- Beranda
- Stories from the Heart
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
...
TS
prestant18
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
![Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/09/7213687_20171009032458.jpg)
CREDIT PICT: AGAN CATUR SAPUTRA
assalamualaikum
selamat siang kaskusers,
ane akan melanjutkan cerita dari thread ane sebelumnya.
untuk readers yang belum membaca kisah sebelumnya, silahkan baca di kisah keluarga perantau.
untuk cerita tentang perjalanan hidup dimana ane sudah mandiri,
cerita tersebut akan ane link dibawah,
selamat menikmati.... :
1. the beggining
2. tanah pertama
3. rumah pakdhe
4. kerja
5. belajar mengendalikan diri
6. desi
7. panggilan tes
8. Training
9. nilai dari sebuah perjalanan
10. misteri baung part 1
11. misteri baung part 2
12. misteri baung part 3
13. misteri baung part 4
14. mister baung part 5
15. misteri baung last part
16. perkenalan
17 teror
18. shita
19. shita 2
20. fighting
21. rendi
22. drama[belajar dewasa]
23. finally, we are. . .
24. another side from shita
25. moments
26. crash
27. about rendi
28. perpisahan 1
29. suasana baru
30. quality time 1
31. quality time 2
32. :'(
33. last memories of shita
34. TAKDIR
35. sisi gelapku
36. misteri mimpi nyata 1
37. misteri mimpi nyata 2
38. misteri mimpi nyata 3
39. resolusi
40. arah perubahan
41. rumah mas malik 1
42. rumah mas malik 2
43. rumah mas malik 3
44. rumah mas malik 4
45. maung dan mbah
46. rumah mas malik last chapter
47. sheryi 1
48. sheryl 2
49. djakarta; first impression
50. pemberitahuan
51. samapta
52. 2nd test
53. jangan sok
54. masa peralihan
55. tes kerja lagii
56. UPDATE SPESIAL TENTANG CV
57. indonesia
58. misteri divisi siang 1
59. misteri divisi siang 2 ( the story )
60. misteri divisi siang ( last part )
61. kematian itu pasti
62. PHK
63. adikku bernama dian 1
64. adikku bernama dian 2
65. titik balik
66. terus berjuang!!
67. SEMANGAT MERDEKA SAUDARAKU!
68. OJT 1
69. OJT 2
70. adek 1
71. adek 2
72. tulungagung, wecome to the jungle
73. pengalaman misteri baru
74. traveling with shita's family, [sakit]
75. she is. . .
76. hujan sore itu
77. aku ingin memastikan
78. sheryl's stories 1
79. sheryl's stories 2
80. sheryl's stories 3
81. my choice is, ,
82. teror 1; mabuk
83. alasanku memilih
84. teror 2, santet 1
85. teror 2, santet 2
86. karena kamu berbeda
87. teror 3, gangguan semakin berat
88. teror4, akhir
89. mimpi
90. hari yang dinanti nanti??
91. pertengkaran 1, fakta
92. pertengkaran 2, itu bukan kamu yang kukenal
93. PERTENGKARAN 3, AKHIR
94. SHERYL; FINAL CHAPTER
95. EPILOG
Diubah oleh prestant18 09-10-2017 03:30
zoekyvalkrye dan 65 lainnya memberi reputasi
62
1.3M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
prestant18
#427
SHITA
aku memberikan isyarat kepada pakde dan bude agar beristirahat saja.
bude memaksaku jika besok pagi aku tidak kunjung sehat, maka aku harus ke dokter.
aku hanya mencoba tersenyum untuk mengurangi kekhawatiran beliau.
beliau berdua meninggalkanku dengan sesekali masih menengok kepadaku.
kemudian aku kembali mencoba agar bisa kembali tertidur.
==
Adzan subuh berkumandang dari mushola dekat rumah pakdhe.
aku tidak berhasil kembali tidur karena ada rasa takut akan kembali bermimpi buruk.
aku bangun perlahan lahan dari kasur.
kepalaku terasa berat, namun lebih ringan daripada malam tadi.
rasa pegal dipundak juga sudah banyak berkurang.
aku berjalan perlahan lahan menuju kamar mandi.
kulihat pakdhe tukul sudah mulai memasak air dan bersiap membuat sarapan.
dirumah ini, karena pakdhe tukul dan bude at sama sama bekerja diperusahaan,
maka pekerjaan rumah pada siang harinya dikerjakan oleh bude ros.
untuk sarapan, pakdhe tukul lah yang memasak, karena bude at kurang pandai dalam urusan dapur.
pakdhe: “ udah enakan yo? “
aku: “ udah pakdhe, alhamdulillah “
pakdhe: “ alhamdulillah, , kalau memang belum fit, jangan dipaksa, nanti ijin aja, ke dokter. “
aku: “ jangan lah de, masih baru kok udah ijin “
pakdhe: “ lha daripada nanti kebanjur sakitnya “
aku: “ nggak kok, insyaAllah wes sehat “
aku berusaha meyakinkan pakdhe tukul jika aku baik baik saja.
kemudian aku menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu.
setiap gemericik air membawa dingin yang menyegarkan.
membuat kesadaranku semakin baik,
penat dipundak juga semakin berkurang.
dan setelah selesai wudhu, aku berganti baju dan menuju ke mushola.
==
aku duduk di shelter pemberhentian jemputan sambil bermain game di HP.
jam masih menunjukan pukul 07.15.
masih terlalu pagi sebenarnya,
sebab hari ini aku berangkat lebih awal karena membonceng pakdhe sampai pintu gerbang kawasan.
tubuhku sendiri sudah cukup bugar, walau ada sedikit sisa demamnya.
pegal pegal yang dari kemarin menyiksa, kali ini sudah cukup reda.
aku menikmati teh hangat dan beberapa potong kue kukis hangat yang kubeli didekat rumah pakdhe.
“ wah, pagi banget yo? “
suara merdu membuyarkan konsentrasiku yang sedang fokus menyelesaikan stage game prince of persia.
“ lho? mbak shi, eh?! shita, , “
perasaan jengkel karena keasyikanku terusik mendadak lenyap setelah tahu yang menyapaku adalah shita.
aku: “ tumben jam sekian sudah disini? “
shita: “ yee, , biasanya juga aku jam segini sudah standby kalau nggak repot “
aku: “ waah, , , berarti pertanyaan tadi buatku sendiri, , hehe “
shita: “ hihihi, , malu ni ye “
tawa merdu shita yang meledekku membuatku sedikit tersipu.
shita: “ lama nggak kelihatan, kamu dibagian apa kemarin penempatannya? “
aku: “ aku di departemen maintenance ni “
shita: “ ooh, maintenance, , “
aku: “ iya, alhamdulillah bisa banyak belajar kalau disitu “
shita: “ gimana kesannya selama hari2 awal? nyaman? “
aku: “ yaa, alhamdulillah nyaman si, daripada ditempat yang dahulu “
shita: “ wah, kamu sudah berpengalaman ya, kalau aku baru pertama disini setelah lulus kuliah, jadi mau bikin perbandingan juga nggk bisa “
( dari pembicaraan kami pada pertemuan sebelumnya, kami sudah bercerita latar belakang pendidikan masing masing, shita adalah alumnus universitas brawijaya malang,
awalnya aku canggung karena aku hanya lulusan STM, tapi ternyata shita orang yang tidak mempermasalahkan hal semacam itu dalam bersosialisasi )
kemudian aku dan shita berbicara cukup banyak tentang macam2 hal.
ada kemiripan karakter dan kesamaan sudut pandang dalam melihat suatu hal antara aku dan shita yang membuat percakapan kami mengalir dengan lancar.
setelah banyak bercakap cakap, ternyata shita juga adalah mantan atlet basket semasa SMA dulu, hanya saja ketika kuliah, hobi itu sudah mulai berkurang.
semakin cairlah pembicaraan kami.
shita: “ wah, asli ternyata kamu asyik juga ya yo, nggak nyangka, kirain kamu tu pendiam “
aku: “ aku ini pendiam lho, , , kalo lagi tidur tapi “
shita: “ nggak, bener, pas awal bajumu ketumpahan teh ae aku sampe salah tingkah, tak kirain kamu bakalan ndamprat plus marah2 “
aku: “ ngawur, iku asline aku yo arep marah2, kalau yang numpahin bukan kamu “
shita: “ lha emang kenapa kalau aku? “
aku: “ wajahmu waktu itu kasian banget, kaya mau nangis, jadi nggak tega mau marah
“
shita: “
emang sebegitu menyedihkannya mukaku
“
aku hanya tertawa mendengar kata katanya.
sebenarnya bukan karena itu alasan aku tidak marah.
selain karena tidak sengaja, aku sudah terlanjur gagal fokus dengan paras cantik shita.
akhirnya kamipun beranjak menuju mobil jemputan.
mobil yang sedianya membawa kami ke PT sudah tersedia dan para karyawan yang menunggu juga sudah bersiap untuk naik.
beberapa orang perempuan naik terlebih dahulu dan kemudian disusul shita.
aku naik terakhir untuk duduk didekat pintu.
setelah pintu ditutup, mobil meluncur membawa kami keperusahaan tempat kami mengais nafkah.
==
setelah hari itu, aku bekerja seperti biasa.
rasa pegal yang muncul dipundak ketika aku sakit sudah lenyap sepenuhnya.
ini juga berkat bantuan pak nyo, salah satu personil maintenance yang cukup memahami masalah spiritual.
beliau sempat memanggilku pada hari setelah aku jatuh di basement.
kemudian pak nyo menepuk pundakku dan memijatnya tepat dititik yang pegal.
pak nyo berkata jika semua sudah baik baik saja.
beliau berpesan agar aku selalu berdoa dan ingat kepada Allah, karena aku “menarik”.
aku sempat tidak memahami arti dari “menarik” yang pak nyo katakan dan menanyakan balik.
namun pak nyo hanya tersenyum penuh arti dan berkata jika semuanya baik baik saja.
aku juga mendapatkan info jika basement memang tempat yang angker.
jarang orang mau turun kebawah.
biasanya hanya personil maintenance dan juga petugas kebersihan yang turun kebawah.
amin bercerita jika konon katanya di basement dihuni banyak makhluk tk kasat mata,
sebab dulunya lahan tempat pabrik berdiri adalah kuburan umum yang digusur untuk pembangunan kawasan industri.
apesnya pabrik ini berdiri tepat diatas gusuran makam2 tersebut.
dia sendiri tidak pernah mau jika disuruh turun sendirian.
sebab kata para maintenance senior, ada sosok tanpa kepala yang suka menampakan diri.
aku hanya bersungut sungut mendengar cerita amin.
kutanyakan apakah dia pernah bertemu, dia menggeleng.
kutertawakan dia karena percaya isu tanpa pernah membuktikan.
amin hanya nyengir dan berkata lebih baik dia resign daripada liat gituan.
aku kembali tertawa, ,
tertawa karena dia ternyata penakut. .
dan tertawa karena aku lebih dulu tau dengan persis seperti apa rasanya bertemu sosok tersebut. .
disamping semua hal menyeramkan itu,
pertemanan antara aku dan shita juga semakin baik.
kami sudah tidak canggung ketika ngobrol.
seakan akan kami sudah berteman cukup lama.
dalam beberapa kesempatan ketika makan siang,
aku dan shita sering kali duduk satu meja dan ngobrol dengan enjoy.
banyak mata yang memperhatikanku, dan membawa perasaan tidak nyaman.
akupun mengatakan itu pada shita, walau secara tidak langsung.
aku: “ ta, aku kok nggak nyaman ya diliatin orang orang “
shita: “ halah, woles aja yo,biarin, , jangan pusing dengan pandangan orang, toh kamu nggak salah “
aku: “ iya sih, tapi btw kok kamu jarang makan bareng bareng sama temen2mu dari HO si? “ (HO = Head Office )
shita: “ males aja yo, soalnya kadang2 nggak nyambung ngobrolnya “
aku: “ kan sama sama cewek, “
shita: “ iya , tapi kadang risih aja kalau ngobrol nggak fair, , “
aku: “ nggak fair gimana? “
shita: “ yaa, kaya nggak tau cewek aja yo, sama A yang diomongin si C, sama C, yang diomongin si A, ntar yang B nggak ada, dialah yang diomongin “
aku: “ oo, gitu, , , , sayangnya aku nggak tau ta, aku laki2 ori “
shita hanya tertawa mendengar omonganku yang kadang ceplas ceplos.
dan dalam hatiku sendiri ada perasaan bahagia, karena bisa ngobrol lepas dengan shita.
karakternya yang fair dan juga tidak sombong membuatku semakin memberikan penilaian tinggi terhadapnya.
apakah aku mulai jatuh hati???
==
hingga suatu hari, ketika jam makan siang, aku tak menemukan shita.
setelah mengambil tray, aku duduk disamping bejo yang kebetulan istirahat bareng.
bejo: “ nyari cewekmu yo? “
aku: “ cewek apaan jo? “
bejo: “ cewek orang kantor yang cantek itu “
aku: “ hus, bukan cewekku itu “
bejo: “ halaah, kamu bilang cewekmu juga nggak papa, aku percaya aja lah, hahaha “
aku: “ temen itu jo “
bejo: “ ya udah, kalau masih teman, pacarin lah “
aku tersedak mendengar perkataan bejo yang terdengar cukup keras
aku: “ hus, jangan kenceng2, , nggak enak sama orang2 “
bejo: “ biarin lah, kalau emang suka kenapa nggak, , iya kan? “
aku berusaha mengalihkan pembicaraan.
karena pada dasarnya aku tidak suka hal2 semacam ini dibicarakan didepan publik.
bejo akhirnya berhenti membicarakan shita dan pamit ketoilet.
bejo: “ yo, titip sebentar ya, aku kebelet ni “
aku: “ oo, dasar burung “
bejo: “ burung gimana? “
aku: “ iya, burung, abis makan berak “
bejo hanya nyengir dan langsung berlari menuju toilet.
aku melanjutkan makan siangku, ,
hingga tak lama duduklah seorang laki laki yang tidak kukenal didepanku.
“ boleh duduk disini? “
dia membuka obrolan. .
“ silahkan mas “
aku menjawab sambil tersenyum.
“ kenalkan, namaku rendi “
laki2 itu mengulurkan tangannya.
kulihat nama di nametag id card, namanya memang rendi.
dari penampilannya, dia adalah karyawan tetap.
berdasarkan dari wajahnya,
aku memperkirakan kisaran usianya mungkin sekitar 25/26 tahun.
kujabat tangannya
“ tiyo “
ketika tangan kami berjabat, kurasakan genggaman laki laki ini meremas tanganku dengan kuat, seakan menunjukan jika dia ingin mendominasi.
aku hanya membalas genggaman tangan itu seperlunya, menyeimbangkan agar telapak tanganku tidak sampai terasa sakit karena tertekuk.
laki laki itu hanya tersenyum tipis,
lebih tepatnya menurutku senyum mengejek, karena sudut bibirnya hanya naik sebelah.
setelah berjabat tangan, dia kemudian duduk didepanku sambil memperhatikanku yang meneruskan makan.
aku: “ maaf mas, ada apa ya? “
rendi: “ nggak papa, mung kepingin eroh koen ae “ ( Cuma kepingin tau “kamu” aja )
aku sedikit tersinggung oleh kata2nya barusan,
karena dia menggunakan kata ganti “koen” kepadaku yang baru saja dikenalnya.
dalam bahasa jawa, penggunaan kata ganti “koen”, “koe” itu lumrahnya digunakan oleh orang sepantaran yang sudah kenal akrab, jika kepada orang asing/baru dikenal, tidak lumrah menggunakan kata ganti itu..
biasanya sebutan untuk kamu menggunakan kata ganti “sampean” untuk daerah jatim, dan juga “njenengan” untuk daerah jateng sebagai bentuk penghargaan kepada orang yang baru kita kenal.
(koen, koe = kamu ) (sampean, Njenengan = anda )
aku: “ maaf mas, memangnya ada apa dengan saya ya? “
rendi hanya tersenyum, senyum ejekan menurutku.
dia tak menjawab dan bangkit, kemudian berlalu begitu saja.
saat itu juga aku langsung merasa jika aku marah.
hatiku tersinggung oleh sikapnya barusan yang acuh tak acuh.
seakan tidak menghargai orang.
siapa si rendi itu, lagaknya kok pongah sekali. . .
ingin rasanya tadi langsung kukejar dan kutanyakan maksud perbuatannya barusan,
namun aku langsung berusaha menenangkan hatiku.
agar tidak membawa efek buruk atas tindakan spontan yang merugikan
tak lama bejo datang dan kembali duduk.
dia melihatku dan menanyakan mengapa aku nampak seperti orang marah.
kukatakan tidak apa apa.
agar tidak menimbulkan pertanyaan2 berikutnya.
dan setelah kami selesai makan, kami bergegas kembali keruang kerja. . .
(bersambung)
bude memaksaku jika besok pagi aku tidak kunjung sehat, maka aku harus ke dokter.
aku hanya mencoba tersenyum untuk mengurangi kekhawatiran beliau.
beliau berdua meninggalkanku dengan sesekali masih menengok kepadaku.
kemudian aku kembali mencoba agar bisa kembali tertidur.
==
Adzan subuh berkumandang dari mushola dekat rumah pakdhe.
aku tidak berhasil kembali tidur karena ada rasa takut akan kembali bermimpi buruk.
aku bangun perlahan lahan dari kasur.
kepalaku terasa berat, namun lebih ringan daripada malam tadi.
rasa pegal dipundak juga sudah banyak berkurang.
aku berjalan perlahan lahan menuju kamar mandi.
kulihat pakdhe tukul sudah mulai memasak air dan bersiap membuat sarapan.
dirumah ini, karena pakdhe tukul dan bude at sama sama bekerja diperusahaan,
maka pekerjaan rumah pada siang harinya dikerjakan oleh bude ros.
untuk sarapan, pakdhe tukul lah yang memasak, karena bude at kurang pandai dalam urusan dapur.
pakdhe: “ udah enakan yo? “
aku: “ udah pakdhe, alhamdulillah “
pakdhe: “ alhamdulillah, , kalau memang belum fit, jangan dipaksa, nanti ijin aja, ke dokter. “
aku: “ jangan lah de, masih baru kok udah ijin “
pakdhe: “ lha daripada nanti kebanjur sakitnya “
aku: “ nggak kok, insyaAllah wes sehat “
aku berusaha meyakinkan pakdhe tukul jika aku baik baik saja.
kemudian aku menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu.
setiap gemericik air membawa dingin yang menyegarkan.
membuat kesadaranku semakin baik,
penat dipundak juga semakin berkurang.
dan setelah selesai wudhu, aku berganti baju dan menuju ke mushola.
==
aku duduk di shelter pemberhentian jemputan sambil bermain game di HP.
jam masih menunjukan pukul 07.15.
masih terlalu pagi sebenarnya,
sebab hari ini aku berangkat lebih awal karena membonceng pakdhe sampai pintu gerbang kawasan.
tubuhku sendiri sudah cukup bugar, walau ada sedikit sisa demamnya.
pegal pegal yang dari kemarin menyiksa, kali ini sudah cukup reda.
aku menikmati teh hangat dan beberapa potong kue kukis hangat yang kubeli didekat rumah pakdhe.
“ wah, pagi banget yo? “
suara merdu membuyarkan konsentrasiku yang sedang fokus menyelesaikan stage game prince of persia.
“ lho? mbak shi, eh?! shita, , “
perasaan jengkel karena keasyikanku terusik mendadak lenyap setelah tahu yang menyapaku adalah shita.
aku: “ tumben jam sekian sudah disini? “
shita: “ yee, , biasanya juga aku jam segini sudah standby kalau nggak repot “
aku: “ waah, , , berarti pertanyaan tadi buatku sendiri, , hehe “
shita: “ hihihi, , malu ni ye “
tawa merdu shita yang meledekku membuatku sedikit tersipu.
shita: “ lama nggak kelihatan, kamu dibagian apa kemarin penempatannya? “
aku: “ aku di departemen maintenance ni “
shita: “ ooh, maintenance, , “
aku: “ iya, alhamdulillah bisa banyak belajar kalau disitu “
shita: “ gimana kesannya selama hari2 awal? nyaman? “
aku: “ yaa, alhamdulillah nyaman si, daripada ditempat yang dahulu “
shita: “ wah, kamu sudah berpengalaman ya, kalau aku baru pertama disini setelah lulus kuliah, jadi mau bikin perbandingan juga nggk bisa “
( dari pembicaraan kami pada pertemuan sebelumnya, kami sudah bercerita latar belakang pendidikan masing masing, shita adalah alumnus universitas brawijaya malang,
awalnya aku canggung karena aku hanya lulusan STM, tapi ternyata shita orang yang tidak mempermasalahkan hal semacam itu dalam bersosialisasi )
kemudian aku dan shita berbicara cukup banyak tentang macam2 hal.
ada kemiripan karakter dan kesamaan sudut pandang dalam melihat suatu hal antara aku dan shita yang membuat percakapan kami mengalir dengan lancar.
setelah banyak bercakap cakap, ternyata shita juga adalah mantan atlet basket semasa SMA dulu, hanya saja ketika kuliah, hobi itu sudah mulai berkurang.
semakin cairlah pembicaraan kami.
shita: “ wah, asli ternyata kamu asyik juga ya yo, nggak nyangka, kirain kamu tu pendiam “
aku: “ aku ini pendiam lho, , , kalo lagi tidur tapi “
shita: “ nggak, bener, pas awal bajumu ketumpahan teh ae aku sampe salah tingkah, tak kirain kamu bakalan ndamprat plus marah2 “
aku: “ ngawur, iku asline aku yo arep marah2, kalau yang numpahin bukan kamu “
shita: “ lha emang kenapa kalau aku? “
aku: “ wajahmu waktu itu kasian banget, kaya mau nangis, jadi nggak tega mau marah
“shita: “
emang sebegitu menyedihkannya mukaku
“aku hanya tertawa mendengar kata katanya.
sebenarnya bukan karena itu alasan aku tidak marah.
selain karena tidak sengaja, aku sudah terlanjur gagal fokus dengan paras cantik shita.
akhirnya kamipun beranjak menuju mobil jemputan.
mobil yang sedianya membawa kami ke PT sudah tersedia dan para karyawan yang menunggu juga sudah bersiap untuk naik.
beberapa orang perempuan naik terlebih dahulu dan kemudian disusul shita.
aku naik terakhir untuk duduk didekat pintu.
setelah pintu ditutup, mobil meluncur membawa kami keperusahaan tempat kami mengais nafkah.
==
setelah hari itu, aku bekerja seperti biasa.
rasa pegal yang muncul dipundak ketika aku sakit sudah lenyap sepenuhnya.
ini juga berkat bantuan pak nyo, salah satu personil maintenance yang cukup memahami masalah spiritual.
beliau sempat memanggilku pada hari setelah aku jatuh di basement.
kemudian pak nyo menepuk pundakku dan memijatnya tepat dititik yang pegal.
pak nyo berkata jika semua sudah baik baik saja.
beliau berpesan agar aku selalu berdoa dan ingat kepada Allah, karena aku “menarik”.
aku sempat tidak memahami arti dari “menarik” yang pak nyo katakan dan menanyakan balik.
namun pak nyo hanya tersenyum penuh arti dan berkata jika semuanya baik baik saja.
aku juga mendapatkan info jika basement memang tempat yang angker.
jarang orang mau turun kebawah.
biasanya hanya personil maintenance dan juga petugas kebersihan yang turun kebawah.
amin bercerita jika konon katanya di basement dihuni banyak makhluk tk kasat mata,
sebab dulunya lahan tempat pabrik berdiri adalah kuburan umum yang digusur untuk pembangunan kawasan industri.
apesnya pabrik ini berdiri tepat diatas gusuran makam2 tersebut.
dia sendiri tidak pernah mau jika disuruh turun sendirian.
sebab kata para maintenance senior, ada sosok tanpa kepala yang suka menampakan diri.
aku hanya bersungut sungut mendengar cerita amin.
kutanyakan apakah dia pernah bertemu, dia menggeleng.
kutertawakan dia karena percaya isu tanpa pernah membuktikan.
amin hanya nyengir dan berkata lebih baik dia resign daripada liat gituan.
aku kembali tertawa, ,
tertawa karena dia ternyata penakut. .
dan tertawa karena aku lebih dulu tau dengan persis seperti apa rasanya bertemu sosok tersebut. .
disamping semua hal menyeramkan itu,
pertemanan antara aku dan shita juga semakin baik.
kami sudah tidak canggung ketika ngobrol.
seakan akan kami sudah berteman cukup lama.
dalam beberapa kesempatan ketika makan siang,
aku dan shita sering kali duduk satu meja dan ngobrol dengan enjoy.
banyak mata yang memperhatikanku, dan membawa perasaan tidak nyaman.
akupun mengatakan itu pada shita, walau secara tidak langsung.
aku: “ ta, aku kok nggak nyaman ya diliatin orang orang “
shita: “ halah, woles aja yo,biarin, , jangan pusing dengan pandangan orang, toh kamu nggak salah “
aku: “ iya sih, tapi btw kok kamu jarang makan bareng bareng sama temen2mu dari HO si? “ (HO = Head Office )
shita: “ males aja yo, soalnya kadang2 nggak nyambung ngobrolnya “
aku: “ kan sama sama cewek, “
shita: “ iya , tapi kadang risih aja kalau ngobrol nggak fair, , “
aku: “ nggak fair gimana? “
shita: “ yaa, kaya nggak tau cewek aja yo, sama A yang diomongin si C, sama C, yang diomongin si A, ntar yang B nggak ada, dialah yang diomongin “
aku: “ oo, gitu, , , , sayangnya aku nggak tau ta, aku laki2 ori “
shita hanya tertawa mendengar omonganku yang kadang ceplas ceplos.
dan dalam hatiku sendiri ada perasaan bahagia, karena bisa ngobrol lepas dengan shita.
karakternya yang fair dan juga tidak sombong membuatku semakin memberikan penilaian tinggi terhadapnya.
apakah aku mulai jatuh hati???
==
hingga suatu hari, ketika jam makan siang, aku tak menemukan shita.
setelah mengambil tray, aku duduk disamping bejo yang kebetulan istirahat bareng.
bejo: “ nyari cewekmu yo? “
aku: “ cewek apaan jo? “
bejo: “ cewek orang kantor yang cantek itu “
aku: “ hus, bukan cewekku itu “
bejo: “ halaah, kamu bilang cewekmu juga nggak papa, aku percaya aja lah, hahaha “
aku: “ temen itu jo “
bejo: “ ya udah, kalau masih teman, pacarin lah “
aku tersedak mendengar perkataan bejo yang terdengar cukup keras
aku: “ hus, jangan kenceng2, , nggak enak sama orang2 “
bejo: “ biarin lah, kalau emang suka kenapa nggak, , iya kan? “
aku berusaha mengalihkan pembicaraan.
karena pada dasarnya aku tidak suka hal2 semacam ini dibicarakan didepan publik.
bejo akhirnya berhenti membicarakan shita dan pamit ketoilet.
bejo: “ yo, titip sebentar ya, aku kebelet ni “
aku: “ oo, dasar burung “
bejo: “ burung gimana? “
aku: “ iya, burung, abis makan berak “
bejo hanya nyengir dan langsung berlari menuju toilet.
aku melanjutkan makan siangku, ,
hingga tak lama duduklah seorang laki laki yang tidak kukenal didepanku.
“ boleh duduk disini? “
dia membuka obrolan. .
“ silahkan mas “
aku menjawab sambil tersenyum.
“ kenalkan, namaku rendi “
laki2 itu mengulurkan tangannya.
kulihat nama di nametag id card, namanya memang rendi.
dari penampilannya, dia adalah karyawan tetap.
berdasarkan dari wajahnya,
aku memperkirakan kisaran usianya mungkin sekitar 25/26 tahun.
kujabat tangannya
“ tiyo “
ketika tangan kami berjabat, kurasakan genggaman laki laki ini meremas tanganku dengan kuat, seakan menunjukan jika dia ingin mendominasi.
aku hanya membalas genggaman tangan itu seperlunya, menyeimbangkan agar telapak tanganku tidak sampai terasa sakit karena tertekuk.
laki laki itu hanya tersenyum tipis,
lebih tepatnya menurutku senyum mengejek, karena sudut bibirnya hanya naik sebelah.
setelah berjabat tangan, dia kemudian duduk didepanku sambil memperhatikanku yang meneruskan makan.
aku: “ maaf mas, ada apa ya? “
rendi: “ nggak papa, mung kepingin eroh koen ae “ ( Cuma kepingin tau “kamu” aja )
aku sedikit tersinggung oleh kata2nya barusan,
karena dia menggunakan kata ganti “koen” kepadaku yang baru saja dikenalnya.
dalam bahasa jawa, penggunaan kata ganti “koen”, “koe” itu lumrahnya digunakan oleh orang sepantaran yang sudah kenal akrab, jika kepada orang asing/baru dikenal, tidak lumrah menggunakan kata ganti itu..
biasanya sebutan untuk kamu menggunakan kata ganti “sampean” untuk daerah jatim, dan juga “njenengan” untuk daerah jateng sebagai bentuk penghargaan kepada orang yang baru kita kenal.
(koen, koe = kamu ) (sampean, Njenengan = anda )
aku: “ maaf mas, memangnya ada apa dengan saya ya? “
rendi hanya tersenyum, senyum ejekan menurutku.
dia tak menjawab dan bangkit, kemudian berlalu begitu saja.
saat itu juga aku langsung merasa jika aku marah.
hatiku tersinggung oleh sikapnya barusan yang acuh tak acuh.
seakan tidak menghargai orang.
siapa si rendi itu, lagaknya kok pongah sekali. . .
ingin rasanya tadi langsung kukejar dan kutanyakan maksud perbuatannya barusan,
namun aku langsung berusaha menenangkan hatiku.
agar tidak membawa efek buruk atas tindakan spontan yang merugikan
tak lama bejo datang dan kembali duduk.
dia melihatku dan menanyakan mengapa aku nampak seperti orang marah.
kukatakan tidak apa apa.
agar tidak menimbulkan pertanyaan2 berikutnya.
dan setelah kami selesai makan, kami bergegas kembali keruang kerja. . .
(bersambung)
symoel08 dan 16 lainnya memberi reputasi
17