- Beranda
- Stories from the Heart
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
...
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
⇝★Special Main cover by Special Somebody★⇜
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
╠⇌≪RULES≫⇋╣
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
Quote:
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
Quote:
╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣
Spoiler for FAQ:
╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:
Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.4K
929
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rzrdn62
#77
Part 10: Hari Pertama Ke Sekolah
Waktu berjalan sangat cepat, sehingga liburan tak terasa sudah usai. Kini gw kembali ke rumah yang terletak di Tangerang Selatan, dan akibatnya gw dengan Erlin pun terbatasi oleh Jarak yang berada diantara kami berdua. Sungguh ingin rasanya mengulang kembali saat saat liburan, saat saat dimana gw selalu bermain bersama Erlin. Saat gw melukiskan senyuman yang manis di wajahnya dan menikmati senyumannya tersebut. Saat gw bercanda tawa bersama dengannya tanpa memperdulikan sedang ada dimana dan sedang bersama siapa saja.
Kini gw harus menempuh jarak bermil mil jauhnya untuk bisa kembali bermain dengan Erlin, melalui segala kemacetan lalulintas yang menghadang. Akan tetapi, dengan rasa cinta yang kuat. Jarak ini tidak akan bisa mengubah perasaan yang ada dalam diri gw untuk Erlin. Bagi gw, diri Erlin seakan berada sangat dekat dengan gw saat kita berdua mengobrol lewat telepon ataupun sekedar chattingan.
Rasa cinta yang kuat, akan mengalahkan segala apapun rintangan dan kendala yang menghalangi di depan. Dan gw yakin, Erlin sendiri juga merasakan apa yang gw rasakan. Gw juga yakin kalau Erlin gak akan macem macem ketika diri gw berada jauh dari dirinya. Setiap hari kami hanya bisa memberi kabar lewat chatting BM atau panggilan telepon.
Gw dan Erlin sebelumnya sudah janjian mau bangun subuh agar kami bisa chattingan dulu sebelum berangkat ke sekolah. Walaupun Erlin orangnya rada susah untuk bangun pagi, tapi gw saranin agar dia memasang alarm untuk membantunya bangun.
Gw pun bangun sebelum subuh seperti biasanya, lekas gw mengambil hp dan mulai mengirim chat ke Erlin.
Sehabis chattingan dan sholat subuh gw pun langsung mandi, lalu lekas mencari seragam sekolah dan mengenakannya. Gw berencana untuk menunda sarapan sampai istirahat pertama nanti di sekolah, karena biasanya memang gw jarang menyempatkan diri untuk sarapan sebelum sekolah. Sekalinya sarapan paling cuma memakan roti tawar dengan segelas susu saja.
Hari ini gw putuskan untuk tidak membawa Red ke sekolah, karena nanti dikiranya gw sombong atau apalah baru masuk sekolah sudah membawa moge macam Red dan memilih untuk berjalan kaki menuju ke sekolah.
Kini tidak terasa gw sudah berada di kelas 3 SMP. Banyak sekali kenangan yang gw tinggalkan di kelas 1 dan 2 SMP, entah itu kenangan manis atau pahit semuanya masih teringat dengan baik dalam ingatan ini. Sekolah gw terletak di dalam komplek yang lokasinya tidak berada jauh dari rumah gw, jadi tidak masalah kalau gw kesekolah dengan berjalan kaki.
Beberapa menit kemudian sampailah gw di gerbang sekolah. Sekarang yang harus gw lakukan adalah mencari ruangan kelas yang terdapat nama gw di daftar murid yang biasanya terpampang di pintu kelas.
Setelah mencari cari ke beberapa kelas, belum ada satupun daftar murid yang tercantum nama gw. Gw pun melanjutkan pencarian ini. Sampai pada akhirnya gw sampai di ruang kelas 9I. Pada daftar murid gw juga melihat ada nama temen sebangku gw waktu gw berada di kelas 1 dan 2 SMP. Lekas, gw langsung memasuki kelas yang didalamnya sudah ada beberapa orang murid yang kebanyakan dari mereka adalah cewek. Semua pandangan pun beralih ke arah gw, canggung serta gugup rasanya karena baru memasuki ruangan saja gw sudah diliatin oleh banyak murid seperti ini.
Gw memutuskan untuk duduk di meja tengah barisan ke 2 dari depan, karena dengan sudut ini bisa memudahkan gw untuk memahami berbagai mata pembelajaran yang diajarkan oleh sang guru didepan kelas. Dan dengan posisi ini juga bisa memudahkan gw dalam mencari contekan ataupun meminjam sesuatu seperti pulpen kepada teman teman. Walaupun gw orangnya lebih dominan mengerjakan soal dengan kemampuan gw sendiri, akan tetapi jika soalnya sudah berada diluar batas kemampuan berpikir biasanya gw akan langsung mencari contekan dari teman yangmana jawaban dari soal tersebut sudah terverivikasi dan dipastikan benar.
Beberapa saat sehabis gw duduk di kursi dan menaruh tas di meja, orang yang tidak asing lagi dimata gw masuk ke dalam ruangan tersebut. Dia adalah temen seperjuangan gw dari kelas 1 SMP hingga sekarang, kami ber-2 selalu duduk di kursi dan meja yang sama selama 3 tahun berturut turut. Namanya adalah Romy.
Dia ini satu satunya saingan gw dalam memperebutkan hati seorang cewek dari kelas 1, karena tampangnya yang harus gw akui lebih tampan dari gw dan mempunyai tingkat kepedean diatas gw membuatnya menang mutlak jika bersaing dengan gw. Dulu waktu kelas 2 SMP kami berdua pernah bersaing untuk mendapatkan hati seorang cewek yang paling cantik di kelas. Dan saat itu keberuntungan berpihak kepada gw, karena gw selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk mendekatkan diri gw dengan cewek tersebut.
Kini gw harus menempuh jarak bermil mil jauhnya untuk bisa kembali bermain dengan Erlin, melalui segala kemacetan lalulintas yang menghadang. Akan tetapi, dengan rasa cinta yang kuat. Jarak ini tidak akan bisa mengubah perasaan yang ada dalam diri gw untuk Erlin. Bagi gw, diri Erlin seakan berada sangat dekat dengan gw saat kita berdua mengobrol lewat telepon ataupun sekedar chattingan.
Rasa cinta yang kuat, akan mengalahkan segala apapun rintangan dan kendala yang menghalangi di depan. Dan gw yakin, Erlin sendiri juga merasakan apa yang gw rasakan. Gw juga yakin kalau Erlin gak akan macem macem ketika diri gw berada jauh dari dirinya. Setiap hari kami hanya bisa memberi kabar lewat chatting BM atau panggilan telepon.
Gw dan Erlin sebelumnya sudah janjian mau bangun subuh agar kami bisa chattingan dulu sebelum berangkat ke sekolah. Walaupun Erlin orangnya rada susah untuk bangun pagi, tapi gw saranin agar dia memasang alarm untuk membantunya bangun.
Gw pun bangun sebelum subuh seperti biasanya, lekas gw mengambil hp dan mulai mengirim chat ke Erlin.
Quote:
Sehabis chattingan dan sholat subuh gw pun langsung mandi, lalu lekas mencari seragam sekolah dan mengenakannya. Gw berencana untuk menunda sarapan sampai istirahat pertama nanti di sekolah, karena biasanya memang gw jarang menyempatkan diri untuk sarapan sebelum sekolah. Sekalinya sarapan paling cuma memakan roti tawar dengan segelas susu saja.
Hari ini gw putuskan untuk tidak membawa Red ke sekolah, karena nanti dikiranya gw sombong atau apalah baru masuk sekolah sudah membawa moge macam Red dan memilih untuk berjalan kaki menuju ke sekolah.
Kini tidak terasa gw sudah berada di kelas 3 SMP. Banyak sekali kenangan yang gw tinggalkan di kelas 1 dan 2 SMP, entah itu kenangan manis atau pahit semuanya masih teringat dengan baik dalam ingatan ini. Sekolah gw terletak di dalam komplek yang lokasinya tidak berada jauh dari rumah gw, jadi tidak masalah kalau gw kesekolah dengan berjalan kaki.
Beberapa menit kemudian sampailah gw di gerbang sekolah. Sekarang yang harus gw lakukan adalah mencari ruangan kelas yang terdapat nama gw di daftar murid yang biasanya terpampang di pintu kelas.
Setelah mencari cari ke beberapa kelas, belum ada satupun daftar murid yang tercantum nama gw. Gw pun melanjutkan pencarian ini. Sampai pada akhirnya gw sampai di ruang kelas 9I. Pada daftar murid gw juga melihat ada nama temen sebangku gw waktu gw berada di kelas 1 dan 2 SMP. Lekas, gw langsung memasuki kelas yang didalamnya sudah ada beberapa orang murid yang kebanyakan dari mereka adalah cewek. Semua pandangan pun beralih ke arah gw, canggung serta gugup rasanya karena baru memasuki ruangan saja gw sudah diliatin oleh banyak murid seperti ini.
Gw memutuskan untuk duduk di meja tengah barisan ke 2 dari depan, karena dengan sudut ini bisa memudahkan gw untuk memahami berbagai mata pembelajaran yang diajarkan oleh sang guru didepan kelas. Dan dengan posisi ini juga bisa memudahkan gw dalam mencari contekan ataupun meminjam sesuatu seperti pulpen kepada teman teman. Walaupun gw orangnya lebih dominan mengerjakan soal dengan kemampuan gw sendiri, akan tetapi jika soalnya sudah berada diluar batas kemampuan berpikir biasanya gw akan langsung mencari contekan dari teman yangmana jawaban dari soal tersebut sudah terverivikasi dan dipastikan benar.

Beberapa saat sehabis gw duduk di kursi dan menaruh tas di meja, orang yang tidak asing lagi dimata gw masuk ke dalam ruangan tersebut. Dia adalah temen seperjuangan gw dari kelas 1 SMP hingga sekarang, kami ber-2 selalu duduk di kursi dan meja yang sama selama 3 tahun berturut turut. Namanya adalah Romy.
Dia ini satu satunya saingan gw dalam memperebutkan hati seorang cewek dari kelas 1, karena tampangnya yang harus gw akui lebih tampan dari gw dan mempunyai tingkat kepedean diatas gw membuatnya menang mutlak jika bersaing dengan gw. Dulu waktu kelas 2 SMP kami berdua pernah bersaing untuk mendapatkan hati seorang cewek yang paling cantik di kelas. Dan saat itu keberuntungan berpihak kepada gw, karena gw selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk mendekatkan diri gw dengan cewek tersebut.
0
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/28/8656089_201704280710150445.jpg)

![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/6955937_20170502044501.png)
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/03/6955937_20170503100444.png)