- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#321
Aku Pasti Sembuh
Weekend pun tiba , Savira berencana pergi ke Mall untuk menghilangkan penat , tak lupa dia mengajak kedua sahabat nya Risa dan Nesta .
" Kita mau nonton apa mau Shopping nih ?", Ujar Nesta.
" Gue sih mau cari buku aja sih sebetul nya " , ungkap Savira .
" Gini nih kalo keluar sama orang cerdas , gak jauh dari buku ", keluh Risa .
" Sebentar doang kok, nanti gue yang nurut kemauan kalian deh " , cengenges Savira.
Dengan terpaksa kedua Sahabatnya itu mengikuti Savira memasuki sebuah toko buku yang sudah terkenal se-Indonesia .
Berbagai macam rak di singgahi Savira , dari buku pelajaran hingga Novel Fiction dia baca , beberapa buku pelajaran dan Novel sudah di tangannya untuk di beli .
" Ayo kita makan dulu deh abis makan kita nonton oke " , seru Savira .
Wajah bete terlihat dari Risa dan Nesta yang memang sangat malas untuk membaca , bagi mereka mengunjungi Toko Buku ada di list terakhir dalam hidup mereka .
" Yaudah ayo udah pusing gue buku semua isi nya " , keluh Nesta .
Mereka mencari Food court untuk menambah energi yang terkuras setelah mengelilingi rak demi rak Buku tadi .
" Eh udah dapat kabar dari Dinand Vir ?" , Tanya Risa .
" Belum Ris , gak tau lah gue bakal lupain Dinand kaya nya " , gumam Savira .
" Jangan dong , katanya Cinta " , tukas Nesta .
" Gue masih kecil, fokus belajar aja sekarang . Lagian buat apa gue cinta kalo cuma gue yang harus berkorban " , ungkap Savira .
Tak ada pembahasan lagi tentang Dinand , kedua sahabat Savira mengerti kalau Savira sekarang sensitif mendengar nama Dinand .
****
Kini setelah beberapa bulan menjalani perawatan di Rumah sakit , Dinand memiliki teman baru yaitu Heidi . Tak di sangka Heidi sangat welcome kepada Dinand walaupun Budaya mereka berbeda tampak tak ada kecanggungan dari kedua nya .
" Kamu berapa lama lagi disini " , tanya Heidi .
" Entah, aku rasa aku gak bakal sembuh total " , keluh Dinand .
" Ternyata kamu lemah ya , masa kalah dengan keadaan . Gimana kamu mau sembuh kalau dalam diri kamu tidak ada motivasi untuk kembali normal " , cerocos Heidi .
Dinand terdiam , kata-kata yang keluar dari mulut Heidi sama persis seperti apa yang Sabrina ungkap kan .
" Kamu sudah punya pacar ? " , Tanya Heidi.
Dinand tak menjawab , dia hanya mengambil Handphone nya dan menujukan foto seseorang kepada Heidi .
" She is so cute " , puji Heidi .
" Ini pacarmu ? " , Tambah Heidi .
" Iya , tapi sudah lama kita tidak berkomunikasi " , lesu Dinand .
" Kenapa , bukan nya kamu butuh Support dari pacar untuk penyembuhan kamu ? " , Balas Heidi .
" Tidak , aku gak mau menyusahkan orang lain " , jawab Dinand .
Heidi coba mengerti posisi Dinand sekarang , dia tak mau terlalu mencampuri masalah pribadi Dinand .
" Ya sudah aku mau pengobatan dulu , kamu gak boleh patah semangat , kita bakal saling Support Nand, penyakit tulang yang kita alami bukan lah penyakit yang bisa menghalangi semangat hidup kita " , senyum Heidi dan berlalu dengan rambut pirang nya yang tersapu angin .
Dinand seperti mendapat kan gairah lagi , Heidi yang lebih parah memiliki penyakit Scoliosis pada tulang nya, dia harus memakai baju khusus untuk menyangga tulang nya agar bisa lurus , tapi tak ada terlihat dia menyerah bahkan selalu tersenyum ceria setiap bertemu dengan nya . Dinand pun berjanji pada diri nya untuk segera pulih dari sakit yang ia derita .
" Nand , gimana soal Homeschooling kamu kalau gak sembuh-sembuh gini ya " , tanya Mama Dinand .
" Memang gak bisa pengajar nya kesini Ma " , Dinand balik bertanya .
" Mama gak tahu mekanisme Homeschooling , belum Mama tanya sih " , ungkap Mama Dinand .
" Yaudah coba aja Ma , pasti bisa ko " , seru Dinand .
Mama Dinand kembali pergi meninggalkan Dinand untuk mengurus lebih lanjut agar bisa cepat Dinand mengejar ketertinggalan pelajaran nya .
Dinand duduk termenung memandangi foto Savira , sudah lama dia tidak melihat wajah cantik Savira , rasa rindu sebenarnya sudah menggunung untuk Savira yang kini jauh disana .
" Aku bakal kembali Vir nemuin kamu , aku cuma sayang kamu " , gumam Dinand saat memandang foto Savira .
****
" Hey Savira , akhirnya kita ketemu lagi ya " , Sapa Adit .
" Kenapa ketemu lo disini sih ngerusak mood gue aja " , ketus Savira seraya hendak pergi .
" Tunggu Vir aku bisa jelasin semua nya " , Adit pun menggengam tangan Savira .
Kedua teman Savira tampak Bingung kenapa Di mall ini mereka harus ketemu Adit .
" Lepas atau gue teriak !! " , Gertak Savira .
Adit tidak mengindakan ancaman Savira , tampak Adit samakin ngotot ingin berbicara dengan Savira .
" Apa-apaan nih main pegang tangan "
Suara perempuan akhirnya melepaskan tangan Adit dari tangan Savira.
" Kamu ngapain sayang megang tangan dia " , ujar perempuan itu .
" Eh engga , tadi dia mau jatuh aku tolongin " , balas Adit sekenanya .
" Oh lo pacar nya dia " , ketus Savira menunjuk Adit .
" Iya , kenapa emang ? " , Balas perempuan itu .
" Bilangin sama Cowok lo , gausah ganggu gue lagi !! Jadi cowok gausah sok kegantengan deh , bejat aja bangga !! " , Oceh Savira .
" Gue gak pernah cari masalah sama lo , kalo lo usik gue , reputasi lo bakal ancur dengan mudah nya !! ". Tambah Savira .
Mereka meninggalkan Adit dan pacar nya , Adit pun di tinggal oleh pacar nya . Seperti habis jatuh tertimpa tangga , sikap Adit belum ahli dalam memainkan peran menjadi Playboy .
" Kita mau nonton apa mau Shopping nih ?", Ujar Nesta.
" Gue sih mau cari buku aja sih sebetul nya " , ungkap Savira .
" Gini nih kalo keluar sama orang cerdas , gak jauh dari buku ", keluh Risa .
" Sebentar doang kok, nanti gue yang nurut kemauan kalian deh " , cengenges Savira.
Dengan terpaksa kedua Sahabatnya itu mengikuti Savira memasuki sebuah toko buku yang sudah terkenal se-Indonesia .
Berbagai macam rak di singgahi Savira , dari buku pelajaran hingga Novel Fiction dia baca , beberapa buku pelajaran dan Novel sudah di tangannya untuk di beli .
" Ayo kita makan dulu deh abis makan kita nonton oke " , seru Savira .
Wajah bete terlihat dari Risa dan Nesta yang memang sangat malas untuk membaca , bagi mereka mengunjungi Toko Buku ada di list terakhir dalam hidup mereka .
" Yaudah ayo udah pusing gue buku semua isi nya " , keluh Nesta .
Mereka mencari Food court untuk menambah energi yang terkuras setelah mengelilingi rak demi rak Buku tadi .
" Eh udah dapat kabar dari Dinand Vir ?" , Tanya Risa .
" Belum Ris , gak tau lah gue bakal lupain Dinand kaya nya " , gumam Savira .
" Jangan dong , katanya Cinta " , tukas Nesta .
" Gue masih kecil, fokus belajar aja sekarang . Lagian buat apa gue cinta kalo cuma gue yang harus berkorban " , ungkap Savira .
Tak ada pembahasan lagi tentang Dinand , kedua sahabat Savira mengerti kalau Savira sekarang sensitif mendengar nama Dinand .
****
Kini setelah beberapa bulan menjalani perawatan di Rumah sakit , Dinand memiliki teman baru yaitu Heidi . Tak di sangka Heidi sangat welcome kepada Dinand walaupun Budaya mereka berbeda tampak tak ada kecanggungan dari kedua nya .
" Kamu berapa lama lagi disini " , tanya Heidi .
" Entah, aku rasa aku gak bakal sembuh total " , keluh Dinand .
" Ternyata kamu lemah ya , masa kalah dengan keadaan . Gimana kamu mau sembuh kalau dalam diri kamu tidak ada motivasi untuk kembali normal " , cerocos Heidi .
Dinand terdiam , kata-kata yang keluar dari mulut Heidi sama persis seperti apa yang Sabrina ungkap kan .
" Kamu sudah punya pacar ? " , Tanya Heidi.
Dinand tak menjawab , dia hanya mengambil Handphone nya dan menujukan foto seseorang kepada Heidi .
" She is so cute " , puji Heidi .
" Ini pacarmu ? " , Tambah Heidi .
" Iya , tapi sudah lama kita tidak berkomunikasi " , lesu Dinand .
" Kenapa , bukan nya kamu butuh Support dari pacar untuk penyembuhan kamu ? " , Balas Heidi .
" Tidak , aku gak mau menyusahkan orang lain " , jawab Dinand .
Heidi coba mengerti posisi Dinand sekarang , dia tak mau terlalu mencampuri masalah pribadi Dinand .
" Ya sudah aku mau pengobatan dulu , kamu gak boleh patah semangat , kita bakal saling Support Nand, penyakit tulang yang kita alami bukan lah penyakit yang bisa menghalangi semangat hidup kita " , senyum Heidi dan berlalu dengan rambut pirang nya yang tersapu angin .
Dinand seperti mendapat kan gairah lagi , Heidi yang lebih parah memiliki penyakit Scoliosis pada tulang nya, dia harus memakai baju khusus untuk menyangga tulang nya agar bisa lurus , tapi tak ada terlihat dia menyerah bahkan selalu tersenyum ceria setiap bertemu dengan nya . Dinand pun berjanji pada diri nya untuk segera pulih dari sakit yang ia derita .
" Nand , gimana soal Homeschooling kamu kalau gak sembuh-sembuh gini ya " , tanya Mama Dinand .
" Memang gak bisa pengajar nya kesini Ma " , Dinand balik bertanya .
" Mama gak tahu mekanisme Homeschooling , belum Mama tanya sih " , ungkap Mama Dinand .
" Yaudah coba aja Ma , pasti bisa ko " , seru Dinand .
Mama Dinand kembali pergi meninggalkan Dinand untuk mengurus lebih lanjut agar bisa cepat Dinand mengejar ketertinggalan pelajaran nya .
Dinand duduk termenung memandangi foto Savira , sudah lama dia tidak melihat wajah cantik Savira , rasa rindu sebenarnya sudah menggunung untuk Savira yang kini jauh disana .
" Aku bakal kembali Vir nemuin kamu , aku cuma sayang kamu " , gumam Dinand saat memandang foto Savira .
****
" Hey Savira , akhirnya kita ketemu lagi ya " , Sapa Adit .
" Kenapa ketemu lo disini sih ngerusak mood gue aja " , ketus Savira seraya hendak pergi .
" Tunggu Vir aku bisa jelasin semua nya " , Adit pun menggengam tangan Savira .
Kedua teman Savira tampak Bingung kenapa Di mall ini mereka harus ketemu Adit .
" Lepas atau gue teriak !! " , Gertak Savira .
Adit tidak mengindakan ancaman Savira , tampak Adit samakin ngotot ingin berbicara dengan Savira .
" Apa-apaan nih main pegang tangan "
Suara perempuan akhirnya melepaskan tangan Adit dari tangan Savira.
" Kamu ngapain sayang megang tangan dia " , ujar perempuan itu .
" Eh engga , tadi dia mau jatuh aku tolongin " , balas Adit sekenanya .
" Oh lo pacar nya dia " , ketus Savira menunjuk Adit .
" Iya , kenapa emang ? " , Balas perempuan itu .
" Bilangin sama Cowok lo , gausah ganggu gue lagi !! Jadi cowok gausah sok kegantengan deh , bejat aja bangga !! " , Oceh Savira .
" Gue gak pernah cari masalah sama lo , kalo lo usik gue , reputasi lo bakal ancur dengan mudah nya !! ". Tambah Savira .
Mereka meninggalkan Adit dan pacar nya , Adit pun di tinggal oleh pacar nya . Seperti habis jatuh tertimpa tangga , sikap Adit belum ahli dalam memainkan peran menjadi Playboy .
0