- Beranda
- Stories from the Heart
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
...
TS
rzrdn62
[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta
⇝★Special Main cover by Special Somebody★⇜
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
╠⇌≪RULES≫⇋╣
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/9697908_20170430071846.jpg)
▓▓∷rvn894∷▓▓
Quote:
╠⇌≪PERKENALAN≫⇋╣
Quote:
╠⇌≪Frequently Asked Questions≫⇋╣
Spoiler for FAQ:
╠⇌≪RULES≫⇋╣
Spoiler for Rules:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
╠⇌≪INDEX≫⇋╣
Spoiler for LIST All of INDEX:
Diubah oleh rzrdn62 15-06-2017 23:45
efti108 dan anasabila memberi reputasi
2
80.4K
929
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rzrdn62
#23
Part 3: Pesan Misterius
Pagi hari ini pikiran gw terus memikirkan suatu hal yang sama secara berulang ulang. Ya, gw memikirkan hal tentang Erlin. Sudah hampir 2 hari dari hari dimana gw dengan Erlin sarapan bersama. Ngomong ngomong, sudah selama itu pula gw gak ketemu Erlin. Gila, kenapa tiba tiba gw terus berpikir tentang Erlin? Mungkinkah ini yang orang orang biasa sebut dengan "Cinta pada pandangan pertama"?
Sebenarnya gw juga bukan tipikal cowok yang bisa dengan mudah menyukai seorang cewek hanya dengan sekali melihat saja.
Lalu, seharian itu juga kami berdua terus bermain kode kodean. Walaupun didepan gw bilang cuma bercanda, tapi sebenarnya hal itu supaya Erlin tau hal yang sebenarnya gw rasakan.
Tapi gw gak tau hal hal yang waktu itu dia lakukan seperti menggandeng tangan gw apakah hanyalah sebatas candaan belaka atau dia ingin memperlihatkan tentang hal yang sama seperti yang gw rasakan.
Gw: "Gimana kabarnya tentang Erlin, ya? Apa dia juga lagi mikirin gw sekarang? Ah sudahlah. Mending gw mandi dulu, habis itu sarapan baru main game"
Dengan segera, gw langsung beranjak dari kasur dan melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi. Biasanya gw cuma memerlukan waktu 15 menit untuk mandi, kalau udah kepepet ya bisa 10 menitan. Terkadang kalau bosan gw juga membawa hp kedalam kamar mandi, bukan buat nonton bokep. Tapi buat dengerin lagu lagu.
Sekitar 14 atau 15 menitan gw selesai mandi, gw baru menyadari satu hal. Hal yang harusnya gw bawa sebelum gw mandi. Ya, hal yang terlewatkan itu adalah gw lupa membawa handuk.
Gw: "Astaga...Lupa bawa handuk segala gw. Biasanya kalau mandi gw gak pernah lupa bawa handuk. Begini nih, akibat terlalu mikirin cewek kemarin.
"
Gw pun langsung membuka pintu kamar mandi secara perlahan tetapi pasti. Setelah terbuka gw pun langsung lari ke arah kamar. Untungnya kamar gw tidak jauh dari kamar mandi dan orang orang dirumah kakek sedang keluar. Gw langsung mengambil handuk yang tergantung di hanger kamar. Setelah mengeringkan diri dan berpakaian, gw langsung menyalakan laptop.
Gw: "Hari ini kira kira yang enak main game apa ya? Doto lagi males bener, Battleflud? Main Battleflud aja lah."
Setelah startup windong selesai, gw langsung menjalankan shortcut aplikasi game Battleflud yang terdapat pada desktop.
Berhubung loading game ini cukup memakan waktu, akhirnya gw memutuskan untuk melihat lihat terlebih dahulu. Saat gw menyalakan hp, gw melihat ada satu sms masuk yang belum terbaca.
Mengetahui isi sms yang menanyakan tentang gw, gw jadi penasaran dengan orang ini. Karena gak ada yang tau nomor telepon gw selain bokap, nyokap, sodara dan si Soni. Pesan ini jadi menimbulkan banyak pertanyaan di benak gw. Entah siapa yang mengirim, tetapi akan gw coba untuk mencari taunya. Tanpa pikir panjang lagi gw langsung membalas pesan singkat tersebut.
Tidak perlu menunggu berlama lama, bahkan tidak sampai semenit pesan baru sudah masuk lagi ke hp gw.
Saat gw mau lanjut membalas pesan Erlin, tiba tiba pulsa gw tidak mencukupi untuk mengirim sms lagi.
Gw: "Argh somplak! Ini provider kenapa mahal bener ya kalo smsan?" -ucap gw sambil melempar hp kearah kasur
Tidak lama kemudian, hp gw pun terus berbunyi berulang ulang yang menandakan bahwa ada panggilan masuk. Saat gw ambil hp gw, gw melihat di display tertera nomor yang tadi gw sms. Tanpa pikir panjang lagi, gw langsung menjawab panggilan tersebut. Begitu gw jawab, terdengar suara Erlin yang imut sedang berbicara lewat telepon.
Erlin: "Halo?"
Gw: "Kalau nelpon itu pertama tama harus ngasih salam dulu doong."
Erlin: "Oh iya maaf. Assalammualaikum..."
Gw: "Waalaikumsalam, nah gitu dong. Kan jadi enak, apalagi yang ngucapin salam suaranya imut banget."
Erlin: "Ihh gombal dasar. Tapi orangnya lebih imut kan?"
Gw: "Gak sih. Biasa aja malahan. Hahaha..."
Erlin: "Ihhh jahaaat."
"tuuuut....tuuut....tuuuut."
Gw: "Halo? Lin? Yaahhh dimatiin, Anak orang baper dah. Padahal gw kan cuma bercanda."
Baru beberapa detik panggilan telepon ditutup Erlin, panggilan lainnya pun masuk lagi ke hp gw. Dengan nomor yang sama, dan orang yang sama pastinya.
Gw: "Cieee ada yang baper nih. Hahaha."
Erlin: "....."
Gw: "Kok diem aja? Nanti pulsanya abis sia sia lhoo kalau gitu."
Erlin: "Abisnya kamu sih."
Gw: "Gw kenapa emang? Ngangenin ya?"
Erlin: "Engg...Iyaa. Aku kangen."
Gw: "Kangen tukang ketoprak yang waktu itu ya?"
Erlin: "Bukan Rezaaa iihhh. Aku ngambek nih."
Gw: "Eh jangan dong. Masa cantik cantik ngambek mulu?"
Erlin: "Emang aku cantik ya? Hihi"
Gw: "Mau jawaban jujur atau bohong nih?"
Erlin: "Ya jujur atuh Rez."
Gw: "Kalau buat jawaban bohongnya, lo itu gak cantik. Kalau buat jujurnya, lo itu cantik."
Erlin: "Cieee makasiih Rezaaa."
Gw: "Tapi cantiknya kalau diliat dari sedotan. Hahaha."
Erlin: "Ngga keliatan dong itu mah. Seengaknya kamu udah bilang kalau aku ini cantik."
Gw: "Iya deh Lin."
Sekitar satu jam gw bertelponan dengan Erlin, tetapi yang gw heran cuma satu. Pulsanya sebanyak apa itu orang? Sampai nelpon aja hampir satu jam begini ke nomor telpon yang berbeda operatornya.
Gw: "Lo telpon segini lamanya gak takut habis apa tuh pulsa, Lin? Kita nomornya beda operator lhoo."
Erlin: "Soal pulsa mah gak jadi masalah buat aku. Yang jadi masalah itu kalau kamu udah punya pacar. Hahaha."
Gw: "Seehhh udah kaya anak konglomerat aja lo. Tapi gw ini gak punya pacar, udah menjomblo selama hampir setahun."
Erlin: "Wah kebetulan dong? Aku juga jomblo nih."
Gw: "Lah, terus kenapa kalau sama sama jomblo?" -gw menjawab sambil berpura pura bego.
Erlin: "Emang maunya kamu apa?"
Gw: "Maunya gw ya? Hmm....Maunya gw....Besok kita ketemuan. Mau gak?"
Erlin: "Hayuk. Dimana Rez?"
Gw: "Semangat amat lo jawabnya, Hahaha."
Erlin: "Iihhh seriuuus."
Gw: "Besok ketemuan di kafe samping lotto, jam 10 pagi. Gimana?"
Erlin: "Boleh boleh. Tapi pulangnya anterin ya.
Gw: "Iya Lin nanti gw anterin. Yaudah udah dulu ya, takut pulsa kamu. Eh, maksudnya takut pulsa lo habis nih. Gw pamit dulu. Assalammualaikum."
Erlin: "Iya Rez, jagan lupa besok ya. Waalaikumsalam."
Akhirnya panggilan tersebut gw sudahi, karena gw takut kalau nanti pulsanya Erlin habis cuma untuk nelepon gw.
Tanpa gw sadari, omongan gw yang tadi itu terucap begitu saja dari mulut. Mengajak ketemuan cewek yang gw suka? Sepertinya ini pertama kalinya gw dengan lancangnya berani mengajak cewek ketemuan. Entah besok akan jadi seperti apa, tapi yang jelas gw gak boleh membuat Erlin sampai kecewa. Gw terus memikirkan hal hal yang mungkin bisa membuat Erlin senang besok, mudah mudahan langkah yang gw ambil ini adalah sebuah kemajuan untuk gw pribadi. Terutama untuk mendekati Erlin.
Sebenarnya gw juga bukan tipikal cowok yang bisa dengan mudah menyukai seorang cewek hanya dengan sekali melihat saja.
Lalu, seharian itu juga kami berdua terus bermain kode kodean. Walaupun didepan gw bilang cuma bercanda, tapi sebenarnya hal itu supaya Erlin tau hal yang sebenarnya gw rasakan.
Tapi gw gak tau hal hal yang waktu itu dia lakukan seperti menggandeng tangan gw apakah hanyalah sebatas candaan belaka atau dia ingin memperlihatkan tentang hal yang sama seperti yang gw rasakan.
Gw: "Gimana kabarnya tentang Erlin, ya? Apa dia juga lagi mikirin gw sekarang? Ah sudahlah. Mending gw mandi dulu, habis itu sarapan baru main game"
Dengan segera, gw langsung beranjak dari kasur dan melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi. Biasanya gw cuma memerlukan waktu 15 menit untuk mandi, kalau udah kepepet ya bisa 10 menitan. Terkadang kalau bosan gw juga membawa hp kedalam kamar mandi, bukan buat nonton bokep. Tapi buat dengerin lagu lagu.
Sekitar 14 atau 15 menitan gw selesai mandi, gw baru menyadari satu hal. Hal yang harusnya gw bawa sebelum gw mandi. Ya, hal yang terlewatkan itu adalah gw lupa membawa handuk.
Gw: "Astaga...Lupa bawa handuk segala gw. Biasanya kalau mandi gw gak pernah lupa bawa handuk. Begini nih, akibat terlalu mikirin cewek kemarin.
"Gw pun langsung membuka pintu kamar mandi secara perlahan tetapi pasti. Setelah terbuka gw pun langsung lari ke arah kamar. Untungnya kamar gw tidak jauh dari kamar mandi dan orang orang dirumah kakek sedang keluar. Gw langsung mengambil handuk yang tergantung di hanger kamar. Setelah mengeringkan diri dan berpakaian, gw langsung menyalakan laptop.
Gw: "Hari ini kira kira yang enak main game apa ya? Doto lagi males bener, Battleflud? Main Battleflud aja lah."
Setelah startup windong selesai, gw langsung menjalankan shortcut aplikasi game Battleflud yang terdapat pada desktop.
Berhubung loading game ini cukup memakan waktu, akhirnya gw memutuskan untuk melihat lihat terlebih dahulu. Saat gw menyalakan hp, gw melihat ada satu sms masuk yang belum terbaca.
Spoiler for Sms:
Mengetahui isi sms yang menanyakan tentang gw, gw jadi penasaran dengan orang ini. Karena gak ada yang tau nomor telepon gw selain bokap, nyokap, sodara dan si Soni. Pesan ini jadi menimbulkan banyak pertanyaan di benak gw. Entah siapa yang mengirim, tetapi akan gw coba untuk mencari taunya. Tanpa pikir panjang lagi gw langsung membalas pesan singkat tersebut.
Quote:
Tidak perlu menunggu berlama lama, bahkan tidak sampai semenit pesan baru sudah masuk lagi ke hp gw.
Quote:
Saat gw mau lanjut membalas pesan Erlin, tiba tiba pulsa gw tidak mencukupi untuk mengirim sms lagi.
Gw: "Argh somplak! Ini provider kenapa mahal bener ya kalo smsan?" -ucap gw sambil melempar hp kearah kasur
Tidak lama kemudian, hp gw pun terus berbunyi berulang ulang yang menandakan bahwa ada panggilan masuk. Saat gw ambil hp gw, gw melihat di display tertera nomor yang tadi gw sms. Tanpa pikir panjang lagi, gw langsung menjawab panggilan tersebut. Begitu gw jawab, terdengar suara Erlin yang imut sedang berbicara lewat telepon.
Erlin: "Halo?"
Gw: "Kalau nelpon itu pertama tama harus ngasih salam dulu doong."
Erlin: "Oh iya maaf. Assalammualaikum..."
Gw: "Waalaikumsalam, nah gitu dong. Kan jadi enak, apalagi yang ngucapin salam suaranya imut banget."
Erlin: "Ihh gombal dasar. Tapi orangnya lebih imut kan?"
Gw: "Gak sih. Biasa aja malahan. Hahaha..."
Erlin: "Ihhh jahaaat."
"tuuuut....tuuut....tuuuut."
Gw: "Halo? Lin? Yaahhh dimatiin, Anak orang baper dah. Padahal gw kan cuma bercanda."
Baru beberapa detik panggilan telepon ditutup Erlin, panggilan lainnya pun masuk lagi ke hp gw. Dengan nomor yang sama, dan orang yang sama pastinya.
Gw: "Cieee ada yang baper nih. Hahaha."
Erlin: "....."
Gw: "Kok diem aja? Nanti pulsanya abis sia sia lhoo kalau gitu."
Erlin: "Abisnya kamu sih."
Gw: "Gw kenapa emang? Ngangenin ya?"
Erlin: "Engg...Iyaa. Aku kangen."
Gw: "Kangen tukang ketoprak yang waktu itu ya?"
Erlin: "Bukan Rezaaa iihhh. Aku ngambek nih."
Gw: "Eh jangan dong. Masa cantik cantik ngambek mulu?"
Erlin: "Emang aku cantik ya? Hihi"
Gw: "Mau jawaban jujur atau bohong nih?"
Erlin: "Ya jujur atuh Rez."
Gw: "Kalau buat jawaban bohongnya, lo itu gak cantik. Kalau buat jujurnya, lo itu cantik."
Erlin: "Cieee makasiih Rezaaa."
Gw: "Tapi cantiknya kalau diliat dari sedotan. Hahaha."
Erlin: "Ngga keliatan dong itu mah. Seengaknya kamu udah bilang kalau aku ini cantik."
Gw: "Iya deh Lin."
Sekitar satu jam gw bertelponan dengan Erlin, tetapi yang gw heran cuma satu. Pulsanya sebanyak apa itu orang? Sampai nelpon aja hampir satu jam begini ke nomor telpon yang berbeda operatornya.
Gw: "Lo telpon segini lamanya gak takut habis apa tuh pulsa, Lin? Kita nomornya beda operator lhoo."
Erlin: "Soal pulsa mah gak jadi masalah buat aku. Yang jadi masalah itu kalau kamu udah punya pacar. Hahaha."
Gw: "Seehhh udah kaya anak konglomerat aja lo. Tapi gw ini gak punya pacar, udah menjomblo selama hampir setahun."
Erlin: "Wah kebetulan dong? Aku juga jomblo nih."
Gw: "Lah, terus kenapa kalau sama sama jomblo?" -gw menjawab sambil berpura pura bego.
Erlin: "Emang maunya kamu apa?"
Gw: "Maunya gw ya? Hmm....Maunya gw....Besok kita ketemuan. Mau gak?"
Erlin: "Hayuk. Dimana Rez?"
Gw: "Semangat amat lo jawabnya, Hahaha."
Erlin: "Iihhh seriuuus."
Gw: "Besok ketemuan di kafe samping lotto, jam 10 pagi. Gimana?"
Erlin: "Boleh boleh. Tapi pulangnya anterin ya.
Gw: "Iya Lin nanti gw anterin. Yaudah udah dulu ya, takut pulsa kamu. Eh, maksudnya takut pulsa lo habis nih. Gw pamit dulu. Assalammualaikum."
Erlin: "Iya Rez, jagan lupa besok ya. Waalaikumsalam."
Akhirnya panggilan tersebut gw sudahi, karena gw takut kalau nanti pulsanya Erlin habis cuma untuk nelepon gw.
Tanpa gw sadari, omongan gw yang tadi itu terucap begitu saja dari mulut. Mengajak ketemuan cewek yang gw suka? Sepertinya ini pertama kalinya gw dengan lancangnya berani mengajak cewek ketemuan. Entah besok akan jadi seperti apa, tapi yang jelas gw gak boleh membuat Erlin sampai kecewa. Gw terus memikirkan hal hal yang mungkin bisa membuat Erlin senang besok, mudah mudahan langkah yang gw ambil ini adalah sebuah kemajuan untuk gw pribadi. Terutama untuk mendekati Erlin.
0

![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/04/28/8656089_201704280710150445.jpg)

![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/6955937_20170502044501.png)
![[REAL STORY] Lika Liku Perjalanan Cinta](https://s.kaskus.id/images/2017/05/03/6955937_20170503100444.png)
: "Hai...Ini Reza bukan?"
"