- Beranda
- Stories from the Heart
We In Diary
...
TS
shinyaa
We In Diary
Aku, ardel seorang yang aneh .
merasakan ada orang lain yang tinggal di dalam tubuh ku.
Terbangun dan tertidur.
Melewati kejamnya waktu.
Terlupakan begitu saja tanpa sekata apa pun.
Mereka!! apakah baik atau jahat? di pikhak siapakah mereka?
Melewati waktu dengan kesendirian...
Tanpa merasakan hari baik...
Seseorang telah mengambilnya dari ku!!
Dengan ambisi dan cita-cita lain...
cinta dan kasih sayang telah raib dari ku..
Dari aku, yang menderita dengan kehadirannya,
Part 1. Terbangun
Dalam heningnya hati ini, ku terbangun. Detik demi detik, menit demi menit pun berlalu. Seperti biasa ku terpanjat diam di ranjang ku. Cita - cita dan harapan yang kugantung kan pada tangan ini yang akhirnya raib sudah. Terbangun dengan air mata yang mulai mengering. hati yang beku, dunia penuh dengan kekosongan.
ku buka buku harian. Terurai kisah-kisah memuakan. BRAKKK!! ku lempar buku itu. ku menangis dengan air mata yang sangat pedih. Kosong, ya sangat kosong hati ini. Sedingin salju yang membawa angin dingin. Menangisi hidup yang tiada gunanya ini.
Tiada guna nya menangisi masa lalu. Hidup ku sangat siap untuk menghadapi kematian ini. Mungkin tali tambang ini akan menjadi saksi kepedihan dan betapa perihnya hidup ini.
Part 2 : Mereka Datang ...
Part 3 : Nama saya William.
Part 4 : Snowflake
Part 5 : Diary (NEW)
Diubah oleh shinyaa 17-06-2017 03:28
anasabila memberi reputasi
1
2.5K
28
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
shinyaa
#2
Quote:
Part 2.
Mereka datang...
Bersyukurlah.... waktu akan menjawab semua kebusukan itu. Waktu juga yang akan membunuhku perlahan demi perlahan. Mereka datang ke aku. Entah ku bersyukur atau tidak dengan keadaan ini.
Malam ini tanggal 11 februari 2000, Terlintas terfikir kejadian yang membuat ku menderita, rasanya sakit dan selama ini hanya aku yang merasakannya. ku berbaring di ranjang dengan lampu tidur yang menyala. mata ku ter pejam dengan air mata yang menetes ke pipi ku. Selamat malam ardel, suara lembut membisik ke telinga ku. Ku tersenyum dan mengetahui bahwa suara ibu terdengar halus dan lembut.
Terdengar suara lembut dengan belaian lembut yang menyentuh jiwa ku"Ardel.. Bangun yuk nak" . Ku mengucek mata dan tersenyum melihat budeh ku yang sangat memancarkan aura positif di pagi hari. "budeh Ardel bisa kok bangun sendiri"... Ujar ku. "Sarapannya sudah siap ya sayang" Ujar budeh. "sekarang masih jam 6 pagi budeh, Ardel masuk sekolah jam 9. Ardel lanjut tidur ya " Ujar ku. Budeh mengeluarkan senyuman ramahnya dan meninggalkan kamarku. Saat tidur ke merasakan migrain lalu bermimpi aneh.
Saat ku terbangun ternyata cuacah berubah menjadi hujan deras . Padahal tadi cuacah cerah, Gumam ku dalam hati. Ku langsung menuju ruang makan untuk sarapan pagi. Hawa dingin menusuk ku dan mengingatkan akan kejadian itu, kejadian yang tak akan ku lupakan seumur hidup ku. Budeh dengan senyuman khas nya menyambut ku di ruang makan. Ku ambil piring dan gelas lalu ku ambil lauk dan pauk yang sudah tersedia di meja. Ada yang aneh dengan makanan pagi ini. ku ter ingat kemarin budeh akan menyiapkan sarapan nasi goreng kesukaan ku. Tetapi tidak ada nasi goreng di meja. Ku makan saja ayam goreng dan nasi yang sudah di sediakan di meja. Ku selalu saja menerima menu yang di siapkan budeh dan bersyukur.
Bersiap dan akan datang ke tempat terburuk di dunia. Berhadapan dengan berbagai kepala dengan isi yang berbeda. Membuatku muak dengan hal ini. Semuanya ku hadapi dengan hati yang hancur. Krrriinnggggg.. Bunyi bel sekolah yang membuatku pusing. ku berbaris dengan anak anak yang tampak bahagia. tapi ada seorang anak dengan tampang bahagia namun hati yang suram. Ku dapat merasakan itu dari seseorang di sana. Kesedihan yang mendalam. Aku tidak pernah melihat dia sebelum nya. " humm.. anak baru" Gumam ku dalam hati.
"Perkenalkan nama ku Willy, aku berasal dari Jakarta" Ujar willy di kelas .Aku tertunduk dan tetap menggambar di buku tulisku. Menggambar dengan sendirinya seperti air yang mengalir. Sudah menjadi kebiasaan ku ketika ku bosan maka aku akan menggambar di halaman belakang buku tulis bahkan bisa sampai tengah buku habis dengan gambar-gambar absurd ku. Ku lihat willy duduk di samping ku, ya di tempat duduk paling belakang dan terpokojokan. dia duduk di samping ku karena tidak ada lagi bangku yang kosong. Dia tidak ngobrol bahkan bertatap muka dengan ku. Ku juga tidak bertatap muka dengannya.
Pelajaran pun di mulai. Aku membuka buku dan menulis catatan yang di berikan guru. Ada satu hal yang membuat ku kaget.
Seharusnya ini tanggal 12 februari tapi mengapa sekarang tanggal 13?
Diubah oleh shinyaa 24-04-2017 22:51
0