Kaskus

Story

kodomsAvatar border
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai emoticon-Smilie



Playboy baik hati


Indeks

PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48




PROLOG

" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .

" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .

Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .

" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .

Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .

" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .

Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .

"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .

" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .

" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .

Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .

" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .

" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .

****

" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .

"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .

" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah

" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .

" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka

"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .

" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .

" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .

" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .

"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .

" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .

"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "

Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .

****

Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .

" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,

"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .

"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .

" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .

Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .

" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .

"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .

Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .

"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .

" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .

" Dasar rese ",ketus Savira .

" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .

Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand

" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .

"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .

"Ya terus ?!", Sambung Adon

" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira

" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.

" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .

" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .

Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .

" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .

" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .

" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.

Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .

"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .

Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .

"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .

"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .

" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .

"Sabar vir sabar",

kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .

****

Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .


"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .

"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.

Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .

"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .

Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .

" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .

lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .

"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .

Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .

" Makasih kak" , ucap Savira lirih .


Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
kodomsAvatar border
TS
kodoms
#139
Kado Untuk Dinand
Beberapa hari setelah masa penyembuhan Dinand yang di sebab kan oleh pengeroyokan yang di lakukan oleh kedua sahabat nya sendiri , Dinand pun kembali menjalani kehidupan normal nya , hari-hari nya sudah melakukan kegiatan sekolah lagi , tapi beda nya keadaan sekarang di sekolah sudah tak ada Cilay dan Adon yang menemani,mereka menjauh dari Dinand Efek dari Dinand yang terlalu sibuk membuat mereka merasa di lupakan .
Savira pun setali tiga uang dengan Sahabat nya Dinand , hanya say hello dan tak ada kedekatan lagi di antara mereka biarpun status mereka masih berpacaran . Sangat Flat hidup Dinand saat ini,termasuk di Sekolah ...

Tak terasa hari Sabtu datang lagi,hari ini genap usia Dinand 17 tahun,hari dimana seharusnya dia sedang merencanakan pesta atas hari kelahirannya namun nasib berkata lain , hanya orang tua nya dan keluarga Ubay yang dia miliki sekarang ...

" Selamat ulang tahun Dinand ku sayang , selamat panjang umur kami doa kan, .. " ,

kejutan kedua orang tua Dinand yang masuk ke kamar nya secara tiba-tiba serta membawa Kue Tart Tiramisu kesukaan Dinand .

" Makasih Ma,Pa " , haru Dinand yang masih mengucek matanya .

" Iya sayang anak Ku sudah makin dewasa sekarang,harus bisa jaga diri ya Nak " , pesan Mama .

" Jagoan Papa satu-satu nya , do the best Nand " , ucap Papa

Kemudian kecupan kasih sayang pun diberikan kedua orang tua nya , tak lupa mengabadikan nya juga dengan berfoto ria .

Dinand segera mengecek Handphone nya , hanya ada beberapa ucapan dari teman-teman nya . Tak ada satu pun pesan dari Savira dan kedua sahabat nya .
Dinand menonaktifkan Handphone nya .

" Gimana kalau nanti malam kita rayakan Nand ? " , Saran Papa .

" Boleh juga tuh , ajak Savira Nak sekalian sama - sama " , tambah Mama .

" Maaf Pa gimana kalau di tunda aja ya besok,malam ini kan Dinand harus ngisi musik di Cafe Om Ricky " , ujar Dinand

" Oh yaudah kalo besok sekalian juga ajak Ubay sama Ibu nya ya " , pinta Papa .

" Okay yeayyy " , Heboh Dinand .


" From : Ka Adit
Nanti malem aku jemput ya Vir "

" To : Ka Adit
Siap,aku tunggu ya Ka "

Savira tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Adit , hubungan mereka sekarang semakin dekat,seperti nya Adit sudah berhasil mengambil hati Savira .
Savira sampai lupa bahkan tidak tahu kalau hari ini adalah hari ulang tahun Dinand .

" Si Neng senyum-senyum sendiri kenapa kamu teh " , Tanya Mama Savira

" Gapapa lagi seneng aja " , Balas Savira

" Kamu masih pacaran sama si kasep,siapa tuh namanya Ma " , tanya Papa Savira .

" Dinand Pa " , jawab Mama

" Nah itu " , seru Papa

" Ah Papa ko Dinand sih,ga update nih " , tukas Savira .

Kedua orang tua nya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan anak nya .

Sehabis makan,Savira pun pamit untuk pergi ke Salon,dia ingin terlihat cantik dan merubah penampilan Tomboy nya untuk Adit,menjadikan Malam minggu kali ini spesial untuk mereka berdua .

" From : Ka Dinand
Kamu dimana,bisa nanti malam temenin aku ?"

Savira hanya membaca pesan dari Dinand dan cuek saja tak peduli dengan permintaan Dinand .

Dinand terlihat uring-uringan di kamarnya,tak ada jawaban dari Savira .
Tak tahu dia harus apa membuang waktu sampai nanti dia ke Cafe untu Perform karena teman pun sudah tak punya, mau ke rumah Ubay tapi kasihan kalau Ubay harus ikut lagi dengan nya .
Benar-benar tak ada hal menggembirakan di Ulang tahun nya kali ini ...

Dinand memutuskan untuk bermain Dota saja sampai Sore dari pada dia harus Uring-uringan memikirkan orang lain .


Tak terasa sudah sore , Savira lupa waktu
Sehabis dari salon dia mampir ke Mall untuk membeli Dress baru yang akan di gunakan nanti malam , sampailah pukul 4 sore dia dirumah ...

" Buruan Mandi katanya nanti malem mau pergi " , Perintah Mama

" Iya aku kelupaan Ma keasikan sih " , cengenges Savira .

Pukul 5 Savira menyelesaikan Mandi nya , dia pun berdandan anggun hari ini,Dress baru berwarna cream dia gunakan , tak lupa sepatu girly pun di pakai nya kali ini,sangat feminim ...

Setelah menunggu dengan salah tingkah,sebuah Mobil Sedan hitam tiba di depan gerbang nya, terlihat Adit dengan kemeja nya keluar dari Mobil itu dan berjalan tegap kedalam rumah Savira .

" Permisi ...permisi "

" Eh iya temen nya Savira,mau jemput ?" tanya Mama Savira

" Iya Tante mau jemput Savira " , ujar Adit .

Savira pun langsung menemui Adit , dengan anggun dia berjalan membuat Adit semakin terpesona dengan aura Cantik dari Savira .

" Ayo Kak malah bengong " , cengenges Savira .

" Cantik banget sih kamu " , puji Adit

" Gombal terus " , ledek Savira .

Keduanya setelah berpamitan langsung menuju Mobil,Adit memperlakukan Savira bak Puteri Raja .

" Oke udah Siap semua,come on Dinand lo harua Happy malam ini biarpun sendiri " , Dinand berusaha memotivasi dirinya sendiri .

Melaju lah motor Dinand menuju Cafe Om Ricky , tak lupa alat perang untuk manggung pun di bawa oleh nya ..


" Mau kemana Ka malem ini " , Tanya Savira membuka obrolan .

" Ke Cafe daerah kemang ya , kaya nya asik buat santai Vir " , balas Adit dan mengusap kepala Savira .

Savira hanya tertunduk malu menahan wajah memerah nya dan tersenyum-senyum sendiri .

Sampai lah mereka berdua di Cafe bilangan Kemang .

Di pesan nya makanan dan Minuman oleh Adit, kali ini Adit bersebelahan duduk nya dengan Savira agar lebih mesra tanpa jarak .

" Aku seneng banget deh,nyaman kalo sama kamu " , ucap Adit

" Ah kamu bisa aja Ka " , malu Savira .

Keromantisan terlihat di antara keduanya ...

Dinand yang tiba agak telat karena Ban motor nya bocor dan terpaksa harus menambal nya, hampir jam 8 malam Dinand baru tiba di Cafe , dia pun langsung keruangan Om Ricky untuk bersiap-siap menghibur kembali pengunjung , untung saja ini penampilan Dinand yang kedua jadi dia tak perlu repot menyetel Sound system nya .

Dinand pun melangkah kan kaki nya menuju panggung,pengunjung pun bertepuk tangan melihat kehadiran Dinand yang muncul dari belakang panggung kecil itu .


Permainan gitar di mulai dengan pembukaan musik Classic seperti biasa agar Dinand rileks untuk penampilan selanjut nya .

Riuh tepuk tangan penonton salut akan permainan Gitar dari Dinand .

Namun permainan gitar pun berhenti saat Dinand melihat kenyataan bahwa seseorang yang dia kenal sedang bermesraan di salah satu meja pengunjung .

Rangkulan dan kecupan ke kepala Savira pun Adit berikan, tampak keceriaan tawa dan canda membungkus keromantisan itu .

Tanpa sengaja mata Savira beradu dengan Mata Dinand .

Sontak Savira terkaget dengan kejadian ini,dia tidak menyangka bahwa Dinand sedari tadi yang memainkan alunan Gitar itu , namun Savira tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena ada Adit di samping nya sekarang

Senyuman manis pun Dinand berikan saat mata nya dan Savira masih saling memandang .
Ada kehancuran,ada rasa sakit,kehancuran,ketidak percayaan tapi ini sebuah ironi yang harus Dinand hadapi ketika melihat orang yang sangat dia sayang sedang bermesraan dengan orang lain .

Savira hanya salah tingkah dan perlakuan Adit kepada Savira semakin mesra saat Adit memberikan bunga untuk Savira .

Dinand tertunduk dan melantunkan sebuah lagu

~Love of my life, you've hurt me,
You've broken my heart and now you leave me.
Love of my life can't you see,
Bring it back, bring it back,
Don't take it away from me because you don't know what it means to me.

Love of my life, don't leave me,
You've stolen my love, you now desert me,
Love of my life, can't you see?
Bring it back, bring it back,
Don't take it away from me because you don't know what it means to me.

You will remember
When this is blown over
And everything's all by the way
When I grow older
I will be there at your side to remind you how I still love you, I still love you.

 Back, hurry back,
Please, bring it back home to me because you don't know what it means to me.
Love of my life
Love of my life...


Tak kuasa Dinand bernyanyi,air mata nya menetes keluar , tatapan mata nya beradu kembali dengan mata Savira , hal Sama Savira pun menitihkan air mata membasahi Pipi nya .

Adit yang tidak sadar bahwa ada Dinand disan pun terheran kenapa Savira menangis .

" Kamu kenapa Ko Nangis " , tanya Adit bingung

" Gak aku gapapa,lagu nya sedih suaranya enak jadi kebawa suasana " , kilah Savira .

" Iya emang disini live musik nya bagus " , polos Adit .

Savira hanya terdiam untuk pertama kali seorang Dinand menitihkan air mata dihadapan nya,disaat dirinya sedang bermesraan dengan lelaki lain .

Dinand mengakhiri penampilannya malam itu, hanya 1 lagu yang dia nyanyi kan , penonton pun terlihat kecewa karena sedang asik menikmati penampilan Dinand namun hanya sebentar saja .

Dinand bergegas pergi meninggalkan Cafe itu..

" Hey Nand kenapa Nand " , tampak Om Ricky cemas .

" Gapapa Om,maaf hari ini aku gak bisa " , jawaban Dinand menggantung dan langsung meninggal kan Om Ricky .

Di tancap nya Motor matic itu tanpa tujuan , pikiran Dinand melayang mengingat-ingat betapa hancur hati nya ketika melihat Savira bermesraan dengan lelaki lain , di hari ulang tahun nya ternyata kado pahit ini harus Dinand terima . Sudah tidak tahu lagi Dinand harus bagaimana,matanya hanya meneteskan air mata kepedihan

Braaakkkkkkkkkk !!!!!!!

Motor Dinand tergelincir dan kepala nya membentur keras pepohonan Besar di pinggir jalan ...
Warga berduyun berlari segera menolong Dinand dan mengevakuasi nya ke rumah Sakit ...


" Ka pulang aja yuk,aku ga enak badan " , pinta Savira .

" Kamu kenapa sih ko jadi aneh " , heran Adit .

" Gapapa Ka,masuk angin aja kali ini makanya Kakak ngerasa aneh " , balas Savira .

Dengan terpaksa kemesraan Adit dan Savira harus berakhir dengan cepat Malam itu .

" Ini Ibu dari anak yang bernama Dinand tunggal handoko ? " , Telpon Dokter .

" Iya benar,ini siapa " , tanya Mama Dinand .

" Kami dari Rumah Sakit Harapan kita ingin memberi tahu bahwa anak ibu mengalami kecelakaan dan kondisi nya sekarang kritis " , ucap Dokter .

Handphone Mama Dinand pun terjatuh berceceran,tangis pilu pecah seantero Rumah .
Papa kaget melihat keadaan Mama Dinand .

" Ma kenapa ma " , Tanya Papa .

" Dinand Pa,Dinand kecelakaan " , balas Mama .

Papa pun terjatuh ke lantai dan teriak menangis " Dinaaaannnnddddd !!!!! "

Kedua orang tuanya segera menuju Rumah Sakit Harapan Kita .

Setelah menanyakan ruang IGD tempat Dinand berada , kedua orang tuanya berlari untuk melihat Dinand namun dokter mencegah mereka untuk menemui Dinand saat hendak masuk karena kondisi Dinand yang masih kritis ,
Dokter pun bergerak cepat menangani Dinand dan langsung memindahkan Dinand ke ruangan Khusus .

" Sabar Ma,kita cuma bisa berdoa Ma " , Papa coba menguatkan

" Dinand anak kita satu-satunya Pa,hari ini hari ulang tahun Dinand " , tangis Mama .

Kedua orang tuanya hanya bisa berdoa,semoga keselamatan masih ada untuk Dinand , semoga semua akan baik-baik saja .

Setelah penanganan beberapa Dokter , akhirnya Dokter pun keluar dari Ruangan yang di tempati Dinand .

" Gimana Pak anak saya " , Tanya Papa cemas .

Mama tampak sudah tidak bisa menangis lagi,wajahnya pucat pasi..

" Nyawa Dinand untuk sekarang bisa di selamat kan namun " ,

Dokter menghentikan penjelasannya...

" Namun kenapa Dok " , Tanya Papa .

" Dinand sekarang sedang berjuang melewati Masa Koma nya " , ucap Dokter lirih .

Tangis pun kembali pecah , pelukan kedua orang tua Dinand di selimuti rasa duka , harusnya besok adalah perayaan ulang tahun Dinand yang ke 17 , namun semua berubah,kini orang tua nya hanya bisa berdoa dan terus berdoa demi anak nya yang sedang berjuang melewati masa Koma ....

****

" Vir,sebenernya aku mau ngomong ini tadi pas di Cafe " Ucap Adit menahan Savira saat ingin keluar dari mobil .

" Mau ngomong apa Ka " , bingung Savira .

" Aku suka sama kamu,kamu mau jadi pacar aku " , Adit menggenggam tangan Savira .

Savira terdiam,menimbang-nimbang jawaban apa yang harus dia berikan,baru saja dia memberi luka untuk Dinand ..

" Kasih aku waktu Ka, biar aku berfikir dulu " , jawab Savira .

Adit pun memaklumi,dan Adit ingin mencium kening Savira namun di tahan tubuh Adit dengan tangan Savira...

" Maaf Ka udah malem aku masuk dulu ya ka , kamu hati-hati pulang nya " , cerocos Savira dan langsung pergi meninggalkan Adit .

" To : Dinand
Nand maafin aku,semua ini kesalahan aku "

Berjam-jam Savira menunggu tak ada balasan dari Dinand . Savira berfikir Dinand pasti marah dan kecewa dengan nya , Savira belum tahu bahwa Dinand sekarang sedang berjuang hidup dan mati ....
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.