- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#122
Dunia Ku Dunia Mu
Malam nanti Dinand sudah harus menjalankan tugas pertama nya , menemani para pengunjung yang hadir di Cafe milik Om Ricky , Savira sudah di pastikan tidak ikut dengan Dinand karena beralasan ada saudara nya yang datang . Cilay dan Adon juga tidak mungkin menemani karena ada ketegangan antar mereka di hari terakhir Ulangan semester kemarin .
" Pagi Nak,ayo sarapan dulu " , Sapa Mama Dinand .
" Iya Ma makasih " , balas Dinand .
" Ubay gimana Nand,udah aktif lagi sekolah " , tanya Papa .
" Emm sampai lupa aku,nanti siang aku kerumah nya Pa jenguk dia " , ucap Ubay .
" Yaudah sampaikan salam dari Papa Mama untuk Ubay dan Ibu nya ya,nanti kita juga kalo ada waktu kesana ya Ma " , pinta Papa .
"Iya dong Pa,Mama juga mau ngobrol dan lebih tau tentang keluarga mereka " , balas Mama .
Dinand berfikir sebentar dan dia mendapatkan ide untuk mengajak Ubay nanti malam ke Cafe,selagi besok hari minggu dan mengenalkan Ubay juga dengan pergaulan agar tidak salah bergaul .
Setelah sarapan Dinand kembali ke kamarnya untuk memberi kabar kepada Savira .
" To : Savira
Nanti malam aku udah mulai Perform,aku ajak Ubay kesana "
Selang beberapa menit Savira membalas...
" From : Savira
Iya yaudah maaf aku gak bisa nemenin ya,Goodluck"
Dinand memasang Alarm nya dan kembali melanjutkan tidur nya yang tertunda...
" Lo ngerasa si Dinand udah sibuk banget sama cewek nya gak sih Don " , ucap Cilay
" Iya lah,kaya baru pacaran sekali aja tuh anak nempel mulu sampe lupa sama temen sendiri " , keluh Adon .
Mereka berdua terlihat kelelahan setelah bergowes ria di pagi hari,mampir lah mereka di sebuah taman di daerah Menteng untuk menghilangkan dahaga dan sesekali menggoda cewek yang sedang bermain basket di lapangan yang ada di Taman itu .
" Nanti malem kita harus ngomong sama dia Don " , ujar Cilay .
" Boleh tuh,gak asik kalo keadaan nya begini" , setuju Adon .
Mereka pun melajutkan kegiatan bersepeda nya...
Pukul 12 siang Dinand terbangun oleh bunyi Alarm yang dia pasang,tak ada satu pun pesan dari Savira . Tampak lesu Dinand dan melempar Handphone nya .
Dia pun langsung mandi dan bersiap-siap membawa Gitar dan perlengkapan lain untuk nanti malam .
Setelah selesai berkemas,Dinand langsung menuju tempat Ubay .
Mungkin karena hari Sabtu,Motor matic yang Dinand bawa berjalan tanpa hambatan,meluncur cepat ke Rumah Ubay .
" Assalamualaikum " , santun Dinand .
" Waalaikum salam " , balas Ibu Ubay
Tampak ada aktifitas baru didepan rumah itu,terlihat Ibu ubay berjualan Gado-Gado sekarang,dengan etalase kecil dan bahan Gado-gado tertata rapi,pembeli yang antri pun tampak dirumah itu sekarang,beda saat Dinand terakhir dengan keluarga nya kerumah ini .
" Dek Dinand kemana aja jarang kesini " , tanya Ibu Ubay .
" Iya Bu aku sibuk Ulangan " , balas Dinand .
Pembeli tampak aneh melihat Dinand karena orang asing di keluarga itu dan tampilan Dinand pun berbeda dengan Ibu Ubay ataupun Ubay sendiri .
" Ibu kelarin jualan dulu ya Nand,Ubay lagi ibu suruh ke pasar , sebentar lagi juga pulang kok " , Ucap si Ibu sambil mengolah dagangan nya .
" Iya Bu " , jawan Dinand santai .
15 menit menunggu Ubay pun datang,Ubay terlihat lebih Rapi dengan Rambut yang sudah di potong tertata belah pinggir sangat manis .
" Wih jagoan,potong rambut nih " , Tanya Dinand .
" Iya dong Kak,kan sekarang Ubay udah sekolah lagi" , ceria Ubay .
" Kakak kenapa jarang kesini ?" , Tanya Ubay polos .
" Iya Bay kemarin Kakak sibuk ulangan makanya baru sempat kesini,nah sebagai ganti nya hari ini Kakak mau ngajak Ubay main keluar " , seru Dinand .
" Keluar kemana Kak " , antusias Ubay
" Ada deh pokok nya kamu ikut aja oke " , Dinand mengajak tos Ubay dan di sambut oleh Ubay .
Segera Ubay mandi dan berdandan , tak lupa menggunakan sepatu yang di berikan Savira .
" Anak Ibu udah ganteng,mau kemana Bay " , Tanya Ibu Ubay .
" Mau di ajak Main sama Kak Dinand " , balas Ubay .
" Iya Bu, aku mau ajak Ubay keluar jalan-jalan boleh kan ? " , Dinand memohon meminta izin .
" Iya boleh ko,tapi hati-hati ya sama solat nya jangan kalian lupa " , Nasehat si Ibu .
" Siap Bu " , kompak Dinand dan Ubay yang kemudian di barengi tawa mereka .
Waktu menunjukan jam 2 , masih ada sekitar 5 jam Lagi untuk Dinand mengajak Ubay jalan-jalan karena Jam 7 Dinand harus Standby di Cafe milik Om nya .
Dinand tidak membawa motor nya dan menitip kan nya di rumah Ubay,dan lebih memilih menaiki Taksi karena akan merepotkan sekali jika menggunakan Motor sedangkan dia membawa Gitar .
Di dalam Taksi , Ubay sangat ceria melihat pemandangan Gedung-gedung kota Jakarta yang mungkin belum Ubay jelajahi .
Sampailah mereka di Mall yang biasa Dinand datangi...
" Wah baru kali ini Aku masuk ke Mall. " , Ujar Ubay kagum
" Iya Bay biar gaul " , tawa Dinand .
Ubay asik melihat-lihat , mereka menjelajahi Toko mainan,Pakaian anak-anak secara acak , beberapa Mainan dan beberapa potong pakaian di beli oleh Dinand untuk Ubay , keceriaan Ubay semakin menjadi ketika Dinand mengajak nya ke Time Zone .
" Ini seru banget Ka " , ucap Ubay yang tengah sibuk menembaki Zombie
Dari main Tembak-menembak,Basket,balapan Mobil dan berbagai permainan lain di coba semua oleh Ubay dan Dinand . Hingga waktu tak terasa menunjukan angka 5 di jam tangan Dinand .
Setelah menukarkan kupon Hadiah yang mereka dapat, kedua nya segera mencari Taksi kembali ...
Sampai lah mereka di Kawasan Kemang,dimana letak Cafe Om Ricky berada .
Dinand pun masuk lewat pintu Utama,di sambut lah dia bak seorang pemilik Cafe oleh beberapa Karyawan yang sopan menyapa nya , Dinand langsung di arah kan menuju ruang kerja Om Ricky .
" Assalamualaikum Om " , salam Dinand
" Waalaikumsalam Dinand ponakan Om udah siap aja " , balas Om Ricky .
" Jadi mau bawain berapa lagu nih " , tanya Om ricky
" Gak tau Om tapi Dinand udah siapin banyak lagu ko " , tegas Dinand
" Ini anak kecil siapa Nand " , heran Om Ricky .
" Ini Adek angkat aku om " , ucap Dinand .
Ubay pun langsung mencium tangan Om Ricky .
" Keren emang Ponakan Om ini jiwa sosialnya dari turunan Papa nya gak ilang , anak kecil ini sopan juga bagus-bagus " , puji Om Ricky .
" Adek namanya siapa ?" , Tanya Om Ricky
" Nama aku Ubay Om " , jawab Ubay
Dinand tampak santai di ruangan Om Ricky , Ubay yg terlihat malu-malu hanya berdiam diri .
" Kak Vira ko gak ikut Ka " , tanya Ubay polos .
" Kak Vira lagi gak bisa katanya ada acara keluarga Bay " , jawab Dinand sekenanya
Pertanyaan Ubay membuat Dinand kembali teringat sosok yang sangat dia rindukan sekarang .
" Yaudah kamu siap-siap aja Nand,di temenin Ubay tuh gih sana check sound dulu " perintah Om Ricky
Dinand pun segera menuju Stage kecil yang memang dibuat khusus untuk Live Music .
Dinand atur setelan nada gitar nya secara cermat dengan menggunakan Tuner, Di bantu Ubay yang mencolok kabel Jack ke Sound system, Dinand pun dengan lihai mengatur Sound sesuai keinginan nya , setelah Siap dia pun kembali ke Ruangan Om Ricky .
" Kakak harus pede ya,kita kan pernah ngamen di Angkot jadi kan udah kaya di tontonin Ka " , ucap polos Ubay
Senyum Dinand pun mengembang seperti mendapat kekuatan dari sosok kecil Ubay , Dinand pun mengusap kepala Ubay seperti biasa .
****
Di sebuah Restoran berbintang terlihat dua pasangan sedang asik berbicara
Tampak serasi,si perempuan tampak cantik dengan rambut di kuncir setengah,sang Pria pun gagah dengan kemeja Hitam nya .
" Makasih kamu udah mau nemenin aku malam mingguan Vir " , ucap Adit .
" Iya Ka,makasih juga aku sampai di bawa kesini " , Balas Savira tersenyum
" Harus tempat spesial untuk orang yang spesial " , gombal Adit .
Savira hanya menunduk malu,wajahnya memerah padam mendengar perkataan Adit .
" Tutup mata kamu Vir " pinta Adit .
Savira memejamkan mata untuk sebentar , beberapa detik kemudian secara perlahan dia membuka mata nya .
Ternyata Adit memberikan Bucket Rose Flowers untuk Savira, tambah sumringah wajah Savira di buai oleh Adit .
Tangan Adit dengan berani menggenggam tangan Savira dan mencium nya secara perlahan,hal yang tak pernah Dinand lakukan karena Dinand tidak pernah menyentuh Savira lebih jauh,sekedar hanya menggenggam tangan yang sudah Dinand lakukan kepada Savira .
Savira tak kuasa menolak perlakuan Adit terhadapnya , hanya Senyum dari Wajah Savira yang mewakili perasaan nya .
Riuh tepuk tangan pengunjung Cafe milik Om Ricky ketika Dinand naik ke atas panggung, tampak Ubay dari kejauhan pun ikut bersorak dan memberikan Dinand semangat , Om Ricky pun memberi acungan Jempol untuk Dinand .
Dimainkannya nada alunan gitar classic secara merdu,membuat geleng-geleng kepala seluruh pengunjung seperti terhipnotis .
Kemeriahan Cafe semakin bertambah ketika Dinand membawakan lagu-lagu 90's,semua bernyanyi bersama dengan Dinand yang asik menlantukan lirik demi lirik lagu .
Hampir 2 jam Dinand menghibur para pengunjung yang sedang menikmati makanan,di akhiri tepukan para nonton akhirnya Dinand menyudahi penampilan nya .
" Keren banget Ka " , Puji Ubay .
" Bagus Nand,pengunjung pasti bakal menanti penampilan kamu lagi " , Tambah Om Ricky serta menyalami Dinand .
Setelah mendapat honor manggung dari Om Ricky,Dinand kembali pulang...
Ubay terlihat tertidur di dalam Taksi,nyenyak tidur nya mungkin karena kelelahan,terlihat nyaman berbantal paha Dinand .
" To : Savira
Selamat malam,jangan tidur malem-malem ya "
Dinand baru sempat memberi kabar kepada Savira .
Savira tersadar dari buain gombal Adit ketika dia membaca pesan dari Dinand .
" Aku harus pulang Ka " , pinta Savira .
" Baru jam segini udah pulang aja " , keluh Adit .
" Udah di sms Mama,atau aku pulang sendiri aja " , gertak Savira .
Dengan terpaksa Adit pun mengatar Savira saat itu juga ...
Dinand terlihat repot menggendong Ubay yang tertidur,memikul gitar nya dan menjinjing belanjaan Ubay di jari nya,walaupun lelah terlihat wajah Senang di wajah Dinand .
" Ya ampun ni anak malah tidur " , Ucap Ibu Ubay .
" Iya mungkin kecapean Bu " , jawab Dinand .
Ibu Ubay segera membereskan belanjaan dan membawa Ubay ke kasur nya .
" Yaudah udah malem Bu saya mau pulang dulu ya " , ucap Dinand yang kemudian pergi dari sana ...
Baru saja memanaskan Motor yang tadi dia titip kan dirumah Ubay,ada sebuah pesan masuk ke Hape Dinand ...
" From : Cilay
Gue tunggu di taman sekarang "
Segera Dinand menuju taman untuk menghampiri Cilay,seperti ada hal serius yang akan di bicarakan .
Tak lama kemudian Dinand sampai di Taman daerah Menteng .
Disana sudah terlihat Cilay dan Adon yang menunggu kedatangan Dinand .
Dinand bingung melihat sikap teman nya,tak seperti biasa . Tatapan mata mereka begitu tajam,tak seaneh biasanya .
" Maaf ya Ka aku minta pulang " , Ucap Savira yang sudah berdiri di gerbang rumahnya .
" Iya gak apa-apa nanti kita bisa keluar lagi " , balas Adit .
Setelah saling tatap sebentar,Adit pun meninggalkan Savira...
Sejurus kemudian Savira berlari bak kesetanan,dia menuju langsung ke kamarnya tanpa menghiraukan orang tua nya memanggil .
Savira termenung,air mata membasahi pipi nya,Savira bingung kenapa dia harus terjebak di situasi seperti ini,tak pernah dia harapkan bahkan membayangkan sebelum nya,dia melihat lagi pesan-pesan yang Dinand kirim dari awal mereka kenal,makin tumpah air mata nya,air mata kerinduan .....
" Stop Lay udah-udah !! " Teriak Adon .
" Pagi Nak,ayo sarapan dulu " , Sapa Mama Dinand .
" Iya Ma makasih " , balas Dinand .
" Ubay gimana Nand,udah aktif lagi sekolah " , tanya Papa .
" Emm sampai lupa aku,nanti siang aku kerumah nya Pa jenguk dia " , ucap Ubay .
" Yaudah sampaikan salam dari Papa Mama untuk Ubay dan Ibu nya ya,nanti kita juga kalo ada waktu kesana ya Ma " , pinta Papa .
"Iya dong Pa,Mama juga mau ngobrol dan lebih tau tentang keluarga mereka " , balas Mama .
Dinand berfikir sebentar dan dia mendapatkan ide untuk mengajak Ubay nanti malam ke Cafe,selagi besok hari minggu dan mengenalkan Ubay juga dengan pergaulan agar tidak salah bergaul .
Setelah sarapan Dinand kembali ke kamarnya untuk memberi kabar kepada Savira .
" To : Savira
Nanti malam aku udah mulai Perform,aku ajak Ubay kesana "
Selang beberapa menit Savira membalas...
" From : Savira
Iya yaudah maaf aku gak bisa nemenin ya,Goodluck"
Dinand memasang Alarm nya dan kembali melanjutkan tidur nya yang tertunda...
" Lo ngerasa si Dinand udah sibuk banget sama cewek nya gak sih Don " , ucap Cilay
" Iya lah,kaya baru pacaran sekali aja tuh anak nempel mulu sampe lupa sama temen sendiri " , keluh Adon .
Mereka berdua terlihat kelelahan setelah bergowes ria di pagi hari,mampir lah mereka di sebuah taman di daerah Menteng untuk menghilangkan dahaga dan sesekali menggoda cewek yang sedang bermain basket di lapangan yang ada di Taman itu .
" Nanti malem kita harus ngomong sama dia Don " , ujar Cilay .
" Boleh tuh,gak asik kalo keadaan nya begini" , setuju Adon .
Mereka pun melajutkan kegiatan bersepeda nya...
Pukul 12 siang Dinand terbangun oleh bunyi Alarm yang dia pasang,tak ada satu pun pesan dari Savira . Tampak lesu Dinand dan melempar Handphone nya .
Dia pun langsung mandi dan bersiap-siap membawa Gitar dan perlengkapan lain untuk nanti malam .
Setelah selesai berkemas,Dinand langsung menuju tempat Ubay .
Mungkin karena hari Sabtu,Motor matic yang Dinand bawa berjalan tanpa hambatan,meluncur cepat ke Rumah Ubay .
" Assalamualaikum " , santun Dinand .
" Waalaikum salam " , balas Ibu Ubay
Tampak ada aktifitas baru didepan rumah itu,terlihat Ibu ubay berjualan Gado-Gado sekarang,dengan etalase kecil dan bahan Gado-gado tertata rapi,pembeli yang antri pun tampak dirumah itu sekarang,beda saat Dinand terakhir dengan keluarga nya kerumah ini .
" Dek Dinand kemana aja jarang kesini " , tanya Ibu Ubay .
" Iya Bu aku sibuk Ulangan " , balas Dinand .
Pembeli tampak aneh melihat Dinand karena orang asing di keluarga itu dan tampilan Dinand pun berbeda dengan Ibu Ubay ataupun Ubay sendiri .
" Ibu kelarin jualan dulu ya Nand,Ubay lagi ibu suruh ke pasar , sebentar lagi juga pulang kok " , Ucap si Ibu sambil mengolah dagangan nya .
" Iya Bu " , jawan Dinand santai .
15 menit menunggu Ubay pun datang,Ubay terlihat lebih Rapi dengan Rambut yang sudah di potong tertata belah pinggir sangat manis .
" Wih jagoan,potong rambut nih " , Tanya Dinand .
" Iya dong Kak,kan sekarang Ubay udah sekolah lagi" , ceria Ubay .
" Kakak kenapa jarang kesini ?" , Tanya Ubay polos .
" Iya Bay kemarin Kakak sibuk ulangan makanya baru sempat kesini,nah sebagai ganti nya hari ini Kakak mau ngajak Ubay main keluar " , seru Dinand .
" Keluar kemana Kak " , antusias Ubay
" Ada deh pokok nya kamu ikut aja oke " , Dinand mengajak tos Ubay dan di sambut oleh Ubay .
Segera Ubay mandi dan berdandan , tak lupa menggunakan sepatu yang di berikan Savira .
" Anak Ibu udah ganteng,mau kemana Bay " , Tanya Ibu Ubay .
" Mau di ajak Main sama Kak Dinand " , balas Ubay .
" Iya Bu, aku mau ajak Ubay keluar jalan-jalan boleh kan ? " , Dinand memohon meminta izin .
" Iya boleh ko,tapi hati-hati ya sama solat nya jangan kalian lupa " , Nasehat si Ibu .
" Siap Bu " , kompak Dinand dan Ubay yang kemudian di barengi tawa mereka .
Waktu menunjukan jam 2 , masih ada sekitar 5 jam Lagi untuk Dinand mengajak Ubay jalan-jalan karena Jam 7 Dinand harus Standby di Cafe milik Om nya .
Dinand tidak membawa motor nya dan menitip kan nya di rumah Ubay,dan lebih memilih menaiki Taksi karena akan merepotkan sekali jika menggunakan Motor sedangkan dia membawa Gitar .
Di dalam Taksi , Ubay sangat ceria melihat pemandangan Gedung-gedung kota Jakarta yang mungkin belum Ubay jelajahi .
Sampailah mereka di Mall yang biasa Dinand datangi...
" Wah baru kali ini Aku masuk ke Mall. " , Ujar Ubay kagum
" Iya Bay biar gaul " , tawa Dinand .
Ubay asik melihat-lihat , mereka menjelajahi Toko mainan,Pakaian anak-anak secara acak , beberapa Mainan dan beberapa potong pakaian di beli oleh Dinand untuk Ubay , keceriaan Ubay semakin menjadi ketika Dinand mengajak nya ke Time Zone .
" Ini seru banget Ka " , ucap Ubay yang tengah sibuk menembaki Zombie
Dari main Tembak-menembak,Basket,balapan Mobil dan berbagai permainan lain di coba semua oleh Ubay dan Dinand . Hingga waktu tak terasa menunjukan angka 5 di jam tangan Dinand .
Setelah menukarkan kupon Hadiah yang mereka dapat, kedua nya segera mencari Taksi kembali ...
Sampai lah mereka di Kawasan Kemang,dimana letak Cafe Om Ricky berada .
Dinand pun masuk lewat pintu Utama,di sambut lah dia bak seorang pemilik Cafe oleh beberapa Karyawan yang sopan menyapa nya , Dinand langsung di arah kan menuju ruang kerja Om Ricky .
" Assalamualaikum Om " , salam Dinand
" Waalaikumsalam Dinand ponakan Om udah siap aja " , balas Om Ricky .
" Jadi mau bawain berapa lagu nih " , tanya Om ricky
" Gak tau Om tapi Dinand udah siapin banyak lagu ko " , tegas Dinand
" Ini anak kecil siapa Nand " , heran Om Ricky .
" Ini Adek angkat aku om " , ucap Dinand .
Ubay pun langsung mencium tangan Om Ricky .
" Keren emang Ponakan Om ini jiwa sosialnya dari turunan Papa nya gak ilang , anak kecil ini sopan juga bagus-bagus " , puji Om Ricky .
" Adek namanya siapa ?" , Tanya Om Ricky
" Nama aku Ubay Om " , jawab Ubay
Dinand tampak santai di ruangan Om Ricky , Ubay yg terlihat malu-malu hanya berdiam diri .
" Kak Vira ko gak ikut Ka " , tanya Ubay polos .
" Kak Vira lagi gak bisa katanya ada acara keluarga Bay " , jawab Dinand sekenanya
Pertanyaan Ubay membuat Dinand kembali teringat sosok yang sangat dia rindukan sekarang .
" Yaudah kamu siap-siap aja Nand,di temenin Ubay tuh gih sana check sound dulu " perintah Om Ricky
Dinand pun segera menuju Stage kecil yang memang dibuat khusus untuk Live Music .
Dinand atur setelan nada gitar nya secara cermat dengan menggunakan Tuner, Di bantu Ubay yang mencolok kabel Jack ke Sound system, Dinand pun dengan lihai mengatur Sound sesuai keinginan nya , setelah Siap dia pun kembali ke Ruangan Om Ricky .
" Kakak harus pede ya,kita kan pernah ngamen di Angkot jadi kan udah kaya di tontonin Ka " , ucap polos Ubay
Senyum Dinand pun mengembang seperti mendapat kekuatan dari sosok kecil Ubay , Dinand pun mengusap kepala Ubay seperti biasa .
****
Di sebuah Restoran berbintang terlihat dua pasangan sedang asik berbicara
Tampak serasi,si perempuan tampak cantik dengan rambut di kuncir setengah,sang Pria pun gagah dengan kemeja Hitam nya .
" Makasih kamu udah mau nemenin aku malam mingguan Vir " , ucap Adit .
" Iya Ka,makasih juga aku sampai di bawa kesini " , Balas Savira tersenyum
" Harus tempat spesial untuk orang yang spesial " , gombal Adit .
Savira hanya menunduk malu,wajahnya memerah padam mendengar perkataan Adit .
" Tutup mata kamu Vir " pinta Adit .
Savira memejamkan mata untuk sebentar , beberapa detik kemudian secara perlahan dia membuka mata nya .
Ternyata Adit memberikan Bucket Rose Flowers untuk Savira, tambah sumringah wajah Savira di buai oleh Adit .
Tangan Adit dengan berani menggenggam tangan Savira dan mencium nya secara perlahan,hal yang tak pernah Dinand lakukan karena Dinand tidak pernah menyentuh Savira lebih jauh,sekedar hanya menggenggam tangan yang sudah Dinand lakukan kepada Savira .
Savira tak kuasa menolak perlakuan Adit terhadapnya , hanya Senyum dari Wajah Savira yang mewakili perasaan nya .
Riuh tepuk tangan pengunjung Cafe milik Om Ricky ketika Dinand naik ke atas panggung, tampak Ubay dari kejauhan pun ikut bersorak dan memberikan Dinand semangat , Om Ricky pun memberi acungan Jempol untuk Dinand .
Dimainkannya nada alunan gitar classic secara merdu,membuat geleng-geleng kepala seluruh pengunjung seperti terhipnotis .
Kemeriahan Cafe semakin bertambah ketika Dinand membawakan lagu-lagu 90's,semua bernyanyi bersama dengan Dinand yang asik menlantukan lirik demi lirik lagu .
Hampir 2 jam Dinand menghibur para pengunjung yang sedang menikmati makanan,di akhiri tepukan para nonton akhirnya Dinand menyudahi penampilan nya .
" Keren banget Ka " , Puji Ubay .
" Bagus Nand,pengunjung pasti bakal menanti penampilan kamu lagi " , Tambah Om Ricky serta menyalami Dinand .
Setelah mendapat honor manggung dari Om Ricky,Dinand kembali pulang...
Ubay terlihat tertidur di dalam Taksi,nyenyak tidur nya mungkin karena kelelahan,terlihat nyaman berbantal paha Dinand .
" To : Savira
Selamat malam,jangan tidur malem-malem ya "
Dinand baru sempat memberi kabar kepada Savira .
Savira tersadar dari buain gombal Adit ketika dia membaca pesan dari Dinand .
" Aku harus pulang Ka " , pinta Savira .
" Baru jam segini udah pulang aja " , keluh Adit .
" Udah di sms Mama,atau aku pulang sendiri aja " , gertak Savira .
Dengan terpaksa Adit pun mengatar Savira saat itu juga ...
Dinand terlihat repot menggendong Ubay yang tertidur,memikul gitar nya dan menjinjing belanjaan Ubay di jari nya,walaupun lelah terlihat wajah Senang di wajah Dinand .
" Ya ampun ni anak malah tidur " , Ucap Ibu Ubay .
" Iya mungkin kecapean Bu " , jawab Dinand .
Ibu Ubay segera membereskan belanjaan dan membawa Ubay ke kasur nya .
" Yaudah udah malem Bu saya mau pulang dulu ya " , ucap Dinand yang kemudian pergi dari sana ...
Baru saja memanaskan Motor yang tadi dia titip kan dirumah Ubay,ada sebuah pesan masuk ke Hape Dinand ...
" From : Cilay
Gue tunggu di taman sekarang "
Segera Dinand menuju taman untuk menghampiri Cilay,seperti ada hal serius yang akan di bicarakan .
Tak lama kemudian Dinand sampai di Taman daerah Menteng .
Disana sudah terlihat Cilay dan Adon yang menunggu kedatangan Dinand .
Dinand bingung melihat sikap teman nya,tak seperti biasa . Tatapan mata mereka begitu tajam,tak seaneh biasanya .
" Maaf ya Ka aku minta pulang " , Ucap Savira yang sudah berdiri di gerbang rumahnya .
" Iya gak apa-apa nanti kita bisa keluar lagi " , balas Adit .
Setelah saling tatap sebentar,Adit pun meninggalkan Savira...
Sejurus kemudian Savira berlari bak kesetanan,dia menuju langsung ke kamarnya tanpa menghiraukan orang tua nya memanggil .
Savira termenung,air mata membasahi pipi nya,Savira bingung kenapa dia harus terjebak di situasi seperti ini,tak pernah dia harapkan bahkan membayangkan sebelum nya,dia melihat lagi pesan-pesan yang Dinand kirim dari awal mereka kenal,makin tumpah air mata nya,air mata kerinduan .....
" Stop Lay udah-udah !! " Teriak Adon .
0