Kaskus

Story

aldydwprntAvatar border
TS
aldydwprnt
Rindu Ibu (Sad Story)
Semua pasti mempunyai sosok seorang Ibu, ada yang masih hidup maupun sudah tiada. Terkadang kita tak pernah menyadari rasa sayang dan cintanya kepada kita, ia selalu rela berkorban demi anaknya. Mengandung kita selama 9 bulan, berat badan bertambah, tidur menjadi sulit, makanan harus teratur belum lagi ketika ia melahirkan, tak ada yang bisa menggantikannya.

Tapi tidak dengan Cerita yang ane mau bawakan disini, karena Tokoh Utama dari cerita ini tak pernah mengenal sosok ibu dan kedua orang tuanya sejak kecil. Penasaran? Yuk dibaca aja ceritanya.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh aldydwprnt 26-04-2017 13:17
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
15.8K
25
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
aldydwprntAvatar border
TS
aldydwprnt
#8
Kebahagiaan yang Percuma

Beberapa bulan kemudian, kelulusan sekolah sudah diumumkan. Ku mendapat predikat siswi terpintar disekolah dan mendapat nilai yang sangat memuaskan. Semua orang tua menemani anaknya yang ketika itu telah mendapatkan kelulusan, tapi aku? Hanya seorang diri. Tak tega rasanya ku ingin meminta nenek untuk menemani kelulusan ini, walau nenek sangat ingin sekali menemani cucu kesayangannya.

Iri dan sedih, dua kata yang menggambarkan suasanaku ketika itu. Hanya semangat yang selalu ku pegang untuk dapat membahagiakan nenek. Ku terdiam sejenak, bukan sedih yang kurasa tapi kegelisahan. Pikir ku dalam hati, ini kesedihan karena tak ada yang menemani ataukah perasaan lain. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati, masih dalam keramaian kelulusan sekolah semua orang memberi ucapan selamat atas prestasi yang kudapat.

Tak ada hujan, walau awan gelap sudah menyelimuti langit di siang itu. Ku bergegas pulang untuk memberi kabar kebahagiaan yang telah ku dapat disekolah saat itu, dengan semangat yang menggebu ku mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga ingin sekali cepat pulang kerumah bertemu nenek.

Bendera kuning berkibar didepan rumahku, pertanda ada seseorang yang telah meninggal. Ku pikir sejenak kalau itu tetangga ataupun orang lain, tapi bendera kuning itu tepat didepan rumahku dan sudah banyak sekali orang yang memenuhi rumah. Ku langsung berlari menjatuhkan sepeda menghampiri orang-orang disana, semua orang langsung tertuju pandangan kepadaku dengan tatapan sedih.

“Ada apa ini ramai sekali?”Ku bertanya ke salah satu orang yang ada disana

“Jangan sedih ya Ani, ikhlaskan saja kepergian nenek” ujar salah seorang itu

Ku melihat sudah ada seseorang yang tergeletak ditutup kain batik di ruang tengah rumahku, ku buka kain itu ternyata orang itu adalah nenek yang sangat ku cintai. Nangis, sedih, teriak namun ku tak berdaya. Lemas sekali rasanya badanku, berita bahagia ini berganti menjadi isak tangis yang mungkin tak pernah kualami selama ini. Air mata mengalir dengan deras melewati pipi ini, tak sanggup rasanya melihat satu-satunya orang yang kumiliki meninggalkanku seorang diri.

Ku coba untuk meyakinkan diri ini mimpi ataukah benar-benar ternyata, rasa tak percaya masih hinggap di benakku. Wajah nenek yang selalu tersenyum ketika aku tiap pulang sekolah, kini hanya kenangan. Terbaring kaku dengan wajah pucat, masih saja tak percaya jika ini benar-benar terjadi. Pikiranku langsung kacau, kebahagiaan kelulusan hanya sebatas secarik kertas yang ku lempar begitu saja. Apa arti semua ini bagiku, dalam hati kecilku berbicara apakah Tuhan sungguh tak adil padaku.

Langsung ke Part Berikutnya
Diubah oleh aldydwprnt 22-04-2017 00:33
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.