- Beranda
- Stories from the Heart
We In Diary
...
TS
shinyaa
We In Diary
Aku, ardel seorang yang aneh .
merasakan ada orang lain yang tinggal di dalam tubuh ku.
Terbangun dan tertidur.
Melewati kejamnya waktu.
Terlupakan begitu saja tanpa sekata apa pun.
Mereka!! apakah baik atau jahat? di pikhak siapakah mereka?
Melewati waktu dengan kesendirian...
Tanpa merasakan hari baik...
Seseorang telah mengambilnya dari ku!!
Dengan ambisi dan cita-cita lain...
cinta dan kasih sayang telah raib dari ku..
Dari aku, yang menderita dengan kehadirannya,
Part 1. Terbangun
Dalam heningnya hati ini, ku terbangun. Detik demi detik, menit demi menit pun berlalu. Seperti biasa ku terpanjat diam di ranjang ku. Cita - cita dan harapan yang kugantung kan pada tangan ini yang akhirnya raib sudah. Terbangun dengan air mata yang mulai mengering. hati yang beku, dunia penuh dengan kekosongan.
ku buka buku harian. Terurai kisah-kisah memuakan. BRAKKK!! ku lempar buku itu. ku menangis dengan air mata yang sangat pedih. Kosong, ya sangat kosong hati ini. Sedingin salju yang membawa angin dingin. Menangisi hidup yang tiada gunanya ini.
Tiada guna nya menangisi masa lalu. Hidup ku sangat siap untuk menghadapi kematian ini. Mungkin tali tambang ini akan menjadi saksi kepedihan dan betapa perihnya hidup ini.
Part 2 : Mereka Datang ...
Part 3 : Nama saya William.
Part 4 : Snowflake
Part 5 : Diary (NEW)
Diubah oleh shinyaa 17-06-2017 03:28
anasabila memberi reputasi
1
2.5K
28
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
shinyaa
#20
Part 4. Snowflake
Musim dingin yang menyelimuti hati yang menjadi es. Saat di hancurkan menjadi berkeping-keping. Apakah bisa disatukan lagi kepingan itu?
Musim dingin ku habiskan dengan hangatnya kasih sayang ibu. Membelai rambut ku dengan kasih sayang dan memberi kehangatan tubuhnya untuk ku peluk. Ibu ku di saat musim dingin bagai bunga yang tumbuh di padang es. Terlihat cantik di tengah dinginnya hati ku.
"Sayang, apa kau lihat kepingan salju di mantel mu? " tanya ibu .
"ya aku melihatnya, tampak biasa dan tak berguna" ujar ku.
Dengan senyuman khas musim semi nya yang membuat es di hatiku meleleh ibu ku berkata
"Seseorang yang kau cintai bagai kepingan salju itu. Disaat kau melihat dia tak berarti, tersimpan keindahan yang dapat membuatmu tenang. Namun itu tidak berlangsung lama karena waktu akan mengubahnya menjadi air" ujar ibu.
"Bu, willy nggak ngerti apa maksudnya" ujar ku sambil menyeritkan dahi ku.
"Kau akan mengerti nak..." Ujar ibu.
Ku berfikit bahwa ibu sangat menyayangi. Ayah ku bekerja di sebuah perusahaan dan mewajibkan dia berkerja di Jepang. Aku dan ibu ku tentu saja ikut ke negeri sakura itu. Tetapi aku sangat membenci ayah ku yang mempunyai penyakit jiwa. Dia kadang berubah menjadi seseorang yang jahat di kala ia mabuk. Ibu ku pun sering mengalami hujannya pukulan oleh ayahku di saat ia mabuk. Aku sangat membenci dia..
"Sayang makan sup ayam bikinan ibu ya" ujar ibu ku.
"iya bu" sambil ku mengusap hidung ku.
"Flu akan membuatmu tidak nyaman saat sekolah nak" ujar ibu ku dengan senyuman yang membuat hati ku hangat.
Ku melihat ibu ku memegang perutnya yang tampak kesakitan. Aku pun seperti merasakan kesakitan yang ibu tanggung sejak menikah dengan ayah ku.
"Ibu, apakah sakitnya kambuh lagi? " Ujar ku dengan tampang polos.
"Nggak nak, ini hanya masuk angin hehehehehe" Ujar ibu ku dengan air yang mata yang keluar tetapi masih sempat tertawa untuk menenangkan ku.
. . .
"maafkan kami pak, istri anda tidak tertolong" Ujar dokter di rumah sakit.
"mmm-maafkan aku sayang" Ujar ayah ku.
Aku melihat kejadian itu dengan rasa yang tidak mengerti. Aku melihat ibu sudah tertutup kain di ranjangnya.
"Ayah, apakah ibu mengalami seperti nenek dan kakek? " ujar ku.
Ayah ku tampak menangis menyesal dan memeluk ku. Aku pun refleks mengeluarkan air mata dan tak tahu apakah ini yang namanya kepedihan untuk seumur hidup.
. . .
Aku terbangun sambil mengeluarkan air mata. Aku melihat jam yang menunjukan pukul 3.00 AM. Aku pun menangis sejenak dengan mimpi yang kurasakan itu. Aku pun membuka email yang masuk secara tiba-tiba.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Untuk DR. Willy
"Maaf mengganggu mu. hidup ku tak berguna lagi saat ini. Apakah kau sangat tidak bosan ikut campur dalam masalah yang tidak pernah kau alami?. Urus saja hidup mu sendiri dan jangan urus kami!! kami akan mati secara bersama-sama."
Venska
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - -
Aku pun langsung menngenakan baju dan menuju apartemen dia." Apakah kita harus berakhir sekarang?, Tidak!!" Ujar ku dalam hati. kami tak boleh terpisahkan lagi.. Tidaakkkk!!!! Aku langsung menuju mobil ku dan mengebut untuk mencegah mereka menyakitinya lagi.
Musim dingin yang menyelimuti hati yang menjadi es. Saat di hancurkan menjadi berkeping-keping. Apakah bisa disatukan lagi kepingan itu?
Musim dingin ku habiskan dengan hangatnya kasih sayang ibu. Membelai rambut ku dengan kasih sayang dan memberi kehangatan tubuhnya untuk ku peluk. Ibu ku di saat musim dingin bagai bunga yang tumbuh di padang es. Terlihat cantik di tengah dinginnya hati ku.
"Sayang, apa kau lihat kepingan salju di mantel mu? " tanya ibu .
"ya aku melihatnya, tampak biasa dan tak berguna" ujar ku.
Dengan senyuman khas musim semi nya yang membuat es di hatiku meleleh ibu ku berkata
"Seseorang yang kau cintai bagai kepingan salju itu. Disaat kau melihat dia tak berarti, tersimpan keindahan yang dapat membuatmu tenang. Namun itu tidak berlangsung lama karena waktu akan mengubahnya menjadi air" ujar ibu.
"Bu, willy nggak ngerti apa maksudnya" ujar ku sambil menyeritkan dahi ku.
"Kau akan mengerti nak..." Ujar ibu.
Ku berfikit bahwa ibu sangat menyayangi. Ayah ku bekerja di sebuah perusahaan dan mewajibkan dia berkerja di Jepang. Aku dan ibu ku tentu saja ikut ke negeri sakura itu. Tetapi aku sangat membenci ayah ku yang mempunyai penyakit jiwa. Dia kadang berubah menjadi seseorang yang jahat di kala ia mabuk. Ibu ku pun sering mengalami hujannya pukulan oleh ayahku di saat ia mabuk. Aku sangat membenci dia..
"Sayang makan sup ayam bikinan ibu ya" ujar ibu ku.
"iya bu" sambil ku mengusap hidung ku.
"Flu akan membuatmu tidak nyaman saat sekolah nak" ujar ibu ku dengan senyuman yang membuat hati ku hangat.
Ku melihat ibu ku memegang perutnya yang tampak kesakitan. Aku pun seperti merasakan kesakitan yang ibu tanggung sejak menikah dengan ayah ku.
"Ibu, apakah sakitnya kambuh lagi? " Ujar ku dengan tampang polos.
"Nggak nak, ini hanya masuk angin hehehehehe" Ujar ibu ku dengan air yang mata yang keluar tetapi masih sempat tertawa untuk menenangkan ku.
. . .
"maafkan kami pak, istri anda tidak tertolong" Ujar dokter di rumah sakit.
"mmm-maafkan aku sayang" Ujar ayah ku.
Aku melihat kejadian itu dengan rasa yang tidak mengerti. Aku melihat ibu sudah tertutup kain di ranjangnya.
"Ayah, apakah ibu mengalami seperti nenek dan kakek? " ujar ku.
Ayah ku tampak menangis menyesal dan memeluk ku. Aku pun refleks mengeluarkan air mata dan tak tahu apakah ini yang namanya kepedihan untuk seumur hidup.
. . .
Aku terbangun sambil mengeluarkan air mata. Aku melihat jam yang menunjukan pukul 3.00 AM. Aku pun menangis sejenak dengan mimpi yang kurasakan itu. Aku pun membuka email yang masuk secara tiba-tiba.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Untuk DR. Willy
"Maaf mengganggu mu. hidup ku tak berguna lagi saat ini. Apakah kau sangat tidak bosan ikut campur dalam masalah yang tidak pernah kau alami?. Urus saja hidup mu sendiri dan jangan urus kami!! kami akan mati secara bersama-sama."
Venska
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - -
Aku pun langsung menngenakan baju dan menuju apartemen dia." Apakah kita harus berakhir sekarang?, Tidak!!" Ujar ku dalam hati. kami tak boleh terpisahkan lagi.. Tidaakkkk!!!! Aku langsung menuju mobil ku dan mengebut untuk mencegah mereka menyakitinya lagi.
Diubah oleh shinyaa 25-04-2017 11:11
0