- Beranda
- Stories from the Heart
Black Part Of Woman
...
TS
anism
Black Part Of Woman
Spoiler for Peringatan:
Spoiler for Anissa : Aku Bukan pramuria:
Spoiler for Ibu?!:
Spoiler for I Must Found a Father for You:
Wanita itu unik. Karena itu perlakuan terhadap mereka pun berbeda-beda dan spesial.
mereka selalu punya cerita menarik yang pantas disimak
Anism & (edit by) Fanzangela
Diubah oleh anism 30-05-2019 11:43
devarisma04 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
48.2K
379
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#13
Pujangga Hati Anissa
"Tapi kalau neng mau, saya tinggal gak jauh dari galeri. Saya bisa buatkan ditempat tinggal saya", ujar Ario kalem.
Ajakan malam huh? Batin Anissa.
Malam itu Anissa berada dalam dilema antara dua hal. Entah mengapa ia merasa nyaman dengan melihat telapak tangan kasar dari pria itu.
Tapi, dia masih seorang perawan. Yang benar saja ia harus melepasnya untuk pria yang baru dikenalnya semalam. Dan memangnya pria yang bekerja sebagi tukang seni bisa punya pelindung didalam galerinya?
Anissa mulai menggerak-gerakkan kakinya gusar. Pria itu selalu terdorong saat melihat tingkah Anissa yang satu ini.
Aku punya banyak kamar. Kalau kamu takut , kita bisa tato diruangan yang tidak ada pintunya. Galeri kita ada tempat itu.
Anissa kemudian hanya mengikuti pria itu. Entah apa yang membuatnya merasa nyaman.
"Aduh", erang Anissa.
"Neng, ini baru pake alkohol kali. Jarumnya aja lom siap", gelak Ario melihat tingkah Anissa yang ketakutan ditato.
Anissa ingin menato pergelangan kakinya. Anissa memilih gambar rantai. Entah kenapa.
"Tapi kalau boleh tahu nih. Kenapa anak baik-baik kayak eneng mau ke tempat seperti pasar malam dan minta ditato pula?", tanya Ario.
"Mas, tahu dari mana saya anak baik-baik?", tembak Anissa.
"Lah, dari muka aja nampak kali neng. Makanya saya agak terkejut melihat ada wanita lugu cantik yang berkeliaran disini.", ujar Ario.
Anissa agak tersipu. Anissa merasa dirinya sangat biasa. Kebanggaannya bertambah karena Ario mengatakan bahwa dirinya cantik.
"Aku malas dengan kehidupanku mas"
Malam pun menjadi sunyi. Hanya ada suara-suara serangga malam yang mewakili kehampaan malam itu.
"Tapi kalau neng mau, saya tinggal gak jauh dari galeri. Saya bisa buatkan ditempat tinggal saya", ujar Ario kalem.
Ajakan malam huh? Batin Anissa.
Malam itu Anissa berada dalam dilema antara dua hal. Entah mengapa ia merasa nyaman dengan melihat telapak tangan kasar dari pria itu.
Tapi, dia masih seorang perawan. Yang benar saja ia harus melepasnya untuk pria yang baru dikenalnya semalam. Dan memangnya pria yang bekerja sebagi tukang seni bisa punya pelindung didalam galerinya?
Anissa mulai menggerak-gerakkan kakinya gusar. Pria itu selalu terdorong saat melihat tingkah Anissa yang satu ini.
Aku punya banyak kamar. Kalau kamu takut , kita bisa tato diruangan yang tidak ada pintunya. Galeri kita ada tempat itu.
Anissa kemudian hanya mengikuti pria itu. Entah apa yang membuatnya merasa nyaman.
"Aduh", erang Anissa.
"Neng, ini baru pake alkohol kali. Jarumnya aja lom siap", gelak Ario melihat tingkah Anissa yang ketakutan ditato.
Anissa ingin menato pergelangan kakinya. Anissa memilih gambar rantai. Entah kenapa.
"Tapi kalau boleh tahu nih. Kenapa anak baik-baik kayak eneng mau ke tempat seperti pasar malam dan minta ditato pula?", tanya Ario.
"Mas, tahu dari mana saya anak baik-baik?", tembak Anissa.
"Lah, dari muka aja nampak kali neng. Makanya saya agak terkejut melihat ada wanita lugu cantik yang berkeliaran disini.", ujar Ario.
Anissa agak tersipu. Anissa merasa dirinya sangat biasa. Kebanggaannya bertambah karena Ario mengatakan bahwa dirinya cantik.
"Aku malas dengan kehidupanku mas"
Malam pun menjadi sunyi. Hanya ada suara-suara serangga malam yang mewakili kehampaan malam itu.
Diubah oleh anism 21-04-2017 18:51
mmuji1575 memberi reputasi
1