- Beranda
- Stories from the Heart
PELANGI YANG INDAH
...
TS
s3tanalas
PELANGI YANG INDAH
السلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya disini mau menuliskan cerita tentang kejadian hidup saya , sebelum nya mohon ijin kepada para penghuni TS khususnya untuk para master master SFTH . Sudah hampir 3 tahun saya membaca setiap cerita cerita di SFTH ini dan akhirnya saya memutuskan untuk bercerita tentang cerita saya sendiri , mohon maaf kalau ada salah salah kata atau cara penulisan yang kurang jelas , karena ini pertama kali sama menulis cerita .

Quote:
Jika ada pertanyaan mengenai TS bisa langsung inbox saya , yang terpenting no sara , no spam . Untuk RULES tetap seperti biasa.
PROLOG
Quote:
Perkenalkan nama gua Muhammad Alvin Anggara , Gua lahir di sebuah kota sejuta impian atau orang biasa menyebutnya kota hujan . Gua terlahir sebagai seorang yang bisa di bilang ganteng ? ( gua bukan kepedean , tapi banyak yang bilang begitu. ) . Kulit gua putih , tinggi 176cm , mata gua sipit tapi ga terlalu sipit seperti tukang counter di pinggir2 jalan haha. Umur gua dan kaka gua terpaut 3 tahun , kaka gua bernama Silvi Anggara , kaka gua itu cantik , baik , pake kacamata dan selalu membiarkan rambut nya tergerai sampai sepundak , biarpun dia baik tapi tetep dia itu ngeselin , kalau udah ngomong sama gua bawel nya minta ampun melebihi nyokap gua .
Cerita ini berawal sejak gua kelas 1 SMA , dimana saat itu setiap orang pasti sibuk mencari jati dirinya . Saat itu juga gua belajar tentang solidaritas , cinta , hingga pergaulan ala ala anak SMA . Di masa itu gua memiliki seorang sahabat yang selalu ada di saat gua senang maupun sedih , tapi bukan hanya teman atau sahabat , di masa itu juga gua memiliki banyak musuh alias orang orang nya ga suka sama gua. Soal cinta ? gua down kalau ngomongin soal cinta , gua trauma saat SMP dulu gua di dua`in sekaligus di manfaatin sama cewe itu . entahlah sampai gua menginjak bangku SMA , gua ga pernah deket sama mahluk tuhan yang paling sexy alias wanita . Entah kenapa walaupun banyak wanita yang mendekati gua , tapi gua selalu menghindar atau selalu gugup di dekat wanita , mungkin karena trauma itu . Tapi suatu saat ada seorang wanita yang mampu membuat gua engga trauma lagi terhadap wanita , wanita itu cantik , baik , putih mulus , bodynya aduhay , rambutnya selalu di kuncir atau di biarkan tergerai ke samping . Kalau udah senyum , kelar idup lo haha .
Hidup gua emang penuh warna , seperti di katakan pepatah "Pelangi tidak akan indah jika hanya memiliki 1 warna". Gua setuju banget dengan kata kata itu , setau gua setiap orang pasti memiliki berjuta warna sama seperti kehidupannya.
Spoiler for "INDEX":
"PELANGI YANG INDAH"
Part 1 ( MOS 1)
Part 2 ( MOS 1)
Part 3 ( MOS2 )
Part 4 ( A moment to remember )
Part 5 ( MOS 2 )
Part 6 ( ADVENTURE )
Part 7 ( Everything is you )
Part 8 ( Only you Billa )
Part 9 ( Luka dan Senyuman )
Quote:
Jika ada kesalahan atau alur cerita yang kurang di mengerti bisa inbox atau langsung Reply , Saran dan kritikan kalian sangatlah berharga buat saya , terimakasih
Diubah oleh s3tanalas 19-04-2017 20:55
anasabila memberi reputasi
1
17.6K
Kutip
104
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•2Anggota
Tampilkan semua post
TS
s3tanalas
#41
Part 4 ( A moment to remember )
Pas lewat di hadapan si otong gua berhenti lalu bisik bisik ke otong . "Tong kalo pegel , kaki nya kebawahin aja kaya gua , Tuh enak tong ." kata gua sambil menunjukan pijakan pijakan kaki gua ke lantai lalu kembali tertawa ." HAHAHAHA." setelah kembali puas , gua berjalan menuju cewe tadi untuk memberikan topi yang gua bawa. Sempainya di lorong kelas itu , gua liat cewe tadi sedang duduk di depan kelas yang kosong karena para penghuninya libur .
"Sorry lama ." kata gua lalu memberikan topi yang gua bawa kepada cewe itu.
"Makasih ya , sorry ngerepotin." kata dia lalu masukin topi itu kesaku rok nya . " Ohiya kenalin nama gua Sarah S ." wanita itu lalu menjulurkan tangan nya untuk berkenalan.
Tanpa menyambut tangannya ." Nama gua Alvin Anggara ." kata gua tanpa bersalaman dengan sarah.
"Oh alvin , eh vin lu dari SMP BlaBla ya ?." lanjut sarah masih tetap duduk sedangkan gua masih berdiri.
"Ko lu tau ? ." kata gua lalu duduk sebelahan dengan Sarah.
"Ya taulah , keliatan dari seragam lu , terus temen gua juga ada yang sekolah di situ vin ." kata dia sambil membuka Hp nya .
"Ohh ." kata gua lalu kembali berdiri ." Gua duluan ya ." lanjut gua.
"Eh bentar ." Sarah narik tangan gua lagi. "Lu kenal ga orang ini ?."
Gua kembali duduk di pinggir Sarah ." Kenal , namanya kalau ga salah Ira kan ? ." kata gua pura2 gatau apa2 tentang Ira.
"Bagus deh kalo lu kenal . eh tapi lu kenal deket atau engga vin sama Ira ? ." lanjut dia memasukan Hp nya ke saku rok nya.
"Ga terlalu kenal , cuma tau aja ." kata gua lalu berdiri ." Udah ya , gua duluan . Entar gua di hukum lagi ."
"Makasih ya Vin ." kata sarah saat gua berjalan menuju kelas.
Oktober 2009
Hari ini adalah hari Sabtu dimana saat itu sekolah libur , karena besok adalah Hari Ulang Tahun pacar gua , jadi gua rencanya hari ini akan membelikan sebuah kado untuk pacar gua .
"Sudah hampir 2 tahun hubungan gua dengan pacar gua yang bernama "Ira Damayanti" berlangsung . selama 1 tahun pertama hubungan gua itu berjalan dengan lancar tanpa ada masalah , hampir setiap hari gua anter jemput Ira kesekolah atau sekedar nganter ira untuk pergi ke rumah neneknya. Emang hampir setiap hari libur Ira selalu menyempatkan dirinya untuk pergi ke rumah neneknya yang tidak begitu jauh dari rumah nya , sekitar 2KM. Gua juga akrab dengan keluarganya , terutama dengan neneknya karena sering maen ke rumah Neneknya kalau hari libur . "
"Emang di 1 tahun pertama hubungan gua dengan Ira berjalan dengan lancar , tapi di awal tahun ke 2 , hubungan gua dengan ira mulai renggang , karena kesibukan masing masing , tapi engga ada permasalahan permasalahan besar paling hanya berdebat karena beda pendapat . Sedangkan di awal masuk kelas 3 , Hubungan gua dengan Ira bisa di bilang udah jarang komunikasi alias Lost Contact tapi di sekolah gua sama ira masih sering tegur sapa tapi engga selalu berduaan seperti bulan bulan yang lalu .
Pada hari Selasa di sekolah . Saat itu adalah pelajaran Olahraga , Gua , Otong , dan udin sedang duduk di pinggir lapangan menunggu gilaran Test lari .
Saat sedang melamun sambil melihat orang orang yang sedang lari , otong bertanya kepada gua soal hubungan gua dengan Ira .
"Vin." kata otong menepuk pundak gua.
"Ngapa tong ?." Sahut gua sambil meliat orang orang yang sedang test.
"Hubungan lu sama Ira gimana ?." lanjut otong
"Biasa aja ko , emang kenapa tong ?." kata gua memalingkan wajah ke otong.
"Gua waktu hari minggu sama si udin liat Ira jalan sama anak SMA pas di taman." lanjut otong.
"Ah lu salah liat kali tong sama si udin ." kata gua ga percaya.
"Serius gua mah vin , malahan gua ikutin si ira sampe dia berenti di tukang bubur." otong dengan muka serius.
"Bener vin , si otong kaga boong . Orang gua sama otong liat sendiri pake mata kepala sendiri ." timpal udin.
"Engga mungkin ah , soalnya gua waktu hari minggu nganter Ira ke rumah Neneknya." kata gua masih ga percaya.
"Emang lu nganter Ira jam berapa ke rumah neneknya ?." lanjut otong.
"Pagi sekita jam 7an tong ." kata gua lalu pikir2 lagi . " Tapi selesai nganter ira , gua langsung pulang ke rumah , karena ada sodara gua di rumah ." lanjut gua.
"Nah berarti bener vin , soalnya waktu itu gua pas di taman sama si udin jam 8nan kalau ga salah ya din ? ." lanjut otong
"Iya jam 8 tong." timpal udin.
"Ah gamungkin."
Nama gua di pinggil oleh Guru olahraga , berarti sekarang gilaran gua untuk test .
"Udah ah , gua test dulu." kata gua ke otong sama udin.
Walaupun Otong sama udin ngomong serius sama gua , tapi gua kekeh engga percaya dengan apa yang mereka katakan.
Di hari sabtu itu , sekitar jam 1 siang gua udah siap siap untuk pergi ke sebuah mall ga jauh dari rumah gua untuk membeli sebuah kado buat Ira . Sebelum berangkat pamitan dulu sama bapak dan mamah sekalian minta uang buat nambah nambah beli kado
.
Setelah minta uang sama bapak dan mamah , gua langsung berangkat ke sebuah mall . Selama perjalanan lancar tanpa hambatan walaupun weekend yang biasa nya macet minta ampun. sekitar 20 menit akhirnya gua sampe di sebuah mall yang dulu bernama Ekalokasari ( buat yang tinggal di kotah hujan pasti tau ).
Gua keliling keliling mall , dari lantai 1 sampai lantai paling akhir mencari sebuah kado , sampe 2 kali putaran gua mencari akhirnya gua menukan sebuah kado yang cocok untuk Ira , karena waktu itu Ira pernah bilang ingin sebuah boneka doraemon yang besar , jadi saat itu gua berhenti di sebuah toko boneka . Gua langsung mencari Boneka Doraemon , dan alhamdullilahnya di toko itu menjual berbagai macam boneka doraemon dari yang kecil sampe yang besar . Lalu gua mengambil sebuah Boneka Doraemon berukuran sedang dan membayar nya di kasir.
Oke kado sudah selesai , saat nya mencari kue. Saat itu gua langsung keparkiran untuk ngambil motor lalu pergi ke sebuah toko kue yang terletak di depan mall tersebut. Selama di Toko Kue , gua mencari sebuah kue yang cocok dan tentunya Ira suka dengan kue itu . Gua bingung memilih kue yang mana yang cocok dan tentunya ira suka , karena dari berbagai macam jenis kue , pasti rasanya enak semua
. Gua mencoba menanyakan kepada salah 1 pegawai toko kue tersebut , katanya mending beli kue tart coklat , karena kue itulah yang paling special di toko itu . alhasil gua membeli kue itu lengkap dengan lilinya yang berbentuk angka 1 dan 5 , karena ira besok genap menginjak umur 15tahun.
Selesai membeli kado dan kue , gua kembali ke rumah .
Ke esokan harinya tepat jam 8 pagi , gua berangkat dari rumah menggunakan mobil mamah , sebenernya mamah ngelarang gua untuk bawa mobil , karena gua kekeh mau bawa mobil dengan alasan membawa kado dan kue ulang tahun yang cukup besar yang engga mungkin kalau gua bawa pake motor . alhasil mamah memperbolehkan gua untuk bawa mobil miliknya . dengan 1 syarat ,harus Hati2 dan pulang jangan terlalu sore.
Selama perjalanan gua sesekali buka Hp , siapa tau ada SMS dari Ira . Waktu malam tepat jam 00.01 gua mengucapkan selamat ulang tahun ke Ira lewat SMS , tapi sampe sekarang belum di bales bales . Gua engga putus asa , "Mungkin Ira lagi sibuk dengan keluarganya , makanya ga sempet balas pesan yang gua kirim semalem." pikir gua sambil nyetir.
Sesampainya di rumah ira , gua mencoba untuk melihat sekeliling . Tapi disana nampak sepi hanya ada seorang tukang kebun rumahnya Ira yang sedang memotong rumput halaman depan rumahnya . Gua keluar dari mobil tanpa membawa kado dan kue nya , gua berjalan melewati gerbang rumah lalu bertanya kepada Bi omah (tukang kebun di rumah ira).
"Permisi bi , Ira nya ada ?." sapa gua ke bi omah.
"Eh de alvin ." sahut bi omah lalu berjalan ke arah gua. "Kirain bibi siapa ." lanjut bi omah sedang berjalanan ke arah gua.
"Hehehe , ohiya bi . Ira nya ada ?." lanjut gua.
"Tadi baru aja berangkat ke rumah neneknya." lanjut bi omah
"Oh yaudah deh bi saya ke rumah neneknya ira dulu , makasih ya bi . Maaf mengganggu bi
." kata gua dengan senyum.
"Iya de alvin sama2 , hati2 di jalan de ." kata bibi
Setelah itu , gua kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah neneknya . Karena jarak dari rumah Ira ke Rumah neneknya tidak terlalu jauh , jadi sekitar 15 menitan gua udah sampe di depan rumah neneknya ira.
Setelah sampai di rumah neneknya , gua parkirin mobil di pinggir jalan , karena di halaman rumahnya ada sebuah mobil yang gua yakin itu mobil orang tuanya Ira . Gua berjalan sambil membawa kado dan kue yang sudah gua beli untuk Ira . Sesampainya di depan Teras , gua di sambut oleh Neneknya yang gua kenal sedang duduk di teras rumah.
"Assalamualaikum nek." sapa gua ke nenek lalu salaman ke nenek.
"Walaikumsalam na alvin." kata nenek menjawab salam dari gua. " Kemana aja na alvin , ko jarang maen kesini lagi sih." lanjut nenenya.
"Kalau hari libur alvin ada LES nek , jadi jarang maen kesini deh
." lanjut gua dengan senyuman. ( padahal gua bohong kalau ada LES di hari libur. maafin saya nek
).
"Yaudah duduk dulu na alvin ." kata nenek.
"Iya nek ." kata gua duduk di samping nenek. " Ohiya nek , Ira nya ada ?." lanjut gua.
"Baru aja tadi Ira pergi na , katanya mau beli makanan sama temenya ." lanjut nene di sebalah gua. " Tapi paling bentar lagi pulang na , Kok sekarang kamu makin tinggi si na , tambah ganteng ." kata nene sambil ngusap ngusap pundak gua
"Ah nene bisa aja
."
"Ohiya itu kamu pasti bawa kado ya buat ira na ? ." lanjut nene
"Iya ne
."
"Yaudah simpen di dalem dulu aja , jangan sampe ketahuan sama Ira , kalau sampe katahuan kan bukan surprise namanya na ." lanjut nene nyuruh gua membawa kado dan kue ke dalam rumah.
"Iya ne , nene tau aja sih
." lanjut gua lalu membawa Kue dan kado itu ke dalam kamar nene . Bukan maksud tidak sopan gua naro itu semua di kamar nene . Tapi nene yang nyuruh di sempen di kamar nya.
Setelah menyimpan kado dan kue itu di kamar nene , gua kembali ke teras depan untuk ngobrol ngobrol dengan nenek . 20 menit kemudian , datanglah sebuah motor berhenti tepat di depan rumah dan di belakang laki laki yang bawa motor itu adalah wanita yang udah tak asing lagi buat gua yaitu Ira . Tapi gua beum pernah liat laki2 itu. Ira masih belum liat kalau gua berada di teras rumah bersama nenek karena terhalang pepohonan di halaman rumahnya nenek. Gua liat ira saat itu sedang berbincang bincang sedikit , lalu laki2 itu turun bersamaan dengan ira melangkah memasuki halaman rumah , saat itu gua engga ada prasangka buruk akan laki2 itu , gua masih Positive Thinking .
Tapi disaat Ira melihat gua berada di teras rumah , muka ira sedikit gugup akan kehadiran gua. Langkah demi langkah ira sedikit di perlambat yang tadinya lumayan cepat ira melangkah.
setelah Ira sampai di teras , gua menghampiri ira .
"Selamat ulang tahun ra." sapa gua mengulurkan tangan ke ira.
".............." ira menjabat tangan gua. gua liat laki laki itu mukanya mulai kecut melihat gua salaman dengan ira.
"Semoga di umur kamu yang ke 15thn ini panjang umur ra , sehat selalu , dimudahkan segala sesuatu nya . amin ." kata gua lalu melepaskan tangan gua.
"Makasih ya vin , udah dateng
." kata kira dengan senyuman. "Ohiya vin , ini kenalin temen aku." lanjut ira.
Sebelum gua berjabat tangan dengan laki2 itu untuk berkenalan.
"Ko temen si ra ? bukannya kita udah jadian ? ." kata laki laki menatap ira.
Gua kaget saat mendengar laki2 itu ngomong , gua hanya diam tanpa sepatah kata yang terucap. Tatapan gua yang tadi bahagia berubah jadi tatapan lemas.
"Jadian ? kapan ?." lanjut ira menatap laki2 itu.
Suasana jadi memanas , Laki laki itu menarik tangan ira untuk keluar dari halaman rumah itu , sedangkan gua ? gua hanya berdiam sambil menatap ira yang di tarik tangan untuk mengikuti laki2 itu. Gua masih engga percaya akan hal yang terjadi , sesekali gua menatap wajah nenek yang sedang duduk tepat di belakang gua. Nenek hanya menggelengkan kepala nya. Setelah Ira keluar ke luar halaman rumah itu , gua kembali duduk di sebelah nenek sambil membungkukan kepala melihat ke bawah. Gua masih bingung dengan semua ini. Akhirnya nenek mengeluh pundak gua kembali .
"Sabar na ." kata nenek sambil ngelus pundak gua. " Kalau misalkan kamu cinta sama cucu nene , kamu kejar dia , tapi kalau kamu merasa telah di permainkan , kamu bisa berteman dengan dia tanpa perlu pacaran , karena asalkan kamu tahu na , terkadang berteman itu lebih baik dari pada harus pacaran yang akhirnya harus putus." lanjut nenek.
Tanpa membalas kata2 nenek , gua berjalan keluar halaman . Saat di luar halaman , gua melihat Ira sedang berdebat dengan laki2 itu dengan nada yang tinggi dan sedikit kasar. Lalu gua langsung menghampiri mereka berdua.
"Oh jadi lu nganggep gua sebagai pelampiasan lu doang ?" kata laki laki itu saat gua menghampiri mereka.
"Bukan gitu zul , tapi....." kata ira ." tapi apa ? ." lanjut laki2 itu.
"Nah kebetulan cowo lo nyamperin ra." Kata laki laki itu saat melihat gua menghampiri mereka berdua.
Gua melihat ira sedang menangis sambil menundukan kepalanya.
"Udah ra jangan nangis." kata gua di belakang ira mengusap lembut pundaknya ira.
"Lu pacar nya ira ?." kata laki2 itu ke gua.
"Iya emang kenapa ?." kata gua dengan santainya.
"Hahahahah ." kata laki laki itu tertawa lalu mengangkat alisnya sebelah. " Selamat ya , lu udah di permainin sama itu cewe Hahaha." kata laki2 itu.
"Maksud lu apaan?." lanjut gua masih bingung.
"Lu masih belum tau apa yang udah lakuin cewe lu di belakang lu bro ?." kata dia masih dengan lagak sok jagoan.
"Jangan di dengerin vin." kata ira meninpal pembicaraan laki2 itu.
Gua hanya diam mendengarkan laki2 itu bicara.
"Asalkan lo tau bro , cewe lo itu murahan !! ."
"Maksud lo apaan ." kata gua menarik kerah baju nya.
"Ettss , selow ngapa ? lo ko emosian sih ?." lanjut dia memegang tangan gua yang memegang kerah nya.
"LO BEG* APA TOL*L , cewe lo itu udah ga Per***an." kata laki laki itu mencoba melapas tangan gua.
"Jangan di dengerin vin
." ira menimpal kata2 laki2 itu.
"Cewe lo itu selain sama gua , udah pernah tidur sama temen gua ." kata laki2 itu.
Saat itu gua merasa emosi dan kesal atas kata kata laki2 itu , gua langsung menghantam mukanya laki2 itu dengan sebuah pukulan yang berhasil tepat di pipi kanan laki2 itu laku tersungkur ke trotoar.
"SEKALI LAGI LO NGOMONG YANG ENGGA ENGGA SOAL CEWE GUA ! GUA HABISIN LO DISINI AJ*." kata gua emosi
"Udah vin udah
." kata ira narik tangan gua ."
Saat itu gua langsung di tarik oleh ira kedalam rumah neneknya itu , lalu duduk di teras depan . Saat itu nenek sudah engga ada disana , entah nenek pergi kemana , mungkin masuk kedalam rumah. Gua duduk di bangku yang tadi sebelumnya gua nunggu ira , sedangkan ira duduk di sebelah gua .
"Udah vin , itu cowo emang gitu." kata ira di samping gua.
"..............." gua hanya diam dengan muka masih kesel sama cowo tadi.
"Bentar ya vin , gua kedalam dulu." kata ira lalu pergi kedalam rumah.
Gua hanya berdiam diri di teras itu , sambil melamun melihat pekarangan rumah . DREEET DREEEEEEET Hp Ira bergetar di meja samping gua , gua mencoba melihat Hp itu ternyata ada pesan msk , niatnya tadi cuman mematikan doang agar tak bersuara , tapi ? gua melihat notif pesan dari seorang laki2 yang bernama "Panzul."
"Oke kalau itu mau lo ra, liat aja !! gua akan nyebarin fhoto lo pas kemarin di rumah gua." pesan dari panjul.
Tadi nya gua sempet akan membalas pesan itu , tapi Ira datang sambil membawa segelas air minum . sebelum ira duduk di samping gua .
"Ra ini maksudnya apaan ?." kata gua memberikan Hp itu.
"...................." ira hanya berdiam diri , lalu meletakan gelas yang di bawanya di meja.
"Ko diem sih ? berarti bener dong kata cowo yang tadi itu ?." lanjut gua menatap serius.
"..............." Ira hanya diam lalu keluarlah air dari matanya.
"Kenapa nangis ? ." Gua berdiri lalu memegang kedua pundaknya.
"Uhuk uhuk , maafin gua vin." kata ira sambil menundukan kepalanya sambil nangis.
"Oh berarti bener , gua ngerti sekarang kenapa lo ngejauh dari gua
." kata gua dengan senyum santai dan hati yang sebenernya panas.
"Maafin gua vin , gua di paksa sama cowo yang tadi." kata ira masih nangis.
"Ga usah minta maaf sama gua . LO ITU MEMANG UDAH SALAH DARI AWAL!! . LO SELALU KELUAR MALEM DENGAN ALESAN MAU KETEMU SAMA GUA KE ORANG TUA LO KAN RA?." kata gua mengangkat dagunya ira agar melihat gua.
"Maafin aku vin
aku tau aku salah , tapi please maafin aku vin
."
"UDAH GUA BILANG , LO JANGAN MINTA MAAF SAMA GUA!!! MINTA MAAF SAMA ORANG TUA LO ."
"GUA MASIH BELUM PAHAM JALAN PIKIRAN LO , PANTESAN SELAMA INI GUA AJAK MAEN KE RUMAH NENEK LO INI GA MAU ,ALESAN LO PASTI MAU KETEMU TEMEN LO , ATAU KERJA KELOMPOK . YANG PALING BULLSHIT LO BILANG ADA ACARA KELUARGA ? PADAHAL LO JALAN KAN SAMA COWO TADI ?."
"Bukan gitu vin , kamu ga bakal ngerti
." lanjut ira masih nangis dan mencoba memegang tangan gua.
"UDAH GA USAH NANGIS DI DEPAN GUA !! AIR MATA LU ITU BULLSHIITTT !!. ." Tangan ira yang mencoba untuk memegang tangan gua , gua hentakan lalu gua pergi meninggal ira .
Pas lewat di hadapan si otong gua berhenti lalu bisik bisik ke otong . "Tong kalo pegel , kaki nya kebawahin aja kaya gua , Tuh enak tong ." kata gua sambil menunjukan pijakan pijakan kaki gua ke lantai lalu kembali tertawa ." HAHAHAHA." setelah kembali puas , gua berjalan menuju cewe tadi untuk memberikan topi yang gua bawa. Sempainya di lorong kelas itu , gua liat cewe tadi sedang duduk di depan kelas yang kosong karena para penghuninya libur .
"Sorry lama ." kata gua lalu memberikan topi yang gua bawa kepada cewe itu.
"Makasih ya , sorry ngerepotin." kata dia lalu masukin topi itu kesaku rok nya . " Ohiya kenalin nama gua Sarah S ." wanita itu lalu menjulurkan tangan nya untuk berkenalan.
Tanpa menyambut tangannya ." Nama gua Alvin Anggara ." kata gua tanpa bersalaman dengan sarah.
"Oh alvin , eh vin lu dari SMP BlaBla ya ?." lanjut sarah masih tetap duduk sedangkan gua masih berdiri.
"Ko lu tau ? ." kata gua lalu duduk sebelahan dengan Sarah.
"Ya taulah , keliatan dari seragam lu , terus temen gua juga ada yang sekolah di situ vin ." kata dia sambil membuka Hp nya .
"Ohh ." kata gua lalu kembali berdiri ." Gua duluan ya ." lanjut gua.
"Eh bentar ." Sarah narik tangan gua lagi. "Lu kenal ga orang ini ?."
Quote:
Sarah memberikan Fhoto seseorang wanita yang dulu pernah menghiasi hari hari gua , dan dia juga yang merusak moment itu . Cewe didalam fhoto itu namanya Ira Damayanti ( samaran .) Ira adalah cewe yang gua cintai selama 2 tahun saat gua menginjak kelas 1 semester 2 (SMP) dan putus saat gua kelas 3 semester 1 .
Gua kembali duduk di pinggir Sarah ." Kenal , namanya kalau ga salah Ira kan ? ." kata gua pura2 gatau apa2 tentang Ira.
"Bagus deh kalo lu kenal . eh tapi lu kenal deket atau engga vin sama Ira ? ." lanjut dia memasukan Hp nya ke saku rok nya.
"Ga terlalu kenal , cuma tau aja ." kata gua lalu berdiri ." Udah ya , gua duluan . Entar gua di hukum lagi ."
"Makasih ya Vin ." kata sarah saat gua berjalan menuju kelas.
Quote:
Oktober 2009
Hari ini adalah hari Sabtu dimana saat itu sekolah libur , karena besok adalah Hari Ulang Tahun pacar gua , jadi gua rencanya hari ini akan membelikan sebuah kado untuk pacar gua .
"Sudah hampir 2 tahun hubungan gua dengan pacar gua yang bernama "Ira Damayanti" berlangsung . selama 1 tahun pertama hubungan gua itu berjalan dengan lancar tanpa ada masalah , hampir setiap hari gua anter jemput Ira kesekolah atau sekedar nganter ira untuk pergi ke rumah neneknya. Emang hampir setiap hari libur Ira selalu menyempatkan dirinya untuk pergi ke rumah neneknya yang tidak begitu jauh dari rumah nya , sekitar 2KM. Gua juga akrab dengan keluarganya , terutama dengan neneknya karena sering maen ke rumah Neneknya kalau hari libur . "
"Emang di 1 tahun pertama hubungan gua dengan Ira berjalan dengan lancar , tapi di awal tahun ke 2 , hubungan gua dengan ira mulai renggang , karena kesibukan masing masing , tapi engga ada permasalahan permasalahan besar paling hanya berdebat karena beda pendapat . Sedangkan di awal masuk kelas 3 , Hubungan gua dengan Ira bisa di bilang udah jarang komunikasi alias Lost Contact tapi di sekolah gua sama ira masih sering tegur sapa tapi engga selalu berduaan seperti bulan bulan yang lalu .
Spoiler for "Ira menghiati gua":
Pada hari Selasa di sekolah . Saat itu adalah pelajaran Olahraga , Gua , Otong , dan udin sedang duduk di pinggir lapangan menunggu gilaran Test lari .
Saat sedang melamun sambil melihat orang orang yang sedang lari , otong bertanya kepada gua soal hubungan gua dengan Ira .
"Vin." kata otong menepuk pundak gua.
"Ngapa tong ?." Sahut gua sambil meliat orang orang yang sedang test.
"Hubungan lu sama Ira gimana ?." lanjut otong
"Biasa aja ko , emang kenapa tong ?." kata gua memalingkan wajah ke otong.
"Gua waktu hari minggu sama si udin liat Ira jalan sama anak SMA pas di taman." lanjut otong.
"Ah lu salah liat kali tong sama si udin ." kata gua ga percaya.
"Serius gua mah vin , malahan gua ikutin si ira sampe dia berenti di tukang bubur." otong dengan muka serius.
"Bener vin , si otong kaga boong . Orang gua sama otong liat sendiri pake mata kepala sendiri ." timpal udin.
"Engga mungkin ah , soalnya gua waktu hari minggu nganter Ira ke rumah Neneknya." kata gua masih ga percaya.
"Emang lu nganter Ira jam berapa ke rumah neneknya ?." lanjut otong.
"Pagi sekita jam 7an tong ." kata gua lalu pikir2 lagi . " Tapi selesai nganter ira , gua langsung pulang ke rumah , karena ada sodara gua di rumah ." lanjut gua.
"Nah berarti bener vin , soalnya waktu itu gua pas di taman sama si udin jam 8nan kalau ga salah ya din ? ." lanjut otong
"Iya jam 8 tong." timpal udin.
"Ah gamungkin."
Nama gua di pinggil oleh Guru olahraga , berarti sekarang gilaran gua untuk test .
"Udah ah , gua test dulu." kata gua ke otong sama udin.
Walaupun Otong sama udin ngomong serius sama gua , tapi gua kekeh engga percaya dengan apa yang mereka katakan.
Di hari sabtu itu , sekitar jam 1 siang gua udah siap siap untuk pergi ke sebuah mall ga jauh dari rumah gua untuk membeli sebuah kado buat Ira . Sebelum berangkat pamitan dulu sama bapak dan mamah sekalian minta uang buat nambah nambah beli kado
.Setelah minta uang sama bapak dan mamah , gua langsung berangkat ke sebuah mall . Selama perjalanan lancar tanpa hambatan walaupun weekend yang biasa nya macet minta ampun. sekitar 20 menit akhirnya gua sampe di sebuah mall yang dulu bernama Ekalokasari ( buat yang tinggal di kotah hujan pasti tau ).
Gua keliling keliling mall , dari lantai 1 sampai lantai paling akhir mencari sebuah kado , sampe 2 kali putaran gua mencari akhirnya gua menukan sebuah kado yang cocok untuk Ira , karena waktu itu Ira pernah bilang ingin sebuah boneka doraemon yang besar , jadi saat itu gua berhenti di sebuah toko boneka . Gua langsung mencari Boneka Doraemon , dan alhamdullilahnya di toko itu menjual berbagai macam boneka doraemon dari yang kecil sampe yang besar . Lalu gua mengambil sebuah Boneka Doraemon berukuran sedang dan membayar nya di kasir.
Oke kado sudah selesai , saat nya mencari kue. Saat itu gua langsung keparkiran untuk ngambil motor lalu pergi ke sebuah toko kue yang terletak di depan mall tersebut. Selama di Toko Kue , gua mencari sebuah kue yang cocok dan tentunya Ira suka dengan kue itu . Gua bingung memilih kue yang mana yang cocok dan tentunya ira suka , karena dari berbagai macam jenis kue , pasti rasanya enak semua
. Gua mencoba menanyakan kepada salah 1 pegawai toko kue tersebut , katanya mending beli kue tart coklat , karena kue itulah yang paling special di toko itu . alhasil gua membeli kue itu lengkap dengan lilinya yang berbentuk angka 1 dan 5 , karena ira besok genap menginjak umur 15tahun. Selesai membeli kado dan kue , gua kembali ke rumah .
Ke esokan harinya tepat jam 8 pagi , gua berangkat dari rumah menggunakan mobil mamah , sebenernya mamah ngelarang gua untuk bawa mobil , karena gua kekeh mau bawa mobil dengan alasan membawa kado dan kue ulang tahun yang cukup besar yang engga mungkin kalau gua bawa pake motor . alhasil mamah memperbolehkan gua untuk bawa mobil miliknya . dengan 1 syarat ,harus Hati2 dan pulang jangan terlalu sore.
Selama perjalanan gua sesekali buka Hp , siapa tau ada SMS dari Ira . Waktu malam tepat jam 00.01 gua mengucapkan selamat ulang tahun ke Ira lewat SMS , tapi sampe sekarang belum di bales bales . Gua engga putus asa , "Mungkin Ira lagi sibuk dengan keluarganya , makanya ga sempet balas pesan yang gua kirim semalem." pikir gua sambil nyetir.
Sesampainya di rumah ira , gua mencoba untuk melihat sekeliling . Tapi disana nampak sepi hanya ada seorang tukang kebun rumahnya Ira yang sedang memotong rumput halaman depan rumahnya . Gua keluar dari mobil tanpa membawa kado dan kue nya , gua berjalan melewati gerbang rumah lalu bertanya kepada Bi omah (tukang kebun di rumah ira).
"Permisi bi , Ira nya ada ?." sapa gua ke bi omah.
"Eh de alvin ." sahut bi omah lalu berjalan ke arah gua. "Kirain bibi siapa ." lanjut bi omah sedang berjalanan ke arah gua.
"Hehehe , ohiya bi . Ira nya ada ?." lanjut gua.
"Tadi baru aja berangkat ke rumah neneknya." lanjut bi omah
"Oh yaudah deh bi saya ke rumah neneknya ira dulu , makasih ya bi . Maaf mengganggu bi
." kata gua dengan senyum."Iya de alvin sama2 , hati2 di jalan de ." kata bibi
Setelah itu , gua kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah neneknya . Karena jarak dari rumah Ira ke Rumah neneknya tidak terlalu jauh , jadi sekitar 15 menitan gua udah sampe di depan rumah neneknya ira.
Setelah sampai di rumah neneknya , gua parkirin mobil di pinggir jalan , karena di halaman rumahnya ada sebuah mobil yang gua yakin itu mobil orang tuanya Ira . Gua berjalan sambil membawa kado dan kue yang sudah gua beli untuk Ira . Sesampainya di depan Teras , gua di sambut oleh Neneknya yang gua kenal sedang duduk di teras rumah.
"Assalamualaikum nek." sapa gua ke nenek lalu salaman ke nenek.
"Walaikumsalam na alvin." kata nenek menjawab salam dari gua. " Kemana aja na alvin , ko jarang maen kesini lagi sih." lanjut nenenya.
"Kalau hari libur alvin ada LES nek , jadi jarang maen kesini deh
." lanjut gua dengan senyuman. ( padahal gua bohong kalau ada LES di hari libur. maafin saya nek
)."Yaudah duduk dulu na alvin ." kata nenek.
"Iya nek ." kata gua duduk di samping nenek. " Ohiya nek , Ira nya ada ?." lanjut gua.
"Baru aja tadi Ira pergi na , katanya mau beli makanan sama temenya ." lanjut nene di sebalah gua. " Tapi paling bentar lagi pulang na , Kok sekarang kamu makin tinggi si na , tambah ganteng ." kata nene sambil ngusap ngusap pundak gua
"Ah nene bisa aja
.""Ohiya itu kamu pasti bawa kado ya buat ira na ? ." lanjut nene
"Iya ne
.""Yaudah simpen di dalem dulu aja , jangan sampe ketahuan sama Ira , kalau sampe katahuan kan bukan surprise namanya na ." lanjut nene nyuruh gua membawa kado dan kue ke dalam rumah.
"Iya ne , nene tau aja sih
." lanjut gua lalu membawa Kue dan kado itu ke dalam kamar nene . Bukan maksud tidak sopan gua naro itu semua di kamar nene . Tapi nene yang nyuruh di sempen di kamar nya.Setelah menyimpan kado dan kue itu di kamar nene , gua kembali ke teras depan untuk ngobrol ngobrol dengan nenek . 20 menit kemudian , datanglah sebuah motor berhenti tepat di depan rumah dan di belakang laki laki yang bawa motor itu adalah wanita yang udah tak asing lagi buat gua yaitu Ira . Tapi gua beum pernah liat laki2 itu. Ira masih belum liat kalau gua berada di teras rumah bersama nenek karena terhalang pepohonan di halaman rumahnya nenek. Gua liat ira saat itu sedang berbincang bincang sedikit , lalu laki2 itu turun bersamaan dengan ira melangkah memasuki halaman rumah , saat itu gua engga ada prasangka buruk akan laki2 itu , gua masih Positive Thinking .
Tapi disaat Ira melihat gua berada di teras rumah , muka ira sedikit gugup akan kehadiran gua. Langkah demi langkah ira sedikit di perlambat yang tadinya lumayan cepat ira melangkah.
setelah Ira sampai di teras , gua menghampiri ira .
"Selamat ulang tahun ra." sapa gua mengulurkan tangan ke ira.
".............." ira menjabat tangan gua. gua liat laki laki itu mukanya mulai kecut melihat gua salaman dengan ira.
"Semoga di umur kamu yang ke 15thn ini panjang umur ra , sehat selalu , dimudahkan segala sesuatu nya . amin ." kata gua lalu melepaskan tangan gua.
"Makasih ya vin , udah dateng
." kata kira dengan senyuman. "Ohiya vin , ini kenalin temen aku." lanjut ira.Sebelum gua berjabat tangan dengan laki2 itu untuk berkenalan.
"Ko temen si ra ? bukannya kita udah jadian ? ." kata laki laki menatap ira.
Gua kaget saat mendengar laki2 itu ngomong , gua hanya diam tanpa sepatah kata yang terucap. Tatapan gua yang tadi bahagia berubah jadi tatapan lemas.
"Jadian ? kapan ?." lanjut ira menatap laki2 itu.
Suasana jadi memanas , Laki laki itu menarik tangan ira untuk keluar dari halaman rumah itu , sedangkan gua ? gua hanya berdiam sambil menatap ira yang di tarik tangan untuk mengikuti laki2 itu. Gua masih engga percaya akan hal yang terjadi , sesekali gua menatap wajah nenek yang sedang duduk tepat di belakang gua. Nenek hanya menggelengkan kepala nya. Setelah Ira keluar ke luar halaman rumah itu , gua kembali duduk di sebelah nenek sambil membungkukan kepala melihat ke bawah. Gua masih bingung dengan semua ini. Akhirnya nenek mengeluh pundak gua kembali .
"Sabar na ." kata nenek sambil ngelus pundak gua. " Kalau misalkan kamu cinta sama cucu nene , kamu kejar dia , tapi kalau kamu merasa telah di permainkan , kamu bisa berteman dengan dia tanpa perlu pacaran , karena asalkan kamu tahu na , terkadang berteman itu lebih baik dari pada harus pacaran yang akhirnya harus putus." lanjut nenek.
Tanpa membalas kata2 nenek , gua berjalan keluar halaman . Saat di luar halaman , gua melihat Ira sedang berdebat dengan laki2 itu dengan nada yang tinggi dan sedikit kasar. Lalu gua langsung menghampiri mereka berdua.
"Oh jadi lu nganggep gua sebagai pelampiasan lu doang ?" kata laki laki itu saat gua menghampiri mereka.
"Bukan gitu zul , tapi....." kata ira ." tapi apa ? ." lanjut laki2 itu.
"Nah kebetulan cowo lo nyamperin ra." Kata laki laki itu saat melihat gua menghampiri mereka berdua.
Gua melihat ira sedang menangis sambil menundukan kepalanya.
"Udah ra jangan nangis." kata gua di belakang ira mengusap lembut pundaknya ira.
"Lu pacar nya ira ?." kata laki2 itu ke gua.
"Iya emang kenapa ?." kata gua dengan santainya.
"Hahahahah ." kata laki laki itu tertawa lalu mengangkat alisnya sebelah. " Selamat ya , lu udah di permainin sama itu cewe Hahaha." kata laki2 itu.
"Maksud lu apaan?." lanjut gua masih bingung.
"Lu masih belum tau apa yang udah lakuin cewe lu di belakang lu bro ?." kata dia masih dengan lagak sok jagoan.
"Jangan di dengerin vin." kata ira meninpal pembicaraan laki2 itu.
Gua hanya diam mendengarkan laki2 itu bicara.
"Asalkan lo tau bro , cewe lo itu murahan !! ."
"Maksud lo apaan ." kata gua menarik kerah baju nya.
"Ettss , selow ngapa ? lo ko emosian sih ?." lanjut dia memegang tangan gua yang memegang kerah nya.
"LO BEG* APA TOL*L , cewe lo itu udah ga Per***an." kata laki laki itu mencoba melapas tangan gua.
"Jangan di dengerin vin
." ira menimpal kata2 laki2 itu."Cewe lo itu selain sama gua , udah pernah tidur sama temen gua ." kata laki2 itu.
Saat itu gua merasa emosi dan kesal atas kata kata laki2 itu , gua langsung menghantam mukanya laki2 itu dengan sebuah pukulan yang berhasil tepat di pipi kanan laki2 itu laku tersungkur ke trotoar.
"SEKALI LAGI LO NGOMONG YANG ENGGA ENGGA SOAL CEWE GUA ! GUA HABISIN LO DISINI AJ*." kata gua emosi
"Udah vin udah
." kata ira narik tangan gua ."Saat itu gua langsung di tarik oleh ira kedalam rumah neneknya itu , lalu duduk di teras depan . Saat itu nenek sudah engga ada disana , entah nenek pergi kemana , mungkin masuk kedalam rumah. Gua duduk di bangku yang tadi sebelumnya gua nunggu ira , sedangkan ira duduk di sebelah gua .
"Udah vin , itu cowo emang gitu." kata ira di samping gua.
"..............." gua hanya diam dengan muka masih kesel sama cowo tadi.
"Bentar ya vin , gua kedalam dulu." kata ira lalu pergi kedalam rumah.
Gua hanya berdiam diri di teras itu , sambil melamun melihat pekarangan rumah . DREEET DREEEEEEET Hp Ira bergetar di meja samping gua , gua mencoba melihat Hp itu ternyata ada pesan msk , niatnya tadi cuman mematikan doang agar tak bersuara , tapi ? gua melihat notif pesan dari seorang laki2 yang bernama "Panzul."
"Oke kalau itu mau lo ra, liat aja !! gua akan nyebarin fhoto lo pas kemarin di rumah gua." pesan dari panjul.
Tadi nya gua sempet akan membalas pesan itu , tapi Ira datang sambil membawa segelas air minum . sebelum ira duduk di samping gua .
"Ra ini maksudnya apaan ?." kata gua memberikan Hp itu.
"...................." ira hanya berdiam diri , lalu meletakan gelas yang di bawanya di meja.
"Ko diem sih ? berarti bener dong kata cowo yang tadi itu ?." lanjut gua menatap serius.
"..............." Ira hanya diam lalu keluarlah air dari matanya.
"Kenapa nangis ? ." Gua berdiri lalu memegang kedua pundaknya.
"Uhuk uhuk , maafin gua vin." kata ira sambil menundukan kepalanya sambil nangis.
"Oh berarti bener , gua ngerti sekarang kenapa lo ngejauh dari gua
." kata gua dengan senyum santai dan hati yang sebenernya panas."Maafin gua vin , gua di paksa sama cowo yang tadi." kata ira masih nangis.
"Ga usah minta maaf sama gua . LO ITU MEMANG UDAH SALAH DARI AWAL!! . LO SELALU KELUAR MALEM DENGAN ALESAN MAU KETEMU SAMA GUA KE ORANG TUA LO KAN RA?." kata gua mengangkat dagunya ira agar melihat gua.
"Maafin aku vin
aku tau aku salah , tapi please maafin aku vin
.""UDAH GUA BILANG , LO JANGAN MINTA MAAF SAMA GUA!!! MINTA MAAF SAMA ORANG TUA LO ."
"GUA MASIH BELUM PAHAM JALAN PIKIRAN LO , PANTESAN SELAMA INI GUA AJAK MAEN KE RUMAH NENEK LO INI GA MAU ,ALESAN LO PASTI MAU KETEMU TEMEN LO , ATAU KERJA KELOMPOK . YANG PALING BULLSHIT LO BILANG ADA ACARA KELUARGA ? PADAHAL LO JALAN KAN SAMA COWO TADI ?."
"Bukan gitu vin , kamu ga bakal ngerti
." lanjut ira masih nangis dan mencoba memegang tangan gua."UDAH GA USAH NANGIS DI DEPAN GUA !! AIR MATA LU ITU BULLSHIITTT !!. ." Tangan ira yang mencoba untuk memegang tangan gua , gua hentakan lalu gua pergi meninggal ira .
Diubah oleh s3tanalas 13-04-2017 10:18
0
Kutip
Balas