- Beranda
- Stories from the Heart
F A R B E
...
TS
noobwriter
F A R B E
Sekali Lagi
oleh: NW
Yang paling menyedihkan ialah yang ditulis
Kau berarti untuk kuingat sekali lagi
Laksana rintik itu yang mebawamu
Sekali lagi harus kuingat
Sekali lagi...
Sekali lagi..
Jika ada, hanya sekali lagi.
Takkan kuingat kau layaknya elegi pagi.
Derunya sekuat rintik yang membawamu.
Pergi teriring lantunan nan biru
10.35 010517
Spoiler for MUST READ! :
1. TS sangat mengharapkan kritik dan komentar reader (asal bukan hinaan, TS udah cukup hina kok
), biar makin kebukanya wawasan TS, sama biar ceritanya makin bagus. TS masih pemula soalnya gan! 2. Kalo tiba tiba lagi baca terus eneg-eneg gitu mending minum air dulu gan, tulisan TS kadang suka terlalu mellow emang

3. Kalo ada kejadian yang mirip-mirip ya maafin deh ya gan, gak sengaja kok TSnya
4. Panggil TS "Noob" aja ya gan. Biar lebih santai bawaannya
Spoiler for last.:
Fiktif atau Non Fiktif?
Hehehehe, bisa dibilang fiktif, tapi non-fiktif juga. Gitu lah pokoknya!
misalnya Fiktif: TS ganteng. TS anak sastra.
misalnya non-fiktif: TS ganteng banget. Rambut TS keriting
ps: ada yang di fiktif-in untuk jaga privasi TS.
Spoiler for INDEKS:
Diubah oleh noobwriter 01-05-2017 10:44
anasabila memberi reputasi
1
2.3K
Kutip
25
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
noobwriter
#20
Spoiler for Dua:
Sekarang, anak kecil gendut berambut keriting itu sedang bermain layang-layang dengan teman-temannya. Dia memainkan layangan berwarna coklat dengan garis merah horizontal yang seperti membentuk gambar ‘Kali’ atau ‘Cross terbalik’. Dia sangat serius bermain.
Lalu secara tiba tiba, dari kejauhan terlihat ada sebuah layangan yang baru dinaikkan. Layangan itu berwarna putih polos dengan tulisan “AP”. Layangan itu mendekati layangan milik si Anak kecil gendut berambut keriting.
“Wah layangan siapa tuh, Ang?” tanya anak itu kepada temannya, A’ang.
“Gatau dah, udah aduin aja entar kalo diajakin. Nurling lu tajem ini, kan?” jawab A’ang yang juga masih serius dengan layangannya yang
sedang diikat benang olehnya..
“Ya elu aja kenapa, Ang yang lawan. Ini kan layangan gua baru main, gak jago juga gua.”
“Yaudah gapapa si ah elah, takut amat lu. Entar gua bantuin”
Dari kejauhan seorang anak memakai jersey MU berwarna merah berlari menghampiri si Anak kecil berambut keriting. Dari jauh, anak itu
berteriak, “Woi! Aduin gak nih?”
Si anak kecil berambut keriting bingung, menengok ke arah A’ang, lalu bertanya, “Gimana nih Ang?”
“Yaudah aduin aja”
“Yakin nih?”
“Yakin”
“Yaudah ayok!” teriak si Anak gendut berambut keriting kepada si anak berbaju MU di kejauhan yang hanya dijawab oleh anggukan dan
acungan jempol.
Layangan bertuliskan “AP” dengan berlahan mendekati layangan bergaris merah milik si Anak gendut berambut keriting. Layangan itu
bergerak mendekat, lalu melewati sedikit layangan bergaris merah dan layangan itu bergerak secara cepat menyerang layangan garis merah.
Si anak gendut berambut keriting mengulur benangnya, lalu menarik sebentar. “Nah kan putus!” teriaknya ke A’ang.
“Ya elu lagian abis diulur ditarik lagi, aturan biarin aja diulur”
“Ah tuh kan, gimana nih Ang?”
“Yaudah uber lah!”
“Serius, nih?”
“Iya, itu layangan kayaknya ke arah gang rumah lu dah!”
“Wah iya!” lalu dengan tergopoh-gopoh si anak gendut berambut keriting itu berlari. Ia berlari mengejar layangan itu ke arah gang
rumahnya. Semakin lama layangan itu semakin rendah terbangnya. Hingga saat tepat di depan gang rumahnya, Ia bertemu dengan si anak
berbaju MU yang juga sedang berlari mengejar layangan itu. Tentunya si anak berbaju MU berlari lebih cepat dari si gendut berambut keriting.
Setelah berlari menyusuri ½ gang, ternyata layangan itu jatuh di halaman rumah berwarna coklat tepat di samping rumah si anak gendut
berambut keriting. Si anak berbaju MU sudah berada di depan gerbang rumah itu saat si anak gendut berambut keriting sampai dengan
terengah engah.
“Eh lu tau gak ini rumah siapa?” tanya si Anak berbaju MU
“Engga, kalo gak salah ini rumah orang baru deh” jawab si Anak berambut keriting dengan terengah-engah, lalu melanjutkan, “Itu emang
layangan siapa sih yang ada tulisan ‘AP’ nya?”
“Punya si Amar, yaudah lu kalo mau ambil ya ambil deh tuh, gua males pagernya tinggi banget. Dipanjatnya susah.” Si anak berbaju MU
pun berjalan meninggalkan gang meninggalkan si anak gendut berambut keriting yang kebingungan.
Si anak gendut berambut keriting berdiri cukup lama sebelum berteriak-teriak, “Permisi-Permisi!, Assalamualikum!”
Lalu terdengar pintu rumah itu terbuka. Si anak kecil berambut keriting tidak dapat mengintip ke dalam, karena pagarnya terlampau tinggi
untuknya. Namun Ia dapat mendengar langkah kaki dari seretan langkah orang yang memakai sandal mendekat ke arahnya. Lalu tidak lama
pagar pun terbuka.
Seorang anak perempuan berambut panjang dengan poni lengkap dengan bando berwarna pink membuka pagar itu dari dalam. Ia
menggunakan baju berwarna pink dengan tulisan “Barbie” di atasnya, dengan rok berwarna putih. Dengan sangat manis, Ia berkata “Iya,
kenapa ya?”
“Eh, kamu orang baru?” tanya Si anak kecil gendut berambut keriting ke si anak perempuan
“Iya, aku baru pindah. Kenapa ya?”
“Aku mau ambil layangan dong, tadi jatoh di rumah kamu”
“Oh gitu, aku ambilin aja bentar ya.” Si anak perempuan pun masuk ke dalam rumahnya. Dari pagar yang sedikit terbuka, si anak gendut
berambut keriting mengintip dan melihat bahwa si anak perempuan sedang mengambil layangan miliknya yang jatuh tepat di rumput rumah
tersebut, dan kembali berjalan ke arah pagar.
“Nih” si anak perempuan memberi anak gendut berambut keriting itu sebuah layangan coklat bergaris merah.
“Makasih ya, eh ngomong-ngomong, nama kamu siapa?”
“Sasa” anak perempuan itu menjulurkan tangannya
“Aku Dimas. Salam kenal ya!” kemudian si Anak gendut berambut keriting yang ternyata bernama Dimas, membalas juluran tangan Sasa.
0
Kutip
Balas