- Beranda
- Stories from the Heart
Alonim
...
TS
akridaus277
Alonim
Spoiler for Cover:
Quote:
Daftar isi :
Part 1 - Frontline Syndrome
Part 2.1 - Rabu Malam, Malam Game Online
Part 2.2 - Traktiran
Part 2.3 - Untuk Thor
Part 2.4 - Restoran Pizza
Part 2.5 - Wild Tanngrisnir
Part 3.1 - Tentangku
Part 3.2 - "Rekan Satu Tim"
Part 3.3 - Gadis yang Hilang
Part 3.4 - Tukang Pos
Part 3.5 - 405 atau 406
Part 4.1 - Merasa Unik
Spoiler for Credit:
Diubah oleh akridaus277 04-03-2018 14:01
anasabila memberi reputasi
1
5.4K
32
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
akridaus277
#16
Part 2 .3 - Untuk Thor
Spoiler for Cover:
Waktu berlalu begitu cepat. Hari ini aku belum menyinggung sedikitpun tentang surat misterius itu kepada Rani. Rani pun tidak pernah menyinggung soal surat itu sejak hari Senin ketika kami menemukannya. Mungkin surat itu ditujukkan kepadanya sehingga ia malu dan tidak mau ada orang yang tahu tentang surat itu.Yep kemungkinan selalu ada segila apapun bentuknya.
Bel pulang sekolah telah berbunyi dan itu berarti saatnya pergi menikmati duniaku. Seperti biasa aku duduk di tempatku di kursi paling jauh dari pintu masuk. Memejamkam mata dan berteleportasi menuju dimensi lain yang hanya bisa dimasuki olehku.
Kali ini aku melihat gadis itu lagi. Gadis yang sama seperti yang aku lihat waktu hari Senin. Keadaannya pun sama seperti waktu hari Senin. Aku berada di salah satu sisi jalan menghadap lurus ke arah gadis itu yang berada tepat di seberangku dengan zebra cross yang menjembatani kami berdua. Gadis yang mirip Rani itu membaca buku yang dibawanya seiring silih bergantinya nyala lampu lalu lintas. Pakaian yang sama dikenakannya saat ini, sweater biru tua dengan kemeja putih dibaliknya dan sepasang jeans warna abu-abu.
Aku mencoba mengubah situasi ini namun hasilnya nihil. Aku tetap berada di tempatku semula dan gadis itu tepat berada di tempatnya juga. Aku tidak mengerti mengapa ini bisa terjadi. Ini adalah duniaku dan sudah seharuanya yang mengatur dunia ini adalah aku. Tetapi mengapa ketika situasi ini terjadi aku tidak bisa mengubahnya? Seakan-akan ada bagian dari diriku yang tidak ingin mengubah situasi ini. Aku mencoba lagi dengan memejamkan mata, meningkatkan konsentrasi untuk memaksa mengubah situasi. Namun ketika aku membuka mata aku lihat gadis itu telah seperempat jalan menyebrangi zebra cross sambil membaca bukunya. Kulihat lampu hijau tiba-tiba menyala.
"Braakkkk!!! " suara tumbukan.
“Kita belum selesai,” ujar seorang gadis.
“Hah? Kau ini mau apa lagi?” ujarku ketika tahu pemilik suara itu adalah Rani.
“Hoh? Jadi nyawamu Cuma berharga dua jam tutoring?” ejeknya.
“Cih, perempuan satu ini sungguh menyebalkan,”
“Mulai hari ini aku memutuskan bahwa kau harus bersedia menjadi tutorku dan menemaniku menemukan siapa pengirim surat ini sampai kita menemukan pengirim surat ini,” ujarnya sambil mengacungkan sepucuk surat di tangannya.
“Hoh? Apa kau pikir aku juga akan mempertaruhkan harga diriku hanya untuk tugas dari Pak Bambang?” ujarku kesal.
“Sudah kuduga, tapi bagaimana reaksi teman-teman sekelas kalau mereka tahu kau itu suka hal-hal lucu, imut, dan sejenisnya? Mungkin ada yang mengira kau ini pedo atau sejenisnya? Bagaimana, Adorable Cat?” ucapnya disusul senyuman kemenangannya.
“Ja-jangan, aku bukan pedo!” tegasku.
“Well, memang, tapi dunia ini kan kejam, Tom, ini bukan tentang kau menganggap dirimu apa tapi tentang orang-orang menganggap dirimu apa,” ucapnya.
“Ok ok aku akan membantumu sampai menemukannya,” ucapku.
“Sial! Aku tidak punya pilihan lain,”
Kemudian ia membuka amplop surat itu dan mengeluarkan selembar kertas yang ada di dalamnya. Ia membentangkan kertas itu di atas meja. Tidak banyak yang tertulis di kertas itu. Di kertas itu tertulis :
Untuk : Thor
Makasih ya untuk semuanya. Aku ingin bertemu denganmu lagi.
Aku ingin mengatakan semuanya.
Isinya hanya dua baris. Sepertinya pengirim surat tidak ingin mengungkapkan semua yang ingin dia ungkapkan melalui surat. Dia ingin mengatakannya langsung kepada si penerima. Si pengirim berterimakasih atas apa yang telah dilakukan si penerima, itu berarti ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama si pengirim dan si penerima sudah lama kenal. Kemungkinan kedua si penerima telah melakukan hal yang tidak bisa dilupakan oleh si pengirim. Selanjutnya si pengirim dan si penerima berpisah karena suatu hal.
“Wah! Tulisannya sangat bagus dan rapi seperti ketikan komputer saja,” ucapku terkejut karena baru sadar bahwa tulisan pengirim surat sangat bagus dan rapi.
“Tulisan laki-laki tidak mungkin sebagus dan serapi ini, ini pasti tulisan seorang perempuan, ya kan, Ran?” tambahku sambil menoleh ke Rani.
Kulihat mata Rani berkaca-kaca, terbengong, dan tidak menghiraukan pertanyaanku tadi.
“Ran? Oy!” aku menggoyangkan bahunya.
“Oh, ya, kau benar itu pasti tulisan seorang perempuan,” jawabnya.
“Kreek!” suara pintu perpustakaan terbuka.
Quote:
0