- Beranda
- Stories from the Heart
Black Part Of Woman
...
TS
anism
Black Part Of Woman
Spoiler for Peringatan:
Spoiler for Anissa : Aku Bukan pramuria:
Spoiler for Ibu?!:
Spoiler for I Must Found a Father for You:
Wanita itu unik. Karena itu perlakuan terhadap mereka pun berbeda-beda dan spesial.
mereka selalu punya cerita menarik yang pantas disimak
Anism & (edit by) Fanzangela
Diubah oleh anism 30-05-2019 11:43
devarisma04 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
48.2K
379
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#99
The New Ario
Tidak lama potongan rambut Ario selesai. Ekor rambut Ario yang kemarin memanjang di habisi oleh Pak Sapto. Ario benar-benar seperti menjadi seseorang yang baru. Ario sendiri tidak percaya dengan mukanya yang juga berbeda setelah digunting rambutnya.
“Neng! Ganteng gak?”, teriak Pak Sapto ke Anissa setelah memutar kursi Ario.
Sebagian besar poni Ario miring ke kiri, dengan sentuhan gel. Rambut belakangnya dipotong di atas kerah. Ia tampak klimis dengan potongan rambut itu.
Anissa yang sedari tadi memainkan handphonenya benar-benar terkejut melihat perubahan Ario. Baginya, Ario terlihat tampan dengan penampilan seperti itu. Entah kenapa Ario seperti menjadi seseorang yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.
“Bagus.”, Anissa tidak bisa berkomentar banyak karena malu. Entah kenapa Ario terlihat tampan dengan rambut pendek. Ario cuma tersenyum.
“Yuk pergi.”, ujar Ario setelah membayar biaya pangkas rambutnya.
Anissa dengan gugup mengikuti Ario dari belakang. Ario memelankan langkahnya dan menoleh ke belakang. “Ngapain Nis?”
“Ah,a… Aku… Aku cuma lagi liat balon.”, Anissa tergagap dan menjadi berbohong.
Ario melihat-lihat. Memang ada penjual balon diluar sana. Aryo menggenggam tangan Anissa untuk bersama-sama menyebrang jalan.
“Gak usah Yo.”, tolak Anissa.
“Aku beliin karena mau minta sesuatu sama kamu.”, Ario memberikan balon itu ke tangan Anissa.
Apa? Muka Anissa mengernyit.
“Kamu gak tulus nih kasinya?”, Anissa menggoyang-goyangkan balonnya.
Aryo tersenyum menggelengkan kepalanya.
“Jadi?”, tanya Anissa.
“Kamu harus selalu tersenyum dan ceria.”, pinta Ario.
Anissa hanya memandang lurus ke depan dan tersenyum.
Aku tersenyum lagi berkat dirimu Ario.
Tidak lama potongan rambut Ario selesai. Ekor rambut Ario yang kemarin memanjang di habisi oleh Pak Sapto. Ario benar-benar seperti menjadi seseorang yang baru. Ario sendiri tidak percaya dengan mukanya yang juga berbeda setelah digunting rambutnya.
“Neng! Ganteng gak?”, teriak Pak Sapto ke Anissa setelah memutar kursi Ario.
Sebagian besar poni Ario miring ke kiri, dengan sentuhan gel. Rambut belakangnya dipotong di atas kerah. Ia tampak klimis dengan potongan rambut itu.
Anissa yang sedari tadi memainkan handphonenya benar-benar terkejut melihat perubahan Ario. Baginya, Ario terlihat tampan dengan penampilan seperti itu. Entah kenapa Ario seperti menjadi seseorang yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.
“Bagus.”, Anissa tidak bisa berkomentar banyak karena malu. Entah kenapa Ario terlihat tampan dengan rambut pendek. Ario cuma tersenyum.
“Yuk pergi.”, ujar Ario setelah membayar biaya pangkas rambutnya.
Anissa dengan gugup mengikuti Ario dari belakang. Ario memelankan langkahnya dan menoleh ke belakang. “Ngapain Nis?”
“Ah,a… Aku… Aku cuma lagi liat balon.”, Anissa tergagap dan menjadi berbohong.
Ario melihat-lihat. Memang ada penjual balon diluar sana. Aryo menggenggam tangan Anissa untuk bersama-sama menyebrang jalan.
“Gak usah Yo.”, tolak Anissa.
“Aku beliin karena mau minta sesuatu sama kamu.”, Ario memberikan balon itu ke tangan Anissa.
Apa? Muka Anissa mengernyit.
“Kamu gak tulus nih kasinya?”, Anissa menggoyang-goyangkan balonnya.
Aryo tersenyum menggelengkan kepalanya.
“Jadi?”, tanya Anissa.
“Kamu harus selalu tersenyum dan ceria.”, pinta Ario.
Anissa hanya memandang lurus ke depan dan tersenyum.
Aku tersenyum lagi berkat dirimu Ario.
Diubah oleh anism 23-04-2017 11:50
mmuji1575 memberi reputasi
1