DE Javu
Quote:
“jadi sekarang ketua di pegang sama Teostra ya”, kata kak Suci
Terlihat di papan tulis susunan pengurus mulai dari ketua hingga seksi-seksi yang lainnya. Sekretariat paskib pun menjadi riuh saat pak Wan membawakan cemilan kedalam beserta dengan minumannya. Akupun mengambil beberapa cemilan dan duduk di luar sekretariat.
“sendirian aja dek”, kata kak Suci
“hemp”, kataku sambil makan
“gua ga nyangka loh anak-anak kelas 2 sama kelas 1 milih lu jadi ketua, padahal lu kan aneh dek”, katanya
“lu lebih aneh kak, mau punya ade yang aneh kaya gua”, kataku
“dasar lu”, katany sambil mencubit pipiku
“dek, gua mau nanya tapi lu jangan marah ya”, katanya
“nanya apa emangnya?”, kataku
“dulu waktu kita berantem dan lu dateng ke sekre ko lu sempet bengong sih dek liat gua?”, katanya
Akupun kembali teringat kejadian itu, dan teringat kembali saat kak Suci menggunakan kacamata.
“eh, itu. ga apa-apa kok”, kataku
“jangan bohong deh dek”, kata kak Suci
“beneran kak ga apa-apa”, kataku dengan nada serius
“hmp gitu”, kataanya yang lalu masuk ke dalam sekretariat.
Saat sedang minum kak Suci tiba-tiba melompat didepanku.
“dek!”, kataknya mengagetkan
Ya, dia menggunakan kacamata. Akupun mulai menikmati pemandangan itu tanpa sadar.
“oh jadi gara-gara ini ya?”, katanya
“eh apaan?”, kataku tersadar
“ini nih”, dia melepas dan memegang kacamatanya
“ada apa emang sama kacamata kak?”,kataku mencoba tenang
“lu yang kenapa, pas gua pake kacamata malah bengong”,katanya
Akupun hanya menunduk
“tuh kan bener ada apa-apa”, kata kak Suci
“sok tau lu kak kaya dukun”, kataku lalu pergi ke dalam sekre
Entah kenapa dengan ku, saat melihatnya menggunakan kacamata itu aku benar-benar terhipnotis, maksudku banyak siswi yang menggunakan kacamata tapi saat melihatnya aku benar-benar berfikir dia cantik bahkan lebih cantikd ari biasanya.
“heh, kenapa lu?”, kata Wina sambil menyengkol tanganku
“eh, ga apa-apa Win”, kataku
“orang lagi seneng-seneng malah bengong sih”, katanya
Aku pun mengambil beberapa cemilan lagi dan duduk dekat pintu, tak lama pak Wan memberikan pengumuman kalau nanti akan ada bimbingan mental gabungan antara paskib, pramuka dan PMR, kita akan kemping selama 2 hari 1 malam di tmepat yang sudah di sepakati. Semua kepanitiaan di pegang oleh pembina masing-masing namun sebagian kepengurusan inti akan diikut sertakan menjadi panitia. Mendengar itu aku hanya bisa menghela nafas.
“job pertama lu nih dek”, kata kak Suci mengagetkanku
Karena hari yang sudah mulai sore akhirnya acara sertijab pun di akhiri. Kami semua bersiap pulang.
“langsung pulang dek?”, kata ksk Suci
“nunggu dulu kayanya kak, dirumah juga paling Cuma ada bibi sama Violet”, kataku
“yaudah gua duluan ya, jangan pulang malem lu. Awas aja”, katanya
“iya bawel”, kataku
Kak Suci pun pergi, aku masih diam di sekre sendiri. Ku lihat jam masih jam 15.35, kurebahkan diriku sambil berfikir apa yang bisa ku lakukan untuk kepanitian nanti. Aku sempat tertidur sebentar, ku lihat jam 16.15 akupun bergegas bangun, karena panggilan alam, akupun pergi menuju toilet dekat kantin, sekalian menuju gerbang pikirku. Saat keluar dari toilet seseorang sudah berdiri di depanku.
“Win”, kataku
“eh Teo, belum pulang?”, katanya
“baru mau nih Win, mau ke toilet?”, kataku
“iya”, katanya
“duluan ya Win”, kataku
Tiba-tiba Wina memegang tanganku
“bisa tungguin bentar? Gua takut”, katanya
Aku pun menunggu di luar toilet sampai dia selesai.
“udah? Gua duluan ya”, kataku
“Teo tunggu”, Wina menarik bajuku
“apa lagi Win?”, kataku agak kesal
“gua mau nanya, lu ada hubungan apa sama kak Suci?”, katanya
“ga ada hubungan apa-apa”, kataku
“tapi kemaren gua liat...”, katanya
“lu liat semuanya?”, kataku
“ga semuanya tapi dari lu nangis aja”, katanya menunduk
“gua sama kak Suci ga ada hubungan apa-apa Win”, kataku
“bener?”, katanya
“terserah lu Win mau percaya apa ga”, akupun melangkah pergi
“maaf kalo lu jadi bete”, kata Wina menarik lagi bajuku
“ka.. kalo emang ga ada apa-apa sih ya udah, gua Cuma nanya”, katanya sambil terbata dan tersipu malu
“baju gua Win”, kataku
Dia tidak menghiraukannya
“Teo, gua.. gua sayang lu”, katanya
Deg. Aku berasa dejavu, kejadian yang dulu terjadi lagi.
“ko lu malah diem sih?”, kata Wina
“eh, ga Win, tapi kayanya gua ngerasa dejavu”, kataku sambil menggaruk kepala
“bukannya lu udah punya cowo Win?”, lanjutku
Dia menggelengkan kepala.
“lu ga suka sama gua?”, katanya agak jinjit yang membuat wajahnya menjadi dekat
“bu... bukan gitu Win, gua kan Cuma nanya”, kataku
“sial, kenapa jadi deg-degan dan gugup gini”, gumamku dalam hati
“jadi jawaban lu apa?”, kata Wina
“kasih gua waktu sampe besok ya Win, lu kan tau gua masih agak trauma”, kataku
“gua janji ko ga akan kaya Rathi”, katanya
“Win, ga usah bikin janji apa-apa ya, gua butuh waktu buat mikir dulu”, kataku lalu melepaskan bajuku yang masih di pegang Wina
“oh, ok.. ta.. tapi besok gua tunggu ya jawabannya”, katanya masih tersipu malu
“iya Win, yaudah gua balik duluan ya”, kataku
Akupun berjalan cepat keluar sekolah, lalu menghela nafas panjang. Saat sedang berjalan tiba-tiba hp ku berbunyi.
“halo, kenapa kak?”, kataku
“dek gua di kampus, kesini ya”, kata kak Suci
“lah, gua kira lu udah balik sih”, kataku
“udah kesini buruan”, katanya lalu menutup telepon
“kenapa lagi sih ini orang”, gumamku.
Akupun mempercepat langkahku. Dari kejauhan sudah terlihat kak Suci sedang duduk dan ngemil.
“ada apa kak?”, kataku
“duduk dulu napa”, katanya
“ni udah, kenapa?”, kataku
“ada yang mau lu ceritain gak ke gua?”, katanya
“cerita apa? Ga da kayanya?”, kataku
“bener?”, katanya
“iya beneran....”, lalu aku berfikir
“eh ada-ada”, kataku
“tu kan ada”, katanya
“sotoy lu kak”, kataku
“udah ceritain, ada apa?”, kata kak Suci
Akupun menceritakan kejadian yang baru saja aku alami dengan Wina, dan akupun bilang kepadanya untuk meminta waktu sampai besok.
“hmmm.. kenapa lu minta waktu?”, kata kak Suci
“lu kan tau gua masih terguncang”, kataku
“bahasa lu dek terguncang”, katanya sambil menoyor kepalaku
“emang lu ga suka sama Wina?”, katanya
“ga tau kak, emang sih akhir-akhir ini kita deket, sering bercanda, tapi gua takut”, kataku
“takut apa sih dek?”, katanya
“gua takut ada ngerasain sakitnya di tinggalin kak”, kataku
Kak Suci menghela nafas panjang
“gua tanya nih ya, lu suka ga sama Wina?”, katanya
“biasa aja sih”, kataku
“ada yang lagi lu suka atau lu sayang ga?”, lanjutnya
“ga ada kak”, kataku
“bener?”, katanya
“iya beneran”, kataku
“berarti lu ga sayang gua dong dek”, kata kak Suci
“ya sayang lah kak, lu mah aneh-aneh aja”, kataku
Lalu dia mendekatkan wajahnya
“katanya ga ada yang di... sa...yang”, goda nya
“eh, bukan gitu kak”, akupun salting
“terus kaya gimana dong”, katanya sambil mencubit pipiku
Akupun hanya diam, tidak menjawabnya. Tak lama kak Suci melepas cubitannya, lalu mengambil sebuah buku dan membacanya.
“lu terima aja dek si Wina”, katanya
“lah, ko gitu?”, kataku
“lu pasti kenal Luna kan? Wina sama Luna itu mirip dek”, katanya
“mirip gimana?”, kataku
“mereka sama-sama nunggu lu”, kata kak Wina
Akupun kaget mendengarnya.
“so tau lu kak”, kataku
“gua ini cewe, jadi gua sesenggaknya bisa sedikit tau apa yang mereka rasain, dari cara ngomong mereka ke lu dan lain-lain”, lanjut kak Suci
“gua juga sebenernya suka sama lu tapi karena lu BEGO jadi gua anggep adek aja”, katanya sambil melihatku