Berakhir sama?
Quote:
“kenapa yang?”, katanya
“aku kekunci di luar, kuncinya di bawa ibu, kamu belum pulang?”, kataku
“tadinya mau nunggu kamu masuk dulu baru aku pulang, eh kamunya ga masuk-masuk, jadinya aku kesini”, katanya
“kamu pulang aja yang, udah malem, 2 jam lagi juga pada pulang”, kataku
“aku mau nemenin kamu aja disni yang”, kata Wina
“kakak kamu gimana yang? Diakan nungguin”, kataku
“bentar ya”, kata Wina lalu berlari kecil menghampiri kak Queen. Tak lama dia kembali lagi.
“parkir disini aja yang”, katanya
Akupun membuka pagar. Lalu kembali duduk di teras.
“ke kunci lu?”, kata kak Queen
“iya”, kataku
“nih, ngemil dulu, tadi gua beli pas beli nasi goreng”, katanya
“yang suapin”, kata Wina
“kamu jangan makan yang aneh-aneh dulu yang, masih belum sembuh kan?”, kataku
“tapi ini boleh kan?”, katanya manja sambil menunjuk bibirnya
Akupun reflek mendekatkan wajahku
“stooooppp!!!”, kata kak Queen
“sumpah ya lu bedua tuh, ga bisa di tahan apa”, katanya
“maaf-maaf mbak. Hehehe”, kata Wina
“lu lagi Teo maen nyosor aja”, kata kak Queen
“reflek”, kataku sambil nyengir
“argh, sumpah deh, lu bedua ini ya, kontrol napa sih”, kata kak Queen sambil mengacak rambutnya
“kenapa sih lu mbak? Mangkanya cari pacar”, kata Wina
“lu tau gua Win”, kata kak Queen
“iya deh iya”, kata Wina
Kami bertigapun makan cemilan yang di beli oleh kak Queen, di larangpun Wina tetap memakannya, sampai tak terasa kedua orangtuaku pun pulang.
“maaf ya baru pulang, kirain ibu kamu pulangnya malem banget”, kata ibuku
“ni martabak sama sate”, kata ayahku sambil menyodorkannya padaku
Lalu kak Queen dan Wina menyalami orangtuaku, terlihat bibi sedang menggendong Violet yang tertidur.
“kamu Queen kan? Anaknya bapak ini?”, kata ayahku
“iya om, om kenal sama ayah saya?”, kata kak Queen
“kenal, dulu pernah jadi tetangga sebelum akhinya saya nikah terus pindah”, kata ayahku
Kak Queen seperti berfikir.
“yang di daerah ini om?”, kata kak Queen
“iya, kamu inget? soalnya kamu masih kecil waktu itu”, kata ayahku
“ga inget om. Hehehe”, katanya sambil tertawa
“ko ayah bisa kenal sama ortu Wina?”, kataku
“ngobrolnya di dalem aja”, kata ayahku
Akupun mengikuti ayahku, begitu juga dengan Wina dan kak Queen. Di ruang tamupun ayahku menceritakan bagaimana bisa kenal dengan ayahnya Wina dan kak Queen. Walaupun sudah lama tidak bertemu ayahku masih bisa mengenali kak Queen, dan dia pun kaget akalu Wina itu adiknya. Sepanjang waktu mereka bercerita terus tentang masa lalu, sedangkan aku tidak mengerti sama sekali, maka ku putuskan untuk mandi dan mengganti baju. Setelah rapi akupun kembali ke ruang tamu, ternyata tinggal kak Queen dan Wina, ayahku sudah masuk kamar, ibuku sedang di dapur.
“udah ceritanya?”, kataku
Kak Queen nengok ke arahku dan menghela nafas panjang.
“liat tuh cewe lu”, katanya
Akupun melihat ke arah Wina, senyumnya sangat lebar, sambil melantunkan nada yang tidak jelas.
“kenapa kamu yang?”, kataku
Dia tidak menanggapi ku dan terus berdendang
“kenapa nih si Wina Queen?”, kataku
“mending lu denger langsung dari dia deh, gua juga kaget”, katanya
“yang kamu kenapa sih?!”, kataku
“tadikan ayah kamu cerita kalau dia kenal sama ayah aku, terus aku langsung nanya aja boleh ga aku pacaran sama kamu, kata ayah kamu boleh, udah gitu aku nanya dong kalo aku mau nginep di rumah kamu atau kamu yang nginep di rumah aku boleh apa ga, kata ayah kamu kalo nginep di rumah kamu udah di izinin tapi kalo di rumah aku, harus minta izin sama ayah aku”, katanya menarik nafas
“terus?”, kataku
“terus aku telepon ayah sama ibu aku, mereka ngobrol sama ayah kamu, ortu aku langsung ngasih lampu ijo dong yang. Waaaaa. Seneng banget aku”, kata Wina
Akupun melirik kak Queen, dia hanya mengangkat bahu
“kamu kenapa malah bengong sih yang?”, kata Wina
“eh, ga ko aku ga bengong”, kataku
:”kamu ga seneng ya?”, kata Wina cemberut
“bukannya ga seneng justru aku kaget yang, maksud aku semuanya kejadian kaya gitu aja”, kataku
“mungkin kita emang jodoh yang”, kata Wina sambil mendekapku
“yang, ga enak ada ortu aku”, kataku
“ga apa-apa yang mereka kan udah ngasih izin ke aku”, katanya
“sekarang tinggal kamu nih yang jangan jelalatan sama cewe laen”, lanjut Wina
“kapan sih aku jelalatan sama cewe laen?”, kataku
“ga pernah sih, tapi cewe laen yang suka deketin kamu tuh”, katanya kesal
Hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya, ortu kami setuju dan semuanya berjalan lancar sampai akhirnya aku di khianati. Apa akhirnya akan sama lagi? Entahlah aku hanya bisa berharap.