- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79.1K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#95
Salah Paham
Minggu hari yang cerah,dengan sinar hangat matahari menyambut pagi Savira yang semalam menginap dirumah salah satu sahabatnya .
" Anterin gue yuk Ris " , ujar Savira .
" Anterin kemana ? " , Jawab Risa .
" Ke Mall,gue mau cari Tas sama Sepatu buat anak kecil " , ajak Savira .
" Oh,yaudah kita mandi sama sarapan aja dulu ya " , balas Risa .
Mereka pun bersiap-siap mencari sesuatu untuk hadiah Ubay yang telah Savira janjikan .
Ketika berada di mall,Savira pun langsung mencari Sepatu dan Tas yang cocok untuk di gunakan Ubay ketika nanti dia bersekolah lagi . Setelah beberapa jam mencari akhirnya barang yang di ingin kan pun sudah dia dapatkan .
" Hay Savira " , sapa seseorang .
Savira pun terkejut dan langsung menolehkan pandangan nya ke sumber suara .
" Udah di mall aja jam segini " , tambah nya .
" Eh Kak Adit , iya nih lagi cari hadiah Ka " , ucap Savira yang secara tidak sengaja bertemu Adit di Store sepatu .
Setelah ke akraban beberapa saat mereka,Savira pun meninggalkan Adit
" Siapa tuh Vir ? Akrab banget " , tanya Risa .
" Oh itu Kak adit,senior gue di Taekwondo " , jawab Savira
Lalu mereka berdua lekas meninggalkan Mall dan berniat menemui Ubay .
Sampailah Savira ke wilayah rumah Ubay yang memang padat penduduk dengan akses gang kecil,tampak carut-marut penataan bangunan satu sama lainnya .
" Lo yakin kita kesini ? Lo gak takut Vir " , ucap Risa cemas .
" Ngapain takut,mereka baik ko gak ada yang jahat " , balas Savira
Risa tampak panik melihat orang-orang yang ada di daerah itu yang rata-rata adalah anak jalanan .
" Udah tenang,bentar lagi sampe ko kita kerumah temen gue " , Savira coba menenangkan Risa .
" Hah temen ? Temen lo ada yang tinggal disini ?! " , Risa tampak kaget .
" Lebay deh nenek-nenek " , cekikikan Savira .
" From : Ka Dinand
Sayang,kamu dimana ? "
Savira melihat pesan dari Dinand,ragu untuk membalas akhir nya dia masukan lagi Handphone ke dalam saku .
"Assalamualaikum Ubay..Ubay " , Savira memanggil sambil mengetuk pintu .
Risa masih tampak takut dan cemas ketika berada disana , memang bukan suatu kegiatan lazim untuk Risa memasuki daerah kumuh .
" Eh Ka Vira , sama siapa Ka ? " , Tanya Ubay .
" Ko gak sama Ka Dinand " , tambah nya .
" Oh iya Bay tadi sekalian Kakak mampir aja sih,makanya ga sama Ka Dinand . Ini kakak sama temen,kakak kenalin ya ke kamu. " , Jawab Savira .
Risa dan Ubay pun akhirnya berkenalan .
Sambutan Hangat dan akrab dari Ubay dan Ibunya membuat Risa lebih tenang bahkan kerasan disana , bisa di lihat dari tawa mereka .
" Ini hadiah yang kakak janjiin buat kamu Bay. " , Seraya Savira memberikan Hadiah
" Makasih Ka Vira " , heboh Ubay ketika mendapah hadiah .
Lalu mereka berpelukan,kembali di hiasi dengan tawa dan canda .
****
" Seru juga ternyata ya,ga seseram yang gue bayangin tentang anak jalanan " , Ujar Risa saat keduanya sudah berada di dalam Taksi .
" Nah kan gue bilang juga apa,mereka baik ko Ris,kita kan niatnya baik juga masa iya mereka jahat . Mereka sama aja sama kita , cuma beda nya hidup mereka lebih keras " , balas Savira
Risa pun mengangguk dan mengerti maksud kebaikan dari Savira .
Akhirnya Taksi melaju kerumah Risa terlebih dahulu,lalu mengantar Savira pulang ...
Savira kaget ketika masuk kerumah nya melihat sosok kekasih nya .
" Kamu dari mana ? " , Ujar Dinand .
" Ada urusan sama Risa " , balas Savira .
Perdebatan terjadi di antara mereka .
" Kamu yang kemana,gak pernah ngabarin aku. " , Keluh Savira.
" Iya maaf aku sibuk,lupa ngabarin kamu " , lesu Dinand .
" Hemmm. " , Jawab Savira bete .
" Kaya nya kita harus lebih ngomongin lagi hubungan kita berdua ke depan mau gimana " , Savira membuka pembicaraan .
" Aku masih cinta kamu sayang. " , Gombal Dinand .
Savira hanya diam,baru sebulan menjalani hubungan dengan Dinand,namun Dinand seperti mengalami perubahan sikap .
Setelah menemukan kesempakatan, Dinand berjanji untuk lebih Intens berkomunikasi dengan Savira , Dinand pun pamit untuk pulang ...
****
" Lo yang namanya Dinand kan " , ucap Adit .
Ketika Dinand santai berjalan,seketika motor Adit dan teman-teman nya memepet Dinand .
" Jangan sekali-sekali lo nyakitin Savira,gue tau kelakuan lo di belakang Savira " , gertak Adit .
" Tau apa lo ?! Gue gak pernah cari masalah sama lo ya ! " , Balas Dinand .
" Lo semalem di Cafe sama cewek lain , gue tau !! " , Ngotot Adit .
Ternyata semalam ketika Adit dengan seseorang berada di Cafe yang sama dengan Dinand dan Sabrina .
" Terua mau lo apa ! " Tantang Dinand .
Sejurus kemudian Dinand di tarik dari motornya . Adit dan teman-teman nya langsung menghajar Dinand di pinggir jalan , sempat melawan Dinand namun tubuhnya tidak kuat harus melawan Adit dan teman-temannya .
Tubuh Dinand terkulai lemah dengan darah di wajahnya , untung saja ada warga yang datang meneriaki dan membubarkan perkelahian itu,Adit cs pun kabur dengan motornya .
****
" Lo sih lagian kalo udah punya pacar gausah plin-plan Nand " , ucap Cilay .
Cilay dan Adon mengurus membersihkan luka Dinand ketika dirumah ..
" Nak kamu makan dulu ya,temen-temen nya Dinand juga ya makan sekalian ", pinta Mama Dinand .
" Iya tante makasih , nanti aja ini kita nemenin anak bandel dulu. " , Ujar Adon dan di sambut tawa Cilay dan Mama nya ..
" Gue hubungin Savira biar kesini ya " , Pinta Cilay .
" Gausah Lay biarin aja ", balas Dinand meringis , cilay hanya mengangguk .
" To : Savira
Lagi apa kamu ? Jangan lupa makan ya "
Dinand mengirim pesan perhatian untuk Savira .
Tak lama ada pesan pun berbalas....
" From : Savira
Lagi maen gitar aja, aku udah makan ko . Kamu jangan lupa makan juga ya "
Savira tidak tahu Dinand sedah terbujur lemah di kasur nya .
Hari itu Dinand hanya terbaring dan tertidur di kasurnya,di temani kedua teman nya .
****
" Kenapa muka lo " , tanya Dodo ketika bertemu Dinand di lorong sekolah saat baru tiba .
" Oh ini Ka biasa sama anak Sekolah lain " , balas Dinand .
" Sama anak mana ?! Berani banget dia . Ko lo bisa bonyok gini " , heran Dodo yang tau kemampuan bela diri Dinand .
" Ya,gue sendiri soalnya mereka banyakan ka. " , Ucap Dinand .
" Sialan !! Tenang kita balas Nand , lo udah pernah nolong gue,gak bakal lupa seorang Dodo " , jumawa Dodo .
Dinand hanya menepuk pundak Dodo dan tersenyum menanda kan ucapan terima kasih kepada Dodo .
Dinand pun berjalan lesu menuju kelas nya...
" Kamu luka lagi,berantem lagi ? " , Cerocos Savira khawatir saat melihat Dinand melewati kelas nya .
" Engga apa-apa ini luka biasa ko ", jawab Dinand .
" Biasa gimana ini sampe begini,kenapa gak bilang aku!! " , Savira pun meraba wajah Dinand .
" Tenang sayang aku gak apa-apa,aku gak mau kamu khawatir " , Dinand pun memberi senyum ke Savira dan kembali berjalan ke kelas nya .
Istirahat tiba,Dinand lebih memilih ke ruang UKS untuk beristirahat karena kondisinya belum pulih,terlihat Savira menemani Dinand dan memberikan obat yang di bantu petugas UKS .
" Jangan kaya gini , jangan buat masalah lagi ya, aku takut kamu kenapa-kenapa" , sedih Savira .
Savira belum tahu bahwa yang menghajar Dinand tanpa kasihan adalah senior nya sendiri di Taekwondo .
****
" Aku gak bisa nganter kamu,ini aku aja boncengan di anter Cilay " , Ujar Dinand .
" Iya gapapa kamu istirahat ya , nanti kalo kamu masih kurang sehat,aku kerumah kamu " , jawab Savira .
" Tenang aku cuma butuh istirahat,ada Cilay juga ini yang jagain " , cengenges Dinand .
Dinand pulang di bonceng Cilay karena belum bisa membawa motor sendiri...
Sampailah dirumah Dinand , ternyata ada seseorang yang sudah menanti Dinand , orang yang tak asing untuk Dinand .
" Tuh temen kamu udah nunggu nak ",. Ucap Mama Dinand .
Tak tahu sejak kapan ternyata Diandra sudah disana .
" Ngapain lo kesini. " , Ketus Dinand .
" Aku lihat kamu tadi bonyok-bonyok makanya aku kesini,aku khawatir liat kondisi kamu. " , Balas Diandra .
Dinand pun masuk ke kamar dengan di bantu Cilay dan di buntuti oleh Diandra .
" Kamar gue gak pernah kemasukan cewek " , peringatan Dinand .
Diandra cuek saja dengan perkataan Dinand,dia duduk di samping Dinand,menatap Dinand lesu .
****
" Mau kemana kamu baru pulang Neng " , ucap Mama Savira .
" Mau ke rumah Dinand Ma,dia sakit ", jawab Savira .
" Aduh yaudah atuh,bawain makanan ya nih nanti Mama siapin buat Dinand " , ucap Mama yang di balas anggukan Savira .
Setelah menyiapkan semua makanan disebuah tempat makan,Savira pun pergi ke rumah Dinand dengan segera....
Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam,Savira pun tiba dirumah Dinand....
" Assalamualaiku tante " , Savira memberi salam dan mencium tangan Mama Dinand .
" Eh Savira,mau jenguk Dinand ya " , ucap sang Mama .
" Iya Tante, Dinand nya ada tan ?" Tanya Savira .
" Ada tuh di kamar sama temen nya,kamu langsung aja gih ke kamar nya.tuh di atas kamar nya ya " , Jawab Mama Savira .
" Baik tante,makasih ya " , balas Savira dan langsung menghampiri kamar Dinand .
Prak..... Tempat makan itu terjatuh ketika Savira membuka pintu kamar Dinand .
Dia melihat Diandra sedang memberikan obat merah di luka Dinand,semua yang ada dikamar pun menatap Savira .
" Maaf ganggu "
Savira pun berlari keluar meninggalkan kamar Dinand .
Cilay yang seperti mengerti dengan situasi ini dan melihat Dinand tidak bisa berbuat apa-apa pun coba mengejar Savira .
" Vir..vir tunggu " , ucap Cilay .
Mama Dinand kebingungan melihat apa yang terjadi .
Savira pergi tanpa bisa di kejar oleh Cilay dan langsung menaiki Taksi .
" Kenapa Rendi si Savira teh " , Tanya Mama Dinand mengucap nama asli Cilay yang kebingungan melihat Savira .
"Di atas itu cewek yang suka sama Dinand tan,musuh Savira juga di sekolah " , jelas Cilay .
" Ya ampun ko jadi ribet ya,tante gak tahu sih kalo tahu tante cegah masuk dulu Savira " , Mama Dinand menyesal .
" Yaudah gapapa kan tante gak tahu,aku juga kaget dan gak tau kalo Savira mau dateng,Dinand gak bilang apa-apa juga " , balas Cilay dan kembali ke kamar Dinand.
" Gimana Lay " , tanya Dinand panik .
" Sory bro,gak kekejar " , balas Cilay
" Ah !! " , Gerutu Dinand memukul-mukul Kasurnya .
" Gara-gara lo lagi ya,sekarang pergi lo jangan ganggu gue !!!" , Umpat Dinand kepada Diandra .
Diandra pun menangis setelah di usir Dinand, lalu pergi keluar dari rumah Dinand.
" Aih ini kenapa lagi nangis juga,sekali kejadian dua cewek nangis " , gumam Mama Dinand setelah melihat Diandra yang pergi dalam keadaan menangis juga .
Lagi dan lagi kesalah pahaman terjadi di hubungan Dinand dan Savira yang di sebabkan oleh Diandra,tepat sekali menjadi penggangu di hubungan mereka .
Savira hanya menangis tersedu di dalam Taksi yang membawanya pulang,tak disangka Diandra berhasil mengacaukan lagi hubungan nya dengan Dinand,harusnya dia yang mengurus dan mengobati tiap luka Dinand , tapi apa daya ada perempuan lain yang mengambil posisi itu
" Anterin gue yuk Ris " , ujar Savira .
" Anterin kemana ? " , Jawab Risa .
" Ke Mall,gue mau cari Tas sama Sepatu buat anak kecil " , ajak Savira .
" Oh,yaudah kita mandi sama sarapan aja dulu ya " , balas Risa .
Mereka pun bersiap-siap mencari sesuatu untuk hadiah Ubay yang telah Savira janjikan .
Ketika berada di mall,Savira pun langsung mencari Sepatu dan Tas yang cocok untuk di gunakan Ubay ketika nanti dia bersekolah lagi . Setelah beberapa jam mencari akhirnya barang yang di ingin kan pun sudah dia dapatkan .
" Hay Savira " , sapa seseorang .
Savira pun terkejut dan langsung menolehkan pandangan nya ke sumber suara .
" Udah di mall aja jam segini " , tambah nya .
" Eh Kak Adit , iya nih lagi cari hadiah Ka " , ucap Savira yang secara tidak sengaja bertemu Adit di Store sepatu .
Setelah ke akraban beberapa saat mereka,Savira pun meninggalkan Adit
" Siapa tuh Vir ? Akrab banget " , tanya Risa .
" Oh itu Kak adit,senior gue di Taekwondo " , jawab Savira
Lalu mereka berdua lekas meninggalkan Mall dan berniat menemui Ubay .
Sampailah Savira ke wilayah rumah Ubay yang memang padat penduduk dengan akses gang kecil,tampak carut-marut penataan bangunan satu sama lainnya .
" Lo yakin kita kesini ? Lo gak takut Vir " , ucap Risa cemas .
" Ngapain takut,mereka baik ko gak ada yang jahat " , balas Savira
Risa tampak panik melihat orang-orang yang ada di daerah itu yang rata-rata adalah anak jalanan .
" Udah tenang,bentar lagi sampe ko kita kerumah temen gue " , Savira coba menenangkan Risa .
" Hah temen ? Temen lo ada yang tinggal disini ?! " , Risa tampak kaget .
" Lebay deh nenek-nenek " , cekikikan Savira .
" From : Ka Dinand
Sayang,kamu dimana ? "
Savira melihat pesan dari Dinand,ragu untuk membalas akhir nya dia masukan lagi Handphone ke dalam saku .
"Assalamualaikum Ubay..Ubay " , Savira memanggil sambil mengetuk pintu .
Risa masih tampak takut dan cemas ketika berada disana , memang bukan suatu kegiatan lazim untuk Risa memasuki daerah kumuh .
" Eh Ka Vira , sama siapa Ka ? " , Tanya Ubay .
" Ko gak sama Ka Dinand " , tambah nya .
" Oh iya Bay tadi sekalian Kakak mampir aja sih,makanya ga sama Ka Dinand . Ini kakak sama temen,kakak kenalin ya ke kamu. " , Jawab Savira .
Risa dan Ubay pun akhirnya berkenalan .
Sambutan Hangat dan akrab dari Ubay dan Ibunya membuat Risa lebih tenang bahkan kerasan disana , bisa di lihat dari tawa mereka .
" Ini hadiah yang kakak janjiin buat kamu Bay. " , Seraya Savira memberikan Hadiah
" Makasih Ka Vira " , heboh Ubay ketika mendapah hadiah .
Lalu mereka berpelukan,kembali di hiasi dengan tawa dan canda .
****
" Seru juga ternyata ya,ga seseram yang gue bayangin tentang anak jalanan " , Ujar Risa saat keduanya sudah berada di dalam Taksi .
" Nah kan gue bilang juga apa,mereka baik ko Ris,kita kan niatnya baik juga masa iya mereka jahat . Mereka sama aja sama kita , cuma beda nya hidup mereka lebih keras " , balas Savira
Risa pun mengangguk dan mengerti maksud kebaikan dari Savira .
Akhirnya Taksi melaju kerumah Risa terlebih dahulu,lalu mengantar Savira pulang ...
Savira kaget ketika masuk kerumah nya melihat sosok kekasih nya .
" Kamu dari mana ? " , Ujar Dinand .
" Ada urusan sama Risa " , balas Savira .
Perdebatan terjadi di antara mereka .
" Kamu yang kemana,gak pernah ngabarin aku. " , Keluh Savira.
" Iya maaf aku sibuk,lupa ngabarin kamu " , lesu Dinand .
" Hemmm. " , Jawab Savira bete .
" Kaya nya kita harus lebih ngomongin lagi hubungan kita berdua ke depan mau gimana " , Savira membuka pembicaraan .
" Aku masih cinta kamu sayang. " , Gombal Dinand .
Savira hanya diam,baru sebulan menjalani hubungan dengan Dinand,namun Dinand seperti mengalami perubahan sikap .
Setelah menemukan kesempakatan, Dinand berjanji untuk lebih Intens berkomunikasi dengan Savira , Dinand pun pamit untuk pulang ...
****
" Lo yang namanya Dinand kan " , ucap Adit .
Ketika Dinand santai berjalan,seketika motor Adit dan teman-teman nya memepet Dinand .
" Jangan sekali-sekali lo nyakitin Savira,gue tau kelakuan lo di belakang Savira " , gertak Adit .
" Tau apa lo ?! Gue gak pernah cari masalah sama lo ya ! " , Balas Dinand .
" Lo semalem di Cafe sama cewek lain , gue tau !! " , Ngotot Adit .
Ternyata semalam ketika Adit dengan seseorang berada di Cafe yang sama dengan Dinand dan Sabrina .
" Terua mau lo apa ! " Tantang Dinand .
Sejurus kemudian Dinand di tarik dari motornya . Adit dan teman-teman nya langsung menghajar Dinand di pinggir jalan , sempat melawan Dinand namun tubuhnya tidak kuat harus melawan Adit dan teman-temannya .
Tubuh Dinand terkulai lemah dengan darah di wajahnya , untung saja ada warga yang datang meneriaki dan membubarkan perkelahian itu,Adit cs pun kabur dengan motornya .
****
" Lo sih lagian kalo udah punya pacar gausah plin-plan Nand " , ucap Cilay .
Cilay dan Adon mengurus membersihkan luka Dinand ketika dirumah ..
" Nak kamu makan dulu ya,temen-temen nya Dinand juga ya makan sekalian ", pinta Mama Dinand .
" Iya tante makasih , nanti aja ini kita nemenin anak bandel dulu. " , Ujar Adon dan di sambut tawa Cilay dan Mama nya ..
" Gue hubungin Savira biar kesini ya " , Pinta Cilay .
" Gausah Lay biarin aja ", balas Dinand meringis , cilay hanya mengangguk .
" To : Savira
Lagi apa kamu ? Jangan lupa makan ya "
Dinand mengirim pesan perhatian untuk Savira .
Tak lama ada pesan pun berbalas....
" From : Savira
Lagi maen gitar aja, aku udah makan ko . Kamu jangan lupa makan juga ya "
Savira tidak tahu Dinand sedah terbujur lemah di kasur nya .
Hari itu Dinand hanya terbaring dan tertidur di kasurnya,di temani kedua teman nya .
****
" Kenapa muka lo " , tanya Dodo ketika bertemu Dinand di lorong sekolah saat baru tiba .
" Oh ini Ka biasa sama anak Sekolah lain " , balas Dinand .
" Sama anak mana ?! Berani banget dia . Ko lo bisa bonyok gini " , heran Dodo yang tau kemampuan bela diri Dinand .
" Ya,gue sendiri soalnya mereka banyakan ka. " , Ucap Dinand .
" Sialan !! Tenang kita balas Nand , lo udah pernah nolong gue,gak bakal lupa seorang Dodo " , jumawa Dodo .
Dinand hanya menepuk pundak Dodo dan tersenyum menanda kan ucapan terima kasih kepada Dodo .
Dinand pun berjalan lesu menuju kelas nya...
" Kamu luka lagi,berantem lagi ? " , Cerocos Savira khawatir saat melihat Dinand melewati kelas nya .
" Engga apa-apa ini luka biasa ko ", jawab Dinand .
" Biasa gimana ini sampe begini,kenapa gak bilang aku!! " , Savira pun meraba wajah Dinand .
" Tenang sayang aku gak apa-apa,aku gak mau kamu khawatir " , Dinand pun memberi senyum ke Savira dan kembali berjalan ke kelas nya .
Istirahat tiba,Dinand lebih memilih ke ruang UKS untuk beristirahat karena kondisinya belum pulih,terlihat Savira menemani Dinand dan memberikan obat yang di bantu petugas UKS .
" Jangan kaya gini , jangan buat masalah lagi ya, aku takut kamu kenapa-kenapa" , sedih Savira .
Savira belum tahu bahwa yang menghajar Dinand tanpa kasihan adalah senior nya sendiri di Taekwondo .
****
" Aku gak bisa nganter kamu,ini aku aja boncengan di anter Cilay " , Ujar Dinand .
" Iya gapapa kamu istirahat ya , nanti kalo kamu masih kurang sehat,aku kerumah kamu " , jawab Savira .
" Tenang aku cuma butuh istirahat,ada Cilay juga ini yang jagain " , cengenges Dinand .
Dinand pulang di bonceng Cilay karena belum bisa membawa motor sendiri...
Sampailah dirumah Dinand , ternyata ada seseorang yang sudah menanti Dinand , orang yang tak asing untuk Dinand .
" Tuh temen kamu udah nunggu nak ",. Ucap Mama Dinand .
Tak tahu sejak kapan ternyata Diandra sudah disana .
" Ngapain lo kesini. " , Ketus Dinand .
" Aku lihat kamu tadi bonyok-bonyok makanya aku kesini,aku khawatir liat kondisi kamu. " , Balas Diandra .
Dinand pun masuk ke kamar dengan di bantu Cilay dan di buntuti oleh Diandra .
" Kamar gue gak pernah kemasukan cewek " , peringatan Dinand .
Diandra cuek saja dengan perkataan Dinand,dia duduk di samping Dinand,menatap Dinand lesu .
****
" Mau kemana kamu baru pulang Neng " , ucap Mama Savira .
" Mau ke rumah Dinand Ma,dia sakit ", jawab Savira .
" Aduh yaudah atuh,bawain makanan ya nih nanti Mama siapin buat Dinand " , ucap Mama yang di balas anggukan Savira .
Setelah menyiapkan semua makanan disebuah tempat makan,Savira pun pergi ke rumah Dinand dengan segera....
Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam,Savira pun tiba dirumah Dinand....
" Assalamualaiku tante " , Savira memberi salam dan mencium tangan Mama Dinand .
" Eh Savira,mau jenguk Dinand ya " , ucap sang Mama .
" Iya Tante, Dinand nya ada tan ?" Tanya Savira .
" Ada tuh di kamar sama temen nya,kamu langsung aja gih ke kamar nya.tuh di atas kamar nya ya " , Jawab Mama Savira .
" Baik tante,makasih ya " , balas Savira dan langsung menghampiri kamar Dinand .
Prak..... Tempat makan itu terjatuh ketika Savira membuka pintu kamar Dinand .
Dia melihat Diandra sedang memberikan obat merah di luka Dinand,semua yang ada dikamar pun menatap Savira .
" Maaf ganggu "
Savira pun berlari keluar meninggalkan kamar Dinand .
Cilay yang seperti mengerti dengan situasi ini dan melihat Dinand tidak bisa berbuat apa-apa pun coba mengejar Savira .
" Vir..vir tunggu " , ucap Cilay .
Mama Dinand kebingungan melihat apa yang terjadi .
Savira pergi tanpa bisa di kejar oleh Cilay dan langsung menaiki Taksi .
" Kenapa Rendi si Savira teh " , Tanya Mama Dinand mengucap nama asli Cilay yang kebingungan melihat Savira .
"Di atas itu cewek yang suka sama Dinand tan,musuh Savira juga di sekolah " , jelas Cilay .
" Ya ampun ko jadi ribet ya,tante gak tahu sih kalo tahu tante cegah masuk dulu Savira " , Mama Dinand menyesal .
" Yaudah gapapa kan tante gak tahu,aku juga kaget dan gak tau kalo Savira mau dateng,Dinand gak bilang apa-apa juga " , balas Cilay dan kembali ke kamar Dinand.
" Gimana Lay " , tanya Dinand panik .
" Sory bro,gak kekejar " , balas Cilay
" Ah !! " , Gerutu Dinand memukul-mukul Kasurnya .
" Gara-gara lo lagi ya,sekarang pergi lo jangan ganggu gue !!!" , Umpat Dinand kepada Diandra .
Diandra pun menangis setelah di usir Dinand, lalu pergi keluar dari rumah Dinand.
" Aih ini kenapa lagi nangis juga,sekali kejadian dua cewek nangis " , gumam Mama Dinand setelah melihat Diandra yang pergi dalam keadaan menangis juga .
Lagi dan lagi kesalah pahaman terjadi di hubungan Dinand dan Savira yang di sebabkan oleh Diandra,tepat sekali menjadi penggangu di hubungan mereka .
Savira hanya menangis tersedu di dalam Taksi yang membawanya pulang,tak disangka Diandra berhasil mengacaukan lagi hubungan nya dengan Dinand,harusnya dia yang mengurus dan mengobati tiap luka Dinand , tapi apa daya ada perempuan lain yang mengambil posisi itu
0