- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#155
Tidur Lah Dinand
Sudah 4 hari tubuh itu hanya terbaring di Kasur Rumah sakit , wajah nya pucat . Tak ada lagi keceriaan dari nya,tak ada lagi kesedihan yang saat ini tengah ia rasakan,tak ada lagi beban dari sorot matanya , kini dia hanya bisa berjuang antara persimpangan hidup dan mati .
" Dinand bangun Nak,dengar Mama mu Nak " , tangis Mama Dinand .
" Sabar Ma,Dinand lagi berjuang . Biar kita bantu dia dengan doa " , Papa coba menguatkan diri .
" Aku cuma mau Dinand kembali Pa " , rintih Mama
" Maaf Ibu dan Bapak sekarang biar Dinand Istirahat , boleh kalian keluar dulu " , ucap Dokter yang menangani Dinand .
Kecupan kening untuk Dinand dari Mama nya yang rindu akan kehadiran anak nya ...
" Sebaik nya kita ke sekolah Dinand sekarang Ma untuk memberi tahu kepada guru nya perihal ini " , Ajak Papa .
Mereka berjalan lemah menuju Mobil dan segera ke sekolah Dinand .
Tak ada kabar dari Dinand,sudah 4 hari sosok nya seperti lenyap di telan Bumi,tak ada satupun anak Pelita Jakarta yang mengetahui kabar nya sekarang ...
" Si Dinand kemana Lay udah 4 hari bolos dia " , ujar Adon .
" Gak tau gue,peduli setan sama dia " , balas Cilay ketus .
" Tetep aja dia kan temen kita Lay " , nasehat Adon .
" Temen macam apa yang lupa sama sahabatnya sendiri , lagian lo sama gue udah ngehajar dia juga " , ketus Cilay .
Adon hanya menggaruk-garuk kepala salah tingkah mendengar jawaban Cilay .
" Jadi Dinand waktu hari Sabtu kecelakaan Bu,sudah 4 hari ini dia Koma dan belum sadarkan diri " , lirih Papa Dinand .
" Innalillahi wainailaihi rodziun" , Bu Diah selaku Wali Kelas Dinand pun terhenyak kaget .
" Yaudah biar nanti saya infokan ke Guru-guru lain Pak " , Tambah Bu Diah .
" Terima Kasih Bu atas bantuan nya,kami hanya meminta maaf kalau Dinand sudah bandel di sekolah,mohon Doa untuk kesembuhan Dinand bu " , Ucap Papa bergetar .
Bu Diah tak percaya akan apa yang terjadi kepada murid nya itu,mata nya nanar menatap kedua orang tua Dinand dan ikut menitih kan air mata merasakan kesedihan kedua orang tua nya .
Bu Diah langsung memberi pengumuman kepada Seluruh Guru yang ada di Ruangan Guru,mereka tertunduk seakan tidak percaya dengan pemberitahuan itu .
Bu Diah dengan cepat menemui Kepala sekolah untuk berkoordinasi tentang Musibah yang di hadapi Dinand .
Pak Kepsek pun tanggap cepat dengan turun langsung dari kelas ke kelas memberi pemberitahuan akan musibah Dinand,dengan di temani Bu Diah dan beberapa anggota Osis Pelita Jakarta , Pak Kepsek menyambangi kelas satu-persatu membawa berita Duka .
Kelas pertama yang di masuki adalah kelas Xl ipa 1,kelas itu adalah kelas Dinand .
Murid-murid kaget melihat Pak kepsek yang seperti sidak mendadak masuk ke kelas mereka...
" Eh ada apaan nih tumben banget " , Tanya Rudi .
" Paling razia rambut nih " , Jawab Cilay Santai
" Murid-murid sekalian saya mohon tenang sebentar karena Bapak ke kelas kalian akan membawa berita Duka "
Murid-murid XI ipa 1 bertanya-tanya dan memikirkan berita duka apa yang akan di beritahukan .
" Kita semua sekarang berduka,karena murid kesayangan kita Dinand Tunggal Handoko sedang berjuang melawan Koma nya,insiden kecelakaan pada hari Sabtu lalu membuat Dinand sekarang masih dalam keadaan Koma,Bapak harap kita berdoa sekarang untuk kesembuhan Dinand dan bisa bergabung lagi dengan kita semua " , ucap Pak Kepsek lirih .
Pengumuman ini seperti menohok hati Cilay dan Adon,kedua nya tak kuasa menahan air mata saat berdoa untuk Dinand,mereka tak percaya Dinand yang hilang selama 4 hari ternyata mengalami Koma .
" Dinand Don!! " , Gumam Cilay bergetar .
" Gue ngerasa bersalah Lay " , getar Adon
Kedua nya hanya bisa menutup wajah menyesali apa yang mereka perbuat kepada Dinand .
" Untuk membatu Dinand,saya selaku Ketua Osis ingin meminta sumbangan dari kalian seikhlas nya untuk kesembuhan teman kita " , Denis selaku ketua Osis menambahkan .
Hampir semua kelas Disambangi oleh Pak Kepsek,terakhir adalah kelas X-2 dimana Savira berada .
" Permisi Pak Hilman,saya datang mendadak karena akan memberi pengumuman " , Ucap Pak Kepala sekolah .
" Baik Pak silahkan " , Balas Pak Hilman .
" Anak-anak ku,mohon perhatian nya sebentar karena Bapak akan memberitahukan berita Duka untuk Kita semua , untuk kalian yang kenal Kakak kelas Kalian yang berada di kelas XI ipa 1, yang bernama Dinand Tunggal Handoko,sekarang Dinand sedang Berjuang melawan masa Koma akibat Kecelakaan yang menimpa nya pada hari Sabtu pukul 9 malam " , Ucap pak Kepsek .
Seperti petir di siang bolong menyambar sekujur tubuh Savira , tubuhnya bergetar hebat,mulut nya seperti mengigil , tenaga nya seperti lenyap seketika saat mendengar berita dari Kepala sekolah .
" Ka Dinand " gumam Savira Lirih seraya menetes lah air matanya perlahan .
" Ka Dinand ris,nes " , sedih Savira
" Iya Vir " kedua temannya ikut Sedih
Tak kuat menerima kenyataan,tubuh Savira pun ambruk seketika,dia pingsan setelah tahu bahwa kekasih nya kini sedang Koma
" Itu kenapa pingsan tolong cepat tolong angkat bawa ke UKS. " , Panik Pak kepsek .
" Ini pacar nya Dinand Pak. " , Ucap Nesta asal .
" Buruan itu yang laki-laki malah diem aja,ayo gotong bawa ke UKS " , bentak Pak Kepsek .
Kemudian Tubuh Savira di gotong ke Ruang UKS di temani oleh Risa dan Nesta yang menunggu nya...
Sekitar 15 menit terbaring,kesadaran Savira pulih ..
" Dinand !!!! " , Teriak Savira serta tangisan nya pecah
Kedua temannya pun ikut menangis terbawa suasana yang sedang di rasakan Savira .
" Sabar Vir Sabar,semua udah terjadi . Ka Dinand masih ada ko,kita cuma bisa berdoa ", Risa menenangkan .
" Gue cuma mau Dinand sekarang Disini , ka Dinand !!!!! " , Tangis Savira .
Tak berhenti Savira Menangis seperti kesetanan,dan akhirnya dia kembali Pingsan...
Orang tua Savira setelah di kabari pihak Sekolah akhir nya menjemput Savira pulang .
Bel tanda pulang sekolah berbunyi,tanpa membuang Waktu Adon dan Cilay berlari ke parkiran dan segera ingin menemui Dinand .
" Tunggu..tungguin " , teriak Diandra
" Ngapain sih lo ribet " , ketus Cilay .
" Gue ikut mau lihat Dinand " , jawab Diandra
" Yaudah buruan ayo " , Ujar Cilay .
Mereka bertiga tanpa berlama-lama menuju Rumah sakit . Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di Rumah Sakit .
" Sus , ruangan Dinand tunggal handoko dimana " , Tanya Diandra .
Suster segera memberitahu dan mereka dengan cepat berlari ..
" Dinand Don " , tangis Cilay memeluk Adon .
" Temen kita Lay , kita udah jahat sama dia " , sesal Adon yang menangis juga
Mereka melihat tubuh Dinand terbaring dari kaca pintu,karena tidak bisa langsung masuk,harus bergantian . Didalam sudah ada Diandra terlebih dahulu menemui Dinand .
Sekitar 15 menit Diandra menemani Dinand,mengusap rambut Dinand. Mata nya sembab ketika keluar ruangan dan bergantian dengan Cilay .
" Selamat Ulang tahun sob,gue tau semua ke khilafan gue gak bisa di maafin,tapi gue cuma mau lo sadar sekarang Nand,gue kangen main lagi sama lo,gue nyesel udah sampai tega sama lo Nand aaaaa " , sesal Cilay mengutuk dirinya .
Selesai lah waktu mereka untuk menjenguk Dinand .
Diandra, Cilay dan Adon pun kembali berpamitan dengan orang tua Dinand untuk pulang ...
" Pokok nya aku gak mau pulang,kita ke rumah sakit sekarang " , Pinta Savira memaksa .
" Tapi Neng kondisi kamu teh lagi lemah " Balas Papa Savira
" Aku cuma mau Dinand Pa " , tangis Savira tak henti . Mama nya pun memeluk nya erat coba menenangkan .
Ketika sampai dan hendak turun Mobil , tubuh Savira terhuyun kembali pingsan,dengan sigap Papa nya menggotong dan membawanya ke kamar .
Guncangan hebat untuk Savira , perasaan dan mental nya rapuh kali ini,terbukti 3 kali sudah hari ini dia pingsan karena kabar sang kekasih membuat dia tak kuat menahan beban batin ini .
Sampai malam hari pun Savira masih di rundung kesedihan .
" Sabar Neng ya neng harus kuat ya harus berdoa " , perhatian Mama nya .
" Dinand Ma,Neng cuma mau Dinand " , rintih Savira .
" Iya Neng kita berdoa semoga Dinand cepat sadar,besok kamu bisa ketemu Dinand ya Neng " , ucap Mama menenangi anaknya .
" Aku gak mah sekolah besok,aku mau sama Dinand besok " , sedu Savira .
" Iya Neng besok sama Dinand ya seharian " , balas Mama yang kemudian memberi pelukan hangat untuk Savira malam itu .
Savira yang selama ini di kenal sebagai orang urakan yang terlihat kuat dari pada siswi lain di Pelita Jakarta ternyata bisa terguncang hebat karena kabar Dinand , kini dia tertidur,berharap malam ini cepat berganti pagi , berharap tangan nya bisa menggenggam erat tangan Dinand dan memberikan kekuatan kepada Dinand yang sedang berjuang melewati masa Koma nya .
" Dinand bangun Nak,dengar Mama mu Nak " , tangis Mama Dinand .
" Sabar Ma,Dinand lagi berjuang . Biar kita bantu dia dengan doa " , Papa coba menguatkan diri .
" Aku cuma mau Dinand kembali Pa " , rintih Mama
" Maaf Ibu dan Bapak sekarang biar Dinand Istirahat , boleh kalian keluar dulu " , ucap Dokter yang menangani Dinand .
Kecupan kening untuk Dinand dari Mama nya yang rindu akan kehadiran anak nya ...
" Sebaik nya kita ke sekolah Dinand sekarang Ma untuk memberi tahu kepada guru nya perihal ini " , Ajak Papa .
Mereka berjalan lemah menuju Mobil dan segera ke sekolah Dinand .
Tak ada kabar dari Dinand,sudah 4 hari sosok nya seperti lenyap di telan Bumi,tak ada satupun anak Pelita Jakarta yang mengetahui kabar nya sekarang ...
" Si Dinand kemana Lay udah 4 hari bolos dia " , ujar Adon .
" Gak tau gue,peduli setan sama dia " , balas Cilay ketus .
" Tetep aja dia kan temen kita Lay " , nasehat Adon .
" Temen macam apa yang lupa sama sahabatnya sendiri , lagian lo sama gue udah ngehajar dia juga " , ketus Cilay .
Adon hanya menggaruk-garuk kepala salah tingkah mendengar jawaban Cilay .
" Jadi Dinand waktu hari Sabtu kecelakaan Bu,sudah 4 hari ini dia Koma dan belum sadarkan diri " , lirih Papa Dinand .
" Innalillahi wainailaihi rodziun" , Bu Diah selaku Wali Kelas Dinand pun terhenyak kaget .
" Yaudah biar nanti saya infokan ke Guru-guru lain Pak " , Tambah Bu Diah .
" Terima Kasih Bu atas bantuan nya,kami hanya meminta maaf kalau Dinand sudah bandel di sekolah,mohon Doa untuk kesembuhan Dinand bu " , Ucap Papa bergetar .
Bu Diah tak percaya akan apa yang terjadi kepada murid nya itu,mata nya nanar menatap kedua orang tua Dinand dan ikut menitih kan air mata merasakan kesedihan kedua orang tua nya .
Bu Diah langsung memberi pengumuman kepada Seluruh Guru yang ada di Ruangan Guru,mereka tertunduk seakan tidak percaya dengan pemberitahuan itu .
Bu Diah dengan cepat menemui Kepala sekolah untuk berkoordinasi tentang Musibah yang di hadapi Dinand .
Pak Kepsek pun tanggap cepat dengan turun langsung dari kelas ke kelas memberi pemberitahuan akan musibah Dinand,dengan di temani Bu Diah dan beberapa anggota Osis Pelita Jakarta , Pak Kepsek menyambangi kelas satu-persatu membawa berita Duka .
Kelas pertama yang di masuki adalah kelas Xl ipa 1,kelas itu adalah kelas Dinand .
Murid-murid kaget melihat Pak kepsek yang seperti sidak mendadak masuk ke kelas mereka...
" Eh ada apaan nih tumben banget " , Tanya Rudi .
" Paling razia rambut nih " , Jawab Cilay Santai
" Murid-murid sekalian saya mohon tenang sebentar karena Bapak ke kelas kalian akan membawa berita Duka "
Murid-murid XI ipa 1 bertanya-tanya dan memikirkan berita duka apa yang akan di beritahukan .
" Kita semua sekarang berduka,karena murid kesayangan kita Dinand Tunggal Handoko sedang berjuang melawan Koma nya,insiden kecelakaan pada hari Sabtu lalu membuat Dinand sekarang masih dalam keadaan Koma,Bapak harap kita berdoa sekarang untuk kesembuhan Dinand dan bisa bergabung lagi dengan kita semua " , ucap Pak Kepsek lirih .
Pengumuman ini seperti menohok hati Cilay dan Adon,kedua nya tak kuasa menahan air mata saat berdoa untuk Dinand,mereka tak percaya Dinand yang hilang selama 4 hari ternyata mengalami Koma .
" Dinand Don!! " , Gumam Cilay bergetar .
" Gue ngerasa bersalah Lay " , getar Adon
Kedua nya hanya bisa menutup wajah menyesali apa yang mereka perbuat kepada Dinand .
" Untuk membatu Dinand,saya selaku Ketua Osis ingin meminta sumbangan dari kalian seikhlas nya untuk kesembuhan teman kita " , Denis selaku ketua Osis menambahkan .
Hampir semua kelas Disambangi oleh Pak Kepsek,terakhir adalah kelas X-2 dimana Savira berada .
" Permisi Pak Hilman,saya datang mendadak karena akan memberi pengumuman " , Ucap Pak Kepala sekolah .
" Baik Pak silahkan " , Balas Pak Hilman .
" Anak-anak ku,mohon perhatian nya sebentar karena Bapak akan memberitahukan berita Duka untuk Kita semua , untuk kalian yang kenal Kakak kelas Kalian yang berada di kelas XI ipa 1, yang bernama Dinand Tunggal Handoko,sekarang Dinand sedang Berjuang melawan masa Koma akibat Kecelakaan yang menimpa nya pada hari Sabtu pukul 9 malam " , Ucap pak Kepsek .
Seperti petir di siang bolong menyambar sekujur tubuh Savira , tubuhnya bergetar hebat,mulut nya seperti mengigil , tenaga nya seperti lenyap seketika saat mendengar berita dari Kepala sekolah .
" Ka Dinand " gumam Savira Lirih seraya menetes lah air matanya perlahan .
" Ka Dinand ris,nes " , sedih Savira
" Iya Vir " kedua temannya ikut Sedih
Tak kuat menerima kenyataan,tubuh Savira pun ambruk seketika,dia pingsan setelah tahu bahwa kekasih nya kini sedang Koma
" Itu kenapa pingsan tolong cepat tolong angkat bawa ke UKS. " , Panik Pak kepsek .
" Ini pacar nya Dinand Pak. " , Ucap Nesta asal .
" Buruan itu yang laki-laki malah diem aja,ayo gotong bawa ke UKS " , bentak Pak Kepsek .
Kemudian Tubuh Savira di gotong ke Ruang UKS di temani oleh Risa dan Nesta yang menunggu nya...
Sekitar 15 menit terbaring,kesadaran Savira pulih ..
" Dinand !!!! " , Teriak Savira serta tangisan nya pecah
Kedua temannya pun ikut menangis terbawa suasana yang sedang di rasakan Savira .
" Sabar Vir Sabar,semua udah terjadi . Ka Dinand masih ada ko,kita cuma bisa berdoa ", Risa menenangkan .
" Gue cuma mau Dinand sekarang Disini , ka Dinand !!!!! " , Tangis Savira .
Tak berhenti Savira Menangis seperti kesetanan,dan akhirnya dia kembali Pingsan...
Orang tua Savira setelah di kabari pihak Sekolah akhir nya menjemput Savira pulang .
Bel tanda pulang sekolah berbunyi,tanpa membuang Waktu Adon dan Cilay berlari ke parkiran dan segera ingin menemui Dinand .
" Tunggu..tungguin " , teriak Diandra
" Ngapain sih lo ribet " , ketus Cilay .
" Gue ikut mau lihat Dinand " , jawab Diandra
" Yaudah buruan ayo " , Ujar Cilay .
Mereka bertiga tanpa berlama-lama menuju Rumah sakit . Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di Rumah Sakit .
" Sus , ruangan Dinand tunggal handoko dimana " , Tanya Diandra .
Suster segera memberitahu dan mereka dengan cepat berlari ..
" Dinand Don " , tangis Cilay memeluk Adon .
" Temen kita Lay , kita udah jahat sama dia " , sesal Adon yang menangis juga
Mereka melihat tubuh Dinand terbaring dari kaca pintu,karena tidak bisa langsung masuk,harus bergantian . Didalam sudah ada Diandra terlebih dahulu menemui Dinand .
Sekitar 15 menit Diandra menemani Dinand,mengusap rambut Dinand. Mata nya sembab ketika keluar ruangan dan bergantian dengan Cilay .
" Selamat Ulang tahun sob,gue tau semua ke khilafan gue gak bisa di maafin,tapi gue cuma mau lo sadar sekarang Nand,gue kangen main lagi sama lo,gue nyesel udah sampai tega sama lo Nand aaaaa " , sesal Cilay mengutuk dirinya .
Selesai lah waktu mereka untuk menjenguk Dinand .
Diandra, Cilay dan Adon pun kembali berpamitan dengan orang tua Dinand untuk pulang ...
" Pokok nya aku gak mau pulang,kita ke rumah sakit sekarang " , Pinta Savira memaksa .
" Tapi Neng kondisi kamu teh lagi lemah " Balas Papa Savira
" Aku cuma mau Dinand Pa " , tangis Savira tak henti . Mama nya pun memeluk nya erat coba menenangkan .
Ketika sampai dan hendak turun Mobil , tubuh Savira terhuyun kembali pingsan,dengan sigap Papa nya menggotong dan membawanya ke kamar .
Guncangan hebat untuk Savira , perasaan dan mental nya rapuh kali ini,terbukti 3 kali sudah hari ini dia pingsan karena kabar sang kekasih membuat dia tak kuat menahan beban batin ini .
Sampai malam hari pun Savira masih di rundung kesedihan .
" Sabar Neng ya neng harus kuat ya harus berdoa " , perhatian Mama nya .
" Dinand Ma,Neng cuma mau Dinand " , rintih Savira .
" Iya Neng kita berdoa semoga Dinand cepat sadar,besok kamu bisa ketemu Dinand ya Neng " , ucap Mama menenangi anaknya .
" Aku gak mah sekolah besok,aku mau sama Dinand besok " , sedu Savira .
" Iya Neng besok sama Dinand ya seharian " , balas Mama yang kemudian memberi pelukan hangat untuk Savira malam itu .
Savira yang selama ini di kenal sebagai orang urakan yang terlihat kuat dari pada siswi lain di Pelita Jakarta ternyata bisa terguncang hebat karena kabar Dinand , kini dia tertidur,berharap malam ini cepat berganti pagi , berharap tangan nya bisa menggenggam erat tangan Dinand dan memberikan kekuatan kepada Dinand yang sedang berjuang melewati masa Koma nya .
0