- Beranda
- Stories from the Heart
PELANGI YANG INDAH
...
TS
s3tanalas
PELANGI YANG INDAH
السلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya disini mau menuliskan cerita tentang kejadian hidup saya , sebelum nya mohon ijin kepada para penghuni TS khususnya untuk para master master SFTH . Sudah hampir 3 tahun saya membaca setiap cerita cerita di SFTH ini dan akhirnya saya memutuskan untuk bercerita tentang cerita saya sendiri , mohon maaf kalau ada salah salah kata atau cara penulisan yang kurang jelas , karena ini pertama kali sama menulis cerita .

Quote:
PROLOG
Quote:
Spoiler for "INDEX":
Quote:
Diubah oleh s3tanalas 19-04-2017 20:55
anasabila memberi reputasi
1
17.6K
104
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
s3tanalas
#80
Part 9 ( Luka dan Senyuman )
Malam hari pukul 22.00 tepat acara Jurit malam di laksanakan , Gua dan regu gua sudah siap siap berbaris depan tenda menunggu giliran untuk berangkat jurit malam . Sebelumnya seorang pembina sudah memberitahukan rute yang harus kami lewati dan regu gua sudah di bagi menjadi 2 , Gua dan Rijal , sedangkan Otong , Farhan , dan Fahmi mereka bertiga . Regu regu yang lain sudah mulai berangkat , sambil menunggu giliran kamipun bercanda ringan sambil meledek Fahmi yang takut akan makhluk halus
.
Beberapa menit kemudian , Billa dan salah satu temannya berangkat untuk mengikuti jurit malam . Sedangkan selesai regu billa sudah berangkat , sekarang giliran Gua dan Rijal di panggil oleh salah seorang pembina . Gua dan Rijal berjalan mengikuti Arah panah yang sudah di beritahukan oleh kaka Pembina. Saat itu gua membawa 2 senter , 1 di pegang oleh gua , 1 lagi di pegang oleh rijal .
Saat di pertengahan hutan , gua dan rijal sedikit kaget karena mendengar suara suara aneh dari dalam hutan .
"Jal...." kata gua sedikit ketakutan sambil mencari arah panah.
"Apaan vin ? ." jawab rijal di depan gua sambil menyenter setiap pohon untuk mencari arah panah.
"Lo denger suara aneh ga ?." gua memegang pundak rijal sambil sesekali melihat ke setiap pohon yang ada di hutan itu.
"Dengar kok vin ." kata rijal melihat ke arah gua. " Udah ga usah di dengerin vin , itumah cuman akal-akalan pembina aja buat nakutin kita." lanjut rijal santai.
"Tapi jal , kayanya ada yang aneh ." jawab gua masih memegang pundak rijal sambil focus mendengarkan suara tangisan yang samar samar terdengar di telinga gua..
"Aneh gimana sih vin ?."
"Perasaan gua beda ini jal , kayaknya ini bukan akal-akalan dari kaka pembina buat ngerjain kita . Ini beneran kayak suara cewe nangis." Masih terus memfocuskan telinga gua mencari sumber suara.
"Iya juga sih vin , tapi gua bingung dari mana asal suara nya ." kini rijal focus mencari sumber suara.
Gua dan rijal terus mencari sumber suara isak tangis itu , gua terus berjalan sambil mencari sumber suara tangisan itu . Gua dan rijal terus menyenteri setiap sudut dari hutan itu , alhasil samar samar gua melihat 2 orang cewe sedang duduk sambil menangis di bawah pohon tepi jurang.
"Jal , kaya nya itu ." sahut gua di belakang rijal sambil terus menyenter 2 orang cewe itu.
"Mana mana vin." Mata rijal mencari arah yang gua sebut .
Gua dan rijal berlari ke arah 2 cewe itu , setelah dekat dengan cewe itu , terlihat jelas salah seorang dari cewe itu memegangi kakinya karena saat itu kaki dari salah seorang cewe itu keluar darah. Sedangkan cewe yang 1 nya lagi terus memeluk cewe yang kesakitan sambil memegangi kakinya yang penuh darah.
"Please tolongin gua ." kata seorang cewe yang terus memeluk cewe yang kesakitan.
"Ko ini bisa berdarah gini sih ? ." tanya gua bingung sambil meluruskan kaki cewe yang kesakitan , sedangkan muka dari cewe yang kesakitan itu terus menunduk sambil terus mengeluarkan airmata.
"Tadi dia kepleset terus kakinya kena ranting pohon." jawab cewe yang masih terus memeluk cewe yang kesakitan itu.
"Eh jal , pegangin dulu bentar ." gua memberikan senter gua ke rijal di samping gua.
Saat itu gua mencoba untuk membersihkan luka cewe itu menggunakan air mineral yang sengaja gua bawa lalu gua perban menggunakan shal yang gua pake .
"Masih kerasa sakit ? ." tanya gua ke cewe yang sudah mulai berenti meneteskan airmata.
"uhuukk, Uhuukk , makasih ya ." jawab cewe itu lalu mengangkat wajahnya ke arah gua.
"Billa ? ." gua kaget saat melihat wajah cewe yang kesakitan dari tadi , jujur saat itu gua ga ngira kalau cewe itu adalah billa.
"Alvin ? ." billa pun kaget saat melihat gua yang menolongnya.
"Ko bisa sih bill lu kepleset ?." tanya gua.
"Hmm , udah deh vin entar aja lu nanya nya
." jawab billa masih sedikit kesakitan dengan muka sedikit ketakutan.
"Yaudah deh bil , lu masih kuat buat jalan ? ."
"Kuat ko vin ." billa pun bangun sambil di bantu oleh salah seorang temanya , tapi saat mencoba untuk berdiri , billa pun kembali jatuh karena masih belum kuat untuk berdiri.
"Lu ga apa2 bil ." kata gua lalu memegang pundaknya billa.
"Lu gendong aja vin , kasihan itu billa belum bisa jalan." timpal rijal masih berdiri sambil terus menyenteri sekeliling pohon.
"Tapi jal..." jawab gua sambil melirik ke rijal.
"Udah buruan , yang ada kalau lama2 disini malah bikin panik yang lain vin."
Tanpa pikir panjang , gua langsung menggendong Billa , saat itu billa memeluk leher gua dengan erat sambil kepalanya menyender di pundak gua . Gua berjalan di belakang Rijal dan salah seorang temanya menuju tempat kemah , gua dan rijal sengaja engga ngelanjutin rute , karena takut ada apa2 sama billa dan salah seorang temenya billa.
"Makasih ya udah mau nolongin gua vin." billa berbisik ke telinga gua saat billa sedang di gendong oleh gua.
"Iya bil , sama2 hehe
." jawab gua.
"Coba tadi kalau lu ga nolongin gua , kayaknya gua udah di makan sama binatang buas
."
"Ah elu bill bisa aja , tapi mana ada sih binatang buas di bukit kaya gini
."
"Siapa tau ada vin
."
Sesampainya di tempat kemah , para pembina panik melihat Billa yang sedang gua gendong , muka billa sedikit pucet saat itu , selain udara yang dingin malam itu , billa pun ngeluarin darah cukup banyak dari luka di kakinya itu.
"De itu kenapa ? ko bisa luka kaya gitu." tanya salah seorang pembina sedikit panik.
"Udah ka ga usah banyak tanya !! tenda PMR sebelah mana ?." jawab rijal sambil bertanya.
"Yaudah ayo ikut ." jawab salah seorang pembina cewe yang memakai tanda PMR di lengannya.
Gua langsung menuju tenda PMR di iringi oleh temenya billa dan rijal di depan gua. Sesampainya di tenda PMR , kami di sambut oleh anggota PMR yang sedang berjaga di depan tenda . Tanpa mendengarkan kata kata mereka semua , gua lansung membaringkan badanya billa ke sebuah matras yang ada di dalam tenda , lalu gua pun ijin untuk keluar bersama dengan rijal karena Billa akan di obati oleh seorang cewe selaku anggota PMR .
Gua dan rijal menunggu di luar tenda sedangkan temen nya billa masih di dalam menemani billa yang sedang di obati .
"De sebenernya cewe yang di dalam itu kenapa ? ." tanya seorang cewe di samping gua.
Rijal pun tarik nafas dalam dalam lalu menceritakan kepada cewe itu dengan detail . Sedangkan gua hanya diam sambil memandang langit yang cukup gelap dan sepi saat itu , tidak ada bintang bintang bintang dan sinar bulan yang menerangi malam gua di perkemahan , yang ada hanya ada suara jangkrik dan suara gaduh dari dalam tenda pembina.
Beberapa menit kemudian , 3 orang cewe selaku anggota PMR itu keluar dari dalam tenda dan di iringi oleh temenya billa.
" Gimana ka kondisi billa ? ." tanya gua sedikit panik.
"Ga apa2 ko de, cuman luka kecil doang
." jawab salah seorang anggota PMR.
"Oh syukur deh kalau gitu ka
." lanjut gua lalu masuk kedalam tenda menemui billa.
"Udah mendingan bil ?." sahut gua duduk disambil billa .
"Lumayan vin
." Jawab billa lalu mencoba bangun untuk duduk. "Ohiya vin , makasih ya
." lanjut billa sudah duduk di samping gua sambil meminum teh hangat.
"Iya sama2 bill
." jawab gua singkat sambil memandangi wajah billa yang sedang meminum teh hangat lalu kembali melamun .
"Vin ." tanya billa yang saat itu gua sedang melamun melihat ke arah luar tenda.
"Ya bill." jawab gua lalu melihat ke arah wajah billa.
"Kamu jago juga ya maen gitar , terus suara kamu juga bagus loh vin
."
"Ah elu bisa aja bill , buat idung gua terbang aja
."
"Serius vin ,emang bagus suara kamu
soalnya tadi gua sempet ngeliat lu maen gitar sambil nyanyi pas istirahat selesai apel ." jawab billa sambil memandang wajah gua.
"Ah udah ahh , lama lama beneran ini idung terbang bill -_- ." jawab gua sedikit malu dengan muka sedikit memerah.
"Hahahahaha
Kamu lucu ya vin kalau lagi salah tingkah
."
"Apaan sih bill , udah ah udah -_- ." jawab gua sambil salah tingkah.
"Hahahahaha
, Ohiya vin, temen kamu yang tadi nolong aku kemana ?."
"Ada di luar bill , lagi ngobrol sama kaka pembina."
"Ohhh
." jawab billa singkat lalu kembali membaringkan badanya kembali ke matras.
"Bill , gua keluar dulu ya , Jangan lupa istirahat
."
"Iya vin hehehe
bilangin sama temen kamu vin , makasih gitu
." kata billa dengan senyuman.
"Okee bil
." jawab gua dengan senyuman lalu menutup tenda PMR itu.
Gua keluar lalu mengajak rijal untuk ngopi di depan tenda gua sambil bermain gitar . Selama bermain gitar gua terus membayangkan betapa indahnya malam ini walaupun sedikit ada rasa kasihan terhadap billa , tapi moment itu yang membuat gua bisa merasakan pelukan billa tepat di pundak gua . Oh billa , apa mungkin gua jatuh cinta sama lu ?
Malam hari pukul 22.00 tepat acara Jurit malam di laksanakan , Gua dan regu gua sudah siap siap berbaris depan tenda menunggu giliran untuk berangkat jurit malam . Sebelumnya seorang pembina sudah memberitahukan rute yang harus kami lewati dan regu gua sudah di bagi menjadi 2 , Gua dan Rijal , sedangkan Otong , Farhan , dan Fahmi mereka bertiga . Regu regu yang lain sudah mulai berangkat , sambil menunggu giliran kamipun bercanda ringan sambil meledek Fahmi yang takut akan makhluk halus
.Beberapa menit kemudian , Billa dan salah satu temannya berangkat untuk mengikuti jurit malam . Sedangkan selesai regu billa sudah berangkat , sekarang giliran Gua dan Rijal di panggil oleh salah seorang pembina . Gua dan Rijal berjalan mengikuti Arah panah yang sudah di beritahukan oleh kaka Pembina. Saat itu gua membawa 2 senter , 1 di pegang oleh gua , 1 lagi di pegang oleh rijal .
Saat di pertengahan hutan , gua dan rijal sedikit kaget karena mendengar suara suara aneh dari dalam hutan .
"Jal...." kata gua sedikit ketakutan sambil mencari arah panah.
"Apaan vin ? ." jawab rijal di depan gua sambil menyenter setiap pohon untuk mencari arah panah.
"Lo denger suara aneh ga ?." gua memegang pundak rijal sambil sesekali melihat ke setiap pohon yang ada di hutan itu.
"Dengar kok vin ." kata rijal melihat ke arah gua. " Udah ga usah di dengerin vin , itumah cuman akal-akalan pembina aja buat nakutin kita." lanjut rijal santai.
"Tapi jal , kayanya ada yang aneh ." jawab gua masih memegang pundak rijal sambil focus mendengarkan suara tangisan yang samar samar terdengar di telinga gua..
"Aneh gimana sih vin ?."
"Perasaan gua beda ini jal , kayaknya ini bukan akal-akalan dari kaka pembina buat ngerjain kita . Ini beneran kayak suara cewe nangis." Masih terus memfocuskan telinga gua mencari sumber suara.
"Iya juga sih vin , tapi gua bingung dari mana asal suara nya ." kini rijal focus mencari sumber suara.
Gua dan rijal terus mencari sumber suara isak tangis itu , gua terus berjalan sambil mencari sumber suara tangisan itu . Gua dan rijal terus menyenteri setiap sudut dari hutan itu , alhasil samar samar gua melihat 2 orang cewe sedang duduk sambil menangis di bawah pohon tepi jurang.
"Jal , kaya nya itu ." sahut gua di belakang rijal sambil terus menyenter 2 orang cewe itu.
"Mana mana vin." Mata rijal mencari arah yang gua sebut .
Gua dan rijal berlari ke arah 2 cewe itu , setelah dekat dengan cewe itu , terlihat jelas salah seorang dari cewe itu memegangi kakinya karena saat itu kaki dari salah seorang cewe itu keluar darah. Sedangkan cewe yang 1 nya lagi terus memeluk cewe yang kesakitan sambil memegangi kakinya yang penuh darah.
"Please tolongin gua ." kata seorang cewe yang terus memeluk cewe yang kesakitan.
"Ko ini bisa berdarah gini sih ? ." tanya gua bingung sambil meluruskan kaki cewe yang kesakitan , sedangkan muka dari cewe yang kesakitan itu terus menunduk sambil terus mengeluarkan airmata.
"Tadi dia kepleset terus kakinya kena ranting pohon." jawab cewe yang masih terus memeluk cewe yang kesakitan itu.
"Eh jal , pegangin dulu bentar ." gua memberikan senter gua ke rijal di samping gua.
Saat itu gua mencoba untuk membersihkan luka cewe itu menggunakan air mineral yang sengaja gua bawa lalu gua perban menggunakan shal yang gua pake .
"Masih kerasa sakit ? ." tanya gua ke cewe yang sudah mulai berenti meneteskan airmata.
"uhuukk, Uhuukk , makasih ya ." jawab cewe itu lalu mengangkat wajahnya ke arah gua.
"Billa ? ." gua kaget saat melihat wajah cewe yang kesakitan dari tadi , jujur saat itu gua ga ngira kalau cewe itu adalah billa.
"Alvin ? ." billa pun kaget saat melihat gua yang menolongnya.
"Ko bisa sih bill lu kepleset ?." tanya gua.
"Hmm , udah deh vin entar aja lu nanya nya
." jawab billa masih sedikit kesakitan dengan muka sedikit ketakutan."Yaudah deh bil , lu masih kuat buat jalan ? ."
"Kuat ko vin ." billa pun bangun sambil di bantu oleh salah seorang temanya , tapi saat mencoba untuk berdiri , billa pun kembali jatuh karena masih belum kuat untuk berdiri.
"Lu ga apa2 bil ." kata gua lalu memegang pundaknya billa.
"Lu gendong aja vin , kasihan itu billa belum bisa jalan." timpal rijal masih berdiri sambil terus menyenteri sekeliling pohon.
"Tapi jal..." jawab gua sambil melirik ke rijal.
"Udah buruan , yang ada kalau lama2 disini malah bikin panik yang lain vin."
Tanpa pikir panjang , gua langsung menggendong Billa , saat itu billa memeluk leher gua dengan erat sambil kepalanya menyender di pundak gua . Gua berjalan di belakang Rijal dan salah seorang temanya menuju tempat kemah , gua dan rijal sengaja engga ngelanjutin rute , karena takut ada apa2 sama billa dan salah seorang temenya billa.
"Makasih ya udah mau nolongin gua vin." billa berbisik ke telinga gua saat billa sedang di gendong oleh gua.
"Iya bil , sama2 hehe
." jawab gua."Coba tadi kalau lu ga nolongin gua , kayaknya gua udah di makan sama binatang buas
." "Ah elu bill bisa aja , tapi mana ada sih binatang buas di bukit kaya gini
.""Siapa tau ada vin
."Sesampainya di tempat kemah , para pembina panik melihat Billa yang sedang gua gendong , muka billa sedikit pucet saat itu , selain udara yang dingin malam itu , billa pun ngeluarin darah cukup banyak dari luka di kakinya itu.
"De itu kenapa ? ko bisa luka kaya gitu." tanya salah seorang pembina sedikit panik.
"Udah ka ga usah banyak tanya !! tenda PMR sebelah mana ?." jawab rijal sambil bertanya.
"Yaudah ayo ikut ." jawab salah seorang pembina cewe yang memakai tanda PMR di lengannya.
Gua langsung menuju tenda PMR di iringi oleh temenya billa dan rijal di depan gua. Sesampainya di tenda PMR , kami di sambut oleh anggota PMR yang sedang berjaga di depan tenda . Tanpa mendengarkan kata kata mereka semua , gua lansung membaringkan badanya billa ke sebuah matras yang ada di dalam tenda , lalu gua pun ijin untuk keluar bersama dengan rijal karena Billa akan di obati oleh seorang cewe selaku anggota PMR .
Gua dan rijal menunggu di luar tenda sedangkan temen nya billa masih di dalam menemani billa yang sedang di obati .
"De sebenernya cewe yang di dalam itu kenapa ? ." tanya seorang cewe di samping gua.
Rijal pun tarik nafas dalam dalam lalu menceritakan kepada cewe itu dengan detail . Sedangkan gua hanya diam sambil memandang langit yang cukup gelap dan sepi saat itu , tidak ada bintang bintang bintang dan sinar bulan yang menerangi malam gua di perkemahan , yang ada hanya ada suara jangkrik dan suara gaduh dari dalam tenda pembina.
Beberapa menit kemudian , 3 orang cewe selaku anggota PMR itu keluar dari dalam tenda dan di iringi oleh temenya billa.
" Gimana ka kondisi billa ? ." tanya gua sedikit panik.
"Ga apa2 ko de, cuman luka kecil doang
." jawab salah seorang anggota PMR."Oh syukur deh kalau gitu ka
." lanjut gua lalu masuk kedalam tenda menemui billa."Udah mendingan bil ?." sahut gua duduk disambil billa .
"Lumayan vin
." Jawab billa lalu mencoba bangun untuk duduk. "Ohiya vin , makasih ya
." lanjut billa sudah duduk di samping gua sambil meminum teh hangat."Iya sama2 bill
." jawab gua singkat sambil memandangi wajah billa yang sedang meminum teh hangat lalu kembali melamun ."Vin ." tanya billa yang saat itu gua sedang melamun melihat ke arah luar tenda.
"Ya bill." jawab gua lalu melihat ke arah wajah billa.
"Kamu jago juga ya maen gitar , terus suara kamu juga bagus loh vin
." "Ah elu bisa aja bill , buat idung gua terbang aja
." "Serius vin ,emang bagus suara kamu
soalnya tadi gua sempet ngeliat lu maen gitar sambil nyanyi pas istirahat selesai apel ." jawab billa sambil memandang wajah gua."Ah udah ahh , lama lama beneran ini idung terbang bill -_- ." jawab gua sedikit malu dengan muka sedikit memerah.
"Hahahahaha
Kamu lucu ya vin kalau lagi salah tingkah
." "Apaan sih bill , udah ah udah -_- ." jawab gua sambil salah tingkah.
"Hahahahaha
, Ohiya vin, temen kamu yang tadi nolong aku kemana ?.""Ada di luar bill , lagi ngobrol sama kaka pembina."
"Ohhh
." jawab billa singkat lalu kembali membaringkan badanya kembali ke matras."Bill , gua keluar dulu ya , Jangan lupa istirahat
." "Iya vin hehehe
bilangin sama temen kamu vin , makasih gitu
." kata billa dengan senyuman."Okee bil
." jawab gua dengan senyuman lalu menutup tenda PMR itu.Gua keluar lalu mengajak rijal untuk ngopi di depan tenda gua sambil bermain gitar . Selama bermain gitar gua terus membayangkan betapa indahnya malam ini walaupun sedikit ada rasa kasihan terhadap billa , tapi moment itu yang membuat gua bisa merasakan pelukan billa tepat di pundak gua . Oh billa , apa mungkin gua jatuh cinta sama lu ?
Diubah oleh s3tanalas 19-04-2017 20:53
0