- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#183
Terungkap
Tepat seminggu sudah Dinand tak ada di antara mereka , raga nya tenang tertidur tapi tak tahu jiwa nya dimana .
" Vir hari ini lo udah mulai persiapan buat pentas akhir bulan ya " , Pinta Wahyu selaku ketua kelas .
" Iya sip " jawab singkat Savira .
" Pokok nya nanti pas Savira tampil kita gak boleh Pasif , kita harus semangatin Savira biar kelas kita memukau " , motivasi Wahyu saat guru belum datang .
Waktu yang di lewati Savira di Sekolah kini hambar , seperti tak ada gairah lagi untuk belajar . semangat nya hilang , penyesalan kini yang dia rasakan semakin menjadi ketika sosok Dinand mengalami Koma .
" Vir jang bengong terus dong " , ucap Nesta .
" Eh iya Nes engga bengong ko " , jawab Savira .
" Yaudah ke kantin yuk Vir kita makan,nanti lo sakit lagi ", Ajak Risa .
Savira hanya mengganguk,jalan nya gontai tak ada daya . Kehilangan Dinand menjadi pukulan telak untuk Savira .
Sesampainya di kantin terlihat hanya ada Cilay dan Adon di meja yang biasa di kuasai Dinand,tak ada sosok nya lagi untuk sekarang...
" Kita gabung ya Ka disini " , lesu Savira .
" Yaudah gabung aja " , ucap Adon
" Tapi jajan beli sendiri,awas aja nyomotin jajanan gue " , sindir Cilay .
" Gak doyan gue jajanan lo sukro doang " , ketus Savira .
" Masih bengong aja Vir ", ucap Risa .
" Tau nih ngobrol lah kita dari tadi rame,lo doang yang sepi sendiri " , tambah Adon .
" Gue cuma mau ada Dinand,gue pengen cepetan pulang biar gue bisa ketemu pacar gue " , Ujar Savira parau .
" Tar gue sama Adon ke Rumah sakit lagi , kalian pada mau ikut ? " , Ajak Cilay .
" Wah boleh tuh ya Nes " , heboh Risa .
" Iya boleh gue juga belom nengokin Ka Dinand "
Savira hanya menjambak-jambak rambut nya seperti frustasi ...
" Gue cabut duluan ya mau ke Ruang seni rupa " , pamit Savira .
" Tuh anak suka banget kesana sendiri deh,gak takut ya " , ujar Nesta .
" Wajar lah disitu kan tempat Favorit Dinand kalo lagi menyendiri " , tukas Adon
Perlahan Savira berjalan,kembali keruangan dengan segala kenangan nya .
Di mainkan nya gitar itu , lagu Stranger pun di nyanyikan secara berulang , sebagai persiapan pula untuk nanti dia tampil pada Pentas Seni Pelita Jakarta .
" Aku harap kamu sembuh Nand,bisa lihat penampilan aku " , gumam Savira sendirian .
" From : 081265xxxxxx
Kamu kemana kok ga pernah ada kabar sekarang , Sabtu kita jalan ya "
Permainan gitar Savira terhenti saat melihat pesan masuk itu , tak ada respon dari Savira karena tahu bahwa pesan itu dari Adit yang telah dia hapus kontak nya .
Savira kembali melanjutkan pemainan gitar nya lagu , sampai suara nya hilang tersapu Bel pertanda pelajaran di mulai kembali ..
****
" Savira Masitha !! " , Pekik Bu Diah .
" Eh i-iya Bu " , kaget Savira .
" Ibu paham kondisi kamu sekarang Savira,tapi kalau kamu terus-terusan melamun saat pelajaran,itu cuma merugikan kamu Vir . kamu anak cerdas,harus nya kamu jadi contoh baik buat murid lain ya " , nasehat Bu Diah .
" Iya Bu maafin saya " , Ucap Savira .
Savira coba mengendalikan diri nya dan tak terbawa suasana kesedihan pada saat belajar .
Setelah jam-jam yang membosan kan Savira lalui akhirnya waktu pulang pun tiba .
" Yuk buruan gue kangen sama Dinand " , ucap Savira
" Sabar Vir kita kan nunggu Ka Cilay sama Ka Adon " , balas Nesta .
Savira nampak cemas menanti kehadiran Cilay dan Adon di lorong keluar sekolah .
" Lama banget sih Ka " , gerutu Savira .
" Iya sory tadi gue piket dulu " , Jawab Cilay .
Mereka berlima tanpa membuang waktu langsung menuju Rumah sakit, Savira meminta Risa yang membonceng nya untuk lebih cepat memacu kendaraan karena dia rindu ingin membelai wajah Dinand .
Sampailah mereka Dirumah Sakit , Savira dengan tergesa buru-buru menuju kamar Dinand,teman-temang nya sampai kewalahan mengikuti Savira .
Di ruangan Dinand sudah ada Mama Dinand,Ibu Ubay dan Ubay yang menjaga Dinand .
Tampak sembab mata Ibu Ubay yang baru hari ini datang menemui Dinand , wajah kelelahan pun tampak dari raut wajah Mama Dinand namun tetap ramah kepada teman-teman Dinand menyembunyikan lelah nya .
" Sini sayang lihat Dinand " , pinta Mama Dinand .
Mereka semua keluar menunggu di luar kamar Dinand , hanya Savira seorang yang ada di dalam kamar .
" Hay sayang selamat siang,maaf aku agak telat kesini ya soalnya dua sahabat kamu lama banget aku nunggu mereka nya" , ucap Savira seraya mencium
tangan Dinand dan tersenyum .
Tak ada air mata kali ini,air mata Savira tampak sudah habis terbuang ...
Dari genggaman tangan,usapan lembut ke rambut yang menghalangi kening Dinand sampai kecupan kecil di tangan Dinand, rutin bergantian Savira lakukan , tak ada niatan Savira untuk meninggalkan Dinand sendirian lagi .
****
Kawan-kawan Dinand dan Savira tampak akrab di luar ruangan .
" Eh kalian laper gak ? Gue sama Cilay mau cari kantin nih soalnya laper " , ajak Adon .
" Eh ayo boleh deh kita juga laper " , tukas Risa .
Mereka berempat berpamitan dengan Mama Dinand untuk ke kantin sebentar .
" Mau pesen apa ? " , Tanya Cilay .
" Gue mie goreng porsi dobel ya " , jawab Nesta .
" Gila ya selera makan nya kaya buaya " , ledek Cilay cengengesan .
" Laper tau Ka ". Kecut Nesta .
Semua pun sudah memesan makanan dan minuman .
" Eh kita tunjukin hari ini aja ya ke Savira " , ungkap Risa .
" Tunjukin apa sih Ris " , bingung Nesta .
" Kan lola deh,video yang kita mergokin si itu " , jelas Risa .
Nesta berdiam diri sebentar seolah memikirkan sesuatu .
" Ya ampun sampe lupa gue , iya tar kalo ketemu anak nya kita kasih tau Ris " , balas Nesta .
Kedua sahabat Dinand pun bingung maksud dari Risa dan Nesta , mereka pun bertanya-tanya tapi tak dapat jawaban , malah Somay milik Cilay lenyap di colong oleh Nesta .
" Buset dah baru lengah sebentar, somay gue raib. " , Apes Cilay .
Tampak tawa dan saling ledek terlihat di antara mereka , baru kali ini mereka akrab .
20 menit kemudian nampak Savira menyusul mereka .
" Nah dateng juga ternyata ni anak " , Ucap Nesta .
" Iya laper aduh,sekalian Mama Dinand nitip minum " , balas Savira .
Setelah memesan , Savira kembali bergabung dengan teman nya serta membawa Es Cappucino dan Bakso .
" Tumben,biasanya Milkshake lo " , tanya Risa .
" Ini minuman Dinand,makanya gue minum " , cengenges Savira .
Teman - teman nya hanya menggelengkan kepala karena tingkah aneh Savira .
Lahap Savira menghabiskan bakso itu dan pelan-pelan menikmati Es Capucinno tiap sedotan nya .
" Eh Vir gue mau nunjukin sesuatu " , ungkap Risa .
" Emm mau nunjukin apa " , Jawab Savira .
Akhirnya dengan yakin,Nesta mengeluarkan Handphone nya dan menujukan Video Adit kepada Savira .
Savira menyaksikan Video berdurasi kurang lebih 2 menit itu,sesekali mata nya seperti memastikan dan di akhiri dengan senyuman .
" Loh dia malah senyum " heran Nesta
"Makasih guys kalian memang teman terbaik gue " , Heboh Savira dan memeluk kedua temannya .
" Lo gak sakit hati ngelihat video itu " , Tanya Risa .
" Ya engga lah,Adit itu cuma gue jadiin pelarian . Lagian gue malah makasih sama kalian yang udah nunjukin Adit sebenar nya " , Seru Savira .
Cilay dan Adon mulai bingung dengan topik yang mereka dengar .
" Adit , siapa lagi tuh ? " , Tanya Cilay .
Dengan ragu-ragu akhirnya Savira bercerita .
" Adit itu senior gue di Taekwondo Ka , dia udah suka sama gue dari sebelum gue kenal sama Dinand . Gue mulai mau deket sama dia pas gue tahu kalo Dinand ternyata deket sama Cewe lain " , ucap Savira .
" Cewek lain, siapa ? " , Tanya Risa .
" gue pernah kepo buka-buka Hape Dinand pas dia ketiduran jagain gue waktu sakit , Di kontak Dinand namanya Sabrina,gue lihat sms mereka mesra terus janjian gitu buat ketemu , gue lebih sakit lagi ketika gue lihat foto mereka berdua mesra,Sabrina meluk tangan Dinand, gue juga gak ngerti kenapa Dinand malah simpan foto itu " , lesu Savira .
" Mereka makan malam berdua pun gue tahu karena Adit bongkar semua ke gue " , tambah sabrina .
" Gue juga sakit hati ketika ngelihat Diandra udah dikamar Dinand dan ngebersihin muka Dinand, ko bisa Dinand bawa cewek ke kamarnya , padahal dia tau kalo Diandra suka sama dia " , kesal Savira .
" makanya itu udah lama gue jauhin Dinand,gapernah ngabarin dia , di ajak ketemu pun gue gak pernah mau , sampai akhirnya dia Koma sekarang , gue tetep bersikukuh kalo Dinand salah,padahal gue lebih salah " , sedih Savira mengakhiri cerita nya .
" Jadi selama ini dia sibuk bukan berduaan sama lo Vir " , tanya Cilay .
" Ya jelas enggak lah karena gue selalu menghindar,Dinand selalu berusaha buat berdua sama gue tp gue lebih pilih berdua sama Adit , Dinand sibuk sama project dia sama Om nya,Dinand jadi pengisi acara tiap weekend di Cafe om nya itu,Dinand itu anak baik dia mau honor yang dia dapat dari Om nya itu untuk di tabung dan buat dana kegiatan sosial dia , contoh nya Ubay tuh anak kecil di dalam . Tp karena celaka ini semua harus tertunda, iya itu salah gue makanya gue menyesal " , keluh Savira .
Cilay dan Adon pun seeakan tidak percaya dengan apa yang di ungkapkan Savira , mereka mengira Dinand sibuk dengan Savira dan melupakan mereka sehingga mereka kalap memukuli Dinand,padahal Dinand sibuk karena kerja sampingan nya .
Mereka berdua hanya bisa menutup wajah menyesali apa yg mereka lakukan .
" Tapi lo harus tahu Vir , Dinand sebenar nya udah ngusir Diandra dari rumah nya tapi Diandra gak mau pergi malah ngebuntutin gue sama Dinand ke kamar , pas Dinand di obatin pun dia udah memaki Diandra tp memang Diandra nya aja keras kepala,dan lo masuk mergokin seolah Dinand sama Diandra bermesraan,padahal lo salah paham Vir " ucap Cilay .
" Soal Sabrina memang iya gue akuin Dinand memang Dinner sama Sabrina waktu itu , karena setelah Dinner dia ketemu gue buat curhat semua nya . Bahkan malam itu Sabrina minta Dinand buat jadi pacar nya tapi Dinand nolak Vir karena lo , dia utarain semua ke Sabrina kalo dia cuma sayang lo , di hati dia cuma ada lo , padahal ga ada alasan apapun cowo nolak Sabrina . udah cantik,sexy,blasteran, dan tajir pula " , cerocos Cilay .
Dada Savira tersesak,air mata kembali meleleh di pipinya setelah mendengar penjelasan Cilay, penyesalan nya semakin meniban kuat di pundak nya , karena sudah salah sangka kepada Dinand , Savira merasa bersalah juga karena tidak memberi kesempatan untuk Dinand menjelaskan semua , sekarang sudah terlambat . Dinand sedang berada di dua dunia . Entah Dinand bisa menemani Savira lagi atau meninggalkan Savira untuk selama nya .
" Vir hari ini lo udah mulai persiapan buat pentas akhir bulan ya " , Pinta Wahyu selaku ketua kelas .
" Iya sip " jawab singkat Savira .
" Pokok nya nanti pas Savira tampil kita gak boleh Pasif , kita harus semangatin Savira biar kelas kita memukau " , motivasi Wahyu saat guru belum datang .
Waktu yang di lewati Savira di Sekolah kini hambar , seperti tak ada gairah lagi untuk belajar . semangat nya hilang , penyesalan kini yang dia rasakan semakin menjadi ketika sosok Dinand mengalami Koma .
" Vir jang bengong terus dong " , ucap Nesta .
" Eh iya Nes engga bengong ko " , jawab Savira .
" Yaudah ke kantin yuk Vir kita makan,nanti lo sakit lagi ", Ajak Risa .
Savira hanya mengganguk,jalan nya gontai tak ada daya . Kehilangan Dinand menjadi pukulan telak untuk Savira .
Sesampainya di kantin terlihat hanya ada Cilay dan Adon di meja yang biasa di kuasai Dinand,tak ada sosok nya lagi untuk sekarang...
" Kita gabung ya Ka disini " , lesu Savira .
" Yaudah gabung aja " , ucap Adon
" Tapi jajan beli sendiri,awas aja nyomotin jajanan gue " , sindir Cilay .
" Gak doyan gue jajanan lo sukro doang " , ketus Savira .
" Masih bengong aja Vir ", ucap Risa .
" Tau nih ngobrol lah kita dari tadi rame,lo doang yang sepi sendiri " , tambah Adon .
" Gue cuma mau ada Dinand,gue pengen cepetan pulang biar gue bisa ketemu pacar gue " , Ujar Savira parau .
" Tar gue sama Adon ke Rumah sakit lagi , kalian pada mau ikut ? " , Ajak Cilay .
" Wah boleh tuh ya Nes " , heboh Risa .
" Iya boleh gue juga belom nengokin Ka Dinand "
Savira hanya menjambak-jambak rambut nya seperti frustasi ...
" Gue cabut duluan ya mau ke Ruang seni rupa " , pamit Savira .
" Tuh anak suka banget kesana sendiri deh,gak takut ya " , ujar Nesta .
" Wajar lah disitu kan tempat Favorit Dinand kalo lagi menyendiri " , tukas Adon
Perlahan Savira berjalan,kembali keruangan dengan segala kenangan nya .
Di mainkan nya gitar itu , lagu Stranger pun di nyanyikan secara berulang , sebagai persiapan pula untuk nanti dia tampil pada Pentas Seni Pelita Jakarta .
" Aku harap kamu sembuh Nand,bisa lihat penampilan aku " , gumam Savira sendirian .
" From : 081265xxxxxx
Kamu kemana kok ga pernah ada kabar sekarang , Sabtu kita jalan ya "
Permainan gitar Savira terhenti saat melihat pesan masuk itu , tak ada respon dari Savira karena tahu bahwa pesan itu dari Adit yang telah dia hapus kontak nya .
Savira kembali melanjutkan pemainan gitar nya lagu , sampai suara nya hilang tersapu Bel pertanda pelajaran di mulai kembali ..
****
" Savira Masitha !! " , Pekik Bu Diah .
" Eh i-iya Bu " , kaget Savira .
" Ibu paham kondisi kamu sekarang Savira,tapi kalau kamu terus-terusan melamun saat pelajaran,itu cuma merugikan kamu Vir . kamu anak cerdas,harus nya kamu jadi contoh baik buat murid lain ya " , nasehat Bu Diah .
" Iya Bu maafin saya " , Ucap Savira .
Savira coba mengendalikan diri nya dan tak terbawa suasana kesedihan pada saat belajar .
Setelah jam-jam yang membosan kan Savira lalui akhirnya waktu pulang pun tiba .
" Yuk buruan gue kangen sama Dinand " , ucap Savira
" Sabar Vir kita kan nunggu Ka Cilay sama Ka Adon " , balas Nesta .
Savira nampak cemas menanti kehadiran Cilay dan Adon di lorong keluar sekolah .
" Lama banget sih Ka " , gerutu Savira .
" Iya sory tadi gue piket dulu " , Jawab Cilay .
Mereka berlima tanpa membuang waktu langsung menuju Rumah sakit, Savira meminta Risa yang membonceng nya untuk lebih cepat memacu kendaraan karena dia rindu ingin membelai wajah Dinand .
Sampailah mereka Dirumah Sakit , Savira dengan tergesa buru-buru menuju kamar Dinand,teman-temang nya sampai kewalahan mengikuti Savira .
Di ruangan Dinand sudah ada Mama Dinand,Ibu Ubay dan Ubay yang menjaga Dinand .
Tampak sembab mata Ibu Ubay yang baru hari ini datang menemui Dinand , wajah kelelahan pun tampak dari raut wajah Mama Dinand namun tetap ramah kepada teman-teman Dinand menyembunyikan lelah nya .
" Sini sayang lihat Dinand " , pinta Mama Dinand .
Mereka semua keluar menunggu di luar kamar Dinand , hanya Savira seorang yang ada di dalam kamar .
" Hay sayang selamat siang,maaf aku agak telat kesini ya soalnya dua sahabat kamu lama banget aku nunggu mereka nya" , ucap Savira seraya mencium
tangan Dinand dan tersenyum .
Tak ada air mata kali ini,air mata Savira tampak sudah habis terbuang ...
Dari genggaman tangan,usapan lembut ke rambut yang menghalangi kening Dinand sampai kecupan kecil di tangan Dinand, rutin bergantian Savira lakukan , tak ada niatan Savira untuk meninggalkan Dinand sendirian lagi .
****
Kawan-kawan Dinand dan Savira tampak akrab di luar ruangan .
" Eh kalian laper gak ? Gue sama Cilay mau cari kantin nih soalnya laper " , ajak Adon .
" Eh ayo boleh deh kita juga laper " , tukas Risa .
Mereka berempat berpamitan dengan Mama Dinand untuk ke kantin sebentar .
" Mau pesen apa ? " , Tanya Cilay .
" Gue mie goreng porsi dobel ya " , jawab Nesta .
" Gila ya selera makan nya kaya buaya " , ledek Cilay cengengesan .
" Laper tau Ka ". Kecut Nesta .
Semua pun sudah memesan makanan dan minuman .
" Eh kita tunjukin hari ini aja ya ke Savira " , ungkap Risa .
" Tunjukin apa sih Ris " , bingung Nesta .
" Kan lola deh,video yang kita mergokin si itu " , jelas Risa .
Nesta berdiam diri sebentar seolah memikirkan sesuatu .
" Ya ampun sampe lupa gue , iya tar kalo ketemu anak nya kita kasih tau Ris " , balas Nesta .
Kedua sahabat Dinand pun bingung maksud dari Risa dan Nesta , mereka pun bertanya-tanya tapi tak dapat jawaban , malah Somay milik Cilay lenyap di colong oleh Nesta .
" Buset dah baru lengah sebentar, somay gue raib. " , Apes Cilay .
Tampak tawa dan saling ledek terlihat di antara mereka , baru kali ini mereka akrab .
20 menit kemudian nampak Savira menyusul mereka .
" Nah dateng juga ternyata ni anak " , Ucap Nesta .
" Iya laper aduh,sekalian Mama Dinand nitip minum " , balas Savira .
Setelah memesan , Savira kembali bergabung dengan teman nya serta membawa Es Cappucino dan Bakso .
" Tumben,biasanya Milkshake lo " , tanya Risa .
" Ini minuman Dinand,makanya gue minum " , cengenges Savira .
Teman - teman nya hanya menggelengkan kepala karena tingkah aneh Savira .
Lahap Savira menghabiskan bakso itu dan pelan-pelan menikmati Es Capucinno tiap sedotan nya .
" Eh Vir gue mau nunjukin sesuatu " , ungkap Risa .
" Emm mau nunjukin apa " , Jawab Savira .
Akhirnya dengan yakin,Nesta mengeluarkan Handphone nya dan menujukan Video Adit kepada Savira .
Savira menyaksikan Video berdurasi kurang lebih 2 menit itu,sesekali mata nya seperti memastikan dan di akhiri dengan senyuman .
" Loh dia malah senyum " heran Nesta
"Makasih guys kalian memang teman terbaik gue " , Heboh Savira dan memeluk kedua temannya .
" Lo gak sakit hati ngelihat video itu " , Tanya Risa .
" Ya engga lah,Adit itu cuma gue jadiin pelarian . Lagian gue malah makasih sama kalian yang udah nunjukin Adit sebenar nya " , Seru Savira .
Cilay dan Adon mulai bingung dengan topik yang mereka dengar .
" Adit , siapa lagi tuh ? " , Tanya Cilay .
Dengan ragu-ragu akhirnya Savira bercerita .
" Adit itu senior gue di Taekwondo Ka , dia udah suka sama gue dari sebelum gue kenal sama Dinand . Gue mulai mau deket sama dia pas gue tahu kalo Dinand ternyata deket sama Cewe lain " , ucap Savira .
" Cewek lain, siapa ? " , Tanya Risa .
" gue pernah kepo buka-buka Hape Dinand pas dia ketiduran jagain gue waktu sakit , Di kontak Dinand namanya Sabrina,gue lihat sms mereka mesra terus janjian gitu buat ketemu , gue lebih sakit lagi ketika gue lihat foto mereka berdua mesra,Sabrina meluk tangan Dinand, gue juga gak ngerti kenapa Dinand malah simpan foto itu " , lesu Savira .
" Mereka makan malam berdua pun gue tahu karena Adit bongkar semua ke gue " , tambah sabrina .
" Gue juga sakit hati ketika ngelihat Diandra udah dikamar Dinand dan ngebersihin muka Dinand, ko bisa Dinand bawa cewek ke kamarnya , padahal dia tau kalo Diandra suka sama dia " , kesal Savira .
" makanya itu udah lama gue jauhin Dinand,gapernah ngabarin dia , di ajak ketemu pun gue gak pernah mau , sampai akhirnya dia Koma sekarang , gue tetep bersikukuh kalo Dinand salah,padahal gue lebih salah " , sedih Savira mengakhiri cerita nya .
" Jadi selama ini dia sibuk bukan berduaan sama lo Vir " , tanya Cilay .
" Ya jelas enggak lah karena gue selalu menghindar,Dinand selalu berusaha buat berdua sama gue tp gue lebih pilih berdua sama Adit , Dinand sibuk sama project dia sama Om nya,Dinand jadi pengisi acara tiap weekend di Cafe om nya itu,Dinand itu anak baik dia mau honor yang dia dapat dari Om nya itu untuk di tabung dan buat dana kegiatan sosial dia , contoh nya Ubay tuh anak kecil di dalam . Tp karena celaka ini semua harus tertunda, iya itu salah gue makanya gue menyesal " , keluh Savira .
Cilay dan Adon pun seeakan tidak percaya dengan apa yang di ungkapkan Savira , mereka mengira Dinand sibuk dengan Savira dan melupakan mereka sehingga mereka kalap memukuli Dinand,padahal Dinand sibuk karena kerja sampingan nya .
Mereka berdua hanya bisa menutup wajah menyesali apa yg mereka lakukan .
" Tapi lo harus tahu Vir , Dinand sebenar nya udah ngusir Diandra dari rumah nya tapi Diandra gak mau pergi malah ngebuntutin gue sama Dinand ke kamar , pas Dinand di obatin pun dia udah memaki Diandra tp memang Diandra nya aja keras kepala,dan lo masuk mergokin seolah Dinand sama Diandra bermesraan,padahal lo salah paham Vir " ucap Cilay .
" Soal Sabrina memang iya gue akuin Dinand memang Dinner sama Sabrina waktu itu , karena setelah Dinner dia ketemu gue buat curhat semua nya . Bahkan malam itu Sabrina minta Dinand buat jadi pacar nya tapi Dinand nolak Vir karena lo , dia utarain semua ke Sabrina kalo dia cuma sayang lo , di hati dia cuma ada lo , padahal ga ada alasan apapun cowo nolak Sabrina . udah cantik,sexy,blasteran, dan tajir pula " , cerocos Cilay .
Dada Savira tersesak,air mata kembali meleleh di pipinya setelah mendengar penjelasan Cilay, penyesalan nya semakin meniban kuat di pundak nya , karena sudah salah sangka kepada Dinand , Savira merasa bersalah juga karena tidak memberi kesempatan untuk Dinand menjelaskan semua , sekarang sudah terlambat . Dinand sedang berada di dua dunia . Entah Dinand bisa menemani Savira lagi atau meninggalkan Savira untuk selama nya .
Diubah oleh kodoms 13-04-2017 11:25
0