meminta Aulia untuk berhenti sejenak.
Romy: “Lu kenapa Rez?”
Gw: “Gw abis ribut Rom.”
Romy: “Lah, lu ribut kenapa? Sama siapa?”
Gw: “Udah ntar gw jelasin...Arghh. Sekarang lo mending bantu gw ke UKS, kasian Aulia soalnya.”
Romy: “Yaudah deh sini.”
Gw segera melepaskan tangan gw dari pundak Aulia, begitu juga dia melepaskan tangan kirinya dari punggung gw. Dengan cepat, Romy segera merangkul gw.
Aulia: “Aku mau ambil teh yang ditinggal di bangku kantin ya kak. Ruang UKSnya ngga dikunci kok, udah aku buka tadi.” –ucapnya lalu berjalan ke arah kantin meninggalkan gw dan Romy
Romy segera membantu gw berjalan ke ruang UKS melewati koridor timur, melalui depan ruangan kelas 7. Sesampainya di UKS, Romy langsung membawa gw ke dekat kursi yang tersedia di dalam lalu mendudukkan gw. Beberapa saat kemudian, Aulia juga masuk ke dalam UKS sambil membawa gelas yang berisi teh tadi lalu meletakannya di meja yang ada di samping gw dan duduk di bangku yang ada di dekat pintu.
Gw: “Lo tadi keluar kelas mao ngapain Rom?”
Romy: “Gua penasaran soalnya lu gak balik balik lama banget. Jadi gua ijin sebentar sama guru alesannya mau ke toilet sebentar.”
Gw: “Ohh pantesan...Tadi..Gw di absennya apa?”
Romy: “Lu di alfa in ama gurunya. Ntar gua bilang dah kalo lu lagi istirahat di uks gara gara sakit.”
Gw: “Yaudah Rom. Thanks banget nih.”
Romy: “Iya bray. Yaudah, gua balik ke kelas lagi ya. Jelasinnya ntar aja di kelas, kalau kelamaan takut dicurigain sama guru soalnya. Bae bae lu sama anak orang disini.
” –ucapnya sambil berjalan ke luar ruang UKS dan menutup kembali pintu UKS.
Gw: “Iye tenang aja.”
Kini hanya tinggal gw dengan Aulia saja yang berada di dalam ruang UKS, untungnya di dalam sini terdapat pendingin ruangan. Jadi tidak terasa gerah ketika pintunya ditutup.
Aulia: “Tuh kan kamu sampai di alfa in kak. Lagian sihh...”
Gw: “Kan tadi niatnya aku Cuma mau cuci muka doang. Gak taunya malah begini.”
Aulia: “Lain kali bilang guru aja kak kalau ada yang kaya begitu.”
Gw: “Gak ah. Yang ada ntar aku juga ikut kena sanksi ama BK.”
Aulia: “Tapi kan kamu bisa jelasin ke guru BK dulu kak. Kamu buka aja dulu seragam kamu kak, kalau basah nanti masuk angin.”
Gw: “Gak usah ah. Nanggung soalnya udah dari tadi. Nanti juga kering kok.”
Aulia: “Yaudah kalau begitu diminum lagi ya tehnya. Sekarang kamu udah enakan belum?”
Gw: “Udah lumayan sih, Cuma masi nyut nyutan bener nih perut. Jadi mual aku.”
Aulia: “Aku ambilin obat ya kak?”
Gw: “Gak usah Auliaa.
Aulia: “Kamu mah ngga usah ngga usah mulu.”
Gw: “Soalnya aku gak mau keliatan lemah di depan cewek, masa Cuma gara gara hal begini aja sampai butuh obat segala?”
Aulia: “Tapi aku takut kamu kenapa kenapa kak.”
Gw: “Gak usah takut, lebay amat. Hahaha.”
Aulia: “Ihh kan aku khawatir banget sama kamu kaaak.”
Gw: “Haha. Iya iya. Eh Lia, tadi kok kamu bisa ada di kantin?”
Aulia: “Tadi aku niatnya mau minta kardus di kantin buat bikin prakarya, soalnya lagi pelajaran SBK dan aku lupa untuk bawa kardusnya.”
Gw: “Lah, terus sekarang gimana? Bukannya ambil sono. Ntar kalo gak dapet nilai baru tau rasa deh.”
Aulia: “Ngga apa apa lah kak. Tugasnya masih bisa dikumpulin minggu depan kayanya. Tapi kalau tadi aku ngga nolongin kamu, ngga tau deh minggu depan kamu bakalan masih ada apa ngga.”
Gw: “Heeet jangan bilang gitu neeeng. Aku belom mau mati. Masih banyak yang sayang sama aku.”
Aulia: “Hehe. Abisan kamu susah aku bilanginnya. Ya ngga lah kak aku juga ngga mau kalau kamu sampai begitu.”
Gw: “Untung aja ini di sekolah, kalo gak...”
Aulia: “Kalau ngga apa kak?”
Gw: “Kalo gak udah aku karungin terus bawa pulang.
”
Aulia: “Ngga mau.”
Gw: “Kok gak mau?”
Aulia: “Abisan masa aku di karungin.”
Gw: “Kan Cuma bercanda neng haha.”
Kami berdua semakin terlarut dalam pembicaraan kami dan juga candaan candaan yang membuat gw lupa akan perut gw yang tengah kesakitan. Ternyata benar apa yang gw baca pada salah satu artikel di internet, yang mengatakan ketika orang sedang sakit di buat senang. Maka orang tersebut bisa menjadi lupa dengan apa yang sedang dirasakannya.
Tunggu...Tapi mengapa gw jadi merasa senang ketika hanya berdua bersama Aulia? Perasaan ini memang tidak bisa dibohongi. Niat gw untuk memberitahu hal yang sebenarnya kepada Aulia sejenak langsung terkurung, mungkin karena gw tidak tega melihat wajahnya yang manis itu yang sedang merasakan kesenangan dan keceriaan akan berubah menjadi wajah yang murung, sedih dan penuh dengan kekecewaan.
Erlin, Aulia...Gw sayang dengan kedua perempuan tersebut. Tapi, jika caranya seperti ini. Maka gw pikir diri gw ini tidak pantas untuk kedua perempuan itu. Mereka hanya menaruh hatinya kepada gw, sementara gw tidak demikian. Justru gw membagi hati gw untuk mereka berdua.
Gw membayangkan bagaimana jadinya jika salah satu dari mereka yang melakukan hal demikian kepada gw. Yang pasti, ketika gw mengetahui hal tersebut. Gw akan merasa kesal, benci sekaligus marah. Ingin rasanya gw kembali menjadi diri gw yang hanya mencintai satu orang perempuan saja. Memilih yang terbaik untuk gw, antara Erlin dan juga Aulia. Akan tetapi keduanya terlihat sama sama sempurna di mata gw ini. Mungkin, gw akan sadar jika karma sudah menghampiri.
Berbicara tentang karma...Menurut gw, itu adalah suatu hal yang akan membalas suatu perbuatan baik atau buruk yang telah dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Dalam islam, tidak ada yang namanya karma. Justru yang ada hanyalah hukum timbal balik, yang mempunyai definisi serta pengaruh yang tidak berbeda jauh dengan karma. Hukum timbal balik tersebut pasti ada dan akan menghampiri gw. Karena, tuhan itu maha adil.
Beberapa menit kemudian Aulia kembali lagi ke kursi di kantin tempat gw duduk dengan membawa segelas teh hangat. Dia duduk di samping gw lalu memberikan teh yang dipegangnya.
Aulia: “Diminum ya kak.”
Gw: “I...Iya Lia.” –ucap gw lalu meminum sedikit demi sedikit teh yang dibuatkan oleh Aulia.
Aulia: “Mending ke UKS aja kak daripada disini, kalau diliat guru kan bahaya. Aku bantu kamu jalan ke UKS ya?”
Gw: “Gak usah Lia. Aku gak enak kalo yang ngerangkul aku itu cewek, kalo diliat sama guru kan sama aja bohong. Yang ada malah kamu dimarahin.”
Aulia: “Gak apa apa kak. Yang penting kamu bisa istirahat nanti di UKS, nanti biar tehnya aku yang ambilin. Ayo bangun kak.” –ucapnya sambil menjulurkan tangan ke arah gw.
Sebelumnya gw sudah pernah dirangkul oleh perempuan. Ya...Gw sebelumnya di rangkul Erlin karena sebuah kejadian naas di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Dan kali ini gw kembali lagi dirangkul oleh perempuan, hanya saja yang merangkul gw kali ini adalah perempuan yang tidak menyadari bahwa orang yang dirangkulnya sudah memiliki kekasih.
Beberapa pedagang di dalam kantin mulai melihat ke arah kami. Karena tidak ingin berlama lama, gw mencoba untuk berdiri lalu melingkarkan tangan kanan gw di antara pundaknya Aulia. Tangan kiri Aulia menopang tubuh gw. Dia terlihat agak keberatan merangkul diri gw. Karena itu, gw tidak terlalu menitik beratkan seluruh tubuh gw kepada Aulia dan mencoba untuk menopang tubuh gw sendiri sebisa mungkin. Kami berjalan perlahan meninggalkan kantin dan menuju UKS yang ada di dekat tangga timur yang bersebelahan dengan lab bahasa.
Belum jauh kami meninggalkan kantin, gw melihat Romy berjalan ke arah kami. Karena dia melihat keadaan gw yang seperti ini, dia pun langsung mempercepat langkahnya. Gw meminta Aulia untuk berhenti sejenak.
Romy: “Lu kenapa Rez?”
Gw: “Gw abis ribut Rom.”
Romy: “Lah, lu ribut kenapa? Sama siapa?”
Gw: “Udah ntar gw jelasin...Arghh. Sekarang lo mending bantu gw ke UKS, kasian Aulia soalnya.”
Romy: “Yaudah deh sini.”
Gw segera melepaskan tangan gw dari pundak Aulia, begitu juga dia melepaskan tangan kirinya dari punggung gw. Dengan cepat, Romy segera merangkul gw.
Aulia: “Aku mau ambil teh yang ditinggal di bangku kantin ya kak. Ruang UKSnya ngga dikunci kok, udah aku buka tadi.” –ucapnya lalu berjalan ke arah kantin meninggalkan gw dan Romy
Romy segera membantu gw berjalan ke ruang UKS melewati koridor timur, melalui depan ruangan kelas 7. Sesampainya di UKS, Romy langsung membawa gw ke dekat kursi yang tersedia di dalam lalu mendudukkan gw. Beberapa saat kemudian, Aulia juga masuk ke dalam UKS sambil membawa gelas yang berisi teh tadi lalu meletakannya di meja yang ada di samping gw dan duduk di bangku yang ada di dekat pintu.
Gw: “Lo tadi keluar kelas mao ngapain Rom?”
Romy: “Gua penasaran soalnya lu gak balik balik lama banget. Jadi gua ijin sebentar sama guru alesannya mau ke toilet sebentar.”
Gw: “Ohh pantesan...Tadi..Gw di absennya apa?”
Romy: “Lu di alfa in ama gurunya. Ntar gua bilang dah kalo lu lagi istirahat di uks gara gara sakit.”
Gw: “Yaudah Rom. Thanks banget nih.”
Romy: “Iya bray. Yaudah, gua balik ke kelas lagi ya. Jelasinnya ntar aja di kelas, kalau kelamaan takut dicurigain sama guru soalnya. Bae bae lu sama anak orang disini.
” –ucapnya sambil berjalan ke luar ruang UKS dan menutup kembali pintu UKS.Gw: “Iye tenang aja.”
Kini hanya tinggal gw dengan Aulia saja yang berada di dalam ruang UKS, untungnya di dalam sini terdapat pendingin ruangan. Jadi tidak terasa gerah ketika pintunya ditutup.
Aulia: “Tuh kan kamu sampai di alfa in kak. Lagian sihh...”
Gw: “Kan tadi niatnya aku Cuma mau cuci muka doang. Gak taunya malah begini.”
Aulia: “Lain kali bilang guru aja kak kalau ada yang kaya begitu.”
Gw: “Gak ah. Yang ada ntar aku juga ikut kena sanksi ama BK.”
Aulia: “Tapi kan kamu bisa jelasin ke guru BK dulu kak. Kamu buka aja dulu seragam kamu kak, kalau basah nanti masuk angin.”
Gw: “Gak usah ah. Nanggung soalnya udah dari tadi. Nanti juga kering kok.”
Aulia: “Yaudah kalau begitu diminum lagi ya tehnya. Sekarang kamu udah enakan belum?”
Gw: “Udah lumayan sih, Cuma masi nyut nyutan bener nih perut. Jadi mual aku.”
Aulia: “Aku ambilin obat ya kak?”
Gw: “Gak usah Auliaa.
Aulia: “Kamu mah ngga usah ngga usah mulu.”
Gw: “Soalnya aku gak mau keliatan lemah di depan cewek, masa Cuma gara gara hal begini aja sampai butuh obat segala?”
Aulia: “Tapi aku takut kamu kenapa kenapa kak.”
Gw: “Gak usah takut, lebay amat. Hahaha.”
Aulia: “Ihh kan aku khawatir banget sama kamu kaaak.”
Gw: “Haha. Iya iya. Eh Lia, tadi kok kamu bisa ada di kantin?”
Aulia: “Tadi aku niatnya mau minta kardus di kantin buat bikin prakarya, soalnya lagi pelajaran SBK dan aku lupa untuk bawa kardusnya.”
Gw: “Lah, terus sekarang gimana? Bukannya ambil sono. Ntar kalo gak dapet nilai baru tau rasa deh.”
Aulia: “Ngga apa apa lah kak. Tugasnya masih bisa dikumpulin minggu depan kayanya. Tapi kalau tadi aku ngga nolongin kamu, ngga tau deh minggu depan kamu bakalan masih ada apa ngga.”
Gw: “Heeet jangan bilang gitu neeeng. Aku belom mau mati. Masih banyak yang sayang sama aku.”
Aulia: “Hehe. Abisan kamu susah aku bilanginnya. Ya ngga lah kak aku juga ngga mau kalau kamu sampai begitu.”
Gw: “Untung aja ini di sekolah, kalo gak...”
Aulia: “Kalau ngga apa kak?”
Gw: “Kalo gak udah aku karungin terus bawa pulang.
”Aulia: “Ngga mau.”
Gw: “Kok gak mau?”
Aulia: “Abisan masa aku di karungin.”
Gw: “Kan Cuma bercanda neng haha.”
Kami berdua semakin terlarut dalam pembicaraan kami dan juga candaan candaan yang membuat gw lupa akan perut gw yang tengah kesakitan. Ternyata benar apa yang gw baca pada salah satu artikel di internet, yang mengatakan ketika orang sedang sakit di buat senang. Maka orang tersebut bisa menjadi lupa dengan apa yang sedang dirasakannya.
Tunggu...Tapi mengapa gw jadi merasa senang ketika hanya berdua bersama Aulia? Perasaan ini memang tidak bisa dibohongi. Niat gw untuk memberitahu hal yang sebenarnya kepada Aulia sejenak langsung terkurung, mungkin karena gw tidak tega melihat wajahnya yang manis itu yang sedang merasakan kesenangan dan keceriaan akan berubah menjadi wajah yang murung, sedih dan penuh dengan kekecewaan.
Erlin, Aulia...Gw sayang dengan kedua perempuan tersebut. Tapi, jika caranya seperti ini. Maka gw pikir diri gw ini tidak pantas untuk kedua perempuan itu. Mereka hanya menaruh hatinya kepada gw, sementara gw tidak demikian. Justru gw membagi hati gw untuk mereka berdua.
Gw membayangkan bagaimana jadinya jika salah satu dari mereka yang melakukan hal demikian kepada gw. Yang pasti, ketika gw mengetahui hal tersebut. Gw akan merasa kesal, benci sekaligus marah. Ingin rasanya gw kembali menjadi diri gw yang hanya mencintai satu orang perempuan saja. Memilih yang terbaik untuk gw, antara Erlin dan juga Aulia. Akan tetapi keduanya terlihat sama sama sempurna di mata gw ini. Mungkin, gw akan sadar jika karma sudah menghampiri.
Berbicara tentang karma...Menurut gw, itu adalah suatu hal yang akan membalas suatu perbuatan baik atau buruk yang telah dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Dalam islam, tidak ada yang namanya karma. Justru yang ada hanyalah hukum timbal balik, yang mempunyai definisi serta pengaruh yang tidak berbeda jauh dengan karma. Hukum timbal balik tersebut pasti ada dan akan menghampiri gw. Karena, tuhan itu maha adil.
0
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/28/8656089_201704280710150445.jpg)

![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/6955937_20170502044501.png)
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/03/6955937_20170503100444.png)