- Beranda
- Stories from the Heart
(HORROR) Kisah Untuk Malam Seratus Lilin - (Diary Gadis Bermata Indigo return)
...
TS
ayanorei
(HORROR) Kisah Untuk Malam Seratus Lilin - (Diary Gadis Bermata Indigo return)
Hallo All,
We come back!!

thanks all for HT
Setelah sekian lama vakum di Kaskus dan hanya menulis di tempat lain. Akhirnya kami memutuskan kembali. Yap, Ayano dan Elisa kembali akan membagikan kisah kami di Kaskus.
Tadinya, kami tidak berpikir untuk kembali ke Kaskus, tapi ternyata banyak Inbox ke ID ini maupun ke ID Ayanokouji (yang sayangnya sedang bermasalah untuk Login) supaya kami mau kembali melanjutkan cerita di Kaskus ini. Jadi, here we are, we came back.
Post #1 ini akan khusus untuk INDEX. Cerita akan dimulai di Post selanjutnya.
Yang mau baca season 1 nya ada di sini
INDEX
Kisah Pertama - Hantu Pembawa Janin
Kisah Kedua - Mereka Mengawasiku?
Kisah Ketiga - Lily (Bagian Pertama)
Kisah keempat - Lily (bagian kedua)
Kisah Kelima - Penguntit (bagian pertama)
Kisah Keenam - Penguntit (Bagian Kedua)
Kisah Ketujuh - Possession (part 1)
Kisah Kedelapan - Possession (part 2)
Kisah Kesembilan - Mahluk di langit-langit
Kisah Kesepuluh - Susahnya kalau yang ngefans 'mereka'
Kisah Kesebelas - Hantu di gedung tua
Kisah Keduabelas - Ternyata
Kisah Ketigabelas - Jumat Kliwon tanggal 13 (Bag pertama)
Kisah Keempatbelas - Jumat Kliwon tanggal 13 (bag kedua)
Kisah Kelimabelas - Kisah Hantu di Sekolah - Sri (1)
Kisah Keenambelas - Kisah hantu di sekolah - Sri (2)
Kisah Ketujuhbelas - Kisah Hantu di Sekolah - Sri (3)
Kisah Kedelapanbelas - Kisah hantu di sekolah - Belum berakhir
Kisah Kesembilanbelas - Kisah hantu di sekolah - Cerita dari Bi Sumi (1)
Kisah Keduapuluh - Kisah Hantu Disekolah - Cerita dari Bi Sumi (2)
Kisah Keduapuluhsatu - Kisah hantu disekolah - Gangguan Dimulai Lagi
Kisah Keduapuluhdua - Kisah Hantu Disekolah - Terkuak
Kisah KeduapuluhTiga - Kisah Hantu Di Kantor - Prologue
Kisah KeduapuluhEmpat - Kisah Hantu Di Kantor - Putih, Hitam dan Ungu
Kisah KeduapuluhLima - Kisah Hantu di Kantor - Sidestory
Kisah Keduapuluhenam - Kisah hantu di Kantor - Resign
Kisah Keduapuluhtujuh - Kisah Hantu di Kantor - Kembali Bekerja (1)

We come back!!

thanks all for HT
Setelah sekian lama vakum di Kaskus dan hanya menulis di tempat lain. Akhirnya kami memutuskan kembali. Yap, Ayano dan Elisa kembali akan membagikan kisah kami di Kaskus.
Tadinya, kami tidak berpikir untuk kembali ke Kaskus, tapi ternyata banyak Inbox ke ID ini maupun ke ID Ayanokouji (yang sayangnya sedang bermasalah untuk Login) supaya kami mau kembali melanjutkan cerita di Kaskus ini. Jadi, here we are, we came back.
Post #1 ini akan khusus untuk INDEX. Cerita akan dimulai di Post selanjutnya.
Yang mau baca season 1 nya ada di sini
Quote:
INDEX
Kisah Pertama - Hantu Pembawa Janin
Kisah Kedua - Mereka Mengawasiku?
Kisah Ketiga - Lily (Bagian Pertama)
Kisah keempat - Lily (bagian kedua)
Kisah Kelima - Penguntit (bagian pertama)
Kisah Keenam - Penguntit (Bagian Kedua)
Kisah Ketujuh - Possession (part 1)
Kisah Kedelapan - Possession (part 2)
Kisah Kesembilan - Mahluk di langit-langit
Kisah Kesepuluh - Susahnya kalau yang ngefans 'mereka'
Kisah Kesebelas - Hantu di gedung tua
Kisah Keduabelas - Ternyata
Kisah Ketigabelas - Jumat Kliwon tanggal 13 (Bag pertama)
Kisah Keempatbelas - Jumat Kliwon tanggal 13 (bag kedua)
Kisah Kelimabelas - Kisah Hantu di Sekolah - Sri (1)
Kisah Keenambelas - Kisah hantu di sekolah - Sri (2)
Kisah Ketujuhbelas - Kisah Hantu di Sekolah - Sri (3)
Kisah Kedelapanbelas - Kisah hantu di sekolah - Belum berakhir
Kisah Kesembilanbelas - Kisah hantu di sekolah - Cerita dari Bi Sumi (1)
Kisah Keduapuluh - Kisah Hantu Disekolah - Cerita dari Bi Sumi (2)
Kisah Keduapuluhsatu - Kisah hantu disekolah - Gangguan Dimulai Lagi
Kisah Keduapuluhdua - Kisah Hantu Disekolah - Terkuak
Kisah KeduapuluhTiga - Kisah Hantu Di Kantor - Prologue
Kisah KeduapuluhEmpat - Kisah Hantu Di Kantor - Putih, Hitam dan Ungu
Kisah KeduapuluhLima - Kisah Hantu di Kantor - Sidestory
Kisah Keduapuluhenam - Kisah hantu di Kantor - Resign
Kisah Keduapuluhtujuh - Kisah Hantu di Kantor - Kembali Bekerja (1)

Diubah oleh ayanorei 20-10-2017 13:04
scorpiolama dan 15 lainnya memberi reputasi
16
119.7K
Kutip
380
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ayanorei
#181
Kisah Keduabelas - Ternyata
Catatan sebelum memulai : timeline cerita ini kurang lebih pada saat aku dan Ayano masih sebagai teman. Dan belum mengenal Desy, jadi pada waktu itu Cindy masih teman dekatku yang utama (sekarang dia sudah pulang kampung karena married sih... jadi sudah jarang keluar di cerita yang baru-baru ini kejadiannya).
---
Semenjak dikenalkan dengan teknologi Skype oleh Ayano, aku jadi keranjingan menanyakan ke teman-temanku lamaku yang sudah nun-jauh di sana, yang hanya bisa kulihat dari facebook, meskipun tidak banyak jumlahnya, tapi mereka adalah sebagian kecil orang yang tidak mengucilkan aku karena kemampuanku ini. Aku kangen mereka, karena itu aku bertanya apakah mereka juga memiliki Skype atau tidak.
Hasilnya cukup mengejutkanku, ternyata teman-temanku lumayan banyak juga yang sudah bermain Skype. Ternyata akulah yang ketinggalan zaman saat ini.
Dan salah satu temanku itu adalah teman dekatku pada waktu SD. Gadis yang ceria dan tidak mengenal takut, tidak terkecuali hantu. Sebenarnya, itu sebabnya dia mau berteman denganku yang dulu hampir selalu histeris karena seringnya melihat 'mereka'.
Linda, itulah nama gadis itu.
Saking beraninya dia, bahkan terkesan nekad, dia dengan berani menerima tantangan dari perusahaannya bekerja untuk mendapat beasiswa kuliah sambil kerja di Singapura dari perusahaannya, dengan resiko kalau dia harus membayar penalty apabila dia tidak lulus standar nilai minimal yang harus didapatkan para penerima beasiswa itu. Para seniornya di kantor itu tidak cukup berani mengambil resiko itu, pada akhirnya tawaran itu jatuh ke tangan Linda karena sedikitnya peminat dari program beasiswa itu.
Dengan tekad dan ketekunannya, sampai sekarang sudah berlalu tiga tahun semenjak Linda ditetapkan sebagai karyawan tetap di cabang perusahaan itu di Singapura.
Kurang lebih dua bulan lalu, aku mendapatkan email darinya. Aku cukup terkejut namun sangat senang karena mendapatkan kabar kembali dari teman baikku yang sudah lama hilang.
Aku mengirimkan email yang menanyakan apakah dia memiliki Skype?
Dan dia menjawab kalau Skype dan Whatsapp (waktu itu aku bahkan tidak tau apa Whatsapp itu) adalah metode percakapan standard di Singapura ditambah dengan beberapa macam sosial media lainnya.
Aku sungguh senang ketika mendengarnya. Berarti aku bisa menghubungi temanku dan saling bertatap wajah dengannya melalui Skype.
Tanpa aku mengetahui, kalau ternyata Skype itulah yang menjadi kunci dari pengalaman mengerikan yang akan kuhadapi kemudian.
---
Pagi itu, aku menghubungi temanku Linda dari Skype.
Aku sudah berjanji padanya kemarin, dan hari ini adalah hari minggu.
"Hai Linda" sapaku ketika wajah Linda muncul di layar laptopku.
"Morning, Lisa" sapa Linda kembali.
Kami saling bertukar sapa dan bercerita hal-hal yang ringan dan saling bernostalgia. Dan pada saat itulah, aku melihat sesuatu...
Semacam sosok seorang wanita yang lewat di belakang Linda.
"Oh!!!" teriakku.
"Hah? kenapa?" tanya Linda kebingungan melihat reaksiku. Dia memandangiku sebentar melalui layar dan kemudian bertanya dengan mata berbinar "Ada ya? ada sesuatu di tempat gue ya?!"
Ah... aku lupa gadis ini sih malah suka hal-hal seperti ini. Terutama karena dia sama sekali tidak bisa melihat 'mereka'.
Aku jadi begidik ketika mengingat Linda pernah bertanya padaku di bawah pohon pepaya "Apa di sini ada 'mereka' juga?" dan aku bahkan tidak berani memandang ke arahnya karena ada sosok wanita berbaju merah darah sedang berdiri di sampingnya sedang menatap Linda dengan pandangan sangat marah. Tapi tidak pernah terjadi apapun pada Linda. Gadis itu benar-benar tidak pernah bersentuhan sama sekali dengan 'dunia sana'.
Kadang aku merasa betapa beruntungnya dia....
"Lisa!! ada apa!? kamu lihat apa di tempatku??! dimana kamu melihatnya!!!??" tanya Linda dengan bersemangat.
"Ehh... di belakangmu... ada yang lewat tadi..." kataku.
Dengan cepat Linda langsung beranjak dari tempat duduknya dan celingukan mencari-cari sosok 'wanita' yang tadi kulihat.
"Ahh... aku tetap nggak bisa lihat...." ucap Linda dengan kecewa "Apa masih ada sosok itu di dekatku, Lis?" tanya Linda sembari duduk kembali di bangkunya.
Aku menggeleng "Udah nggak ada" kataku.
Tapi, entah mengapa aku masih merasakan udara dingin yang menandakan kehadiran 'mereka'....
"Oke, kalau begitu aku off dulu ya. Mau going out with my BF nih" kata Linda kemudian.
"Oke"
"See you later, Lis"
"See you later" jawabku.
Sesaat sebelum layar Linda mati, aku melihat pemandangan yang membuat seluruh tulangku lemas...
Sosok wanita yang berwajah pucat dan tersenyum dengan bibirnya yang memakai gincu merah.. sangat merah... sedang tersenyum ke arahku dari belakang Linda.
"Astaga....!!! Linda!!" tapi terlambat, layar video call Linda sudah tertutup. Aku mencoba untuk menghubunginya, tapi sepertinya Linda tidak berada lagi di tempatnya.
Aku hanya bisa berdoa semoga Linda tidak kenapa-kenapa... seperti biasanya.... semoga dia tidak menyadari 'mahluk' itu.
Tiba-tiba, udara dingin berhembus di leherku. Aku berbalik karena refleks...
Tidak ada apa-apa..
Namun perasaanku benar-benar tidak enak..
Aku melihat sekali lagi ke sekeliling kamarku. Tidak ada apa-apa... benar-benar tidak ada apa-apa... tapi kenapa aku merasa seperti ada yang mengawasiku...
"Uhh..." dengan rasa ragu dan takut aku kembali menyalakan laptopku.
Dengan penuh harap aku mencari-cari nama Cindy di daftar contact-ku, dan bernafas lega ketika Cindy membuka layar Skype-nya.
Kemungkinan Cindy sedang berada di mall kalau dilihat dari background yang kulihat. Sepertinya dia mengakses Skype dari ponselnya.
"Cin" panggilku.
"Kenapa, Lis? tumben amat lu nyari gue lewat Skype hari gini? biasa malem-malem?"
"Aku.... err... kamu di mana, Cin? aku ke situ deh... lagi agak kenapa nih sendirian..." kataku.
"Loh, laki lu mana?" tanya Cindy.
"Haah??? siapa laki aku?" kataku kaget.
"Lhaaaaa... cowok yang ada selalu di sekitar kamu itu lhoo" ledek Cindy.
"Eh? oohh... maksudnya Ayano?" tanyaku gelagapan.
"Iyalah, memang cowok lu berapa?" ledek Cindy lagi sambil tertawa cekikikan.
"Ehh... dia bukan cowok aku, kok" bantahku.
"Alahh... lu ini. Kalau nggak cepat-cepat diambil orang lho.."
"Ahh!! udah-udah, aku bukan mau gosipan nihh"
"Ahahaha, ya udah, ada apa sih? tumben amat lo nyariin gue pake Skype.."
"Ah.. iya.. aku..." aku terdiam... mulutku yang tadinya berniat untuk menceritakan ke Cindy perihal Linda tadi tidak dapat keluar dari mulutku.
Sosok wanita yang sama, seperti yang tadi kulihat berada di belakang Linda, kini juga terlihat sedang berdiri... tepat.di belakang.Cindy...
"Cin..." bisikku...
"Hmm? kenapa? loh? kok lu jadi pucet begitu?" tanya Cindy bingung.
"Nggak.... kamu.. nggak terasa apa-apa?"
"Haahh?? ah, lu jangan bikin gua takut dong. Ada apa sih? bukan mau nge-prank gue kan ini?"
Aku menggeleng.
Cindy mengerutkan alisnya "Ini masalah 'dunia sana' ya?" tanyanya hati-hati.
"Kurang lebih begitu..." bisikku. Sementara sosok wanita berwajah pucat di belakang Cindy menatap tepat ke arahku dengan pandangan seperti ingin melompat ke hadapanku.
Cindy mengangkat bahunya, namun wajahnya masih serius "Jadi... lu jadi mau ke tempat gue sekarang?" tanya gadis itu.
"Eh? ehhmm...." aku berusaha menghindari pandangan sosok wanita itu yang melotot tajam ke arahku. "Nggak... sepertinya nggak jadi deh..."
Cindy menatapku heran, tapi kemudian dia mengangguk dan berkata "Ya udah, terserah lu aja sih" katanya.
Setelah dia berkata demikian, sekejap layar Skype yang menayangkan wajah Cindy berkedip, dan sosok wanita itu menghilang, dan Cindy menutup hubungan Skype kami.
Tapi aku tetap masih ketakutan dengan sosok wanita yang entah mengapa selalu muncul di dekat orang-orang yang kuhubungi lewat Skype. Merasa tidak punya pilihan lain, meskipun masih terngiang-ngiang ucapan Cindy tadi sehingga membuatku agak enggan untuk menghubungi Ayano, tapi sepertinya saat itu hanya Ayano sajalah satu-satunya yang bisa kuandalkan selain Cindy.
Kali ini aku tidak menggunakan Skype, aku hanya menelepon saja ke Ayano.
"Halo? ada apa, Lis?" tanya Ayano ketika sambungan telepon terhubung.
"Ko... koko masih lama kah pulangnya?"
"Kenapa?"
"Nanti ke tempat aku sebentar please...."
"Ada apa, Lis?"
"..... nanti aja yah aku jelasinnya, koko janji ya mampir nanti"
"Ya udah, nanti koko pasti ke sana. Kamu tunggu nggak apa-apa?"
"Nggak apa-apa, Ko..."
Tepat sebelum aku memutuskan sambungan telepon dengan Ayano, aku mendengar suara yang terdengar keras.
KETEMU!!!!!
Suara itu begitu keras dan bergemuruh. Seakan seluruh kamarku ikut berguncang bersamanya.
Aku mematung karena terkejut. "A..apa itu tadi...?" gumamku dengan takut.
Keringat dingin mulai menetes dari keningku.
'Brrrrttt!! Brrrrrttt!!'
Laptopku mulai bergetar, seperti getaran yang terjadi pada ponsel.
"Hah?..." dengan takut aku mendekati laptopku yang bergetar dengan tidak wajar tersebut.
'Grrkkk..!! Grrrrkkk...!!'
Perlahan... dengan sangat perlahan laptop itu bergeser sedikit dari tempatnya.
Aku mendekati laptop itu dengan takut-takut dan berniat menyentuhnya.
'BRAAAAAKKKK!!!!!!'
Aku terkejut hingga terjatuh pada bokongku.
Dua bayangan tangan terbentuk pada layar laptopku yang tidak menyala. Seakan-akan tangan itu berada dari dalam... terkurung pada monitor itu.
'deg... deg.... deg.....'
Suara jantungku berdegup tidak karuan ketika kedua tangan itu mulai 'mencengkram' layar monitor itu. Semua kuku yang berada di kedua tangan itu terlihat berwarna hitam.
Dan perlahan-lahan, sebuah siluet wajah mulai muncul dari dalam monitor itu, seakan mahluk apapun itu, memang terkurung pada monitor itu dan sekarang berusaha menempelkan wajahnya pada layar laptopku.
KETEMU!!!!!!
Ujar wajah wanita itu dari dalam monitorku.
Wanita itu adalah wanita yang sama seperti wanita yang berada di belakang Linda dan berada di belakang Cindy tadi...
Wanita berwajah pucat, dengan kedua mata berlumuran darah....
Ketemu... ketemu... ketemu... KETEMUU!!!!!!! teriak wanita itu histeris dari dalam monitor itu. Tangannya tampak mencakar-cakar monitorku dengan percuma.
Punyaku.. punyaku...punyakuu!!!!!
Wanita itu mengantukkan kepalanya ke monitor berulang-ulang dan dengan frustasi. Namun sepertinya dia tidak bisa keluar dari monitor laptop itu.
PUNYAKUUUU!!!!!
BADAN PUNYAKUU!!!!!
Laptopku mulai bergeser perlahan mendekatiku.
"Hii....!!" aku bergeser mundur karena takut. Keringat dingin sudah membasahi tubuhku.
Aku sudah sangat ketakutan saat itu, karena itulah ketika pintu kostku terbuka, aku benar-benar terlonjak karena terkejut.
"Lis?" panggil Ayano yang melongokkan kepalanya dari ambang pintu.
"Loh?? kamu lagi ngapain??" tanya Ayano yang melihatku sedang terduduk di lantai.
PENGGANGGU!!!! teriak wanita itu lagi.
Ayano terkesiap, wajahnya langsung waspada. Dia menatapku dengan pandangan bertanya-tanya.
Aku hanya bisa mengangguk dan menatap dengan takut ke arah laptopku.
Ayano menatap laptopku yang masih bergeser perlahan-lahan menuju pinggiran meja.
Dia mendekati Laptop itu perlahan-lahan.
Aku melihatnya terkejut ketika mendapati sosok wanita itu di layar laptopku.
PERGII!!!!!! teriak wanita itu yang membuat laptopku terguncang hebat.
Ayano mendekati laptop itu perlahan dan mengulurkan tangannya.
"Ko??!!" teriakku panik dan bingung melihat apa yang dilakukan Ayano.
PENGGANGGU!! PERGIII!!!!!!!
Namun Ayano tetap saja mengulurkan jarinya ke arah laptop itu. 'Click!'
Layar laptop menyala. Dan seketika itu juga, sosok wanita itu menghilang...
Aku hanya bisa terbengong-bengong melihat apa yang terjadi.
"Ap.... apa-apaan.... kenapa... koko bisa tau?"
"Tau apaan?"
"Cara bikin mahluk itu hilang?" tanyaku tidak percaya.
"Ohh... sebenernya sih nggak tau... feeling aja... soalnya kalo laptopnya nyala kan nggak mantul..." kata Ayano.
Aku melihatnya sedang berusaha mengatur nafas. Ternyata dia juga sedang mengatasi ketakutannya.
"Haha... Ahahahahahahahaha!!!" aku tidak kuasa menahan tawaku.
"Eh? kenapa kamu ketawa?!"
"Aku kira.. aku kira koko udah berani banget. Taunya cuma coba-coba, ahahahahaha!!!"
"Iya sih, hahahahahaha"
====
Just a note though..
Ini belum pernah bilang ke Elisa sih, dan tadinya juga saya lupa soal ini karena uda lewat lama juga.
Sebenernya, selama beberapa hari setelah itu, setiap malem selalu ada bunyi 'grukk-grukk-grukk' plus suara ngedesis 'pengganggu...'
Kurang lebih sekitar semingguan lewat deh.
Tadinya udah saya cari-cari di seisi rumah tapi nggak ketemu. Sampe akhirnya saya nyadar satu...
Suara itu datengnya dari HP yang digeletakin di nakas samping tempat tidur saya.
Akhirnya semenjak itu saya kalau malem idupin opsi 'don't turn off screen when charging' di HP itu.
Kurang lebih sebulan baru saya matiin itu opsi, pulang dari kampungnya Elisa dan abis ketemu oma Elly. Untungnya udah nggak ada lagi tu suara reseh bikin ngga bisa tidur tenang karena takut diculik.
Abis eikeh kan imuut.
#gubraakk!!
Spoiler for Ternyata:
Catatan sebelum memulai : timeline cerita ini kurang lebih pada saat aku dan Ayano masih sebagai teman. Dan belum mengenal Desy, jadi pada waktu itu Cindy masih teman dekatku yang utama (sekarang dia sudah pulang kampung karena married sih... jadi sudah jarang keluar di cerita yang baru-baru ini kejadiannya).
---
Semenjak dikenalkan dengan teknologi Skype oleh Ayano, aku jadi keranjingan menanyakan ke teman-temanku lamaku yang sudah nun-jauh di sana, yang hanya bisa kulihat dari facebook, meskipun tidak banyak jumlahnya, tapi mereka adalah sebagian kecil orang yang tidak mengucilkan aku karena kemampuanku ini. Aku kangen mereka, karena itu aku bertanya apakah mereka juga memiliki Skype atau tidak.
Hasilnya cukup mengejutkanku, ternyata teman-temanku lumayan banyak juga yang sudah bermain Skype. Ternyata akulah yang ketinggalan zaman saat ini.
Dan salah satu temanku itu adalah teman dekatku pada waktu SD. Gadis yang ceria dan tidak mengenal takut, tidak terkecuali hantu. Sebenarnya, itu sebabnya dia mau berteman denganku yang dulu hampir selalu histeris karena seringnya melihat 'mereka'.
Linda, itulah nama gadis itu.
Saking beraninya dia, bahkan terkesan nekad, dia dengan berani menerima tantangan dari perusahaannya bekerja untuk mendapat beasiswa kuliah sambil kerja di Singapura dari perusahaannya, dengan resiko kalau dia harus membayar penalty apabila dia tidak lulus standar nilai minimal yang harus didapatkan para penerima beasiswa itu. Para seniornya di kantor itu tidak cukup berani mengambil resiko itu, pada akhirnya tawaran itu jatuh ke tangan Linda karena sedikitnya peminat dari program beasiswa itu.
Dengan tekad dan ketekunannya, sampai sekarang sudah berlalu tiga tahun semenjak Linda ditetapkan sebagai karyawan tetap di cabang perusahaan itu di Singapura.
Kurang lebih dua bulan lalu, aku mendapatkan email darinya. Aku cukup terkejut namun sangat senang karena mendapatkan kabar kembali dari teman baikku yang sudah lama hilang.
Aku mengirimkan email yang menanyakan apakah dia memiliki Skype?
Dan dia menjawab kalau Skype dan Whatsapp (waktu itu aku bahkan tidak tau apa Whatsapp itu) adalah metode percakapan standard di Singapura ditambah dengan beberapa macam sosial media lainnya.
Aku sungguh senang ketika mendengarnya. Berarti aku bisa menghubungi temanku dan saling bertatap wajah dengannya melalui Skype.
Tanpa aku mengetahui, kalau ternyata Skype itulah yang menjadi kunci dari pengalaman mengerikan yang akan kuhadapi kemudian.
---
Pagi itu, aku menghubungi temanku Linda dari Skype.
Aku sudah berjanji padanya kemarin, dan hari ini adalah hari minggu.
"Hai Linda" sapaku ketika wajah Linda muncul di layar laptopku.
"Morning, Lisa" sapa Linda kembali.
Kami saling bertukar sapa dan bercerita hal-hal yang ringan dan saling bernostalgia. Dan pada saat itulah, aku melihat sesuatu...
Semacam sosok seorang wanita yang lewat di belakang Linda.
"Oh!!!" teriakku.
"Hah? kenapa?" tanya Linda kebingungan melihat reaksiku. Dia memandangiku sebentar melalui layar dan kemudian bertanya dengan mata berbinar "Ada ya? ada sesuatu di tempat gue ya?!"
Ah... aku lupa gadis ini sih malah suka hal-hal seperti ini. Terutama karena dia sama sekali tidak bisa melihat 'mereka'.
Aku jadi begidik ketika mengingat Linda pernah bertanya padaku di bawah pohon pepaya "Apa di sini ada 'mereka' juga?" dan aku bahkan tidak berani memandang ke arahnya karena ada sosok wanita berbaju merah darah sedang berdiri di sampingnya sedang menatap Linda dengan pandangan sangat marah. Tapi tidak pernah terjadi apapun pada Linda. Gadis itu benar-benar tidak pernah bersentuhan sama sekali dengan 'dunia sana'.
Kadang aku merasa betapa beruntungnya dia....
"Lisa!! ada apa!? kamu lihat apa di tempatku??! dimana kamu melihatnya!!!??" tanya Linda dengan bersemangat.
"Ehh... di belakangmu... ada yang lewat tadi..." kataku.
Dengan cepat Linda langsung beranjak dari tempat duduknya dan celingukan mencari-cari sosok 'wanita' yang tadi kulihat.
"Ahh... aku tetap nggak bisa lihat...." ucap Linda dengan kecewa "Apa masih ada sosok itu di dekatku, Lis?" tanya Linda sembari duduk kembali di bangkunya.
Aku menggeleng "Udah nggak ada" kataku.
Tapi, entah mengapa aku masih merasakan udara dingin yang menandakan kehadiran 'mereka'....
"Oke, kalau begitu aku off dulu ya. Mau going out with my BF nih" kata Linda kemudian.
"Oke"
"See you later, Lis"
"See you later" jawabku.
Sesaat sebelum layar Linda mati, aku melihat pemandangan yang membuat seluruh tulangku lemas...
Sosok wanita yang berwajah pucat dan tersenyum dengan bibirnya yang memakai gincu merah.. sangat merah... sedang tersenyum ke arahku dari belakang Linda.
"Astaga....!!! Linda!!" tapi terlambat, layar video call Linda sudah tertutup. Aku mencoba untuk menghubunginya, tapi sepertinya Linda tidak berada lagi di tempatnya.
Aku hanya bisa berdoa semoga Linda tidak kenapa-kenapa... seperti biasanya.... semoga dia tidak menyadari 'mahluk' itu.
Tiba-tiba, udara dingin berhembus di leherku. Aku berbalik karena refleks...
Tidak ada apa-apa..
Namun perasaanku benar-benar tidak enak..
Aku melihat sekali lagi ke sekeliling kamarku. Tidak ada apa-apa... benar-benar tidak ada apa-apa... tapi kenapa aku merasa seperti ada yang mengawasiku...
"Uhh..." dengan rasa ragu dan takut aku kembali menyalakan laptopku.
Dengan penuh harap aku mencari-cari nama Cindy di daftar contact-ku, dan bernafas lega ketika Cindy membuka layar Skype-nya.
Kemungkinan Cindy sedang berada di mall kalau dilihat dari background yang kulihat. Sepertinya dia mengakses Skype dari ponselnya.
"Cin" panggilku.
"Kenapa, Lis? tumben amat lu nyari gue lewat Skype hari gini? biasa malem-malem?"
"Aku.... err... kamu di mana, Cin? aku ke situ deh... lagi agak kenapa nih sendirian..." kataku.
"Loh, laki lu mana?" tanya Cindy.
"Haah??? siapa laki aku?" kataku kaget.
"Lhaaaaa... cowok yang ada selalu di sekitar kamu itu lhoo" ledek Cindy.
"Eh? oohh... maksudnya Ayano?" tanyaku gelagapan.
"Iyalah, memang cowok lu berapa?" ledek Cindy lagi sambil tertawa cekikikan.
"Ehh... dia bukan cowok aku, kok" bantahku.
"Alahh... lu ini. Kalau nggak cepat-cepat diambil orang lho.."
"Ahh!! udah-udah, aku bukan mau gosipan nihh"
"Ahahaha, ya udah, ada apa sih? tumben amat lo nyariin gue pake Skype.."
"Ah.. iya.. aku..." aku terdiam... mulutku yang tadinya berniat untuk menceritakan ke Cindy perihal Linda tadi tidak dapat keluar dari mulutku.
Sosok wanita yang sama, seperti yang tadi kulihat berada di belakang Linda, kini juga terlihat sedang berdiri... tepat.di belakang.Cindy...
"Cin..." bisikku...
"Hmm? kenapa? loh? kok lu jadi pucet begitu?" tanya Cindy bingung.
"Nggak.... kamu.. nggak terasa apa-apa?"
"Haahh?? ah, lu jangan bikin gua takut dong. Ada apa sih? bukan mau nge-prank gue kan ini?"
Aku menggeleng.
Cindy mengerutkan alisnya "Ini masalah 'dunia sana' ya?" tanyanya hati-hati.
"Kurang lebih begitu..." bisikku. Sementara sosok wanita berwajah pucat di belakang Cindy menatap tepat ke arahku dengan pandangan seperti ingin melompat ke hadapanku.
Cindy mengangkat bahunya, namun wajahnya masih serius "Jadi... lu jadi mau ke tempat gue sekarang?" tanya gadis itu.
"Eh? ehhmm...." aku berusaha menghindari pandangan sosok wanita itu yang melotot tajam ke arahku. "Nggak... sepertinya nggak jadi deh..."
Cindy menatapku heran, tapi kemudian dia mengangguk dan berkata "Ya udah, terserah lu aja sih" katanya.
Setelah dia berkata demikian, sekejap layar Skype yang menayangkan wajah Cindy berkedip, dan sosok wanita itu menghilang, dan Cindy menutup hubungan Skype kami.
Tapi aku tetap masih ketakutan dengan sosok wanita yang entah mengapa selalu muncul di dekat orang-orang yang kuhubungi lewat Skype. Merasa tidak punya pilihan lain, meskipun masih terngiang-ngiang ucapan Cindy tadi sehingga membuatku agak enggan untuk menghubungi Ayano, tapi sepertinya saat itu hanya Ayano sajalah satu-satunya yang bisa kuandalkan selain Cindy.
Kali ini aku tidak menggunakan Skype, aku hanya menelepon saja ke Ayano.
"Halo? ada apa, Lis?" tanya Ayano ketika sambungan telepon terhubung.
"Ko... koko masih lama kah pulangnya?"
"Kenapa?"
"Nanti ke tempat aku sebentar please...."
"Ada apa, Lis?"
"..... nanti aja yah aku jelasinnya, koko janji ya mampir nanti"
"Ya udah, nanti koko pasti ke sana. Kamu tunggu nggak apa-apa?"
"Nggak apa-apa, Ko..."
Tepat sebelum aku memutuskan sambungan telepon dengan Ayano, aku mendengar suara yang terdengar keras.
KETEMU!!!!!
Suara itu begitu keras dan bergemuruh. Seakan seluruh kamarku ikut berguncang bersamanya.
Aku mematung karena terkejut. "A..apa itu tadi...?" gumamku dengan takut.
Keringat dingin mulai menetes dari keningku.
'Brrrrttt!! Brrrrrttt!!'
Laptopku mulai bergetar, seperti getaran yang terjadi pada ponsel.
"Hah?..." dengan takut aku mendekati laptopku yang bergetar dengan tidak wajar tersebut.
'Grrkkk..!! Grrrrkkk...!!'
Perlahan... dengan sangat perlahan laptop itu bergeser sedikit dari tempatnya.
Aku mendekati laptop itu dengan takut-takut dan berniat menyentuhnya.
'BRAAAAAKKKK!!!!!!'
Aku terkejut hingga terjatuh pada bokongku.
Dua bayangan tangan terbentuk pada layar laptopku yang tidak menyala. Seakan-akan tangan itu berada dari dalam... terkurung pada monitor itu.
'deg... deg.... deg.....'
Suara jantungku berdegup tidak karuan ketika kedua tangan itu mulai 'mencengkram' layar monitor itu. Semua kuku yang berada di kedua tangan itu terlihat berwarna hitam.
Dan perlahan-lahan, sebuah siluet wajah mulai muncul dari dalam monitor itu, seakan mahluk apapun itu, memang terkurung pada monitor itu dan sekarang berusaha menempelkan wajahnya pada layar laptopku.
KETEMU!!!!!!
Ujar wajah wanita itu dari dalam monitorku.
Wanita itu adalah wanita yang sama seperti wanita yang berada di belakang Linda dan berada di belakang Cindy tadi...
Wanita berwajah pucat, dengan kedua mata berlumuran darah....
Ketemu... ketemu... ketemu... KETEMUU!!!!!!! teriak wanita itu histeris dari dalam monitor itu. Tangannya tampak mencakar-cakar monitorku dengan percuma.
Punyaku.. punyaku...punyakuu!!!!!
Wanita itu mengantukkan kepalanya ke monitor berulang-ulang dan dengan frustasi. Namun sepertinya dia tidak bisa keluar dari monitor laptop itu.
PUNYAKUUUU!!!!!
BADAN PUNYAKUU!!!!!
Laptopku mulai bergeser perlahan mendekatiku.
"Hii....!!" aku bergeser mundur karena takut. Keringat dingin sudah membasahi tubuhku.
Aku sudah sangat ketakutan saat itu, karena itulah ketika pintu kostku terbuka, aku benar-benar terlonjak karena terkejut.
"Lis?" panggil Ayano yang melongokkan kepalanya dari ambang pintu.
"Loh?? kamu lagi ngapain??" tanya Ayano yang melihatku sedang terduduk di lantai.
PENGGANGGU!!!! teriak wanita itu lagi.
Ayano terkesiap, wajahnya langsung waspada. Dia menatapku dengan pandangan bertanya-tanya.
Aku hanya bisa mengangguk dan menatap dengan takut ke arah laptopku.
Ayano menatap laptopku yang masih bergeser perlahan-lahan menuju pinggiran meja.
Dia mendekati Laptop itu perlahan-lahan.
Aku melihatnya terkejut ketika mendapati sosok wanita itu di layar laptopku.
PERGII!!!!!! teriak wanita itu yang membuat laptopku terguncang hebat.
Ayano mendekati laptop itu perlahan dan mengulurkan tangannya.
"Ko??!!" teriakku panik dan bingung melihat apa yang dilakukan Ayano.
PENGGANGGU!! PERGIII!!!!!!!
Namun Ayano tetap saja mengulurkan jarinya ke arah laptop itu. 'Click!'
Layar laptop menyala. Dan seketika itu juga, sosok wanita itu menghilang...
Aku hanya bisa terbengong-bengong melihat apa yang terjadi.
"Ap.... apa-apaan.... kenapa... koko bisa tau?"
"Tau apaan?"
"Cara bikin mahluk itu hilang?" tanyaku tidak percaya.
"Ohh... sebenernya sih nggak tau... feeling aja... soalnya kalo laptopnya nyala kan nggak mantul..." kata Ayano.
Aku melihatnya sedang berusaha mengatur nafas. Ternyata dia juga sedang mengatasi ketakutannya.
"Haha... Ahahahahahahahaha!!!" aku tidak kuasa menahan tawaku.
"Eh? kenapa kamu ketawa?!"
"Aku kira.. aku kira koko udah berani banget. Taunya cuma coba-coba, ahahahahaha!!!"
"Iya sih, hahahahahaha"
====
Spoiler for Catatan Ayano 1:
Just a note though..
Ini belum pernah bilang ke Elisa sih, dan tadinya juga saya lupa soal ini karena uda lewat lama juga.
Sebenernya, selama beberapa hari setelah itu, setiap malem selalu ada bunyi 'grukk-grukk-grukk' plus suara ngedesis 'pengganggu...'
Kurang lebih sekitar semingguan lewat deh.
Tadinya udah saya cari-cari di seisi rumah tapi nggak ketemu. Sampe akhirnya saya nyadar satu...
Suara itu datengnya dari HP yang digeletakin di nakas samping tempat tidur saya.
Akhirnya semenjak itu saya kalau malem idupin opsi 'don't turn off screen when charging' di HP itu.
Kurang lebih sebulan baru saya matiin itu opsi, pulang dari kampungnya Elisa dan abis ketemu oma Elly. Untungnya udah nggak ada lagi tu suara reseh bikin ngga bisa tidur tenang karena takut diculik.
Abis eikeh kan imuut.
#gubraakk!!
Spoiler for Catatan Ayano 2:
Oh btw, hati-hati ya you all, bukan kenapa-kenapa kok, khawatir aja soalnya.
Apalagi ini Malem Jumat
-Ayano-
Apalagi ini Malem Jumat
-Ayano-
Diubah oleh ayanorei 20-04-2017 20:43
1
Kutip
Balas