- Beranda
- Stories from the Heart
Balai desa merah
...
TS
achanyoe
Balai desa merah
Quote:
]
Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.
Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.

Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Balai desa merah
Quote:
Part I
Wanita penjaga pintu masuk
Wanita penjaga pintu masuk
Spoiler for Kuntilanak:

Quote:
Waktu itu, gerimis menyambut kedatanganku. Suasana gelap ditambah sepinya jalan yang kulalui membuat suasana malam itu jadi sedikit menakutkan. Supir becak yang umurnya sudah lumayan tua, mengayuh becak dengan tenaga ala kadarnya. Jadilah perjalananku menuju kampugku terasa begitu lama. Waktu itu pukul 9 malam, namun tidak ada satupun warga yang kelihatan. Mungkin faktor gerimis membuat orang orang malas keluar rumah. Jalanan yang kulalui banyak lubang sana sini. Menambah ketidaknyamanan perjalanan ku. Aku heran kenapa jalanan yang sudah hancur lebur seperti ini masih dipiara saja. Apa yang dilakukan pak lurah selama menjabat. Untuk memecah keheningan aku coba mengajak supir becak yang dari tadi susah payah mengayuh becaknya bicara
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
Part II Penampakan 4 pocong
Part III Indra
Part IV Si mata merah
Part V Cerita dibalik Kesurupan
Part VI Kembalinya kuntilanak
Part VII Pocong dan Kunti
Thread ane lain di SFTH Tanpa Kaca Mata.. Mampir yah gan
Part VIII - Kebenaran dukun desa
Part IX - Andi, Joni Dan Kuntilanak Merah
Part X - Kamis Sore Horror
Part XI - The Dukun Is Back
Part XII - Kesurupan Bagian Kedua
Part XIII - Penampakan Jin Pendamping
Part XIV - Teror jin pendamping
Part XV - Review Part I - Part XIV
Part XVI - Pak Joko Si Tukang kebun
Part XVII - Pertempuran pak Joko Vs jin Pendamping aka Khadam
Part XVIII - Firasat
Part XIX - Seminggu sebelum kematian pak joko
Part XX - Malam paling mencekam Part I
Part XXI - Malam paling Mencekam Part II
Part XXII - Misteri yang terpecahkan
Part XXIII - Identitas dibalik mbah ngadiman dukun desa misterius
Part XXIV - Kisah Yudi
Part XXV - Munculnya Penolong Baru
Part XXVI - Mendekati akhir cerita
Part XXVII - Bersekutu dengan jin
Part XXVIII - Hidup Atau Mati
Part XIX - Yang Nyata dan Tidak Nyata
Sekuel Balai Desa Merah
Quote:
Original Posted By pipiettripitaka►kebayang kalo jadi film, tp yg garap sineas thailand, kebayang tuh ngeri luar biasa. tengkyu udah berbagi cerita gan,, 5* buat agan,,
Quote:
Original Posted By paking.disgrace►Bagus gan critanya
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Diubah oleh achanyoe 20-01-2019 16:15
arieaduh dan 37 lainnya memberi reputasi
38
146.1K
Kutip
749
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
achanyoe
#298
Quote:
Part XV
Review part I – XIV
Review part I – XIV
Quote:
Malam ini ane belum mau lanjutin jalan cerita sebelumnya, malam ini part XV hanya akan berisi kumpulan hantu – hantu yang sebelumnya sudah meneror ane dari part I – XIV. Kenapa ane jadikan part ini beda, karena di part selanjutnya jalan ceritanya akan mulai sampai pada titik akhir perjalanan kisah horror ane. Jadi intinya part setelah ini banyak kejadian yang akan menguak tragedi – tragedi sebelumnya. Walaupun hitungan part kira kira masih 10 – 12 Part lagi baru tamat. Tapi akan ada pesan pesan mulai dari Part XVI yang membuat agan agan paham alur cerita ini akhirnya gimana. Oke langsung aja edisi spesial malam minggu part XV Kumpulan hantu hantu peneror ane.
1. Kuntilanak,
Hantu satu ini adalah penghuni balai desa yang paling sering neror ane, penampakan pertama kali dijembatan setelah itu ane sering banget liat penampakan dia. Bukan Cuma pas di jembatan, atau pas doi terbang diatas kepala ane dan meneteskan cairan getah beningnya. Tapi banyak kejadian yang gak ane masukin di cerita ini. Sebenernya ada banyak yang lebih horror atau sama horrornya sama yang udah ane jabarin di cerita sebelumnya. Tapi karena takut pembaca bosen lagi lagi kuntilanak yang muncul jadi ane ambil beberapa yang kadar horrornya lumayan bikin agan agan merinding disco.
Salah satunya yang gak ane masukin dicerita adalah, saat dimana ane lagi nonton bola sendirian tiba tiba TV ane jadi burem, ane kira karena Antena TV ane yang waktu itu masih diluar kegeser kena angin. Pas ane geser geser masih burem juga. Ternyata kunti ada di atas kayu atap ane lagi mandengin ane dari tadi. Mungkin kehadiran kunti yang bikin sinyalnya jadi burem yak. Ane Cuma bisa ngelus dada sambil lari ke kamar nenek. Kampretkan sikunti eksis banget dia.
2. Pocong
Ada 4 pocong yang gangguin ane di part 2 tapi itu keadaannya ane lagi kena tindihan. Jadi kalau menurut ilmu pengetahuan yang sekarang bisa aja itu Cuma halusinasi ane. Tapi, ada pocong lain yang ane liat dalam kondisi sadar, misal yang dikebon belakang balai desa. Mereka gak si eksis kunti tapi sekalinya nampakin diri. Mereka yang paling horror menurut ane. Soalnya muka ancur, kain kafan kumal, dan bau busuk udah bikin dengkul lemes sekali liat. Belum lagi sensasi yang pas ane gak sengaja ngelindes pocong di part berapa gitu ane lupa. Bener bener bikin ngilu. Penampakan pocong termasuk jarang dirumah ane, mereka lebih sering stay di sekitaran balai desa. Bahkan beberapa warga asli juga sering liat penampakan disekitar balai desa. Salah satu yang menyeramkan kasusnya ponakan bapak bapak yang nolongin ane. Itu juga liat penampakan pocong. Selain itu ada kisah penjaga bawang yang melintasi balai desaa padahal masih jam 8 malem, dia gak sadar kalau di belakang boncengan sepedanya ada pocong yang dia boncengin sampai sawah. Pas dia turun dari sepedanya dia baru liat kalau dibelakangnya ada poci. Alhasil dia lari tunggang langgang ninggalin sepedanya. Dan gak jadi nunggu bawang.
3. Indra
Penampakan indra Cuma muncul di beberapa part. Doi jarang gangguin ane, menurut ane sih dia bukan salah satu komplotan dari penghuni balai desa. Asumsi ane dia salah satu korban yang jadi tumbal. Nanti di part selanjutnya akan ada pembahasan mengenai tumbal. Indra hantu anak SD yang penuh luka disekujur tubuhnya. Indra jarang diliat warga, hanya orang orang tertentu aja yang pernah liat penampakan dia. Mungkin karena dari awal dia emang bukan hantu yang suka usil di balai desa.
4. Kuntilanak Merah
Ini adalah hantu yang pernah diliat sama andi dan joni. Gua sebenernya bingung mau namain kunti apa sundel bolong. Soalnya dibagian punggungnya bolong tapi dia memakai setelan merah menyala. Selain kejadian andi dan joni. Ada warga lain yang pernah kena teror sama doi. Ada petugas balai desa, yang sok sokan mau lembur sampai magrib dia belum pulang. Dia katanya gak takut sama penghuni balai desa. Baru mau magrib, petugas balai desa sendirian, karena dia udah merasa merinding dia mutusin buat pulang. Baru mau pulang dia denger suara mesin ketik diruang belakang. Padahal dia yakin gak ada siapa siapa. Akhirnya doi ngibrit, buru buru pulang. Sialnya ada dokumen yang ketinggalan dan dia harus ambil untuk dikerjain dirumah. Akhirnya dia beraniin balik lagi, pas baru masuk ruangan dia liat dimejanya ada si kunti merah ini lagi duduk dikursi dia, sambil nunduk. Doi kaget langsung lari ke arah pintu, anehnya pintunya gak mau kebuka. Padahal gak dikunci. Pas dia balik kebalakang posisi kunti merah udah balik kanan jadi keliatan punggungnya yang bolong penuh darah dan belatung. Petugas balai desa Cuma bisa jejeritan sambil ngerasain mual karena sangking takutnya dia. Sampai akhirnya adzan magrib berkumandang dan dia kabur meninggalkan balai desa dengan pintunya yang gak terkunci sampai pagi. Untungnya gak ada maling waktu itu, tapi ane pikir siapa maling mau maling di tempat angker kaya gini.
5. Hantu raksasa mungkin genderuwo versi raksasa
Hantu ini salah satu hantu paling menakutkan menurut ane, karena ukurannya gila. Penampakan pertama ane malah gak ngeliat kepalanya. Ane bingung dia masuk spesies apa, tapi karena berbulu mungkin dia satu keluarga sama genderuwo. Dia jarang penampakannya, ane aja Cuma beberapa kali bisa di itung jarilah. Ketemu dia, tapi sebenernya yang bikin takut itu, kalau dia jalan ane ngerasa bumi kaya goyang gitu, tapi itu Cuma dirasain sama ane, yang lain gak bisa ngerasain. Makannya ane paling takut kalau ketemu dia.
6. Jin Pendamping
Jin pendamping adalah jin paling rese dalam hidup ane, hantu wanita berpakaian serba hitam muka gosong penuh luka ini hantu yanng paling gak tau tempat. Bukan Cuma dirumah ane aja yang notabene deket balai desa. Dirumah pacar ane yang jauh dari balai desa aja dia samperin. Jin pendamping ini nanti akhirnya bisa ane hindari walaupun sampai sekarang dia masih suka nongol. Buat nakut nakutin ane aja.
7. Raja hantu balai desa.
Sosoknya gak begitu banyak muncul di part sebelumnya tapi di part yang akan datang dia bakalan sering muncul. Hantu ini tergantung hantu jahat. Karena dia gak Cuma nakutin tapi kadang juga melukai korbannya. Pernah ada preman yang kencing sembarangan di sekitaran balai desa. Jadi menyon mulutnya kena tabok sama hantu satu ini. Dia itu wujudny kaya ibilis bertanduk berkuku panjang, penuh luka bakar dan tubuhnya mengeluarkan hawa panas. Yang kalau bersentuhan terasa anget di tubuh kita.
Itu guys review hantu hantu part sebelumnya, untuk kelanjutan cerita sebelumnya akan di update nanti. Jadi harap pantengin thread ini terus;.
Owh ia, jangan lupa yang sudah iso kirim kirim cendolnya kasian ini ngetik panjang panjang gak dikasih minum. Yang belum rate 5 juga jangan lupa, masa Cuma tinggal pilih rate 5 aja gak mau sih gan. Gampang loh kasih rate 5 itu. Dan terimakasih sudah setia membaca cerita ane ini.
1. Kuntilanak,
Hantu satu ini adalah penghuni balai desa yang paling sering neror ane, penampakan pertama kali dijembatan setelah itu ane sering banget liat penampakan dia. Bukan Cuma pas di jembatan, atau pas doi terbang diatas kepala ane dan meneteskan cairan getah beningnya. Tapi banyak kejadian yang gak ane masukin di cerita ini. Sebenernya ada banyak yang lebih horror atau sama horrornya sama yang udah ane jabarin di cerita sebelumnya. Tapi karena takut pembaca bosen lagi lagi kuntilanak yang muncul jadi ane ambil beberapa yang kadar horrornya lumayan bikin agan agan merinding disco.
Salah satunya yang gak ane masukin dicerita adalah, saat dimana ane lagi nonton bola sendirian tiba tiba TV ane jadi burem, ane kira karena Antena TV ane yang waktu itu masih diluar kegeser kena angin. Pas ane geser geser masih burem juga. Ternyata kunti ada di atas kayu atap ane lagi mandengin ane dari tadi. Mungkin kehadiran kunti yang bikin sinyalnya jadi burem yak. Ane Cuma bisa ngelus dada sambil lari ke kamar nenek. Kampretkan sikunti eksis banget dia.
2. Pocong
Ada 4 pocong yang gangguin ane di part 2 tapi itu keadaannya ane lagi kena tindihan. Jadi kalau menurut ilmu pengetahuan yang sekarang bisa aja itu Cuma halusinasi ane. Tapi, ada pocong lain yang ane liat dalam kondisi sadar, misal yang dikebon belakang balai desa. Mereka gak si eksis kunti tapi sekalinya nampakin diri. Mereka yang paling horror menurut ane. Soalnya muka ancur, kain kafan kumal, dan bau busuk udah bikin dengkul lemes sekali liat. Belum lagi sensasi yang pas ane gak sengaja ngelindes pocong di part berapa gitu ane lupa. Bener bener bikin ngilu. Penampakan pocong termasuk jarang dirumah ane, mereka lebih sering stay di sekitaran balai desa. Bahkan beberapa warga asli juga sering liat penampakan disekitar balai desa. Salah satu yang menyeramkan kasusnya ponakan bapak bapak yang nolongin ane. Itu juga liat penampakan pocong. Selain itu ada kisah penjaga bawang yang melintasi balai desaa padahal masih jam 8 malem, dia gak sadar kalau di belakang boncengan sepedanya ada pocong yang dia boncengin sampai sawah. Pas dia turun dari sepedanya dia baru liat kalau dibelakangnya ada poci. Alhasil dia lari tunggang langgang ninggalin sepedanya. Dan gak jadi nunggu bawang.
3. Indra
Penampakan indra Cuma muncul di beberapa part. Doi jarang gangguin ane, menurut ane sih dia bukan salah satu komplotan dari penghuni balai desa. Asumsi ane dia salah satu korban yang jadi tumbal. Nanti di part selanjutnya akan ada pembahasan mengenai tumbal. Indra hantu anak SD yang penuh luka disekujur tubuhnya. Indra jarang diliat warga, hanya orang orang tertentu aja yang pernah liat penampakan dia. Mungkin karena dari awal dia emang bukan hantu yang suka usil di balai desa.
4. Kuntilanak Merah
Ini adalah hantu yang pernah diliat sama andi dan joni. Gua sebenernya bingung mau namain kunti apa sundel bolong. Soalnya dibagian punggungnya bolong tapi dia memakai setelan merah menyala. Selain kejadian andi dan joni. Ada warga lain yang pernah kena teror sama doi. Ada petugas balai desa, yang sok sokan mau lembur sampai magrib dia belum pulang. Dia katanya gak takut sama penghuni balai desa. Baru mau magrib, petugas balai desa sendirian, karena dia udah merasa merinding dia mutusin buat pulang. Baru mau pulang dia denger suara mesin ketik diruang belakang. Padahal dia yakin gak ada siapa siapa. Akhirnya doi ngibrit, buru buru pulang. Sialnya ada dokumen yang ketinggalan dan dia harus ambil untuk dikerjain dirumah. Akhirnya dia beraniin balik lagi, pas baru masuk ruangan dia liat dimejanya ada si kunti merah ini lagi duduk dikursi dia, sambil nunduk. Doi kaget langsung lari ke arah pintu, anehnya pintunya gak mau kebuka. Padahal gak dikunci. Pas dia balik kebalakang posisi kunti merah udah balik kanan jadi keliatan punggungnya yang bolong penuh darah dan belatung. Petugas balai desa Cuma bisa jejeritan sambil ngerasain mual karena sangking takutnya dia. Sampai akhirnya adzan magrib berkumandang dan dia kabur meninggalkan balai desa dengan pintunya yang gak terkunci sampai pagi. Untungnya gak ada maling waktu itu, tapi ane pikir siapa maling mau maling di tempat angker kaya gini.
5. Hantu raksasa mungkin genderuwo versi raksasa
Hantu ini salah satu hantu paling menakutkan menurut ane, karena ukurannya gila. Penampakan pertama ane malah gak ngeliat kepalanya. Ane bingung dia masuk spesies apa, tapi karena berbulu mungkin dia satu keluarga sama genderuwo. Dia jarang penampakannya, ane aja Cuma beberapa kali bisa di itung jarilah. Ketemu dia, tapi sebenernya yang bikin takut itu, kalau dia jalan ane ngerasa bumi kaya goyang gitu, tapi itu Cuma dirasain sama ane, yang lain gak bisa ngerasain. Makannya ane paling takut kalau ketemu dia.
6. Jin Pendamping
Jin pendamping adalah jin paling rese dalam hidup ane, hantu wanita berpakaian serba hitam muka gosong penuh luka ini hantu yanng paling gak tau tempat. Bukan Cuma dirumah ane aja yang notabene deket balai desa. Dirumah pacar ane yang jauh dari balai desa aja dia samperin. Jin pendamping ini nanti akhirnya bisa ane hindari walaupun sampai sekarang dia masih suka nongol. Buat nakut nakutin ane aja.
7. Raja hantu balai desa.
Sosoknya gak begitu banyak muncul di part sebelumnya tapi di part yang akan datang dia bakalan sering muncul. Hantu ini tergantung hantu jahat. Karena dia gak Cuma nakutin tapi kadang juga melukai korbannya. Pernah ada preman yang kencing sembarangan di sekitaran balai desa. Jadi menyon mulutnya kena tabok sama hantu satu ini. Dia itu wujudny kaya ibilis bertanduk berkuku panjang, penuh luka bakar dan tubuhnya mengeluarkan hawa panas. Yang kalau bersentuhan terasa anget di tubuh kita.
Itu guys review hantu hantu part sebelumnya, untuk kelanjutan cerita sebelumnya akan di update nanti. Jadi harap pantengin thread ini terus;.
Owh ia, jangan lupa yang sudah iso kirim kirim cendolnya kasian ini ngetik panjang panjang gak dikasih minum. Yang belum rate 5 juga jangan lupa, masa Cuma tinggal pilih rate 5 aja gak mau sih gan. Gampang loh kasih rate 5 itu. Dan terimakasih sudah setia membaca cerita ane ini.

pulaukapok dan 18 lainnya memberi reputasi
19
Kutip
Balas