sorry ye yang nungguan dari jam 1. gue ketiduran 
+_+_+_+_+_+_+_++_+_
KENTANG SEBELUMNYA
Quote:
"Sari, semoga kamu gak kenapa-napa. Janga tinggalkan aku di dalam kegelapan" kataku ketika aku masuk kedalam mobil
Kupacu mobil WMB ku, lalu pergi dari rumah sakit menuju rumah yang aku tempati. Diperjalanan aku terus berdo'a kepada tuhan yang maha esa, Semoga Sari tidak akan kenapa-napa
+_+_+_+_+_+_+_+__+_+_+_+_+_++_+_+_+_+_+_+_
keesokan harinya
Aku berangkat sekolah menggunakan nagkot seperti biasa. Tapi kali ini, ada hal yang mengganjal pikiranku. Sari. Iya. Aku sangat menghawatirkannya kali ini. Entah kenapa hati ini rasanya tidak tenang melihat kondisinya yang terbaring lemah kemarin.
Sari tidak masuk sekolah hari ini. Aku rasa itu wajar mengingat kondisinya. Pulang sekolah aku berencana menggunjunginya di rumah sakit. Entah apa yang akan ia katakan padaku nanti.
Pelajaran hari ini pun serasa hanya seperti angin yang berlalu. Ragaku berada disekolah, tapi pikiranku jauh berada dimana mana. Pikiranku terus membayangkan segala kemungkinan yang akan terjadi kedepannya. Mulai dari skenario terbaik, hingga skenario terburuk. Semoga skenario terburuk tak akan terjadi kedepannya.
pulang sekolah
Seperti yang sudah aku tetapkan sebelumnya, aku akan mengunjungi hari sekarang. Akupun meminta izin tidak nongkrong dengan teman sekolahku
Quote:
"pret, kam-ret. Gue kagak nongkrong dulu ya" kataku pada Fredi
"kenapa wan ?" tanya Radit
"gue mau nengok sang pujaan hati bray" jawabku
"yaudah gih. Buruan kalo mau jenguk" kata Fredi
"eh, tapi sebelumnya, elu udah ngomong yang sebenernya ke Sari ?" tanyaku
"udah, selaw aja" jawab Fredi
"oke. Yaudah, gue duluan ya !" teriakku pada mereka
"yooo" saut mereka
Aku memutuskan untuk pulang ke rumah terlebih dahulu. Untuk sekedar emngganti pakaian dan membawa sang
ninja hijaukepunyaanku.
sesampainya dirumah
Quote:
*TOK*TOK*
"Assalamu'alaikum mang !" kataku sambil mengetuk pintu
Tak lama menunggu mang Ujang pun membukakan pintu
"Tumben cepet mang ?" tanyaku
"hehe, iya a'. kebetulan mau keluar" jawabnya
"ooh, mau kemana ?" tanyaku lagi
"mau ke Amerikamaret a'. mau nitip ?" balasnya bertanya
"boleh. Marlioboro Blue Ais satu" jawabku sambil memberi pecahan uang 50 ribu
"Marlioboro rokok a'

?" tanya mang ujang bingung
"bukan mang, itu merek minuman

" jawabku
"oo, yaudah nanti mang ujang cariin

" katanya
"ya ampun

rokok mang, itu merek rokok

" kataku
"lho, Aa' ngerokok toh

?" tanyanya terkejut
"iya mang, udah lama. Kalo mau beli sekalian aja pake duit saya" jawabku
"oh, iya A'. tunggu ya" balasnya
Mang ujang pun pergi menuju Amerikamaret yang letaknya tak begitu jauh dari rumah ini. Selagi menunggu rokok yang aku titipkan, aku memutuskan untuk membilas badan agar lebih segar.
Kurang dari 5 menit aku selesai membilas badan (
kalo dulu dibilang "mandi kadal" ).
Quote:
*TOK**TOK**CKLEK*
Suara pintu terbuka
"Assalamu'alaikum" ucap mang ujang
"Wa'alaikumsalam mang" jawabku
"ini A' rokok Marlioboronya" balas mang ujang sambil memberi sebuah bungkus rokok Marlioboro
"tengkyu mang. Mang ujang gak beli ?" tanyaku
"masih ada A' setengah lagi" jawabnya
"ooh, oke" balasku
Ku lirik jam dinding yang ada di tengah tengah ruang tamu. Jam menunjukkan pukul 4:15 P.M. itu berarti aku harus segera berangkat sebelum jam besuk sudah habis. Ku utarakan niatku pergi ke rumah sakit pada mang ujang
Quote:
"mang, saya mau pergi nih" kataku
"kemana A' ?" tanyanya
"ke rumah sakit mang" jawabku
"siapa yang sakit a ?" tanyanya lagi
"ada lah. Seseorang yang spesial" jawabku
"ouh, si hijauatau yang WMB yang mau dibawa ?" tanya mang ujang
"kayaknya mending bawa mobil deh mang" jawabku
"ouh, sebentar mang ujang ambil kuncinya dulu" katanya
Mang ujang pun pergi menuju kamarnya
"ini a' " katanya sambil menyerahkan sebuah kunci dengan gantungan berlogo WMB
"saya pulang agak malem mungkin. Kunci aja dulu nanti" kataku sambil meninggalkan rumah
Ku pacu mobilku menuju rumah sakit tempat Sari dirawat. Setibanya aku disana, aku lalu menuju kamar Sari dirawat. Kulihat dia sudah sadar dan sedang menulis sesuatu di sebuah buku.
Quote:
"Hai

" sapaku
"e-eh, hai

" balasnya
Dia lalu menghentikan kegiatannya menulis dibuku itu
"nulis apa Sar ?" tanyaku
"sesuatu

" jawabnya
"oh yaudah. Gimana udah rada enakan ?" tanyaku lagi
"kata dokter malem nanti bisa pulang" jawabnya
"ooh, bagus deh

" balasku
Seketika tercipta sebuah momen keheningan diantara kita.
"Fredi udah ngomong ke aku" ucapnya memecah keheningan
"tentang apa ?" tanyaku
"semuanya. Maaf kalo aku salah paham sama kamu" jawabnya
"oh, gapapa

" ucapku
"maaf juga aku udah nampar kamu" katanya
"

" aku hanya membalasnya dengan senyuman
Lalu masuk sepasang suami istri kedalam kamar. Mereka aku perkirakan orang tua dari Sari
"oh, ada tamu rupanya" kata sang suami
"i-iya om. Maaf kalo saya ganggu" kataku
"kamu pasti RIdwan ya ?" tanya sang istri kali ini
"i-iya tante. Kalo boleh tau, kenal saya darimana ?" tanyaku
"Sari banyak cerita tentang kamu ke kami" jawabnya
"oiya, saya ayahnya sari. Kamu bisa panggil saya Om Dewa. Dan ini istri saya, Lia" kata sang suami
"iya om dewa, tante lia" kataku
"oiya nak Ridwan, ada yang saya mau bicarakan dengan kamu" kata Om Dewa
"i-iya om" jawabku
Aku lalu keluar dari ruangan bersama om Dewa
"jadi, udah pernah ngapain aja sama anak saya ?" tanya Om Dewa
"ma-maksud om ?" tanyaku balik
"hahaha, kayak kamu gak tau pergaulan anak jaman sekarang aja" jawabnya
"wah, belom pernah sampe begitu om saya. Pegangan tangan aja masih gemeteran, apalagi sampe begituan

" kataku
"hahaha, ternyata bener kata anak saya. Kamu itu cupu

" kata Om Dewa sambil tertawa
"hehe

, karena menurut saya wanita itu untuk dijaga om, bukan buat dipermainkan" kataku
"walaupun pernah dulu sekali" lanjutku dengan suara pelan
"hah ? apa kata kamu barusan ?" tanya Om Dewa
"eh enggak om, malu ngomongnya

" jawabku
"haha, gapapa kali. Omongin aja" kata Om Dewa
"saya sayang sama Sari om. Itu yang saya omongin" kataku
"kalo itu kami sudah tau nak Ridwan. Yasudah, ayo masuk lagi" kata Om Dewa
Kami lalu masuk kembali ke ruangan
"ngomongin apa sih yah ?" tanya Sari
"urusan laki laki itu sayang" jawab Om Dewa
"ayu mah, kita urus administrasinya sari" lanjutnya
Lalu Om Dewa dan Tante Lia pun pergi
Setelah mereka pergi, tak ada sepatah katapun yang terucap dari mulut kami. Kami sepertinya menikmati momen keheningan ini. Entah berapa menit berlalu, aku memutuskan untuk angkat bicara
Quote:
"jadi, gimana dengan kita ?" tanyaku
"maksud kamu ?" tanya balik Sari
"yaaa, hubungan kita. Bagaimana kelanjutannya ?" tanyaku
"a-aku mau kita masih pacaran wan" jawab Sari
"

, setelah kamu bohong sama aku ?" tanyaku
"....." dia hanya diam
"setelah kamu ,selingkuh, didepan mata aku ?" tanyaku
"..." dia hanya diam.
Kulihat air mata mulai menetes dari sudut matanya
"maaf.." ucapnya lirih
"setelah semua yang kamu perbuat, hanya "maaf" katamu ?" tanyaku
".." dia hanya diam
"kamu pikir, aku butuh kata "maaf" dari kamu ? enggak Sar" kataku
".." dia hanya bisa diam
Kini tangisnya sudah tak dapat ia tahan lagi. Air mata mulai turun dari mata hingga pipinya.
Aku lalu memeluknya, berusaha untuk menenangkannya
"aku gak butuh kata maaf dari kamu sar. Yang aku butuh itu KAMU" kataku dalam pelukan itu
Dia tampak terkejut. Itu bisa kurasakan dari adanya gerakan ke belakang walau hanya sedikit.
"iya Sar, kamu gak salah denger" kataku
Aku lalu melepaskan pelukannya
"tapi aku mau, kamu janji satu hal sama aku" kataku
"apa wan ?" tanya Sari nyaris tanpa suara
"ini kesempatan terakhir buat kamu. Aku mau kamu janji, jangan mengulangi kesalahan yang sama. Karena hanya keledai yang akan terjatuh di lubang yang sama dua kali" kataku
Dia lalu mengangguk cepat
"iya wan aku janji

" kata Sari
"aku janji gak akan pernah ninggalin kamu lagi, aku janji gak akan membuat kamu jadi kamu dimasa lalu" lanjutnya
"aku bahkan rela, kalo kamu mau ambil first time aku" lanjutnya lagi
"thanks

, but my answer is no" kataku
"i'm not a lucky bastard, and i will never be" lanjutku
Aku lalu mencium keningnya
"sekarang, kamu gak usah banyak pikiran. Mending istirahat" kataku
"eh

iya wan" kata Sari
Lalu masuklah Om Dewa dan Tante Lia
"
f******ck OM ! kenapa harus cepet cepet sih ngurus administrasinya" maki ku dalam hati
"wah, cepet juga ya Om, Tante" kataku
"hayo abis ngapain kalian ?" selidik tante Lia
"belom tante, belom ngapa ngapain kok" jawabku
"mungkin udah ngapa ngapain kalo Om sama Tante agak lamaat sedikit lagi

" lanjutku
Gelak tawa pun pecah
"haha, ada ada aja kamu nak Ridwan" kata Om Dewa
"yaudah sayang, kita pulang sekarang" kata Tante Lia pada Sari
"Om, Tante saya duluan ya" kataku
"loh, ngapain buru buru. Disini aja dulu" kata Om Dewa
"wah, maaf om. Udah kemaleman. Gak enak sama orang di rumah" kataku
"oh iya bener juga" kata Om Dewa
Aku lalu menghampiri sari yang sedang merapihkan barang bawaannya
"aku duluan ya sayang

. Sms aku kalo kamu udah sampe" kataku
"

" dia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala
"saya duluan Om, Tante" kataku sambil mencium tangan mereka
"iya, hati hati dijalan" kata Om Dewa
"siap om. Assalamu'alaikum" kataku
"Wa'alaikumsalam" jawab mereka
Aku lalu pergi dari ruangan itu dan menuju tempat parkir rumah sakit. Kunyalakan mobilku, lalu kupacu dengan kecepatan sedang. Gelapnya jalan tidak pernah membuatku takut untuk berkendara sendirian. Karena aku, sudah pernah ada ditempat yang lebih gelap.
sesampainya dirumah
Ku lihat gerbang rumah sudah dikunci. Aku lalu menelpon telepon rumah. Tak butuh waktu lama untuk teleponku diangkat
Quote:

Mang Ujang : "selamat malam, ada yang bisa saya bantu ?"

Ridwan : "ini saya mang, buka dong gerbangnya"

Mang Ujang : "ooh, a' Ridwan toh. Sebentar"
Muncullah seseorang dari dalam rumah, seseorang yang usianya sudah hampir menginjak kepala tiga. Dia lalu membukakan pintu gerbang
Quote:
"udah lama A' ?" tanya mang ujang
"belom kok mang" jawabku
Aku lalu memarkirkan mobilku di halaman rumah
"tumben belom tidur mang" kataku saat sudah turun
"baru mau tidur a', hoam" kata Mang Ujang sambil menguap
"oh, sayu masuk lah. Udah malem" kataku
Kami lalu masuk kedalam rumah. Aku lalu langsung masuk kedalam kamarku. Aku lihat handphone yang kutinggalkan di meja menunjukan tanda ada sebuah pesan masuk
Quote:

Sari : "aku udah nyampe nih"
Ku lihat pesan tersebut sampai pukul 8:45 PM. Ku lirik jam di handphone ku. Jam menunjukan bahwa sekarang pukul 8:50 PM
Quote:

Ridwan : "sorry baru bales, hape nya gak aku bawa. Yaudah kamu langsung tidur aja"

Sari : "huu, dasar. Iya, ini juga mau tidur kok"

Ridwan : "

, yaudah, good night sayang. Have a nice dream"

Sari : "you too"
Aku tak membalas pesan terakhirnya. Aku lalu memutuskan utnuk tidur. Dan aku berharap, semoga, di hari esok, keajaiban akan datang untuk Sari. Semoga.