Kaskus

Story

rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
★Special Main cover by Special Somebody★

 [REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta

▓▓∷rvn894∷▓▓








Quote:







╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣


Quote:






╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣

Spoiler for FAQ:





╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:




Quote:


Quote:


Quote:


Quote:





╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:

Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
anasabilaAvatar border
efti108Avatar border
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.4K
929
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
rzrdn62Avatar border
TS
rzrdn62
#54
Part 6: She is...
Kira kira sudah 3 hari berlalu dari hari dimana kejadian yang sangat malang menimpa gw. Dan untungnya sekarang kaki kanan gw sudah terasa lebih baik dari sebelumnya. Selama 3 hari ini juga gw cuma berdiam diri dirumah dan hanya memainkan hp atau laptop. Semakin hari gw dengan Erlin juga semakin dekat, rasanya gw ingin segera mengungkapkan perasaan ini kepadanya. Akan tetapi ego gw berkata kalau gw masih memerlukan waktu. Disisi lain, pikiran dan hati pun melawan dan memaksa gw untuk segera menyatakan perasaan yang gw rasakan ini ke Erlin sebelum terlambat.

Setiap hari gw juga terus berhubungan kontak dengan Erlin melalui BM dan sesekali juga dia menelpon gw. Walaupun gw tidak terlalu sering menghubunginya karena gw sedikit malu dan canggung. Mungkin gw harus mulai memberanikan diri untuk sesering mungkin menghubunginya. Malam ini gw berusaha untuk mengirim chat ke akun BM Erlin.

Spoiler for Send Chat:

Chat gw pun sudah terkirim, tetapi belum dibaca oleh Erlin. Gw memutuskan untuk streaming video di yousup, mencari video yang menarik ataupun montase montase games dari berbagai platform. Baru aja gw menemukan video yang ingin gw tonton, sebuah chat masuk ke BM gw.

Spoiler for Open chat:


Ternyata si Erlin dari tadi tidur, gw kira dia lagi keluar shopping dengan temannya atau apa. emoticon-Big GrinTanpa pikir panjang, gw langsung membalas chatnya Erlin yang baru masuk.

Quote:


Mengetahui dirumah Erlin ada Ps3, tanpa ragu lagi gw langsung bersiap dan mengganti pakaian dengan kemeja lengan pendek dan celana jeans. Walaupun malam ini rada gerah, tapi nanti dirumah Erlin gak akan kegerahan karena ada AC disana. emoticon-Big Grin
Sesudah membawa semua yang diperlukan, termasuk dompet, helm dan kunci motor yang pastinya harus dibawa. Gw pun segera mengeluarkan si Red dari garasi rumah kakek. Untungnya si Red cuma tergores sedikit di bagian fairing kanan, walaupun lumayan panjang goresannya tetapi
mungkin kalau dilihat dari jauh gak akan terlihat. Setelah menyalakan si Red dan memasukan persneling, gw pun langsung tancap gas menuju ke rumah Erlin.

Kali ini gw berkendara dengan sangat hati hati dan fokus, dengan kecepatan tidak lebih dari 50Km/H. Karena lokasi rumah Erlin gak jauh dari rumah kakek gw, dengan kecepatan segini gw bisa sampai dirumah Erlin dalam waktu sekitar 20 sampai 30 menit saja.

Sesampainya gw di depan pintu masuk komplek GR, gw pun menepi ke arah salah satu emperan yang terdapat tukang martabak lalu memesannya. Gw memesan 2 bungkus, yang satu martabak telur dan yang satu martabak manis coklat keju. Sambil menunggu martabak jadi, gw menyempatkan diri untuk mengambil hp yang ada di kantung celana jeans lalu mengabari Erlin lewat BM.

Quote:


Setelah memberi kabar ke Erlin, gw langsung memasukan hp gw kembali ke dalam kantung jeans. Lalu gw pun menunggu martabak pesenan sambil memerhatikan mobil dan motor yang lewat di jalan raya dengan duduk diatas si Red emoticon-Big Grin

30 menit lebih telah berlalu dan pesenan gw pun sudah siap. Sehabis membayar martabak, gw langsung menyalakan si Red dan martabak gw taruh antara ujung tangki dengan tubuh gw. Memang ini adalah cara yang rumit, tapi mau tidak mau ini satu satunya cara yang gw pikirkan untuk membawa martabak sampai ke rumah Erlin dengan selamat dan tetap hangat emoticon-Embarrassment

Tidak jauh dari pintu masuk komplek, rumah Erlin pun sudah terlihat. Gw bergegas memacu si Red agar cepat sampai disana.

Sesampainya di depan gerbang rumah Erlin, tanpa gw turun pun Erlin langsung keluar dari dalam rumah lalu berjalan menghampiri gw dan membukakan gerbang. Dia cuma menggunakan kaus dalam yang "You can see" yang membuat bukit kembarnya terlihat dan agak menonjol, serta celana pendek dengan batasan hanya berada diatas dengkul. Sehingga malam ini Erlin terlihat begitu "Wah" dimata gw. emoticon-Genit Setelah memarkirkan si Red di depan garasi, gw langsung turun dan melepas helm yang gw kenakan lalu memberikan martabak pesenan Erlin.

Gw: "Kok lo langsung keluar tadi pas gw sampe?" -tanya gw kepada Erlin sambil memberikan martabak
Erlin: "Iya abisan suara motor kamu berisik, jadi aku tau deh kalau kamu dateng. Lagian kan aku tadi lagi di ruang tamu, jadi kedengeran suara motornya kamu." -jawabnya sambil menerima martabak
Gw: "Haha iya juga sih. Eh ngomong ngomong, lo gak kedinginan cuma make pakaian kaya begitu? Itu keliatan tuh emoticon-Embarrassment"
Erlin: "Ya lumayan dingin sih. Iihhh apaan siih, genit kamu nih. "
Gw: "Aneh dasar...Hahaha. Bercanda gw. Oh iya, ini kok keliatannya sepi banget. Mobil pada kemanain?"
Erlin: "Hari ini orang tua aku lagi ada acara di Bandung, soalnya sodara aku lagi nikahan disana. Katanya mereka nginep selama 5 hari."
Gw: "Terus supir lo sama bi Dede kemana?"
Erlin: "Kalau pak Indra pulang kerumahnya, bi Dede pulang kampung."
Gw: "Berati sekarang dirumah ini cuma kita berdua doang nih?"
Erlin: "Kayanya sih ya begitu. Biar bisa ngabisin waktu lebih lama sama kamu.emoticon-Embarrassment Yaudah yuk masuk dulu. Kelamaan diluar nanti aku bentol bentol nih digigitin nyamuk." -ucapnya dengan raut muka yang malu malu lalu menggandeng tangan gw dan menuntun masuk kedalam ruangan.

Gw dan Erlin langsung menuju ke ruang tengah. Erlin melepaskan gandengannya lalu ia pun menyalakan AC dengan suhu sekitar 24'C.

Erlin: "Mau minum apa kamu Rez?"
Gw: "Apa aja deh Lin asal enak."
Erlin: "Ok sebentar ya. Tuh Ps nya da di dalem meja Tv, pintu mejanya buka aja"
Gw: "Iya santai Lin."

Selagi Erlin membuatkan minum untuk gw, gw langsung menghampiri meja yang terdapat Tv sebesar 40 inci diatasnya dan membuka pintu dari meja tersebut. Di dalamnya gw melihat sebuah Ps3 lengkap dengan controllernya dan juga kumpulan novel serta majalah fashion. Gw mengambil sebuah controller lalu menyalakan Ps serta tv. Gw pun memutuskan untuk main CoD BO2.

Sesaat setelah gw memilih game, Erlin datang dengan nampan yang diatasnya terdapat 2 gelas es teh. Ia meletakkan nampan tersebut di atas meja yang berada tidak jauh dari meja tv kemudian duduk di sebelah gw.

Erlin: "Waahhh, main apa tuh Rez? Ikutan dong aku."
Gw: "Emang lo bisa main game beginian?"
Erlin: "Ngeremehin aku deh. Jangan salah, gini gini aku bisa loh main game."
Gw: "Kalau gitu gini deh. Kita taruhan ya."
Erlin: "Oke, taruhannya apa ya kira kira?"
Gw: "Kalau gw menang lo harus ngelakuin apa yang gw mau emoticon-Big Grin"
Erlin: "Boleh, tapi kalau aku yang menang. Kamu harus nembak aku malam ini juga ya?emoticon-Embarrassment"
Gw: "Waah, berat tuh kalau begitu Lin. Ya, ok deh deal!"
Erlin: "Udah deal yaa, jangan bohong . Awas aja kalau bohong.emoticon-Nohope"
Gw: "Udah ada yang ngebet nih kayanya. Hahaha...Yaudah, cepet ambil stik yang satu lagi. Mainnya 1v1 aja biar cepet ya?"
Erlin: "Oke rez."

Erlin pun mengambil controller satu lagi yang berada di dalam meja tv, lalu ia menggeser posisi duduknya menjadi semakin dekat dengan posisi gw saat ini. Kalau dengan jarak segini sepertinya bisa menggangu konsentrasi gw dalam bermain game. Tapi itu tidak masalah, gw yakin pasti gw menang dalam game ini. Dan gw juga masih meragukan skill Erlin dalam bermain game aksi.
Diubah oleh rzrdn62 16-04-2017 00:08
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.