Empuk
Quote:
Aku lupa menanyakan nomer hp Wina. Akhirnya aku hapus pesan yang sudah ku tulis tadi. Akupun bergi ke arah kelas Wina, dan di sana aku bisa melihat dia. Kami pun saling bertemu pandang dan aku tersenyum padanya. Dari situ aku pergi ke kantin dan memesan jus jambu.
“hei kamu ga da pelajaran?”, sapa wina yang tiba-tiba datang
“ga ada, kamu ngapain?”, kataku
“mau ketemu kamu lah yang, kan aku tadi liat kamu”, katanya
“izin ke toilet?”, kataku
“iya lah masa izin ketemu sama kamu”, katanya
“jangan lama-lama nanti curiga”, kataku
“kamu kenapa ga ngabarin kalo ga da guru?”, katanya
“aku kan ga tau no hp kamu”, kataku
“oh iya, aku juga kan ga punya nomer kamu. Hehehe”, katanya sambil nyengir
Kamipun bertukar nomer hp dan setelah itu Wina kembali kekelas. Sampai jam pulang sekolah aku hanya diam di kantin.
“kamu masih di kantin aja sih?”, kata Wina yang datang menghampiriku
“iya, ko kamu tau aku masih di kantin?”, kataku
“ga tau, feeling aja sih”, katanya
“kamu latihan kan sekarang?”, lanjutnya
“iya latihan ko, Cuma izin ga masuk pasukan dulu Cuma liat aja, aku pusing”, kataku
Memena gsaat itu aku merasa pusing dan tidak enak badan
“mana coba sini”, kata Wina sambil memegang dahiku
“agak anget yang”, katanya
“tapi aku ga apa-apa ko”, kataku
“yaudah sekarang kamu balik ke kelas dulu aja, istirahat disana nanti aku nyusul”, katanya
Akupun menuruti nya dan kembali kekelas.
“Teo, kamu belum pulang?”, sapa Rathi
Aku hanya menggelengkan kepala
“sakit ya?”, kata Rathi yang spontan memegang dahiku
“kamu demam tuh”, katanya
Akupun menaruh tas ku di atas meja dan merebahkan kepalaku di tas.
“kamu mau aku ambilin obat di uks?”, kata Rathi
“ga perlu, nanti Wina kesini”, kaataku
“aku temenin ya sampe Wina dateng”, katanya
“ga perlu” kataku
“Thi, ayo pulang”, terdengar suara Ali
“bentar Li”, katanya
“kenapa?”, tanya Ali
“Teo sakit”, kata Rathi
“perhatian banget sih”, katanya ketus
“kamu kenpa sih aku perhatian sama temen, salah?”, kata Rathi
“dia bukan temen tapi....”, aku pun memotong omongan Ali
“orang yang pernah lu berdua sakitin, dari pada gua ngamuk disini mendingan lu pada balik, dan lu Thi ga perlu ngasih perhatian buat gua, kan udah ada Ali yang lebih romantis dari gua”, kataku kesal
mereka berdua terdiam dan mematung di depanku, tak lama Wina datang.
“hei, Li, Thi”, sapa Wina
Lalu Wina duduk di sebelahku dan memberikan ku susu hangat rasa Vanila.
“minum yang”, katanya
Akupun bersandar di bangku dan minum
“muka kamu merah banget itu”, kata Wina
“hmmm,, hmhmhmhm”, kataku
“minum dulu sih baru ngomong”, kata Wina mencubit hidungku
Ali pun menarik Rathi dan keluar kelas
“ada masalah apa yang?”, kata Wina
“ga ada apa-apa yang”, kataku lalu merebahkan kepala di tas lagi
Lalu Wina mengangkat kepalaku dan membenarkan posisinya
“ni hadep ke aku kepalanya”, katanya
Aku hanya tersenyum. Kepalaku masih pusing, dan tenggorokannku mulai terasa tidak enak
.
“kamu pulang aja yang, kasian”, kata Wina
“ga apa-apa. Bentar lagi kumpul kan”, kataku
“yaudah kita ke sekre istirahat disana aja kamu”, kata Wina
Kami berduapun berjalan ke sana, sesampainya di sana baru ada kelas 1 dan pak Wan
“lah, kenapa si Teo Win?”, kata pak Wan
“sakit pak”, kata Wina
“istirahat aja di rumah”, kata pak Wan
“ga apa-apa pak, saya liat aja latihannya”, kataku
“bener ga apa-apa kamu?”, tanya pak Wan
Akupun menganggu, aku mengambil posisi di pojokan lalu rebahan di sana, sedangkan Wina duduk di sebelahku sambil bersandar ke tembok. Satu persatu anak paskib datang sampai akhirnya kehebohan terjadi.
“buset dek napa lu!”, teriak ka Suci
Akupun menghela nafas panjang
“berisik sih Ci, lagi sakit tuh dia”, kata pak Wan
“oh, maaf-maaf”, katanya sambil menghampiriku
“udah di kasih obat Win?”, tanya kak Suci ke Wina
“belum sih kak, tapi udah aku kasih susu anget tadi”, kata Wina
“pulang sih dek”, kata kak Suci
“ga ah”, kataku
“segitu kga mau di tinggalnya sama Wina lu dek?”, bisik kak Suci
akupun hanya diam, ku lirik Wina, wajahnya memerah
“udah kumpul semua kan?”, kata pak Wan
“sekarang kita latihan, taro barang-barang di sekre jangan ada yang di bawa kecuali minum”, kata pak Wan lalu keluar sekre
“eh, Win, jagain Teo takut kenapa-kenapa” kata pak Wan
“ok pak”, kata Wina
Yang lainpun keluar sekre dan tinggallah kami berdua
“yang, kamu istirahat”, kata Wina
“iya aku ngantuk”, kataku
Lalu aku memejamkan mata, saat hampir tertidur terasa kepalaku di angkat dan di letakkan di sesuatu yang empuk, akupun membuka mata
“maaf yang kamu jadu kebangun”, kata Wina
Saat ku lihat ternyata kepalaku ada di paha Wina.
“empuk yang”, kataku spontan
Dia senyum-senyum tak jelas sambil memencet hidungku. Lalu aku kembali memejamkan mata dan tak lama aku tertidur.