- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#199
Sebuah Kebenaran
Pagi menyambut Savira tanpa keindahan,semua warna yang telah di berikan Dinand untuk nya perlahan pudar,kerinduan diri nya pada Dinand sangat mendalam,Savira belum sempat memperbaiki hubungan nya dengan Dinand sampai sekarang ..
" Kamu sehabis sekolah mau ke Dinand lagi Neng ? " Tanya Mama Savira .
" Iya Ma,mungkin hari ini aku nginep ya Ma jagain Dinand,besok kan cuma Ekskul kayanya aku mending jagain Dinand aja "
" Yaudah titip salam buat orang tua Dinand ya " , ucap Mama .
" From : 081265xxxxxx
Besok jangan kemana-mana aku kerumah jemput kamu "
Terlihat pesan dari Adit untuk Savira .
" To : 081265xxxxxx
Ya dateng aja kaya biasa "
Setelah membalas,Savira segera membereskan keperluan untuk menjaga Dinand dan langsung ke sekolah ...
****
" Eh Nes minta video kemarin deh,kirimin ke gue " , pinta Savira
" Buat apa Vir " , balas Nesta
" Gue mau kasih pelajaran " , ketus Savira .
Savira kini sudah memegang bukti untuk membungkam Adit .
Savira memakai jam tangan milik Dinand,setelah mendapat izin dari orang tua Dinand untuk ia pakai .
Jam tangan milik Dinand seakan membuat Savira lebih bergairah kini dalam mengikuti pelajaran, dia percaya Dinand akan selalu disisi nya,menemani dia kapanpun ...
" Ibu kasih PR buat hari ini ya, buka tugas di halaman 56-71 ya kalian kerjakan dengan baik " , tegas Bu Diah .
Anak-anak X-2 pun mengeluh karena PR yang banyak itu,seperti gangguan yang akan merusak Weekend mereka .
Bel istirahat berbunyi, Savira bergegas menemui Cilay dan Adon karena ada hal yang ingin dia ketahui .
" Ka , bisa minta tolong ga ? " , Ujar Savira .
" Minta tolong apa " , jawab Adon .
" Gue minta alamat nya Sabrina, kalian tau ? " , Tanya Savira .
" Buat apaan ? Kaya nya Cilay tau deh dia kan SMP bareng sama Sabrina " , jawab Adon .
Cilay pun berfikir sejenak coba mengingat alamat Sabrina .
" Nah gue inget. " Tukas Cilay .
Di tulis nya di note Handphone milik Savira ...
" Makasih ya Ka " , ucap Savira .
Mereka tidak lupa menitip salam untuk orang tua Dinand karena hari ini mereka tidak bisa menjenguk Dinand .
Bel masuk pun berbunyi kembali ...
" Hari ini gue bakal nemuin Sabrina " , ucap Savira .
" Hah, mau ngapain Vir " , kaget Risa .
" Gue pengen tahu hubungan Dinand sama dia kaya apa " , jawab Savira .
" Yaudah kalo itu yang terbaik tapi jangan pake emosi ya,lo harus tenang . Kasian sama Dinand " , nasehat Risa .
" Iya tenang, kan gue cuma mau nanya aja ko " , tegas Savira .
Pelajaran seperti lama sekali Savira rasa , dia sudah tidak Sabar untuk menemui Sabrina dan menemani pujaan hati nya .
Waktu menunjuk kan jam 2 siang di jam tangan milik Dinand yang di pakai Savira,pertanda semua murid boleh pulang ...
" Doain gue ya guys,semoga gue dapat informasi yang gue mau " , harap Savira .
Temen-teman nya pun mengamini ...
Savira segera menuju Halte untuk menaiki Taksi,agar lebih mudah menemukan alamat Sabrina .
Setelah naik,dia langsung memberikan alamat kepada Pak supir dan segera menuju tujuan ...
Hampir 1 jam perjalanan akhirnya sampai lah Savira di rumah yang mewah...
Ting...tong..
Savira tampak menanti di gerbang rumah Sabrina ..
" Maaf mbak,nyari siapa ? " Tampak seorang satpam keluar menemui Savira .
" Benar ini rumah Sabrina Pak ?" , Tanya Savira
" Iya benar , Mbak siapa ya " , balik tanya Satpam .
" Aku teman nya Sabrina waktu SD Pak " , alasan Savira .
" Yaudah ayo masuk , sebentar saya panggilkan " , ucap Satpam .
Savira menunggu di pos Satpam di rumah Sabrina , sekitar 15 menit pun sosok Sabrina keluar menemui Savira ...
" Benar kata Cilay,memang cantik Sabrina " , gumam Savira dalam hati .
" Maaf kamu siapa ya ? Aku kaya nya belum kenal " , Bingung Savira .
" Aku Savira , pacar nya Dinand " , jawab Savira.
" Oh, mau apa " , ketus Sabrina .
" Aku mau ngobrol sama kamu,boleh minta waktu sebentar aja " , mohon Savira.
Setelah mempertimbangkan,Sabrina pun bersedia dan mempersilahkan Savira memasuki rumah nya .
" Duduk dulu ya biar gue ambilin minum " , ramah Sabrina .
Kembali Savira harus menanti sejenak untuk berbicara dengan Sabrina .
" Ya , ada yang mau di Bicarain " , tanya Sabrina .
" Iya Sab , gue sebelum nya minta maaf ganggu waktu lo dan gue tau alamat lo juga dari Cilay, kakak kelas gue " , ujar Savira .
" Oh iya gak apa-apa santai aja " , balas Sabrina .
" Gue cuma mau nanya hubungan lo sama Dinand sejauh apa " , tanya Savira to the point .
Sabrina pun diam sejenak,pandangan nya melayang ..
" Gue memang deket sama Dinand , gue suka sama dia Vir . Entah kenapa gue nyaman deket dia " , ucap Sabrina .
Savira mulai serius mendengarkan dan sedikit bergetar tubuh nya saat mendengar kan ucapan Sabrina .
" Gue berusaha deket sama dia,gue berusaha untuk selalu ada buat Dinand . Sampai waktu malam minggu gue lupa tanggal nya, gue ajak Dinand buat nemuin gue di Cafe " , ucap Sabrina .
" Benar apa yang di bilang Adit dan Cilay " , gumam Savira dalam hati .
Setelah rileks meminum jus , Sabrina melanjutkan lagi cerita nya yang terpotong .
" Gue siapin semua buat Dinand,gue berusaha buat malam itu terlihat cantik buat Dinand,gue memilih tempat pun yang romantis untuk kita berdua" , kenang Sabrina .
" Setelah makan,gue beranikan diri buat ngomong serius sama Dinand , gue utarain semua perasaan gue buat Dinand , hahaha mungkin udah pede banget gue malam itu bakal di terima sama Dinand makanya gue berani buat nyatakan cinta sama Dinand , tapi kenyataan pahit yang harus gue terima .
Dinand nolak gue mentah-mentah Vir karena lo , dia cuma sayang lo . Di hati Dinand itu cuma ada lo gak ada yang lain , seberusaha nya gue dengan penampilan secantik apapun gue dengan perhatian apapun gue buat Dinand , ga akan bisa ganti posisi lo di hati Dinand vir " , lesu Sabrina .
Savira terkejut mendengar langsung dari Sabrina , karena sesuai dengan apa yang Cilay katakan kepada nya .
" Gue di situ sedih Vir , gue sampai nangis malam itu, tapi gue sadar kalo cinta memang gak bisa gue paksain , dan Dinand udah milih lo Vir , lo lah juara nya di hati Dinand " , tambah Savira .
Mata Savira berkaca-kaca, dia tidak menyangka Dinand sebegitu cinta kepada nya ...
Sabrina pun tertegun menyudahi curahan hati nya .
" Dinand Koma Sab sekarang " , ucap Savira .
" Jangan bercanda Vir " , Sabrina tidak percaya
" Gue juga gak mau begini tapi kenyataan nya Dinand kecelakaan dan sekarang Koma " , tetes air mata Savira pun jatuh .
Sabrina dengan sigap memeluk Savira yang sedang sedih .
" Hari ini gue mau jagain Dinand " , tambah Savira
" Kalo boleh,gue mau ketemu sama Dinand " , pinta Sabrina .
" Iya boleh " , angguk Savira .
Dengan segera Sabrina mengganti pakaian dan bersama Savira pergi membawa mobil nya menuju Rumah Sakit ..
****
Sampailah mereka di ruangan tempat Dinand berada .
" Lihat Sab , itu Dinand " Savira menunjukan Dinand pada Sabrina .
Tak kuat Sabrina pun menitihkan Air mata nya saat melihat kondisi Dinand yang terbaring di ranjang .
" Nand , kamu kenapa begini Nand " , pilu Sabrina dan menggenggam erat tangan Dinand .
Air mata Sabrina jatuh tak tertahan lagi,luntur make-up nya seketika saat memegang tangan Dinand .
" Savira , sini Vir . Dinand butuh lo , Dinand butuh genggaman lo " , pinta Sabrina
Savira yang sedari tadi hanya melihat di belakang Sabrina pun akhir nya menghampiri .
Suasana haru yang tercipta membuat Savira kembali menitih kan air mata saat tangan nya menggenggam tangan Dinand .
Sabrina tampak menberikan kekuatan dan semangat untuk Savira .
" Lo gak boleh terus nangis Vir,Dinand itu butuh lo butuh semangat lo,doain dia biar bisa sadar dan bisa sama-sama lo lagi " , ucap Sabrina dengan mengusap-usap pundah Savira .
" Makasih Sab,gue kangen Dinand " , lirih Savira
Kemudian Savira memeluk Sabrina dan menangis di pelukan Sabrina .
Sabrina nampak khawatir dengan keadaan Savira sekarang , dia bisa merasakan betapa sedih nya posisi Savira sekarang ...
Belum ada tanda-tanda Dinand akan bangun sampai saat ini , hanya doa doa yang terus di panjatkan untuk kesembuhan Dinand .
Sabrina pun pamit untuk pulang,serta berpesan kepada Savira untuk jangan ragu menghubungi Sabrina jika membutuhkan bantuan atau orang untuk curhat ...
****
Waktu sudah menunjukan pukul 6 sore namun Savira tetap setia berada di sisi Dinand
" Vir kamu makan dulu ya nak ". Pinta Mama Dinand .
" Engga tan , aku mau disini aja " , jawab Savira .
Mama Dinand pun bingung harus bagaimana,karena keinginan Savira tak bisa di ganggu gugat ...
" Tan, malam ini Tante pulang aja ya istirahat dirumah,aku bakal nginep disini jagain Dinand " , pinta Savira .
" Tapi gak apa-apa Vir, kamu besok kan sekolah " , jawab Mama .
" Gak apa-apa tenang aku udah izin sama Mama juga tan " balas Savira .
" Tapi kamu makan dulu ya nak " , mohon Mama Dinand .
" Iya tante " , angguk Savira .
Savira pun dengan tidak bersemangat menyantap makanan yang di berikan Mama Dinand , dan Mama Dinand sudah pulang meninggalkan Savira dan Dinand di ruangan .
" Hey selamat malam sayang , aku disini nih sekarang jagain kamu ya sayang , kamu bangun dong,aku kangen deh main gitar sama kamu,makan berdua di cafe sama kamu,nanti kalo kamu sadar aku bakal temenin kamu Perform ya sayang " , bisik lirih Savira yang tak ada sambutan dari Dinand .
Jam demi jam berlalu,Savira dengan sabar menunggu Dinand, tak terasa kepala nya kini tertidur berbantalkan tangan Dinand .
" Peluk aku Vir , aku kangen kamu " , lirih Suara Dinand .
Savira tersadar di tengah malam setelah Dinand menghampiri nya di mimpi , sekali kecupan Savira di tangan Dinand , Savira pun tersenyum menatap pacarnya itu dan mengusap kening Dinand . Sampai membawa nya tidur kembali .
" Kamu sehabis sekolah mau ke Dinand lagi Neng ? " Tanya Mama Savira .
" Iya Ma,mungkin hari ini aku nginep ya Ma jagain Dinand,besok kan cuma Ekskul kayanya aku mending jagain Dinand aja "
" Yaudah titip salam buat orang tua Dinand ya " , ucap Mama .
" From : 081265xxxxxx
Besok jangan kemana-mana aku kerumah jemput kamu "
Terlihat pesan dari Adit untuk Savira .
" To : 081265xxxxxx
Ya dateng aja kaya biasa "
Setelah membalas,Savira segera membereskan keperluan untuk menjaga Dinand dan langsung ke sekolah ...
****
" Eh Nes minta video kemarin deh,kirimin ke gue " , pinta Savira
" Buat apa Vir " , balas Nesta
" Gue mau kasih pelajaran " , ketus Savira .
Savira kini sudah memegang bukti untuk membungkam Adit .
Savira memakai jam tangan milik Dinand,setelah mendapat izin dari orang tua Dinand untuk ia pakai .
Jam tangan milik Dinand seakan membuat Savira lebih bergairah kini dalam mengikuti pelajaran, dia percaya Dinand akan selalu disisi nya,menemani dia kapanpun ...
" Ibu kasih PR buat hari ini ya, buka tugas di halaman 56-71 ya kalian kerjakan dengan baik " , tegas Bu Diah .
Anak-anak X-2 pun mengeluh karena PR yang banyak itu,seperti gangguan yang akan merusak Weekend mereka .
Bel istirahat berbunyi, Savira bergegas menemui Cilay dan Adon karena ada hal yang ingin dia ketahui .
" Ka , bisa minta tolong ga ? " , Ujar Savira .
" Minta tolong apa " , jawab Adon .
" Gue minta alamat nya Sabrina, kalian tau ? " , Tanya Savira .
" Buat apaan ? Kaya nya Cilay tau deh dia kan SMP bareng sama Sabrina " , jawab Adon .
Cilay pun berfikir sejenak coba mengingat alamat Sabrina .
" Nah gue inget. " Tukas Cilay .
Di tulis nya di note Handphone milik Savira ...
" Makasih ya Ka " , ucap Savira .
Mereka tidak lupa menitip salam untuk orang tua Dinand karena hari ini mereka tidak bisa menjenguk Dinand .
Bel masuk pun berbunyi kembali ...
" Hari ini gue bakal nemuin Sabrina " , ucap Savira .
" Hah, mau ngapain Vir " , kaget Risa .
" Gue pengen tahu hubungan Dinand sama dia kaya apa " , jawab Savira .
" Yaudah kalo itu yang terbaik tapi jangan pake emosi ya,lo harus tenang . Kasian sama Dinand " , nasehat Risa .
" Iya tenang, kan gue cuma mau nanya aja ko " , tegas Savira .
Pelajaran seperti lama sekali Savira rasa , dia sudah tidak Sabar untuk menemui Sabrina dan menemani pujaan hati nya .
Waktu menunjuk kan jam 2 siang di jam tangan milik Dinand yang di pakai Savira,pertanda semua murid boleh pulang ...
" Doain gue ya guys,semoga gue dapat informasi yang gue mau " , harap Savira .
Temen-teman nya pun mengamini ...
Savira segera menuju Halte untuk menaiki Taksi,agar lebih mudah menemukan alamat Sabrina .
Setelah naik,dia langsung memberikan alamat kepada Pak supir dan segera menuju tujuan ...
Hampir 1 jam perjalanan akhirnya sampai lah Savira di rumah yang mewah...
Ting...tong..
Savira tampak menanti di gerbang rumah Sabrina ..
" Maaf mbak,nyari siapa ? " Tampak seorang satpam keluar menemui Savira .
" Benar ini rumah Sabrina Pak ?" , Tanya Savira
" Iya benar , Mbak siapa ya " , balik tanya Satpam .
" Aku teman nya Sabrina waktu SD Pak " , alasan Savira .
" Yaudah ayo masuk , sebentar saya panggilkan " , ucap Satpam .
Savira menunggu di pos Satpam di rumah Sabrina , sekitar 15 menit pun sosok Sabrina keluar menemui Savira ...
" Benar kata Cilay,memang cantik Sabrina " , gumam Savira dalam hati .
" Maaf kamu siapa ya ? Aku kaya nya belum kenal " , Bingung Savira .
" Aku Savira , pacar nya Dinand " , jawab Savira.
" Oh, mau apa " , ketus Sabrina .
" Aku mau ngobrol sama kamu,boleh minta waktu sebentar aja " , mohon Savira.
Setelah mempertimbangkan,Sabrina pun bersedia dan mempersilahkan Savira memasuki rumah nya .
" Duduk dulu ya biar gue ambilin minum " , ramah Sabrina .
Kembali Savira harus menanti sejenak untuk berbicara dengan Sabrina .
" Ya , ada yang mau di Bicarain " , tanya Sabrina .
" Iya Sab , gue sebelum nya minta maaf ganggu waktu lo dan gue tau alamat lo juga dari Cilay, kakak kelas gue " , ujar Savira .
" Oh iya gak apa-apa santai aja " , balas Sabrina .
" Gue cuma mau nanya hubungan lo sama Dinand sejauh apa " , tanya Savira to the point .
Sabrina pun diam sejenak,pandangan nya melayang ..
" Gue memang deket sama Dinand , gue suka sama dia Vir . Entah kenapa gue nyaman deket dia " , ucap Sabrina .
Savira mulai serius mendengarkan dan sedikit bergetar tubuh nya saat mendengar kan ucapan Sabrina .
" Gue berusaha deket sama dia,gue berusaha untuk selalu ada buat Dinand . Sampai waktu malam minggu gue lupa tanggal nya, gue ajak Dinand buat nemuin gue di Cafe " , ucap Sabrina .
" Benar apa yang di bilang Adit dan Cilay " , gumam Savira dalam hati .
Setelah rileks meminum jus , Sabrina melanjutkan lagi cerita nya yang terpotong .
" Gue siapin semua buat Dinand,gue berusaha buat malam itu terlihat cantik buat Dinand,gue memilih tempat pun yang romantis untuk kita berdua" , kenang Sabrina .
" Setelah makan,gue beranikan diri buat ngomong serius sama Dinand , gue utarain semua perasaan gue buat Dinand , hahaha mungkin udah pede banget gue malam itu bakal di terima sama Dinand makanya gue berani buat nyatakan cinta sama Dinand , tapi kenyataan pahit yang harus gue terima .
Dinand nolak gue mentah-mentah Vir karena lo , dia cuma sayang lo . Di hati Dinand itu cuma ada lo gak ada yang lain , seberusaha nya gue dengan penampilan secantik apapun gue dengan perhatian apapun gue buat Dinand , ga akan bisa ganti posisi lo di hati Dinand vir " , lesu Sabrina .
Savira terkejut mendengar langsung dari Sabrina , karena sesuai dengan apa yang Cilay katakan kepada nya .
" Gue di situ sedih Vir , gue sampai nangis malam itu, tapi gue sadar kalo cinta memang gak bisa gue paksain , dan Dinand udah milih lo Vir , lo lah juara nya di hati Dinand " , tambah Savira .
Mata Savira berkaca-kaca, dia tidak menyangka Dinand sebegitu cinta kepada nya ...
Sabrina pun tertegun menyudahi curahan hati nya .
" Dinand Koma Sab sekarang " , ucap Savira .
" Jangan bercanda Vir " , Sabrina tidak percaya
" Gue juga gak mau begini tapi kenyataan nya Dinand kecelakaan dan sekarang Koma " , tetes air mata Savira pun jatuh .
Sabrina dengan sigap memeluk Savira yang sedang sedih .
" Hari ini gue mau jagain Dinand " , tambah Savira
" Kalo boleh,gue mau ketemu sama Dinand " , pinta Sabrina .
" Iya boleh " , angguk Savira .
Dengan segera Sabrina mengganti pakaian dan bersama Savira pergi membawa mobil nya menuju Rumah Sakit ..
****
Sampailah mereka di ruangan tempat Dinand berada .
" Lihat Sab , itu Dinand " Savira menunjukan Dinand pada Sabrina .
Tak kuat Sabrina pun menitihkan Air mata nya saat melihat kondisi Dinand yang terbaring di ranjang .
" Nand , kamu kenapa begini Nand " , pilu Sabrina dan menggenggam erat tangan Dinand .
Air mata Sabrina jatuh tak tertahan lagi,luntur make-up nya seketika saat memegang tangan Dinand .
" Savira , sini Vir . Dinand butuh lo , Dinand butuh genggaman lo " , pinta Sabrina
Savira yang sedari tadi hanya melihat di belakang Sabrina pun akhir nya menghampiri .
Suasana haru yang tercipta membuat Savira kembali menitih kan air mata saat tangan nya menggenggam tangan Dinand .
Sabrina tampak menberikan kekuatan dan semangat untuk Savira .
" Lo gak boleh terus nangis Vir,Dinand itu butuh lo butuh semangat lo,doain dia biar bisa sadar dan bisa sama-sama lo lagi " , ucap Sabrina dengan mengusap-usap pundah Savira .
" Makasih Sab,gue kangen Dinand " , lirih Savira
Kemudian Savira memeluk Sabrina dan menangis di pelukan Sabrina .
Sabrina nampak khawatir dengan keadaan Savira sekarang , dia bisa merasakan betapa sedih nya posisi Savira sekarang ...
Belum ada tanda-tanda Dinand akan bangun sampai saat ini , hanya doa doa yang terus di panjatkan untuk kesembuhan Dinand .
Sabrina pun pamit untuk pulang,serta berpesan kepada Savira untuk jangan ragu menghubungi Sabrina jika membutuhkan bantuan atau orang untuk curhat ...
****
Waktu sudah menunjukan pukul 6 sore namun Savira tetap setia berada di sisi Dinand
" Vir kamu makan dulu ya nak ". Pinta Mama Dinand .
" Engga tan , aku mau disini aja " , jawab Savira .
Mama Dinand pun bingung harus bagaimana,karena keinginan Savira tak bisa di ganggu gugat ...
" Tan, malam ini Tante pulang aja ya istirahat dirumah,aku bakal nginep disini jagain Dinand " , pinta Savira .
" Tapi gak apa-apa Vir, kamu besok kan sekolah " , jawab Mama .
" Gak apa-apa tenang aku udah izin sama Mama juga tan " balas Savira .
" Tapi kamu makan dulu ya nak " , mohon Mama Dinand .
" Iya tante " , angguk Savira .
Savira pun dengan tidak bersemangat menyantap makanan yang di berikan Mama Dinand , dan Mama Dinand sudah pulang meninggalkan Savira dan Dinand di ruangan .
" Hey selamat malam sayang , aku disini nih sekarang jagain kamu ya sayang , kamu bangun dong,aku kangen deh main gitar sama kamu,makan berdua di cafe sama kamu,nanti kalo kamu sadar aku bakal temenin kamu Perform ya sayang " , bisik lirih Savira yang tak ada sambutan dari Dinand .
Jam demi jam berlalu,Savira dengan sabar menunggu Dinand, tak terasa kepala nya kini tertidur berbantalkan tangan Dinand .
" Peluk aku Vir , aku kangen kamu " , lirih Suara Dinand .
Savira tersadar di tengah malam setelah Dinand menghampiri nya di mimpi , sekali kecupan Savira di tangan Dinand , Savira pun tersenyum menatap pacarnya itu dan mengusap kening Dinand . Sampai membawa nya tidur kembali .
0