Kaskus

Story

rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
★Special Main cover by Special Somebody★

 [REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta

▓▓∷rvn894∷▓▓








Quote:







╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣


Quote:






╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣

Spoiler for FAQ:





╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:




Quote:


Quote:


Quote:


Quote:





╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:

Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
anasabilaAvatar border
efti108Avatar border
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.6K
929
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.1KAnggota
Tampilkan semua post
rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
#97
Part 13: Sebuah Pencarian & Sosok Masalalu
Sore hari pun tiba. Dan sekarang adalah saatnya mencari semua barang yang dibutuhkan untuk gw berikan kepada Erlin dihari Sabtu. Tetapi masalahnya, gw kurang tau tempat yang menjual boneka teddybear beraroma vanilla. emoticon-Hammer Gw pun mencoba untuk mengirim pesan singkat ke Soni. Barang kali dia mengetahui dimana tempat yang menjual teddybear yang gw cari.

Spoiler for Send Message:


Tidak lama setelah sms gw terkirim, sebuah pesan balesan dari Soni pun masuk.

Spoiler for Open Message:


Quote:


Soal boneka sudah beres, sekarang tinggal mencari parfum beraroma vannila. Gw kalau mencari sesuatu yang berhubungan untuk perawatan tubuh seperti facial atau parfum selalu di GD, dan kebetulan di salah satu plaza yang jaraknya tidak terlalu dari rumah ada GD nya. Jadi sore ini gw memutuskan untuk segera meluncur ke sana.

Setelah bersiap siap dan juga berganti pakaian serta mengeluarkan Red dari sangkarnya, gw pun langsung berangkat menuju plaza XI. Karena kondisi jalanan yang tidak terlalu ramai mungkin gw bisa sampai di plaza dalam waktu kurang dari 15 menit. Untuk mempersingkat waktu, gw memacu Red dengan kecepatan 50Km/H agar bisa lebih cepat sampai tujuan.

Sebuah plaza dengan tulisan XI yang terletak di atasnya mulai terlihat di pandangan. Gw memasuki area parkir khusus motor yang mana terletak bersebrangan dengan plaza ini. Karena area parkir di bawah penuh, gw lekas menuju ke area parkir lantai 2 lalu memarkirkan si Red. Sesudah mengunci dan mencabut kunci dari socket, gw langsung melangkahkan kaki untuk turun dari area parkir lantai 2 dan bergegas menuju ke dalam plaza.

Gw masuk ke dalam plaza dari entrace Barat. Ketika gw berada di dalam plaza, terlihat banyak sekali promosi sepatu serta pakaian yang cukup menarik perhatian gw. Akan tetapi, tujuan gw datang kesini bukan untuk membeli kedua hal tersebut. Setelah beberapa meter dari pintu masuk, terlihatlah sebuah toko bertuliskan "GN" yang berada di sudut kanan bersebelahan dengan kedai donat. Lekas gw melangkahkan kaki menuju ke toko GN dan mencari sebuah parfum beraroma Vanilla.

Setelah beberapa saat gw mencari cari, akhirnya gw pun menemukan parfum yang dicari. Kemudian, ada seorang cewek disebelah gw yang keliatannya sedang mencari parfum juga. Wajahnya terlihat tidak asing dimata gw. Terlihat seperti seseorang yang pernah hadir dikehidupan gw yang dulu sebelum gw kenal Erlin, akan tetapi dia pergi meninggalkan gw tanpa sebab. Cewek itu tidak lain dan tidak bukan adalah Widya, mantan gw.

Widya: "Reza? Lu Reza kan?" -ucapnya sambil menengok ke arah gw.
Gw: "Eh, lo ngapain disini?"
Widya: "Ini, gua lagi nyari nyari parfum sama perlengkapan dandan. Biasa lah cewek. Lu sendiri ngapain kesini? Yang lu pegang itu kan parfum buat cewek Rez."
Gw: "Iya gw sengaja beli parfum ini buat cewek gw."
Widya: "Ohh sekarang mah lu udah punya cewek baru ya, haha. Anak mana Rez?"
Gw: "Anak SMA IVXI."
Widya: "Wihh berati cewek lu pinter banget ya? Lu demennya sama mbak mbak nih. Haha. Ngobrolnya lanjut di kedai sebelah aja yuk."
Gw: "Tapi Wid, gw..."
Widya: "Udah gampang, nanti gw yang bayarin deh. Yuk."

Sehabis memberikan lalu membayar barang belanjaan gw, begitu juga dengan Widya. Padahal niatnya abis beli parfum langsung. Tapi karena gw gak enak kalau menolak ajakan Widya, gw pun menurutinya. Kami pun lekas berjalan menuju ke kedai donat yang ada di sebelah toko GN. Selanjutnya gw dan Widya memesan donat dan minuman, kemudian kami duduk di meja yang terletak di sudut pojok kedai tersebut sambil membawa pesanan kami.

Widya: "Udah 2 tahun gak ketemu, lu nambah ganteng aja ya Rez? Haha. Apalagi nanti ya kalau lu udah kuliah? Beruntung banget nih cewek lu pasti."
Gw: "Iyalah pastinya. Haha."
Widya: "Rada nyesel juga sih gua dulu mutusin elu Rez."
Gw: "Udahlah Wid, itu kan masalalu. Jangan diungkit lagi. Ntar lo bakal kebayang terus jadinya."
Widya: "Kalau kebayangnya tentang lu sih gakpapa Rez. Haha..."
Gw: "Itu menguntungkan di lo doang. Btw cowok lo mana tuh? Yang lo bela belain banget, bahkan mutusin gw demi tuh cowok. Hahaha. Duh, Widya...Widya..." -ucap gw sambil menggelengkan kepala.
Widya: "Dia selingkuhin gua Rez, ternyata dia main cewek di belakang. " -ucapnya sambil menopang kepalanya diatas meja dengan kedua tangan.
Gw: "Waduh. Tuh lo sendiri kena akibatnya kan? Makanya berpikir sebelum bertindak."
Widya: "Iya Rez, gw nyesel. Sampe sekarang sakitnya masih terasa Rez digituin."
Gw: "Lo sih gampang kepincut ama cowok. Yaudahlah, biar itu jadi pelajaran buat lo biar dimasa yang akan datang lo gak ngulangin kesalahan yang sama lagi."
Widya: "Iya Rez pasti. Ngomong ngomong, udah berapa bulan lu sama cewek lu?"
Gw: "Belom ada sebulan sih."
Widya: "Berati jadiannya belum lama ini ya? Ya mudah mudahan lu sama cewek lu langgeng Rez."
Gw: "Aamiin...Lo sendiri juga semoga bisa dapetin cowok yang lebih baik dari sebelumnya, bahkan lebih baik dari gw."
Widya: "Aamiin...Yaudah makan Rez donatnya."
Gw: "Tanpa lo suruh juga bakal gw makan Wid." -ucap gw sambil mengambil sebuah donat yang ada di piring.

Gw gak menyangka kalau gw bakal ketemu Widya di sini, cewek yang mutusin gw demi cowok lain waktu gw masih di kelas 1 SMP. Kalau gak salah inget hubungan gw dengan Widya hanya berlangsung sekitar seminggu saja.

Setelah gw dan Widya menghabiskan pesenan kami dan membayarnya, kami lekas meninggalkan kedai donat tersebut.

Gw: "Wid, gw duluan ya."
Widya: "Ehh bentar Rez. Minta kontak lu dong emoticon-Big Grin" -ucapnya sambil memegangi tangan gw.
Gw: "Buat apaan lo minta kontak gw?"
Widya: "Hmm...Buat curhat atau kontakan aja. Boleh ya? Pliss."
Gw: "Sorry, gw gak bisa Wid."
Widya: "Yaah Rezaa..."
Gw: "Maaf Wid, tapi gw harus ngejaga perasaan cewek gw. Walaupun dia sekarang lagi jauh, tapi gw tetep inget sama dia. Gw takut ngecewain dia kalau tau gw masih ada kontak sama lo." -ucap gw sambil mencoba melepaskan genggaman tangannya Widya di tangan gw lalu pergi meninggalkannya.

Ada sedikit rasa bersalah dibenak gw sehabis gw melakukan tindakan seperti tadi, akan tetapi gw bakal ngerasa lebih bersalah lagi kalau gw membiarkan orang dari masalalu hadir kembali di dalam kehidupan gw. Apalagi sekarang sudah ada seorang cewek yang benar benar menyayangi gw, walaupun keberadaannya jauh. Akan tetapi rasa cinta gw ke Erlin tidak berkurang walaupun hanya setitik saja.

Kalau dipikir pikir, andai yang seperti tadi adalah Erlin dengan mantannya. Dan mantannya juga meminta kontak Erlin lalu dengan senang hati Erlin memberikannya, maka itu adalah sebuah lampu hijau bagi mantan Erlin untuk kembali merebut Erlin dari gw. Tapi pada kenyataannya Erlin baru sekali ini berpacaran, dan katanya gw adalah cowok pertama yang menjadi pacarnya. Gw yakin apa yang Erlin katakan malam itu adalah sebuah kejujuran, karena gw bisa melihat dari tatapan matanya dan juga cara dia berbicara didepan gw.

Setelah mendapatkan apa yang gw cari, gw langsung menuju ke parkiran tempat dimana si Red sudah lama menunggu gw. Sesampainya di parkiran lantai 2, gw langsung menancapkan kunci ke dalam socket lalu menyalakan Red dan menuju ke gerbang keluar. Gw pun membayar parkir pada loket pembayaran lalu memacu Red kembali pulang ke rumah.
Diubah oleh rzrdn62 21-04-2017 00:06
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.