Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Cahaya Dalam Kelam
Sebelum membaca mohon diperhatikan:

1. Cerita ini fiksi bila ada kejadian yg sama dengan kehidupan nyata anggap saja kebetulan. Atau kejadian nyata yang udah dirubah kedalam cerita.
2. Jangan kepo tentang ane dan tokoh tokoh dalam cerita. Nikmati aja jalan ceritanya.
3. Update diusahakan secepatnya. Jangan protes kalo updatenya sedikit. Yang penting diusahakan sampe tamat.

Prolog


Namaku Cahya. Asli dari kota kecil di Jawa Barat. Aku merantau ke kota setelah tamat SMU. Maklum ortuku hanya petani dengan penghasilan pas pasan sehingga tak mampu membiayai kuliah. Aku merantau kekota pun gara gara sakit hati diputuskan oleh Nala pacarku yang memilih lelaki lain.

Aku dimasukkan kerja di toko pakaian disalah satu mall dikota oleh sepupuku Irene (salah satu tokoh di cerita Gelap Tak Selamanya Kelam). Aku bekerja serabutan dari membantu dirumah pemilik toko sebut saja pak Budi dan beres dirumah, lanjut ke Toko Pakaian. Aku sendiri kost di dekat rumah pak Budi.


INDEX

CHAPTER 1
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
part 11
part 12
part 13
part 14
part 15
part 16
part 17
part 18
part 19
part 20


Yang suka Rate, Share ,Komen gak nolak dikasih yg ijo ijo.
Diubah oleh taucolama 14-04-2017 17:43
nona212Avatar border
ameyliasalsaAvatar border
4BrotherTanAvatar border
4BrotherTan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
73.3K
306
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#214
part 19


Hari hari berlalu, kini aku tidak mengalami hal hal yang berbau mistis.
Hari itu aku sedang giliran libur. Aku mengajak Ajeng yang kebetulan libur juga mengunjungi teh Irene. Dari penginapan aku menggunakan travel. Selama perjalanan didalam mobil travel, aku dan Ajeng saling menggenggam tangan. Sungguh rasa yang tak dapat diungkap dengan kata kata.

Singkat cerita aku dan Ajeng sampai cafe tempat teh Irene bekerja. Baru tengah hari lewat sedikit. Cafe belum banyak pengunjung. Aku dan Ajeng masuk kedalam cafe. Aku berbicara pada salah satu karyawan cafe bahwa aku ingin bertemu teh Irene. Karyawan tersebut kedalam dan tak lama muncul teh Irene dari dalam.

"Cahya pa kabar? ": tanya teh Irene.
"baik teh bagaimana kabar teteh": kataku sambil bersalaman. Kemudian Ajeng ikut bersalaman dengan teh Irene.
"baik, silahkan duduk": kata teh Irene.
Kami duduk disalah satu sudut cafe.
"gimana kabar penginapan, udah aman? ":tanya teh Irene.
"aman, sekarang sudah normal":kataku.
"kamu kapan pulang ke kampung, ibu kamu udah kangen sama kamu": kata teh Irene.
"mungkin bulan depan, mau cuti dulu sambil ngenalin Ajeng sama ibu": kataku.
"baguslah, Ajeng kalo Cahya nakal bilang teteh nanti sama teteh Cahaya dijewer": kata teh Irene.
"iya teh, kalo cahya nakal dilaporin ke teteh": kata Ajeng sambil tersenyum.
"waduh, jadi ga bisa macem macem": kataku.
"udah dapet yang baik jangan di sia siakan": kata teh Irene.
"iya teteh": kataku.
"teteh kebelakang sebentar ya": kata teh Irene.
"iya teh": kataku dan Ajeng berbarengan.
"cie cie cie kompak ni yeeeee": kata teh Irene menggodaku dan Ajeng.
"teteh bisa aja": kata Ajeng sambil tersipu malu.
Teh Irene berdiri dan beranjak dari tempat duduknya.

"Cahya, kamu serius mau ngajak aku ketemu ibu kamu? ": kata Ajeng.
"seriuslah, nanti aku juga ingin ketemu keluarga kamu": kataku.
"tapi keluargaku tinggalnya jauh dikampung": kata Ajeng.
"kalo pergi sama kamu gak terasa walau jauh juga": kataku.
"huuuuu gombal": kata Ajeng
"serius tau": kataku sambil mengusap pipi Ajeng.
Ajeng hanya tersenyum. Senyum yang menimbulkan getaran rasa dihati.

Kulihat seseorang memasuki cafe. Ternyata Aka yang datang dan begitu melihat aku, Aka menghampiri Aku dan Ajeng.

"Cahya, Ajeng kapan sampai, sehat semua kan? ": tanya Aka.
"baru saja sampe, aku dan Ajeng sehat bagaimana keadaan Aka": tanyaku.
"baik, gimana keadaan penginapan? ": tanya Aka.
"penginapan sekarang aman dan mau diperbesar. ": kataku.
"syukurlah, eh boleh aku gabung ngobrol dengan kalian": kata Aka.
"dengan senang hati":kataku.

Aka duduk diseberang kami lalu menatap Ajeng dan Aku bergantian. Walau bibir Aka tersenyum aku tau ada yang sedang dipikirkan oleh Aka.
Tak lama kemudian datang teh Irene dan karyawan membawa makanan dan minuman.

"wah koq kaya yang sedang serius": kata teh Irene
"ga serius, paling Cahya dan Ajeng yang serius pacaran": kata Aka sambil tersenyum.
Aneh aku belum cerita ke Aka kalo aku dan Ajeng pacaran, koq sepertinya Aka tau.
"minumannya kurang satu, tolong bawain satu lagi": kata teh Irene ke karyawan cafe.
"cafenya lumayan bagus, bikin betah pengunjung": kata Ajeng.
"Irene pinter ngatur dekorasinya": kata Aka.
"kalo ada lowongan ingin deh kerja disini": kataku.
"tanya aja langsung ama bos nya": kata teh Irene sambil nunjuk Aka.
"aku sih gimana kamu Ren, kamu kan yang ngelola cafe ini jadi kamu yang lebih tau.": kata Aka
"boleh kalo kamu mau kerja disini": kata teh Irene.
"yah, nanti kita berjauhan dong": kata Ajeng.
"kamu juga boleh kerja disini kebetulan lagi kekurangan orang": kata teh Irene.
"siap teh aku gimana cahya aja, kalo cahya pindah aku ikut pindah kerja disini": kata Ajeng.
"aku pikir pikir dulu bingung mau ngomong sama mba Susannya": kataku.

"maaf nih aku potong pembicaraan kalian, aku boleh ga sedikit kasih masukan atau nasihat untuk kalian": kata Aka.
"boleh": kata ku dan teh Irene.
"hidup tak selalu berjalan dengan apa yang kita mau, tapi kita hidup mengikuti takdir. Belajar menyikapi takdir dengan sebaik baiknya. Susah waktu bersabar senang waktu bersyukur.": kata Aka sambil menghela nafas panjang.
"jangan lupa beribadah karena hanya itu satu satunya bekal yang kita bawa setelah meninggal": lanjut Aka.
Wajah Aka tampak serius, aku belum mengerti kemana maksud perkataan Aka.

"Sabar, belajar menerima takdir. Persiapkan bekal buat akhirat": kata Aka. Aneh sepertinya Aka terbebani hingga ada kata kata yang tak diucapkan. Kulihat dari raut muka Aka ketika menatapku terlebih ketika menatap Ajeng.

Ajeng tampak serius mendengarkan kata kata Aka.

"satu lagi selalu berbaik sangka pada Allah SWT dengan apa yang kita alami walau apa yang terjadi tak selalu sama dengan yang kita inginkan": kata Aka.
Karyawan cafe datang membawa minuman dan meletakkannya di meja.

"Silahkan minumannya diminum": kata Aka sambil tersenyum.
Aku mengambil minuman dimeja dan meminumnya. Lalu kami makan dan minum hidangan di meja. Aku masih menerka nerka arah pembicaraan Aka. Tapi Aka tak berbicara lagi cuma berpamitan karena harus pergi.

Aku kemudian ngobrol ringan dengan teh Irene. Lalu aku dan Ajeng pamit ke teh Irene. Aku dan Ajeng pergi jalan jalan ke mall sekedar refreshing melepas kepenatan ketika bekerja dipenginapan. Sore hari aku dan Ajeng kembali kepenginapan naik travel. Diperjalanan Ajeng tertidur kepalanya bersandar dibahuku.

Aneh aku merasa ada yang janggal dengan kata kata Aka. Apa ada hubungannya dengan status hubunganku dengan Ajeng. Ah aku ingat kata kata Aka harus berbaik sangka kupeluk tubuh Ajeng yang tertidur sambil berharap hubunganku dengan Ajeng berjalan lancar.
radityodhee
khuman
khuman dan radityodhee memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.