- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#164
5 Hari Tanpa Dinand
Pagi yang Savira tunggu pun tiba,perlahan dia membuka mata nya yang masih nampak Sembab .
Hari ini dia akan menemui Dinand,akan menghabiskan waktu bersama Dinand berdua,walaupun tubuh Dinand tidak akan merespon akan kehadiran Savira nanti .
" Sarapan dulu ya neng baru ke Rumah Sakit " , ucap Mama Savira .
" Iya Ma " , balas Savira .
Dengan tidak nafsu Savira menyantap sarapan nya,Savira kini seperti tidak punya semangat hidup .
Dengan di antar oleh ayah nya,Savira meminta ayah nya untuk lebih cepat lagi melaju kan jalan Mobil nya .
" From : Ka Adit
Semangat sekolah nya ya cantik "
Pesan itu di terima Savira saat sedang di mobil , Savira pun langsung menghapus seluruh pesan dari Adit dan menghapus nomor Adit dari kontak nya .
" Papa gak bisa nemenin kamu masuk ya neng,jadi Papa cuma nganter aja " , ujar Papa .
Savira hanya menganggukan kepala nya,rasa cemas masih sangat terasa dari sorot mata nya .
Sampailah mereka ke Rumah Sakit Harapan Kita setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lama nya .
Tanpa berlama-lama Savira segera menghampiri Suster penjaga untuk menanyakan Ruangan Dinand berada . setelah di cari oleh Suster, Savira pun sudah mendapatkan ruangan Dinand berada . Jalan nya semakin cepat dan tergesa-gesa, Savira hanya ingin segera bertemu lelaki yang dia sayangi .
Langkahnya berhenti sesaat ketika membuka pintu kamar Dinand berada , hanya bisa tertatih,tenaga nya sirna walau hanya untuk melangkah ketika melihat wajah Dinand tertidur tenang ..
" Nand , Dinand " , ucap Savira parau .
" Dinand !!! " Pekik Savira menangis sejadi-jadi nya di kamar itu .
Kedua Orang tua Dinand terkejut melihat kedatangan Savira yang tiba-tiba yang langsung merangkul tangan Dinand . Air mata Savira membasahi tangan Dinand .
Mama Dinand mengalah memberikan bangku nya untuk Savira agar duduk dengan tenang , pelukan dari belakang pun diberikan Mama Dinand untuk Savira , tak henti Savira mencium tangan Dinand , memohon Dinand untuk Sadar .
" Sayang bangun,aku disini sayang . Kamu belom pernah kan dengar aku manggil sayang buat kamu,aku sekarang disini sayang , jangan tidur terus ayo bangun,ayo kita berdua malam mingguan lagi,aku bakal nemenin kamu kemanapun sekarang,aku gak bakal bohong lagi buat nolak ajakan kamu,ayo sayang kamu kuat ya tolong bangun Dinand sayang,aku cuma sayang sama kamu,maafin aku yang udah berubah sikap,maafin atas kegamangan hati aku sayang,aku cuma mau kamu nemenin hari-hari aku , aku mohon sayang buka mata mu untuk aku,kita perbaiki semua , aku cuma mau kamu sadar dan dekap tubuh aku selama nya sayang " , ucap Savira lirih .
tangis Haru Savira masih terasa di tangan Dinand . Tak henti nya Savira berdoa untuk Dinand,genggaman tangan Savira untuk Dinand tak pernah terlepas satu detik pun , penyesalan yang tengah Savira rasakan dan ungkapkan untuk Dinand seperti percuma,mungkin hanya hati Dinand yang akan mendengar segala jeritan hati Savira .
Waktu jenguk pun telah Usai,Suster perawat mempersilahkan tamu yang menjenguk untuk meninggalkan Kamar Dinand .
Kecupan ke tangan Dinand pun Savira berikan saat hendak keluar ruangan ..
" Hati ini cuma milik kamu Nand,tunggu aku besok kembali ya,aku janji setiap hari aku bakal datang kesini,nunggu kamu tersenyum melihat aku lagi " , bisik Savira untuk Dinand .
" Maafin aku Tante,aku udah salah banget sama Dinand " , gumam Savira
" Iya gapapa namanya setiap hubungan pasti ada masalah yang menghambat,mungkin kalian belum aja dapat waktu buat bicara berdua tapi sekarang Dinand begini " , lirih Mama Dinand
Savira pun duduk lemas di pelukan Mama Dinand yang mengusap-usap Rambutnya di bangku Ruang tunggu penjenguk .
Hampir satu jam Savira merenung, sudah tak ada lagi air mata nya,sudah habis semua hanya untuk Dinand . Savira hanya berharap ada keajaiban untuk Dinand ..
Savira pamit pulang kepada Orang tua Dinand, tak lupa berjanji besok dan seterusnya dia akan terus menjaga Dinand . Mama Dinand hanya tersenyum dan mengagguk seraya mencium kening Savira .
" Yaudah Tante aku pulang ya " , pamit Savira .
Savira menuju Mushola Rumah Sakit , seluruh doa dia panjatkan hanya untuk kesembuhan Dinand .
Rintik hujan perlahan turun malam itu
Membasahi pepeohonan dan rerumputan yang ada di taman itu,terlihat seseorang Duduk di bangku taman,di tengah turun nya hujan .
Savira termenung duduk sendiri di bangku taman itu,hujan tak bisa menghalangi dan membendung air matanya lagi . Sebesit dia mengingat lagi saat Dinand berkorban menggantikan posisi nya saat di hukum dan harus push-up 50 kali,Saat Dinand dengan rela memberikan topi miliknya saat Savira lupa membawa topi untuk upacara,saat cara Dinand meminta maaf dengan 3 buah Cup cake nya , Semua terekam indah di pikiran Savira .
" Woi stres lo ujan-ujanan " , ujar Cilay .
" Ngapain lo disini " , heran Savira .
" Lah emang gue kalo nongkrong disini kali,lo aja aneh ujan-ujan malah duduk bukan neduh " , Sindir Cilay .
" Udeh ayo buruan tar makin deres ayo neduh tuh di saung itu " , Cilay pun menunjuk sebuah Saung yang tidak jauh dari tempat Duduk Savira .
Terlihat Adon sudah melambai-lambaikan tangan memerintahkan untuk segera .
Jaket Cilay pun langsung di berikan untuk menutup kepala Savira .
" Aneh banget ini bocah Don,lo kaya film korea aja. ", Sindir Cilay
" Ye namanya juga lagi sedih Lay maklumin lah " Bela Adon .
" Ka , besok gue bonceng ya kalo kalian mau jenguk Dinand " , ujar Savira
" Oh yaudah besok bareng kita aja,kita juga rencana nya besok jenguk Dinand " , ucap Adon .
" Makasih bang " , balas Savira .
" Bang bang emang kita tukang sablon " , celetuk .
" Ih lo mah nyebelin Ka Cilay " , ketus Savira .
Memang Cilay dan Savira tak pernah akur,membuat Adon bingung sendiri dengan sikap mereka seperti kucing dan anjing , karena Dendam Savira mungkin yang pernah di permalukan Cilay di dalam kantin yang membuat mereka berdua selalu bertengkar .
****
Sekolah hari ini di sibuk kan dengan pemilihan penampil dari tiap kelas , karena Denis sebagai ketua Osis memberikan pengumuman bahwa akhir bulan akan di adakan Pentas seni dan amal untuk mengisi waktu sebelum masa semester genap datang .
Bagi tiap kelas harus menampilkan 1 penampilan seni apapun bentuknya , dan nanti uang tiket masuk, hasil sewa Stand Baazar dan uang dari Sponsor akan di sisikan sebagian untuk mereka yang membutuhkan bantuan .
Kelas X-2 dengan yakin memilih Savira untuk bermain Gitar dan bernyanyi,didasari pengalaman sewaktu SMP dia pernah juara di sekolah nya,makanya tak ada calon lain lagi selain Savira .
Sedangkan X ipa 1 yang seharunya sudah pasti menunjuk Dinand sebagai bintang nya,namun karena keadaan mereka jadi hanya mempersiapkan aksi Teatrikal untuk Pensi nanti .
Bel istirhatat pun berbunyi membubarkan murid-murid dari kelas mereka .
" Nanti siang gue sama Nesta mau ke mall, ikut yuk Vir " , ajak Risa .
" Maaf Ris gue sebenernya mau main sama kalian,tapi gue gak bisa tinggalin Dinand sendiri " , jawab Savira .
" Oh iya gue paham Vir " , senyum Risa dan menepuk pundak Savira .
" Salam buat orang tua Dinand ya nanti,gue doain Dinand cepet siuman dan bisa sama kita lagi " , tambah Risa .
" Makasih ya Ris " , jawab Savira .
Risa dan Nesta pun memberikan pelukan mereka untuk Savira agar Savira bisa kuat menjalani semua ini...
Savira tidak ikut ke kantin dengan teman-teman nya , dia lebih memilih ke Ruang Seni rupa .
Savira pun kini memegang Gitar yang selalu Dinand mainkan jika dia berada Di ruangan ini .
" Kamu inget ga Nand,disini kamu nyanyiin lagu favorit aku,permainan gitar kamu bikin aku terhipnotis , kamu masih inget gak disini juga awal kamu tahu nama aku , disini juga aku pernah nangis karena Ka Diandra " , Savira monolog memandang gitar .
" Ih makin banyak yang stres masuk ke Ruang seni nih , kemaren bocah nangis banting gitar , lah ini malah ngomong sama Gitar " , polos ocehan khas betawi dari Mbak Wati sambil menggidikan badan nya dan pergi ketika tak sengaja mengintip Savira berbicara dengan Gitar .
" Kamu kapan mainin lagu Stranger lagi buat aku , aku tampil loh Nand nanti Pensi , aku harap kamu datang melihat aku tampil ya Nand " lanjut Savira mengimajinasikan Gitar itu adalah Dinand .
Bel sekolah pun berbunyi tanda sudah selesai nya tugas pelajaran hari ini ...
" Ayo kita langsung aja ke Rumah sakit " , ajak Adon .
" Eh tapi katanya tuh cewek nya Dinand yang aneh itu mau bareng kita " , tukas Cilay .
" Oh iya yaudah tungguin deh disini " , balas Adon .
10 menit kemudian dengan nafas tak beratur Savira menghampiri Cilay dan Adon .
" Lama banget dah " , sindir Cilay
" Ini aja gue lari keleus " , ketus Savira .
" Udah-udah pada ribut aja " , Adon menghentikan ocehan keduanya .
" Yaudah lo sama gue aja,kita langsung cabut ke rumah Sakit " , ujar Adon .
" Kita mampir dulu ya gue mau jemput temen gue sama Dinand juga,gapapa ya bentar doang ko " , ujar Savira .
Setelah mempertimbangkan akhirnya Adon dan Cilay setuju .
" Beli minuman dulu deh yuk Ris,gerah gue capek banget ngadepin macet sama jalan panas ", keluh Nesta , saat Nesta dan Risa sampai ke Mall yang biasa mereka kunjungi .
" Yaudah deh,abis itu tapi lo jangan ngeluh nemenin gue beli baju " , gerutu Risa .
" Gue juga kali mau belanja emang lo doang " , balas Nesta .
Mereka berdua mampir ke gerai toko ayam untuk membeli Minuman Cola yang bercampur dengan Ice cream sekedar untuk melepas Dahaga sebelum mereka bergulat dengan barang-barang Diskon .
" Eh ini serius yang gue liat Nes ", Risa mengucek matanya untuk memastikan .
" Apansih Ris, liat apa ? " , Heran Nesta .
" Tuh lo liat siapa yang lagi mesra-mesraan make cium kening di depan umum segala lagi ga punya etika " , cerocos Risa .
" Tuh kan bener tu cowo emang gak bener apa gue bilang " , tegas Nesta .
" Rekam Nes buruan rekam buat barang bukti " , Saran Risa .
Nesta pun dengan apik merekam adegan bermesraan dan gombalan Adit dengan perempuan lain .
" Kelar lo sekarang,dasar cowo bejat " , bisik Nesta yang kemudian mereka tos dan meninggal kan tempat itu pelan-pelan .
***
Savira mengajak Cilay dan Adon untuk kerumah Ubay ..
" Kawasan apaan sih nih si Savira ngajak kita kemana deh ini " , heran Cilay .
" Mana gue tau Lay,ngeri banget " , balas Adon
" Bawel tinggal jalan aja heran " , ketus Savira .
Setelah berlika-liku melewati beberapa Gang,Savira pun tiba dirumah Ubay .
" Assalamualaikum ". Salam Savira .
Ibu Ubay yang sedang melayani pembeli,sementara menghentikan aktifitas dagang nya .
" Rame-rame Vir,Dinand mana " , tanya Ibu Ubay .
Savira pun menghampiri Ibu Ubay dan membisikan kabar bahwa Dinand sedang Koma .
" Ya allah Dinand " , Suara Ibu Ubay nelangsa .
" Ubay..Ubay " , panggil Ibu Ubay
" Buruan kamu salin baju,kamu ikut Ka Savira sekarang cepet " , perintah Ibu Ubay .
" Yaudah Bu " , polos Ubay .
Tak butuh waktu lama mereka dengan gerak cepat menuju rumah sakit .
Dinand masih belum terbangun hari ini,sudah 5 hari matanya terpejam . Tak ada tanda-tanda kehidupan dari dirinya sekarang .
" Siang pacarku,kamu gak kangen sama aku ? Bangun dong ayo kita makan nanti aku suapin deh ", ucap Savira lirih .
Adon dan cilay pun mengalah bergantian menjenguk Dinand , Ubay menemani Savira yang ada di samping Dinand .
" Ka Dinand kenapa ka " tangis Ubay
" Ka Dinand lagi koma sayang " , Seru Savira memeluk Ubay .
" Koma itu apa " , polos Ubay .
" Ka Dinand lagi tidur sementara tapi belum bangun-bangun,kita berdoa ya Bay supaya Ka Dinand cepet bangun " , lirih Savira .
" Ubay mau nemenin Ka Dinand disini " , Ujar Ubay , tangan kecil nya tak henti dengan polos memijit kaki Dinand .
" Aku hari ini ke ruang seni rupa loh sayang,aku lakuin kebiasaan yang dulu sering kamu lakuain kalo pas istriahat malas ke kantin . Aku main gitar yang biasa kamu mainin juga loh,coba ada kamu pasti aku di nyanyiin lagi sama kamu " , bisik Savira parau di wajah Dinand, dan sesekali menyeka air matanya .
Adon dan Cilay yang berada di luar hanya menatap dari kaca pintu dan hanya menutup mulutnya,tak kuasa melihat teman nya terbujur lemah di kasur .
Tangan kiri Savira menggenggam erat tangan kanan Dinand , tangan Kanan Savira tak henti nya mengusap-usap kening dan rambut Dinand .
" Dinand harus tau ya,Savira cuma sayang sama Dinand , Savira butuh Dinand , Savira cinta Dinand , maafin Ke khilafan Savira ya " . Ungkap Savira .
Hari ini dia akan menemui Dinand,akan menghabiskan waktu bersama Dinand berdua,walaupun tubuh Dinand tidak akan merespon akan kehadiran Savira nanti .
" Sarapan dulu ya neng baru ke Rumah Sakit " , ucap Mama Savira .
" Iya Ma " , balas Savira .
Dengan tidak nafsu Savira menyantap sarapan nya,Savira kini seperti tidak punya semangat hidup .
Dengan di antar oleh ayah nya,Savira meminta ayah nya untuk lebih cepat lagi melaju kan jalan Mobil nya .
" From : Ka Adit
Semangat sekolah nya ya cantik "
Pesan itu di terima Savira saat sedang di mobil , Savira pun langsung menghapus seluruh pesan dari Adit dan menghapus nomor Adit dari kontak nya .
" Papa gak bisa nemenin kamu masuk ya neng,jadi Papa cuma nganter aja " , ujar Papa .
Savira hanya menganggukan kepala nya,rasa cemas masih sangat terasa dari sorot mata nya .
Sampailah mereka ke Rumah Sakit Harapan Kita setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lama nya .
Tanpa berlama-lama Savira segera menghampiri Suster penjaga untuk menanyakan Ruangan Dinand berada . setelah di cari oleh Suster, Savira pun sudah mendapatkan ruangan Dinand berada . Jalan nya semakin cepat dan tergesa-gesa, Savira hanya ingin segera bertemu lelaki yang dia sayangi .
Langkahnya berhenti sesaat ketika membuka pintu kamar Dinand berada , hanya bisa tertatih,tenaga nya sirna walau hanya untuk melangkah ketika melihat wajah Dinand tertidur tenang ..
" Nand , Dinand " , ucap Savira parau .
" Dinand !!! " Pekik Savira menangis sejadi-jadi nya di kamar itu .
Kedua Orang tua Dinand terkejut melihat kedatangan Savira yang tiba-tiba yang langsung merangkul tangan Dinand . Air mata Savira membasahi tangan Dinand .
Mama Dinand mengalah memberikan bangku nya untuk Savira agar duduk dengan tenang , pelukan dari belakang pun diberikan Mama Dinand untuk Savira , tak henti Savira mencium tangan Dinand , memohon Dinand untuk Sadar .
" Sayang bangun,aku disini sayang . Kamu belom pernah kan dengar aku manggil sayang buat kamu,aku sekarang disini sayang , jangan tidur terus ayo bangun,ayo kita berdua malam mingguan lagi,aku bakal nemenin kamu kemanapun sekarang,aku gak bakal bohong lagi buat nolak ajakan kamu,ayo sayang kamu kuat ya tolong bangun Dinand sayang,aku cuma sayang sama kamu,maafin aku yang udah berubah sikap,maafin atas kegamangan hati aku sayang,aku cuma mau kamu nemenin hari-hari aku , aku mohon sayang buka mata mu untuk aku,kita perbaiki semua , aku cuma mau kamu sadar dan dekap tubuh aku selama nya sayang " , ucap Savira lirih .
tangis Haru Savira masih terasa di tangan Dinand . Tak henti nya Savira berdoa untuk Dinand,genggaman tangan Savira untuk Dinand tak pernah terlepas satu detik pun , penyesalan yang tengah Savira rasakan dan ungkapkan untuk Dinand seperti percuma,mungkin hanya hati Dinand yang akan mendengar segala jeritan hati Savira .
Waktu jenguk pun telah Usai,Suster perawat mempersilahkan tamu yang menjenguk untuk meninggalkan Kamar Dinand .
Kecupan ke tangan Dinand pun Savira berikan saat hendak keluar ruangan ..
" Hati ini cuma milik kamu Nand,tunggu aku besok kembali ya,aku janji setiap hari aku bakal datang kesini,nunggu kamu tersenyum melihat aku lagi " , bisik Savira untuk Dinand .
" Maafin aku Tante,aku udah salah banget sama Dinand " , gumam Savira
" Iya gapapa namanya setiap hubungan pasti ada masalah yang menghambat,mungkin kalian belum aja dapat waktu buat bicara berdua tapi sekarang Dinand begini " , lirih Mama Dinand
Savira pun duduk lemas di pelukan Mama Dinand yang mengusap-usap Rambutnya di bangku Ruang tunggu penjenguk .
Hampir satu jam Savira merenung, sudah tak ada lagi air mata nya,sudah habis semua hanya untuk Dinand . Savira hanya berharap ada keajaiban untuk Dinand ..
Savira pamit pulang kepada Orang tua Dinand, tak lupa berjanji besok dan seterusnya dia akan terus menjaga Dinand . Mama Dinand hanya tersenyum dan mengagguk seraya mencium kening Savira .
" Yaudah Tante aku pulang ya " , pamit Savira .
Savira menuju Mushola Rumah Sakit , seluruh doa dia panjatkan hanya untuk kesembuhan Dinand .
Rintik hujan perlahan turun malam itu
Membasahi pepeohonan dan rerumputan yang ada di taman itu,terlihat seseorang Duduk di bangku taman,di tengah turun nya hujan .
Savira termenung duduk sendiri di bangku taman itu,hujan tak bisa menghalangi dan membendung air matanya lagi . Sebesit dia mengingat lagi saat Dinand berkorban menggantikan posisi nya saat di hukum dan harus push-up 50 kali,Saat Dinand dengan rela memberikan topi miliknya saat Savira lupa membawa topi untuk upacara,saat cara Dinand meminta maaf dengan 3 buah Cup cake nya , Semua terekam indah di pikiran Savira .
" Woi stres lo ujan-ujanan " , ujar Cilay .
" Ngapain lo disini " , heran Savira .
" Lah emang gue kalo nongkrong disini kali,lo aja aneh ujan-ujan malah duduk bukan neduh " , Sindir Cilay .
" Udeh ayo buruan tar makin deres ayo neduh tuh di saung itu " , Cilay pun menunjuk sebuah Saung yang tidak jauh dari tempat Duduk Savira .
Terlihat Adon sudah melambai-lambaikan tangan memerintahkan untuk segera .
Jaket Cilay pun langsung di berikan untuk menutup kepala Savira .
" Aneh banget ini bocah Don,lo kaya film korea aja. ", Sindir Cilay
" Ye namanya juga lagi sedih Lay maklumin lah " Bela Adon .
" Ka , besok gue bonceng ya kalo kalian mau jenguk Dinand " , ujar Savira
" Oh yaudah besok bareng kita aja,kita juga rencana nya besok jenguk Dinand " , ucap Adon .
" Makasih bang " , balas Savira .
" Bang bang emang kita tukang sablon " , celetuk .
" Ih lo mah nyebelin Ka Cilay " , ketus Savira .
Memang Cilay dan Savira tak pernah akur,membuat Adon bingung sendiri dengan sikap mereka seperti kucing dan anjing , karena Dendam Savira mungkin yang pernah di permalukan Cilay di dalam kantin yang membuat mereka berdua selalu bertengkar .
****
Sekolah hari ini di sibuk kan dengan pemilihan penampil dari tiap kelas , karena Denis sebagai ketua Osis memberikan pengumuman bahwa akhir bulan akan di adakan Pentas seni dan amal untuk mengisi waktu sebelum masa semester genap datang .
Bagi tiap kelas harus menampilkan 1 penampilan seni apapun bentuknya , dan nanti uang tiket masuk, hasil sewa Stand Baazar dan uang dari Sponsor akan di sisikan sebagian untuk mereka yang membutuhkan bantuan .
Kelas X-2 dengan yakin memilih Savira untuk bermain Gitar dan bernyanyi,didasari pengalaman sewaktu SMP dia pernah juara di sekolah nya,makanya tak ada calon lain lagi selain Savira .
Sedangkan X ipa 1 yang seharunya sudah pasti menunjuk Dinand sebagai bintang nya,namun karena keadaan mereka jadi hanya mempersiapkan aksi Teatrikal untuk Pensi nanti .
Bel istirhatat pun berbunyi membubarkan murid-murid dari kelas mereka .
" Nanti siang gue sama Nesta mau ke mall, ikut yuk Vir " , ajak Risa .
" Maaf Ris gue sebenernya mau main sama kalian,tapi gue gak bisa tinggalin Dinand sendiri " , jawab Savira .
" Oh iya gue paham Vir " , senyum Risa dan menepuk pundak Savira .
" Salam buat orang tua Dinand ya nanti,gue doain Dinand cepet siuman dan bisa sama kita lagi " , tambah Risa .
" Makasih ya Ris " , jawab Savira .
Risa dan Nesta pun memberikan pelukan mereka untuk Savira agar Savira bisa kuat menjalani semua ini...
Savira tidak ikut ke kantin dengan teman-teman nya , dia lebih memilih ke Ruang Seni rupa .
Savira pun kini memegang Gitar yang selalu Dinand mainkan jika dia berada Di ruangan ini .
" Kamu inget ga Nand,disini kamu nyanyiin lagu favorit aku,permainan gitar kamu bikin aku terhipnotis , kamu masih inget gak disini juga awal kamu tahu nama aku , disini juga aku pernah nangis karena Ka Diandra " , Savira monolog memandang gitar .
" Ih makin banyak yang stres masuk ke Ruang seni nih , kemaren bocah nangis banting gitar , lah ini malah ngomong sama Gitar " , polos ocehan khas betawi dari Mbak Wati sambil menggidikan badan nya dan pergi ketika tak sengaja mengintip Savira berbicara dengan Gitar .
" Kamu kapan mainin lagu Stranger lagi buat aku , aku tampil loh Nand nanti Pensi , aku harap kamu datang melihat aku tampil ya Nand " lanjut Savira mengimajinasikan Gitar itu adalah Dinand .
Bel sekolah pun berbunyi tanda sudah selesai nya tugas pelajaran hari ini ...
" Ayo kita langsung aja ke Rumah sakit " , ajak Adon .
" Eh tapi katanya tuh cewek nya Dinand yang aneh itu mau bareng kita " , tukas Cilay .
" Oh iya yaudah tungguin deh disini " , balas Adon .
10 menit kemudian dengan nafas tak beratur Savira menghampiri Cilay dan Adon .
" Lama banget dah " , sindir Cilay
" Ini aja gue lari keleus " , ketus Savira .
" Udah-udah pada ribut aja " , Adon menghentikan ocehan keduanya .
" Yaudah lo sama gue aja,kita langsung cabut ke rumah Sakit " , ujar Adon .
" Kita mampir dulu ya gue mau jemput temen gue sama Dinand juga,gapapa ya bentar doang ko " , ujar Savira .
Setelah mempertimbangkan akhirnya Adon dan Cilay setuju .
" Beli minuman dulu deh yuk Ris,gerah gue capek banget ngadepin macet sama jalan panas ", keluh Nesta , saat Nesta dan Risa sampai ke Mall yang biasa mereka kunjungi .
" Yaudah deh,abis itu tapi lo jangan ngeluh nemenin gue beli baju " , gerutu Risa .
" Gue juga kali mau belanja emang lo doang " , balas Nesta .
Mereka berdua mampir ke gerai toko ayam untuk membeli Minuman Cola yang bercampur dengan Ice cream sekedar untuk melepas Dahaga sebelum mereka bergulat dengan barang-barang Diskon .
" Eh ini serius yang gue liat Nes ", Risa mengucek matanya untuk memastikan .
" Apansih Ris, liat apa ? " , Heran Nesta .
" Tuh lo liat siapa yang lagi mesra-mesraan make cium kening di depan umum segala lagi ga punya etika " , cerocos Risa .
" Tuh kan bener tu cowo emang gak bener apa gue bilang " , tegas Nesta .
" Rekam Nes buruan rekam buat barang bukti " , Saran Risa .
Nesta pun dengan apik merekam adegan bermesraan dan gombalan Adit dengan perempuan lain .
" Kelar lo sekarang,dasar cowo bejat " , bisik Nesta yang kemudian mereka tos dan meninggal kan tempat itu pelan-pelan .
***
Savira mengajak Cilay dan Adon untuk kerumah Ubay ..
" Kawasan apaan sih nih si Savira ngajak kita kemana deh ini " , heran Cilay .
" Mana gue tau Lay,ngeri banget " , balas Adon
" Bawel tinggal jalan aja heran " , ketus Savira .
Setelah berlika-liku melewati beberapa Gang,Savira pun tiba dirumah Ubay .
" Assalamualaikum ". Salam Savira .
Ibu Ubay yang sedang melayani pembeli,sementara menghentikan aktifitas dagang nya .
" Rame-rame Vir,Dinand mana " , tanya Ibu Ubay .
Savira pun menghampiri Ibu Ubay dan membisikan kabar bahwa Dinand sedang Koma .
" Ya allah Dinand " , Suara Ibu Ubay nelangsa .
" Ubay..Ubay " , panggil Ibu Ubay
" Buruan kamu salin baju,kamu ikut Ka Savira sekarang cepet " , perintah Ibu Ubay .
" Yaudah Bu " , polos Ubay .
Tak butuh waktu lama mereka dengan gerak cepat menuju rumah sakit .
Dinand masih belum terbangun hari ini,sudah 5 hari matanya terpejam . Tak ada tanda-tanda kehidupan dari dirinya sekarang .
" Siang pacarku,kamu gak kangen sama aku ? Bangun dong ayo kita makan nanti aku suapin deh ", ucap Savira lirih .
Adon dan cilay pun mengalah bergantian menjenguk Dinand , Ubay menemani Savira yang ada di samping Dinand .
" Ka Dinand kenapa ka " tangis Ubay
" Ka Dinand lagi koma sayang " , Seru Savira memeluk Ubay .
" Koma itu apa " , polos Ubay .
" Ka Dinand lagi tidur sementara tapi belum bangun-bangun,kita berdoa ya Bay supaya Ka Dinand cepet bangun " , lirih Savira .
" Ubay mau nemenin Ka Dinand disini " , Ujar Ubay , tangan kecil nya tak henti dengan polos memijit kaki Dinand .
" Aku hari ini ke ruang seni rupa loh sayang,aku lakuin kebiasaan yang dulu sering kamu lakuain kalo pas istriahat malas ke kantin . Aku main gitar yang biasa kamu mainin juga loh,coba ada kamu pasti aku di nyanyiin lagi sama kamu " , bisik Savira parau di wajah Dinand, dan sesekali menyeka air matanya .
Adon dan Cilay yang berada di luar hanya menatap dari kaca pintu dan hanya menutup mulutnya,tak kuasa melihat teman nya terbujur lemah di kasur .
Tangan kiri Savira menggenggam erat tangan kanan Dinand , tangan Kanan Savira tak henti nya mengusap-usap kening dan rambut Dinand .
" Dinand harus tau ya,Savira cuma sayang sama Dinand , Savira butuh Dinand , Savira cinta Dinand , maafin Ke khilafan Savira ya " . Ungkap Savira .
0