- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#300
Kali Kedua
Mama dan papa Dinand hari ini mengemasi barang-barang milik Dinand dari rumah sakit untuk pulang ke rumah,karena nanti malam Dinand harus terbang menuju Singapura untuk menjalani proses pengobatan .
" Terima kasih Dok sudah membuat Dinand lebih baik " , ucap Papa Dinand .
" Sama-sama Pa , kita cuma membantu karena selebihnya Dinand sendiri lah yang akan menentukan kepulihannya,semoga dengan penanganan medis yang lebih baik di Singapura,Dinand bisa cepat sembuh dan normal kembali " , ujar Dokter Billy .
Dinand pun berpamitan dengan Dokter Billy dan Suster yang telah merawat dirinya selama di Rumah Sakit .
Akhirnya Dinand kembali bisa merasakan suasana rumah walaupun nanti malam Dia harus meninggalkan kamar nya kembali .
****
" Vir, kok lo masih sedih aja sih, bukan nya Ka Dinand udah siuman ya " , heran Nesta .
Savira hanya termangu,perasaan nya tak menentu selama di sekolah,dia ingin bertemu dengan Dinand untuk terakhir kali nya selagi Dinand masih bisa dia lihat .
" Dinand bakal pergi ke Singapura Nest buat pengobatan nya , gak tau lagi gue harus berbuat apa " , lesu Savira .
Nesta dan Risa kaget dengan pernyataan Savira,mereka pikir kesedihan Savira akan berakhir setelah Dinand menemui nya,ternyata malah semakin parah karena jarak nanti nya akan memisahkan .
Bel istirahat pun berbunyi membubarkan murid-murid yang kebanyakan memasuk Kantin .
Savira segera menuju kelas Dinand untuk menemui Cilay dan Adon .
" Ka, kalian bisa temenin gue kerumah Dinand sehabis pulang sekolah ? " , pinta Savira .
" Kenapa gak sendirian aja sih,kan kalian pasti mau ngelepas rindu " , jawab Cilay .
" Masalahnya Dinand nanti malam terbang ke Singapura buat berobat,kemungkinan Sore Dinand sudah ke bandara, makanya gue ngajak kalian " , ungkap Savira .
Kedua sahabat Dinand pun kaget mendengar apa yang Savira utarakan,mereka tak berfikiran Dinand akan pergi jauh ke luar negeri .
" Serius Vir gak bercanda kan ? Orang kemaren Dinand udah bisa ke sekolah kan " , ujar Adon .
" Gue serius Ka , kemarin juga dia kesini buat pamit sama gue , mungkin belum sempat pamit ke kalian soalnya suster penjaga Dinand keburu bawa Dinand buat ke Rumah Sakit lagi " , Ucap Savira .
" Yaudah gak pake lama ya kita pulang sekolah langsung ketemu di parkiran oke Vir " , komando Cilay .
Waktu istirahat terasa lama untuk Savira kali ini , jam pelajaran berikutnya pun tak membuat Savira berkonsetrasi , dirinya tampak cemas sesekali melihat ke Jam tangan yang di pakai nya .
Bel pulang sekolah pun berdering keras, waktu menunjukan pukul 14.00, Savira langsung ke Parkiran tempat dia dan sahabatnya Dinand berjanjian .
" Ayo Ka buruan dong " , Suara Savira keras saat melihat Cilay dan Adon keluar dari lorong .
" Sabar dong, ini juga buru-buru " , protes Cilay .
Cilay dan Adon tergesa-gesa mengambil motor karena tidak kuat mendengar ocehan Savira .
Perjalanan kerumah Dinand di tempuh mereka dalam waktu 1 jam .
Waktu sudah melewati jam 3 siang,tampak keadaan rumah sepi . Kondisi ini membuat Savira khawatir takut dia telat untuk menemui Dinand .
Savira langsung masuk kerumah Dinand dengan di buntuti oleh Cilay dan Adon .
" Assalamualaikum tante " , salam Savira ketika melihat Mama Dinand di pintu yang terbuka .
" Eh kamu Vir " , ramah Tante tersenyum .
" Dinand nya ada kan Tan " , cemas Savira .
" Ada kok, belum berangkat dia . Tuh di kamar " , ujar Mama Dinand .
" Masuk aja Vir ke kamar nya kalau mau temenin Dinand sebelum berangkat " , ucap Mama .
" Iya Tante makasih ya " , balas Savira .
Savira dengan cepat menuju kamar Dinand sendirian tanpa ditemani Cilay dan Adon yang takut menjadi pengganggu pertemuan mereka .
" Nand "
Suara Savira mengagetkan Dinand yang sedang asik menatap pemandangan dari kamar nya yang terletak di lantai 2 .
" Hey , akhir nya kamu dateng juga . Aku pikir kamu gak bakal kesini " , senyum Dinand .
" Ka , apa gak bisa keputusan untuk pergi ke Singapura di ubah ? " , Lirih Savira seraya memegang bahu Dinand .
Dinand hanya membalas menggelengkan kepala serta tersenyum kepada Savira .
" Kamu jangan khawatir hubungan kita akan baik-baik saja " , jawaban Dinand menggantung .
Savira semakin di buat bingung dengan jawaban Dinand , karena dia tidak tahu kepastian hubungan mereka kini apakah masih berpacaran atau Dinand sudah ingin melupakan kisah cinta ini .
" Aku jam 5 sudah harus ke bandara " , tambah Dinand .
Savira hanya terpaku mendengar ucapan Dinand , kenapa dia harus jauh lagi dari orang yang dia sayang , belum habis rasa rindu Savira kepada Dinand, kini Dinand harus pergi lagi dari hidupnya .
" Sini Vir " , Ajak Dinand .
Dinand menujukan sesuatu kepada Savira , sebuah album foto kini Dinand genggam .
" Ini aku buat ini " , ungkap Dinand .
Di lihat perlahan oleh Savira sebuah Album foto yang berisi tentang momen kala mereka berdua menghabiskan waktu bersama , foto-foto Candid Savira yang di abadikan Dinand tanpa sepengetahuan Savira lengkap terdapat di album foto itu , di atas bagian foto selalu terdapat sepotong kertas berbentuk awan yang berisi Quotes tentang harapan Dinand untuk Savira .
Rasa haru tak bisa di tutupi oleh Savira , karena sifat sulit di tebak Dinand membuat Savira sampai tak habis pikir Dinand bisa membuat ini semua .
" Simpan ya,biarpun nanti aku jauh atau mungkin menghilang dari hidup kamu , ingat Vir kalau aku pernah ada di hidup kamu " , ungkap Dinand .
Savira hanya menangis menggenggam tangan Dinand , dia tidak bisa lagi menahan kesedihan harus kehilangan Dinand .
" Ini juga , kamu simpan baik-baik untuk kamu " , ucap Dinand seraya memberika Gitar kesayangan nya .
Tak ada percakapan dari kedua nya , lidah Savira terasa keluh, tidak lagi bisa berkata-kata .
apakah salah Savira hanya ingin dekat dengan Dinand namun takdir selalu memisahkan mereka ? .
Tak terasa kebersamaan mereka harus berakhir karena ini waktu nya Dinand pergi . Papa Nya pun menggendong Dinand menuruni tangga dan menaruh Dinand di atas Kursi roda nya .
Kursi roda Dinand kini berjalan menuju mobil ,Papa Dinand dengan hati-hati memasukan Dinand kedalam mobil dengan di bantu Cilay dan Adon .
" Percaya,aku bakal tetap di sisi kamu " , ungkap Dinand tersenyum .
Savira tak menanggapi ucapan terakhir Dinand , dia hanya bisa menangis sendu menutupi kesedihannya, Mungkin ini hukuman untuk Savira atas kesalahan yang dia lakukan , tak akan ada lagi suara , tawa-canda , serta keusilan Dinand , semua terbawa bersama mobil Papa Dinand yg perlahan hilang dari penglihatan Savira .
" Ini bukan Mimpi kan Ka " , getar Savira .
" Gue harus kehilangan Dinand lagi Ka " , parau Suara Savira tersamar isakan tangis .
Cilay dan Adon hanya berusaha menenangi Savira dan membawa Savira menuju motor untuk segera meninggalkan rumah Dinand .
" Terima kasih Dok sudah membuat Dinand lebih baik " , ucap Papa Dinand .
" Sama-sama Pa , kita cuma membantu karena selebihnya Dinand sendiri lah yang akan menentukan kepulihannya,semoga dengan penanganan medis yang lebih baik di Singapura,Dinand bisa cepat sembuh dan normal kembali " , ujar Dokter Billy .
Dinand pun berpamitan dengan Dokter Billy dan Suster yang telah merawat dirinya selama di Rumah Sakit .
Akhirnya Dinand kembali bisa merasakan suasana rumah walaupun nanti malam Dia harus meninggalkan kamar nya kembali .
****
" Vir, kok lo masih sedih aja sih, bukan nya Ka Dinand udah siuman ya " , heran Nesta .
Savira hanya termangu,perasaan nya tak menentu selama di sekolah,dia ingin bertemu dengan Dinand untuk terakhir kali nya selagi Dinand masih bisa dia lihat .
" Dinand bakal pergi ke Singapura Nest buat pengobatan nya , gak tau lagi gue harus berbuat apa " , lesu Savira .
Nesta dan Risa kaget dengan pernyataan Savira,mereka pikir kesedihan Savira akan berakhir setelah Dinand menemui nya,ternyata malah semakin parah karena jarak nanti nya akan memisahkan .
Bel istirahat pun berbunyi membubarkan murid-murid yang kebanyakan memasuk Kantin .
Savira segera menuju kelas Dinand untuk menemui Cilay dan Adon .
" Ka, kalian bisa temenin gue kerumah Dinand sehabis pulang sekolah ? " , pinta Savira .
" Kenapa gak sendirian aja sih,kan kalian pasti mau ngelepas rindu " , jawab Cilay .
" Masalahnya Dinand nanti malam terbang ke Singapura buat berobat,kemungkinan Sore Dinand sudah ke bandara, makanya gue ngajak kalian " , ungkap Savira .
Kedua sahabat Dinand pun kaget mendengar apa yang Savira utarakan,mereka tak berfikiran Dinand akan pergi jauh ke luar negeri .
" Serius Vir gak bercanda kan ? Orang kemaren Dinand udah bisa ke sekolah kan " , ujar Adon .
" Gue serius Ka , kemarin juga dia kesini buat pamit sama gue , mungkin belum sempat pamit ke kalian soalnya suster penjaga Dinand keburu bawa Dinand buat ke Rumah Sakit lagi " , Ucap Savira .
" Yaudah gak pake lama ya kita pulang sekolah langsung ketemu di parkiran oke Vir " , komando Cilay .
Waktu istirahat terasa lama untuk Savira kali ini , jam pelajaran berikutnya pun tak membuat Savira berkonsetrasi , dirinya tampak cemas sesekali melihat ke Jam tangan yang di pakai nya .
Bel pulang sekolah pun berdering keras, waktu menunjukan pukul 14.00, Savira langsung ke Parkiran tempat dia dan sahabatnya Dinand berjanjian .
" Ayo Ka buruan dong " , Suara Savira keras saat melihat Cilay dan Adon keluar dari lorong .
" Sabar dong, ini juga buru-buru " , protes Cilay .
Cilay dan Adon tergesa-gesa mengambil motor karena tidak kuat mendengar ocehan Savira .
Perjalanan kerumah Dinand di tempuh mereka dalam waktu 1 jam .
Waktu sudah melewati jam 3 siang,tampak keadaan rumah sepi . Kondisi ini membuat Savira khawatir takut dia telat untuk menemui Dinand .
Savira langsung masuk kerumah Dinand dengan di buntuti oleh Cilay dan Adon .
" Assalamualaikum tante " , salam Savira ketika melihat Mama Dinand di pintu yang terbuka .
" Eh kamu Vir " , ramah Tante tersenyum .
" Dinand nya ada kan Tan " , cemas Savira .
" Ada kok, belum berangkat dia . Tuh di kamar " , ujar Mama Dinand .
" Masuk aja Vir ke kamar nya kalau mau temenin Dinand sebelum berangkat " , ucap Mama .
" Iya Tante makasih ya " , balas Savira .
Savira dengan cepat menuju kamar Dinand sendirian tanpa ditemani Cilay dan Adon yang takut menjadi pengganggu pertemuan mereka .
" Nand "
Suara Savira mengagetkan Dinand yang sedang asik menatap pemandangan dari kamar nya yang terletak di lantai 2 .
" Hey , akhir nya kamu dateng juga . Aku pikir kamu gak bakal kesini " , senyum Dinand .
" Ka , apa gak bisa keputusan untuk pergi ke Singapura di ubah ? " , Lirih Savira seraya memegang bahu Dinand .
Dinand hanya membalas menggelengkan kepala serta tersenyum kepada Savira .
" Kamu jangan khawatir hubungan kita akan baik-baik saja " , jawaban Dinand menggantung .
Savira semakin di buat bingung dengan jawaban Dinand , karena dia tidak tahu kepastian hubungan mereka kini apakah masih berpacaran atau Dinand sudah ingin melupakan kisah cinta ini .
" Aku jam 5 sudah harus ke bandara " , tambah Dinand .
Savira hanya terpaku mendengar ucapan Dinand , kenapa dia harus jauh lagi dari orang yang dia sayang , belum habis rasa rindu Savira kepada Dinand, kini Dinand harus pergi lagi dari hidupnya .
" Sini Vir " , Ajak Dinand .
Dinand menujukan sesuatu kepada Savira , sebuah album foto kini Dinand genggam .
" Ini aku buat ini " , ungkap Dinand .
Di lihat perlahan oleh Savira sebuah Album foto yang berisi tentang momen kala mereka berdua menghabiskan waktu bersama , foto-foto Candid Savira yang di abadikan Dinand tanpa sepengetahuan Savira lengkap terdapat di album foto itu , di atas bagian foto selalu terdapat sepotong kertas berbentuk awan yang berisi Quotes tentang harapan Dinand untuk Savira .
Rasa haru tak bisa di tutupi oleh Savira , karena sifat sulit di tebak Dinand membuat Savira sampai tak habis pikir Dinand bisa membuat ini semua .
" Simpan ya,biarpun nanti aku jauh atau mungkin menghilang dari hidup kamu , ingat Vir kalau aku pernah ada di hidup kamu " , ungkap Dinand .
Savira hanya menangis menggenggam tangan Dinand , dia tidak bisa lagi menahan kesedihan harus kehilangan Dinand .
" Ini juga , kamu simpan baik-baik untuk kamu " , ucap Dinand seraya memberika Gitar kesayangan nya .
Tak ada percakapan dari kedua nya , lidah Savira terasa keluh, tidak lagi bisa berkata-kata .
apakah salah Savira hanya ingin dekat dengan Dinand namun takdir selalu memisahkan mereka ? .
Tak terasa kebersamaan mereka harus berakhir karena ini waktu nya Dinand pergi . Papa Nya pun menggendong Dinand menuruni tangga dan menaruh Dinand di atas Kursi roda nya .
Kursi roda Dinand kini berjalan menuju mobil ,Papa Dinand dengan hati-hati memasukan Dinand kedalam mobil dengan di bantu Cilay dan Adon .
" Percaya,aku bakal tetap di sisi kamu " , ungkap Dinand tersenyum .
Savira tak menanggapi ucapan terakhir Dinand , dia hanya bisa menangis sendu menutupi kesedihannya, Mungkin ini hukuman untuk Savira atas kesalahan yang dia lakukan , tak akan ada lagi suara , tawa-canda , serta keusilan Dinand , semua terbawa bersama mobil Papa Dinand yg perlahan hilang dari penglihatan Savira .
" Ini bukan Mimpi kan Ka " , getar Savira .
" Gue harus kehilangan Dinand lagi Ka " , parau Suara Savira tersamar isakan tangis .
Cilay dan Adon hanya berusaha menenangi Savira dan membawa Savira menuju motor untuk segera meninggalkan rumah Dinand .
Diubah oleh kodoms 18-04-2017 20:27
0