- Beranda
- Stories from the Heart
Black Part Of Woman
...
TS
anism
Black Part Of Woman
Spoiler for Peringatan:
Spoiler for Anissa : Aku Bukan pramuria:
Spoiler for Ibu?!:
Spoiler for I Must Found a Father for You:
Wanita itu unik. Karena itu perlakuan terhadap mereka pun berbeda-beda dan spesial.
mereka selalu punya cerita menarik yang pantas disimak
Anism & (edit by) Fanzangela
Diubah oleh anism 30-05-2019 11:43
devarisma04 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
48.2K
379
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#4
Bad Brain Storming 1
Bantingan suara di kamar sudah merupakan hal yang biasa. Itu artinya akan ada suara perang selanjutnya.
Itu adalah meriam pembuka bagi pertarungan antara ayah dan Ibuya.
Anissa hanya bisa menyumbatkan headset dan menyetel musik kuat-kuat untuk mengalahkan suara perkelahian ayah dan ibunya,
Sebenarnya ini hanya hal kecil biasa. Ada banyak masalah kecil yang dibesar-besarkan oleh mereka.
Mereka menyebutnya sebuah 'tanggung jawab masing-masing dalam keluarga". Bagi Anissa itu bullshit.
Yang benar adalah mereka justru melemparkan tanggung jawab mereka.
Tanggung jawab untuk membesarkan Anissa. Kenapa? Bukankah mereka orang tua Anissa,
Bukankah mereka wajib bertanggung jawab atas Anissa?
Ya, mungkin mereka juga benar. Anissa adalah anak hasil hubungan terlarang sang Ibu dengan pacarnya terlebih dahulu.
Demi menyelamatkan harga diri dan karir yang sedang di kejar Sang Ibu. Dia harus mencari seorang pria untuk menjadi ayah Anissa.
Dan inilah mereka. Keluarga kecil yang sempurna. Ayah, Ibu dan Anak.
Anissa terus mendengarkan lagu sampai ada bantingan suara yang lebih keras lagi. Dan juga bantingan pagar. Ya, ayah pergi keluar lagi malam ini. Pikiran Anissa melayang. Pasti ayahnya punya seseorang di luar.
Ayahnya pernah bilang pada Anissa. Pria tidak akan tahan dengan wanita yang terlampau cerewet. Marah saat suaminya pulang ke rumah.
Anissa saat itu dengan lugu bertanya," Jadi apa yang akan dilakukan si pria?"
Ayahnya hanya menerawang jauh dan berkata,"Dia akan mencari kenyamanan di luar sana."
Sebagai wanita, Anissa memiliki sisi egois juga. Ia terluka mendengar kata-kata seperti itu.
Itu seperti menggambarkan wanita hanya diposisikan untuk memuaskan si pria.
Jadi Pria hanya menjadi tukang judge apakah dia puas atau tidak. Puas maka dia akan bertahan, menghadiahi si wanita dengan berbagai pujian dan kasih sayang.
Jika tidak, maka pria akan mencari kesenangan di luar sana.
Jadi bagaimana jika pria tidak memuaskan? Bagaimana kalau si pria yang payah di ranjang?
Anissa terkekeh dan kemudian menutup matanya.
Bantingan suara di kamar sudah merupakan hal yang biasa. Itu artinya akan ada suara perang selanjutnya.
Itu adalah meriam pembuka bagi pertarungan antara ayah dan Ibuya.
Anissa hanya bisa menyumbatkan headset dan menyetel musik kuat-kuat untuk mengalahkan suara perkelahian ayah dan ibunya,
Sebenarnya ini hanya hal kecil biasa. Ada banyak masalah kecil yang dibesar-besarkan oleh mereka.
Mereka menyebutnya sebuah 'tanggung jawab masing-masing dalam keluarga". Bagi Anissa itu bullshit.
Yang benar adalah mereka justru melemparkan tanggung jawab mereka.
Tanggung jawab untuk membesarkan Anissa. Kenapa? Bukankah mereka orang tua Anissa,
Bukankah mereka wajib bertanggung jawab atas Anissa?
Ya, mungkin mereka juga benar. Anissa adalah anak hasil hubungan terlarang sang Ibu dengan pacarnya terlebih dahulu.
Demi menyelamatkan harga diri dan karir yang sedang di kejar Sang Ibu. Dia harus mencari seorang pria untuk menjadi ayah Anissa.
Dan inilah mereka. Keluarga kecil yang sempurna. Ayah, Ibu dan Anak.
Anissa terus mendengarkan lagu sampai ada bantingan suara yang lebih keras lagi. Dan juga bantingan pagar. Ya, ayah pergi keluar lagi malam ini. Pikiran Anissa melayang. Pasti ayahnya punya seseorang di luar.
Ayahnya pernah bilang pada Anissa. Pria tidak akan tahan dengan wanita yang terlampau cerewet. Marah saat suaminya pulang ke rumah.
Anissa saat itu dengan lugu bertanya," Jadi apa yang akan dilakukan si pria?"
Ayahnya hanya menerawang jauh dan berkata,"Dia akan mencari kenyamanan di luar sana."
Sebagai wanita, Anissa memiliki sisi egois juga. Ia terluka mendengar kata-kata seperti itu.
Itu seperti menggambarkan wanita hanya diposisikan untuk memuaskan si pria.
Jadi Pria hanya menjadi tukang judge apakah dia puas atau tidak. Puas maka dia akan bertahan, menghadiahi si wanita dengan berbagai pujian dan kasih sayang.
Jika tidak, maka pria akan mencari kesenangan di luar sana.
Jadi bagaimana jika pria tidak memuaskan? Bagaimana kalau si pria yang payah di ranjang?
Anissa terkekeh dan kemudian menutup matanya.
Diubah oleh anism 30-12-2019 13:06
mmuji1575 memberi reputasi
2