- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)
...
TS
bunbun.orenz
[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)
Spoiler for Credit Cover (THANK YOU SO MUCH):
And I know
There's nothing I can say
To change that part
But can I speak?
Well is it hard understanding
I'm incomplete
A life that's so demanding
I get so weak
A love that's so demanding
I can't speak
I see you lying next to me
With words I thought I'd never speak
Awake and unafraid
Asleep or dead
There's nothing I can say
To change that part
But can I speak?
Well is it hard understanding
I'm incomplete
A life that's so demanding
I get so weak
A love that's so demanding
I can't speak
I see you lying next to me
With words I thought I'd never speak
Awake and unafraid
Asleep or dead
- Famous Last Words by MCR -
JAGALAH SOPAN-SANTUN ANDA DALAM BERKOMENTAR, KARENA 90% TOKOH DISINI IKUT MEMBACA
Masa ini adalah lanjutan dari sebuah Masa yang Paling Indahyang dituangkan oleh suami ku tercinta Agatha
Quote:
Spoiler for Special Thanks:
***
Spoiler for From Me:
Versi PDF Thread Sebelumnya:
![[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/9605475_201705020801290527.jpg)
Foto diatas hanyalah sebagai ilustrasi tokoh dalam cerita ini
Quote:
Polling
0 suara
SIAPAKAH YANG AKAN MENJADI NYONYA AGATHA ?
Diubah oleh bunbun.orenz 04-07-2017 12:31
ugalugalih dan 27 lainnya memberi reputasi
26
1.5M
7.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
glitch.7
#2352
Before Downfall
Castle of Glass


Suatu hari di awal november 2006.
Gua bergegas pulang dari kampus secepat mungkin dengan si RR, kecepatan penuh tentunya. Sekitar 1 jam lebih Gua sudah sampai rumah dan langsung membilas tubuh agar kembali segar bugar, tidak lupa memakai pakaian semi-formal. Jas hitam membalut kemeja putih di dalamnya dan celana jeans hitam juga sepatu pantofel hitam tanpa tali. Jam 7.30 malam Gua pun berangkat menggunakan si Black melintasi jalanan kota yang sudah diguyur hujan sejak Gua sampai rumah tadi sore.
Kemudian sekitar pukul 8 lewat, Gua sudah memarkirkan si Black di area parkir mobil sebuah restoran mewah. Sambil berlari kecil dengan tangan kanan berada dibalik punggung dan tangan kiri menutupi kepala agar tidak terguyur hujan, Gua masuk ke dalam restoran dan menuju meja bagian tengah.
"Assalamualaikum", ucap Gua sopan.
"Walaikumsalam", jawab ketiga orang yang sudah duduk berhadapan.
"Eh Za, kehujanan gak kamu ?", tanya salah satu dari mereka.
"Enggak kok, sedikit sih hahaha..".
"Ayo duduk Nak Eza", timpal perempuan satu lagi seraya tersenyum kepada Gua.
Sebelum duduk, Gua memberikan senyuman semanis mungkin kepada perempuan pertama. "Selamat ulang tahun ya..", ucap Gua, lalu memberikan se-bucket bunga Lily kepadanya.
Dia...
Ya kamu.. Nyonya Agatha di masa depan... Tersenyum seraya menutup mulut dengan telapak tangan kanan melihat bunga kesukaan mu kan sayang... Lalu sang Ibunda pun hanya tersenyum bahagia melihat calon menantunya ini memberikan sedikit kejutan kepada putri tercintanya..
Lalu Gua duduk di samping calon istri masa depan Gua itu....
.
.
.
.
Gua pulang bersama Sang Nyonya Agatha menggunakan si Black, sedangkan Ibundanya pulang bersama Suaminya.
Sampai di depan rumahnya, Gua buka seatbelt, lalu mengambil hadiah pertama untuknya dari saku jas bagian dalam.
"Nyonya, aku ada hadiah untuk kamu..", ucap Gua.
"Heum ?",
"Apalagi Za ? Kamu surprise banget sih hari ini, hi hi hi..", jawabnya.
Gua bahagia bisa membuatnya tersenyum, membuatnya senang, dan tentu saja ini semua tidak ada apa-apanya dibandingkan segala apa yang akan Dia korbankan kelak.
Gua keluarkan cincin permata asli dari gift box, dan tangan kiri Gua memegang telapak tangan kanannya.
"Maaf aku gak pernah bahagiain kamu Nyonya..",
"Aku janji, suatu saat nanti, aku akan membuat kamu bahagia, entah sebagai pasangan hidup atau bukan...", ucap Gua ketika itu.
Kamu..
Ya kamu... Menitikan airmata saat itu sayang.. Kamu tau... I won't give up, I won't giving
I stay alive for You... For You..
"Za...",
"Aku masih nunggu janji kamu..".
Gua tersenyum, lalu Gua kecup keningnya dan memeluknya erat.
I Love You...
Kau selalu ada disaat jiwa Ku rapuh, dikala Ku jatuh... Dan ucapan terima kasih tidaklah cukup untuk membayar semua yang sudah Kamu berikan selama ini.
Gua bergegas pulang dari kampus secepat mungkin dengan si RR, kecepatan penuh tentunya. Sekitar 1 jam lebih Gua sudah sampai rumah dan langsung membilas tubuh agar kembali segar bugar, tidak lupa memakai pakaian semi-formal. Jas hitam membalut kemeja putih di dalamnya dan celana jeans hitam juga sepatu pantofel hitam tanpa tali. Jam 7.30 malam Gua pun berangkat menggunakan si Black melintasi jalanan kota yang sudah diguyur hujan sejak Gua sampai rumah tadi sore.
Kemudian sekitar pukul 8 lewat, Gua sudah memarkirkan si Black di area parkir mobil sebuah restoran mewah. Sambil berlari kecil dengan tangan kanan berada dibalik punggung dan tangan kiri menutupi kepala agar tidak terguyur hujan, Gua masuk ke dalam restoran dan menuju meja bagian tengah.
"Assalamualaikum", ucap Gua sopan.
"Walaikumsalam", jawab ketiga orang yang sudah duduk berhadapan.
"Eh Za, kehujanan gak kamu ?", tanya salah satu dari mereka.
"Enggak kok, sedikit sih hahaha..".
"Ayo duduk Nak Eza", timpal perempuan satu lagi seraya tersenyum kepada Gua.
Sebelum duduk, Gua memberikan senyuman semanis mungkin kepada perempuan pertama. "Selamat ulang tahun ya..", ucap Gua, lalu memberikan se-bucket bunga Lily kepadanya.
Dia...
Ya kamu.. Nyonya Agatha di masa depan... Tersenyum seraya menutup mulut dengan telapak tangan kanan melihat bunga kesukaan mu kan sayang... Lalu sang Ibunda pun hanya tersenyum bahagia melihat calon menantunya ini memberikan sedikit kejutan kepada putri tercintanya..
Lalu Gua duduk di samping calon istri masa depan Gua itu....
.
.
.
.
Gua pulang bersama Sang Nyonya Agatha menggunakan si Black, sedangkan Ibundanya pulang bersama Suaminya.
Sampai di depan rumahnya, Gua buka seatbelt, lalu mengambil hadiah pertama untuknya dari saku jas bagian dalam.
"Nyonya, aku ada hadiah untuk kamu..", ucap Gua.
"Heum ?",
"Apalagi Za ? Kamu surprise banget sih hari ini, hi hi hi..", jawabnya.
Gua bahagia bisa membuatnya tersenyum, membuatnya senang, dan tentu saja ini semua tidak ada apa-apanya dibandingkan segala apa yang akan Dia korbankan kelak.
Gua keluarkan cincin permata asli dari gift box, dan tangan kiri Gua memegang telapak tangan kanannya.
"Maaf aku gak pernah bahagiain kamu Nyonya..",
"Aku janji, suatu saat nanti, aku akan membuat kamu bahagia, entah sebagai pasangan hidup atau bukan...", ucap Gua ketika itu.
Kamu..
Ya kamu... Menitikan airmata saat itu sayang.. Kamu tau... I won't give up, I won't giving
I stay alive for You... For You..
"Za...",
"Aku masih nunggu janji kamu..".
Gua tersenyum, lalu Gua kecup keningnya dan memeluknya erat.
I Love You...
Kau selalu ada disaat jiwa Ku rapuh, dikala Ku jatuh... Dan ucapan terima kasih tidaklah cukup untuk membayar semua yang sudah Kamu berikan selama ini.
***
please, play me
please, play me
Quote:
Spoiler for Notes I:
Diubah oleh glitch.7 26-05-2017 16:17
ferimartin22 memberi reputasi
2
![[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)](https://s.kaskus.id/images/2017/03/18/9605475_20170318104940.jpg)
![[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)](https://s.kaskus.id/images/2017/03/19/9605475_20170319120710.jpg)



love u too bun...ahaha..

). 
(Jangan lupa tempura seminggu sekali ya Yah) 
