- Beranda
- Stories from the Heart
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
...
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
⇝★Special Main cover by Special Somebody★⇜
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
╠⇌≪RULES≫⇋╣
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
Quote:
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
Quote:
╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣
Spoiler for FAQ:
╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:
Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.4K
929
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rzrdn62
#58
Part 7: The Beginning
Malam ini gw dengan Erlin bermain Ps berdua dirumahnya bersama sama. Kami bermain sebuah game aksi berjudul CoD BO2, sebuah title yang pastinya tidak asing lagi untuk para gamers. Tapi pastinya asing bagi para cewek seperti Erlin
Kami berdua bermain multiplayer match menggunakan split screen. Sebelum ronde dimulai, banyak pertanyaan yang dilontarkan Erlin mengenai game yang satu ini.
Erlin: "Ini nembaknya gimana?"
Gw: "Teken R1, greakin analog kiri untuk jalan terus analog kanan untuk mindahin posisi sudut pandang."
Erlin: "Terus empat garis hijau di tengah tengah itu untuk apa?" -tanyanya kembali sambil menunjuk ke display Tv
Gw: "Itu namanya crosshair, gunanya untuk petunjuk arah tembakan. Nanti sebelum nembak arahin dulu crosshairnya ke badan musuh, lebih bagus lagi kalau kena kepala. Jadi cepet matinya."
Erlin: "Ohh...Oke oke."
Ronde pun dimulai. Disini gw bermain sebagai pasukan kelas recon dengan senapan sniper rifle nya yang mematikan, sedangkan Erlin...Dia memilih untuk menggunakan Support dengan light machine gun nya yang brutal. Kelas support ini mempunyai ammo kit. Jadi ketika peluru habis, bisa me-restock semua pelurunya menggunakan ammo kit. Seperti biasa, gw bermain dengan menggunakan strategi camping alias diam di suatu tempat tersembunyi sambil menunggu mangsa lewat. Sesekali gw juga mengambil martabak telur yang ada di antara gw dan Erlin lalu memakannya.
Gw melihat di layar sebelah kanan kalau Erlin sedang berjalan jalan mencari gw.
Erlin: "Iihhh dimana sih kamu? Kok ngga ketemu ketemu dari tadi.
"
Gw: "Cari aja sendiri
"
Ketika waktu permainan sudah tinggal 1 menit, gw langsung keluar dari persembunyian gw dan mengambil sebuah kotak drop yang berada tidak jauh dari lokasi camping, lalu berjalan menelusuri map untuk mencari Erlin. Tidak butuh waktu lama untuk menemukan Erlin, gw pun langsung membidik dari kejauhan dengan sniper dan bersiap untuk melepaskan tembakan sebelum sasaran berada diluar jangkauan. Walaupun posisi karakter yang digunakan Erlin bergerak gerak, ini tidak menjadi masalah bagi gw. Karena gw sering bermain game aksi multiplayer dirumah menggunakan pasukan kelas recon.
Dorr
Satu tembakan gw lepaskan dan tepat mengenai kepala karakter yang dimainkan Erlin, hal ini membuat gw mendapatkan skor kill 1.
Erlin: "Curang mainnya dari jauh nih. Aku kan ngga liat. Yaahhh kalah deh ini mah."
Gw: "Ini namanya strategi bukan curang
"
Tidak lama kemudian, timer pun habis dan ronde permainan sudah selesai dengan skor akhir 1 kill untuk gw dan 0 kill untuk Erlin.
Gw: "Karena gw yg menang, sekarang lo harus nurutin apa yg gw mau. Ok?"
Erlin: "Iya iya. Sekarang kamu maunya apa?"
Gw lekas berdiri, lalu meraih kedua tangan Erlin dan membantunya berdiri. Kini kami berdua pun berdiri saling berhadapan satu sama lain.
Gw: "Gw mau langsung to the point aja ya Lin, kelamaan udah malem soalnya."
Erlin: "Tunggu...Maksudnya?"
Gw: "Gw...Gw emang bener bener suka dan sayang sama lo, Lin. Gw mau..."
Erlin: "Mau aku jadi pacar kamu?"
Gw: "Bukan, mau ke toilet."
Erlin: "Iihhh seriuuus."
Gw: "Hahaha...Iya iya. Gw mau kalau lo jadi pacar gw. Lo mau kan, Lin?
"
Erlin: "Hmm...Mau ngga yaa? Kata katanya ganti dulu, kurang enak didengernya."
Gw: "Aku sayang sama kamu Erlin, aku mau kamu jadi pacar aku. Aku tau, meski kamu bukan yang pertama dalam hidup aku. Tapi aku akan mencoba untuk membuat kamu menjadi yang terakhir dalam hidup aku. Kamu mau kan jadi pacar aku?"
Erlin: "Apa harus aku jawab sekarang Rez?" -ucapnya sambil sesekali mengalihkan pandangan kebawah karena malu
Gw: "Iya dong. Kalau gak dijawab, bisa bisa nanti malam aku malah jadi gak bisa tidur karena mikirin jawaban dari kamu."
Erlin: "...."
Erlin terdiam sejenak di hadapan gw, dia terlihat sepertinya sangat terkejut sekaligus malu. Tapi beberapa saat kemudian, hal yang tidak terduga pun terjadi. Erlin mencium pipi kanan gw, lalu memeluk erat tubuh gw sehingga membuat jantung ini berdebar semakin cepat.
Erlin: "Aku udah lama banget nunggu saat saat kaya gini Rez. Saat dimana kamu menyatakan perasaan yang sebenernya kamu rasain ke aku. Kadang aku juga ngga bisa tidur cuma karena mikirin kapan kamu bisa nyatain perasaan kamu ke aku." -ucapnya dalam pelukan gw dengan nada tersedu sedu.
Gw: "Aku butuh waktu, Lin. Kalau terlalu buru buru, aku takut kamu belum siap untuk nerima aku. Tolong dijawab Lin."
Erlin: "Apa hal tadi belum cukup untuk ngejawab pernyataan kamu, Rez?"
Gw: "Jadi...Kamu nerima aku?"
Erlin: "..." -terdiam tetapi menganggukkan kepalanya
Gw: "Terimakasih, Lin." -ucap gw sambil mengelus rambutnya yang terurai di tangan gw, lalu melepaskan pelukan dari Erlin
Akhirnya, gw bisa mengungkapkan perasaan gw sepenuhnya ke Erlin dan dia menerima gw sebagai pacarnya. Lega bercampur senang rasanya, bagaikan habis meminum air di tengah padang pasir yang tandus dan terik.
Gw: "Udah dong jangan nangis lagi kamu." -ucap gw sambil menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya
Erlin: "Aku...Aku nangis karena bahagia kok. Bahagia karena selama ini penantian aku akhirnya terwujudkan juga.
"
Gw: "Yaudah, sekarang kan penantian kamu udah terwujud nih. Hal apa yang paling kamu mau dari aku?"
Erlin: "Aku mau...Kamu selalu ada untuk aku dan selalu nemenin aku selamanya. Jangan pernah tinggalin aku Rez, apapun alesannya."
Gw: "Iya Lin, pastinya hal itu bakalan aku wujudkan untuk kamu."
Erlin: "Kamu juga jangan genit sama cewek lain ya."
Gw: "Iya pasti Lin. Tapi kalau genitnya sama kamu boleh gak?
"
Erlin: "Iihh kamu.
"
Gw: "Yaudah main gamenya udahan ya, udah mau larut nih soalnya."
Erlin: "Yaudah matiin aja Ps sama Tvnya. Kamu kalau tidur jangan di sini."
Gw: "Lah, terus kalau gitu aku tidur dimana?"
Erlin: "Dikamar aku aja Rez.
"
Gw: "Gak ah, bisa gawat ntar. Mending aku tidur disofa aja Lin."
Erlin: "Kalau gitu aku ngga mau tidur sih bodo." -ucapnya sambil memalingkan wajah dari gw dan melipat tangannya
Gw: "Yaudah kalau gitu aku temenin kamu tidur dikamar deh. Tapi aku gak tidur dikasur ya, aku dibawah aja."
Setelah mematikan Ps dan Tv di ruang tengah, juga tidak lupa membereskan stik, gelas juga sisa martabak yang tidak habis. Kami berdua pun berjalan memasuki kamar Erlin.
Setelah memasuki kamarnya dan menyalakan lampu, banyak sekali boneka teddy bear dengan beragam ukuran tersusun rapih di pojok kamar dan juga foto foto Erlin sewaktu dia masih kecil. Terasa sekali aroma vanilla yang begitu semerbak mengharumi kamar ini. Kalau dibandingin dengan kamar gw, ibaratnya goa dengan kamar seorang putri di negri dongeng.
Gw: "Kamar kamu setiap hari emang wanginya kaya gini ya?"
Erlin: "Iya Rez, abisnya aku suka wangi Vanilla."
Gw: "Itu boneka juga banyak banget, dari siapa aja Lin?"
Erlin: "Itu semuanya aku yang beli Rez, ada beberapa sih hadiah dari papah waktu ulang tahun aku."
Gw: "Ohh. Kirain dari mantan mantan kamu hahaha."
Erlin: "Boro boro punya mantan. Kamu itu cowok yang pertama buat aku Rez.
"
Kaget mendengar ucapan Erlin, gw pun hanya terdiam diri. Gak mungkin cewek secantik dan semanis dia belum punya pacar sama sekali. Tapi kalau dilihat dari cara berbicara dan tatapannya, demikian dia berkata jujur apa adanya.
Gw membuka kemeja gw dan menggantungnya di hanger baju yang ada di kamar Erlin, sekarang gw hanya mengenakan kaos polos dan jeans saja.
Erlin: "Kok tidur pake celana jeans?"
Gw: "Soalnya aku gak enak ada cewek kalau cuma pake kolor doang.
"
Erlin: "Hahaha. Yaudah tidur ya Rez. Malam Reza."
Erlin langsung naik ke atas kasur, lalu menarik selimut dan memejamkan matanya. Gw menghampiri Erlin yang ada di kasur lalu duduk di sampingnya sambil mengusap lembut pipinya.
Gw: "Malam juga Erlin." -ucap gw lalu mencium keningnya
Pada saat itu, terlihat wajahnya Erlin yang sangat cantik sedang tertidur. Bisa aja gw melakukan sesuatu yang menguntungkan diri gw disaat seperti ini kalau pikiran gw sedang kotor
Tapi, gak ada niat dalam benak gw untuk melakukan hal semacam itu kepada Erlin. Gw sangat bersyukur dia mau menerima gw sebagai pacarnya, apalagi gw ini adalah cowok pertama yang menjadi pacar Erlin. Ini juga pertama kalinya gw bisa tidur di dalam kamar seorang cewek, jangankan tidur. Masuk ke kamar cewek aja gw gak berani. Setelah mencium kening Erlin, gw langsung mengambil bantal yang tersisa dan tidur di lantai bersebelahan dengan Erlin. Walaupun dia tidurnya diatas kasur, tapi gw tetap sangat senang karena bisa bermalam dan tidur sekamar dengan orang yang gw cintai.
Kami berdua bermain multiplayer match menggunakan split screen. Sebelum ronde dimulai, banyak pertanyaan yang dilontarkan Erlin mengenai game yang satu ini.Erlin: "Ini nembaknya gimana?"
Gw: "Teken R1, greakin analog kiri untuk jalan terus analog kanan untuk mindahin posisi sudut pandang."
Erlin: "Terus empat garis hijau di tengah tengah itu untuk apa?" -tanyanya kembali sambil menunjuk ke display Tv
Gw: "Itu namanya crosshair, gunanya untuk petunjuk arah tembakan. Nanti sebelum nembak arahin dulu crosshairnya ke badan musuh, lebih bagus lagi kalau kena kepala. Jadi cepet matinya."
Erlin: "Ohh...Oke oke."
Ronde pun dimulai. Disini gw bermain sebagai pasukan kelas recon dengan senapan sniper rifle nya yang mematikan, sedangkan Erlin...Dia memilih untuk menggunakan Support dengan light machine gun nya yang brutal. Kelas support ini mempunyai ammo kit. Jadi ketika peluru habis, bisa me-restock semua pelurunya menggunakan ammo kit. Seperti biasa, gw bermain dengan menggunakan strategi camping alias diam di suatu tempat tersembunyi sambil menunggu mangsa lewat. Sesekali gw juga mengambil martabak telur yang ada di antara gw dan Erlin lalu memakannya.
Gw melihat di layar sebelah kanan kalau Erlin sedang berjalan jalan mencari gw.
Erlin: "Iihhh dimana sih kamu? Kok ngga ketemu ketemu dari tadi.
"Gw: "Cari aja sendiri
"Ketika waktu permainan sudah tinggal 1 menit, gw langsung keluar dari persembunyian gw dan mengambil sebuah kotak drop yang berada tidak jauh dari lokasi camping, lalu berjalan menelusuri map untuk mencari Erlin. Tidak butuh waktu lama untuk menemukan Erlin, gw pun langsung membidik dari kejauhan dengan sniper dan bersiap untuk melepaskan tembakan sebelum sasaran berada diluar jangkauan. Walaupun posisi karakter yang digunakan Erlin bergerak gerak, ini tidak menjadi masalah bagi gw. Karena gw sering bermain game aksi multiplayer dirumah menggunakan pasukan kelas recon.
Dorr
Satu tembakan gw lepaskan dan tepat mengenai kepala karakter yang dimainkan Erlin, hal ini membuat gw mendapatkan skor kill 1.
Erlin: "Curang mainnya dari jauh nih. Aku kan ngga liat. Yaahhh kalah deh ini mah."
Gw: "Ini namanya strategi bukan curang
"Tidak lama kemudian, timer pun habis dan ronde permainan sudah selesai dengan skor akhir 1 kill untuk gw dan 0 kill untuk Erlin.
Gw: "Karena gw yg menang, sekarang lo harus nurutin apa yg gw mau. Ok?"
Erlin: "Iya iya. Sekarang kamu maunya apa?"
Gw lekas berdiri, lalu meraih kedua tangan Erlin dan membantunya berdiri. Kini kami berdua pun berdiri saling berhadapan satu sama lain.
Gw: "Gw mau langsung to the point aja ya Lin, kelamaan udah malem soalnya."
Erlin: "Tunggu...Maksudnya?"
Gw: "Gw...Gw emang bener bener suka dan sayang sama lo, Lin. Gw mau..."
Erlin: "Mau aku jadi pacar kamu?"
Gw: "Bukan, mau ke toilet."
Erlin: "Iihhh seriuuus."
Gw: "Hahaha...Iya iya. Gw mau kalau lo jadi pacar gw. Lo mau kan, Lin?
"Erlin: "Hmm...Mau ngga yaa? Kata katanya ganti dulu, kurang enak didengernya."
Gw: "Aku sayang sama kamu Erlin, aku mau kamu jadi pacar aku. Aku tau, meski kamu bukan yang pertama dalam hidup aku. Tapi aku akan mencoba untuk membuat kamu menjadi yang terakhir dalam hidup aku. Kamu mau kan jadi pacar aku?"
Erlin: "Apa harus aku jawab sekarang Rez?" -ucapnya sambil sesekali mengalihkan pandangan kebawah karena malu
Gw: "Iya dong. Kalau gak dijawab, bisa bisa nanti malam aku malah jadi gak bisa tidur karena mikirin jawaban dari kamu."
Erlin: "...."
Erlin terdiam sejenak di hadapan gw, dia terlihat sepertinya sangat terkejut sekaligus malu. Tapi beberapa saat kemudian, hal yang tidak terduga pun terjadi. Erlin mencium pipi kanan gw, lalu memeluk erat tubuh gw sehingga membuat jantung ini berdebar semakin cepat.
Erlin: "Aku udah lama banget nunggu saat saat kaya gini Rez. Saat dimana kamu menyatakan perasaan yang sebenernya kamu rasain ke aku. Kadang aku juga ngga bisa tidur cuma karena mikirin kapan kamu bisa nyatain perasaan kamu ke aku." -ucapnya dalam pelukan gw dengan nada tersedu sedu.
Gw: "Aku butuh waktu, Lin. Kalau terlalu buru buru, aku takut kamu belum siap untuk nerima aku. Tolong dijawab Lin."
Erlin: "Apa hal tadi belum cukup untuk ngejawab pernyataan kamu, Rez?"
Gw: "Jadi...Kamu nerima aku?"
Erlin: "..." -terdiam tetapi menganggukkan kepalanya
Gw: "Terimakasih, Lin." -ucap gw sambil mengelus rambutnya yang terurai di tangan gw, lalu melepaskan pelukan dari Erlin
Akhirnya, gw bisa mengungkapkan perasaan gw sepenuhnya ke Erlin dan dia menerima gw sebagai pacarnya. Lega bercampur senang rasanya, bagaikan habis meminum air di tengah padang pasir yang tandus dan terik.
Gw: "Udah dong jangan nangis lagi kamu." -ucap gw sambil menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya
Erlin: "Aku...Aku nangis karena bahagia kok. Bahagia karena selama ini penantian aku akhirnya terwujudkan juga.
"Gw: "Yaudah, sekarang kan penantian kamu udah terwujud nih. Hal apa yang paling kamu mau dari aku?"
Erlin: "Aku mau...Kamu selalu ada untuk aku dan selalu nemenin aku selamanya. Jangan pernah tinggalin aku Rez, apapun alesannya."
Gw: "Iya Lin, pastinya hal itu bakalan aku wujudkan untuk kamu."
Erlin: "Kamu juga jangan genit sama cewek lain ya."
Gw: "Iya pasti Lin. Tapi kalau genitnya sama kamu boleh gak?
"Erlin: "Iihh kamu.
"Gw: "Yaudah main gamenya udahan ya, udah mau larut nih soalnya."
Erlin: "Yaudah matiin aja Ps sama Tvnya. Kamu kalau tidur jangan di sini."
Gw: "Lah, terus kalau gitu aku tidur dimana?"
Erlin: "Dikamar aku aja Rez.
"Gw: "Gak ah, bisa gawat ntar. Mending aku tidur disofa aja Lin."
Erlin: "Kalau gitu aku ngga mau tidur sih bodo." -ucapnya sambil memalingkan wajah dari gw dan melipat tangannya
Gw: "Yaudah kalau gitu aku temenin kamu tidur dikamar deh. Tapi aku gak tidur dikasur ya, aku dibawah aja."
Setelah mematikan Ps dan Tv di ruang tengah, juga tidak lupa membereskan stik, gelas juga sisa martabak yang tidak habis. Kami berdua pun berjalan memasuki kamar Erlin.
Setelah memasuki kamarnya dan menyalakan lampu, banyak sekali boneka teddy bear dengan beragam ukuran tersusun rapih di pojok kamar dan juga foto foto Erlin sewaktu dia masih kecil. Terasa sekali aroma vanilla yang begitu semerbak mengharumi kamar ini. Kalau dibandingin dengan kamar gw, ibaratnya goa dengan kamar seorang putri di negri dongeng.
Gw: "Kamar kamu setiap hari emang wanginya kaya gini ya?"
Erlin: "Iya Rez, abisnya aku suka wangi Vanilla."
Gw: "Itu boneka juga banyak banget, dari siapa aja Lin?"
Erlin: "Itu semuanya aku yang beli Rez, ada beberapa sih hadiah dari papah waktu ulang tahun aku."
Gw: "Ohh. Kirain dari mantan mantan kamu hahaha."
Erlin: "Boro boro punya mantan. Kamu itu cowok yang pertama buat aku Rez.
"Kaget mendengar ucapan Erlin, gw pun hanya terdiam diri. Gak mungkin cewek secantik dan semanis dia belum punya pacar sama sekali. Tapi kalau dilihat dari cara berbicara dan tatapannya, demikian dia berkata jujur apa adanya.
Gw membuka kemeja gw dan menggantungnya di hanger baju yang ada di kamar Erlin, sekarang gw hanya mengenakan kaos polos dan jeans saja.
Erlin: "Kok tidur pake celana jeans?"
Gw: "Soalnya aku gak enak ada cewek kalau cuma pake kolor doang.
"Erlin: "Hahaha. Yaudah tidur ya Rez. Malam Reza."
Erlin langsung naik ke atas kasur, lalu menarik selimut dan memejamkan matanya. Gw menghampiri Erlin yang ada di kasur lalu duduk di sampingnya sambil mengusap lembut pipinya.
Gw: "Malam juga Erlin." -ucap gw lalu mencium keningnya
Pada saat itu, terlihat wajahnya Erlin yang sangat cantik sedang tertidur. Bisa aja gw melakukan sesuatu yang menguntungkan diri gw disaat seperti ini kalau pikiran gw sedang kotor
Tapi, gak ada niat dalam benak gw untuk melakukan hal semacam itu kepada Erlin. Gw sangat bersyukur dia mau menerima gw sebagai pacarnya, apalagi gw ini adalah cowok pertama yang menjadi pacar Erlin. Ini juga pertama kalinya gw bisa tidur di dalam kamar seorang cewek, jangankan tidur. Masuk ke kamar cewek aja gw gak berani. Setelah mencium kening Erlin, gw langsung mengambil bantal yang tersisa dan tidur di lantai bersebelahan dengan Erlin. Walaupun dia tidurnya diatas kasur, tapi gw tetap sangat senang karena bisa bermalam dan tidur sekamar dengan orang yang gw cintai.0
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/28/8656089_201704280710150445.jpg)
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/6955937_20170502044501.png)
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/03/6955937_20170503100444.png)