Kaskus

Story

User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
NULL

NULL
more than just none

Cerita ini lebih saya kategorikan ke Action-Mistery,yah apapun itu.
sudut pandang orang ketiga(serba tau) dan bahasa indonesia semi baku.

Sinopsis
Bagas,seorang pemuda biasa dipercaya dan diikutsertakan oleh kepolisian untuk membantu menangani kasus-kasus pembunuhan di Ibu Kota.
Keahliannya berhasil menuntun dirinya bergabung ke dalam 'Divisi 1', sebuah grup berisi sekumpulan veteran anak muda dengan keahliannya di masing-masing cabang ilmu forensik.

Rules
- nggak ada peraturan tambahan,bebas aja.
- batasan-batasannya mengacu penuh ke rules H2H & SFTH.
- komentar & teguran langsung saja dilayangkan via Post atau PM.

Warning!
- Cerita ini benang merahnya adalah tentang jagoan lawan penjahat jadi temanya nggak jauh-jauh dari kekerasan.( dengan kata lain kalau kalian sangat tabu dengan kata 'pembunuhan' dan sebagainya, sebaiknya pindah ke bacaan lain ).
- sebagian dari inti cerita ini bukan untuk ditiru atau diidolakan,begitu. ( Hal baik selalu menang jadi jangan tiru yang buruknya )
- Tokoh,Tempat,Kejadian semuanya Fiksi. (Extremely fiksi mungkin)
- Banyak hal terjadi di cerita ini;beberapa masuk akal,beberapa belum bisa dilakukan di jaman ini dan beberapa mungkin mustahil dilakukan di dunia ini.
- Berdasarkan temanya ane pribadi bilang konten cerita ini untuk umur 17 tahun ke atas atau mereka yang sudah mampu menalar cerita fiksi.
- Kentang, pasti! ( TSnya masih belum lancar menulis jadi jeda per part-nya bakalan cukup lama )
- N/A.


Isi Cerita
Spoiler for Ilustrasi karakter:
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for CHAPTER 2:
Spoiler for CHAPTER 3:
Spoiler for CHAPTER 4:



Pengumuman tutup lapak (closed permanently)
Quote:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 0 suara
Masukkan dan Update Cerita
Cerita GaJe, 1 hari = 10 chapter ( Random )
0%
Cerita biasa, 1 hari = 1 chapter ( 00:00 - 12:00 )
0%
Cerita lumayan, 1 hari = 1 chapter ( 12:00 - 00:00 )
0%
Cerita bagus, 2 hari = 1 chapter ( 17:00 - 20:00 )
0%
Cerita menarik, 3 hari = 2 chapter ( 12:00 & 17:00 )
0%
NULL, 7 hari = 1 chapter ( 15:00 )
0%
Diubah oleh User telah dihapus 11-04-2017 20:43
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
21.5K
98
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
#96
Chapter 2 - Side story
Someone to rely on

di kamarnya Bagas masih sibuk mengkoneksikan PCnya ke server pusat milik Jaka,berharap bisa mengambil kembali semua file backup miliknya yang secara misterius menghilang sesusai pesan aneh yang ia terimanya dari Dennis.

sebuah jendela baru muncul di layar monitor,nampak menunjukkan progress bar dari proses recovery backup yang ia lakukan.
angkanya berjalan cukup cepat,tak butuh waktu lama prosesnya bahkan sudah mencapai sepertiganya.

mata dan tangannya tak betah berlama-lama diam,diliriknya kembali layar smartphone miliknya selagi ia duduk bosan menunggu PCnya bekerja.
{ begini jadinya kalau kebanyakan nonton film } celoteh Bagas dalam hati seraya beberapa kali iseng mencoba menekan-nekan karakter random di lock-screen HPnya.

terhitung 3 kali ia asal memasukkan passwordnya tak disangka setelah percobaan ketiga ia gagal, sebuah pesan tiba-tiba muncul di lock-screennya.
nampaknya itu adalah sebuah kalimat panjang yang seperti menyembunyikan suatu clue atau semacamnya untuk membuka kombinasi kunci HPnya.
{ yah,aku yakin banget sekarang.. dia cuma pura-pura amatir } tambahnya kini beralih fokus ke PCnya yang sudah kembali ke kondisi normal.

*
*
*
*

"4 menit tersisa... aku belum dengar satu nama pun sejak tadi.. sesusah itu kah menurutmu?" ledek si pria misterius dalam monitor.
tentunya itu sebuah ejekan yang telak bagi keempatnya karena tak ada cara untuk mereka tau identitas dari keluarga Kyla hanya dengan mengandalkan pengamatan mata saja.
sedangkan satu-satunya jalan mereka bisa mengetahui identitas ketiga orang tersebut lewat HP yang saat ini berada di tangan Raka adalah hanya jika mereka bisa menebak susunan passwordnya,yang mana sekali lagi terlalu sulit untuk dipecahkan oleh keempatnya dalam waktu yang hanya 4 menit tersisa.

"....kalian,sialan!" umpat Raka baru terdengar kembali setelah satu menit sebelumnya terlalu fokus memecahkan susunan sandinya sehingga tak punya waktu untuk berdebat dengan siapapun di sana.

"kita nggak akan bisa,Ka.." kata Jessica pelan masih duduk di tepian tempat tidur tepat menjaga Kyla.

si kecil Kyla yang sudah terbebas leher dan kedua tangannya masih terlihat lemas menyenderkan tubuhnya ke arah Jessica.
sedang Jessica sendiri masih selalu konsisten menenangkan Kyla dengan cara menuliskan apa yang ia maksudkan menggunakan jarinya di telapak tangan Kyla.

Kyla di sisi ini juga nampak bisa menangkap apa yang dituliskan Jessica lewat ejaan jarinya. matanya hanya bisa tertutup masih mengeluarkan air mata sambil sesekali mengangguk memberi respon balik pada Jessica.

"......" sementara di sana Raka masih diam tenggelam dalam keseriusannya.
"aku nggak bisa bantu apa-apa soal ini" kata Arya masih berdiri di dekatnya memperhatikan.


tak ada yang bisa menyanggupi tantangan terakhir tersebut,di benak semua orang di kamar itu hanya terlintas satu nama yang sama yakni Bagas, sebagai satu-satunya orang yang mereka kenal bisa menyelesaikan semua itu dengan mudah.
bukan maksud mereka menolak untuk meminta bantuan Bagas,hanya saja di sisa waktu yang sekarang rasanya cukup mustahil semuanya bisa selesai dengan hasil terbaik.

"dah cukup! aku bakal telfon Bagas buat minta bantuan!" kata Karina tegas meraih HP di sakunya.
di ujung keputus asaannya kondisi dirinya masih sama seperti sebelumnya,tergeletak di lantai tanpa bisa menggunakan separuh sisi tubuhnya yang sebelumnya terkena racun.
"...berisik!" balas Raka tak kalah keras justru menghardiknya.


tak peduli dirinya telah dibentak keras oleh Raka,Karina justru cukup cekatan melanjutkan niatnya barusan. dengan cepat nomor HP Bagas pun sudah dihubunginya melalui panggilan telfon biasa.
sementara si kelompok kriminal yang biasanya langsung menyela kapan pun keempatnya hendak melakukan tindakan pelanggaran,kini masih diam tenang saja seperti mengizinkan Karina untuk menelfon orang lain.

"kita semua udah buntu di sini! cuma dia yang bisa buka jalannya!" kata Karina kini saling balas membalas perkataan partnernya.

Raka yang sudah mulai putus asa kemudian menjadi terdiam sejenak oleh perkataan Karina barusan.








"kalau kamu nggak tau cara menggunakan otakmu lagi,diam saja!!" bentaknya kini dengan nada marah. tentu semua temannya seketika itu tau kalau kini Raka kembali beralih ke mode defaultnya,yakni kepribadian masa kecilnya yang denderung agresif dan tanpa berfikir panjang.

"sekarang dia udah berubah.. nggak ada harapan lagi" kata Arya kemudian menjaga jarak dari posisi Raka.
kaliamatnya barusan justru terdengar lebih seperti menyalahkan Karina karena sudah memicu perubahan Raka.


Karina yang disalahkan begitu saja hanya memilih diam dengan posisi HP di tangannya yang sudah terlanjur menghubungi Bagas.
sementara di posisinya Jessica masih sama mencoba tenang dan tetap menjaga posisi Kyla agar tak sejajar dengan arah moncong senapan di depannya.



"....hallo?"
"Bagas!? hei- kami butuh bantuan-"
"bantuanku? sejak kapan kalian butuh bantuanku.."
"hehh.. suara siapa ini!!?"

Karina mendapati penggilan telfonnya masuk segera dengan panik menyampaikan permintaannya pada Bagas,namun tak butuh waktu lama setelah jawaban pertama lawan bicaranya,ia pun menyadari kalau si penerima telfon itu bukanlah Bagas.


"..ayo,kenapa nggak jawab?" tanya si pria lain di balik panggilan telfon yang sudah mengeras dengan sendiri suaranya.
"......aku mau bicara sama dia,ini penting!" balas Karina nadanya sudah berubah serius.

"gimana keadaan di sana,Nis? targetmu udah beres?" tanya si pria misterius di monitor memotong percakapaan keduanya.
"belum.. aku baru mau bersenang senang" jawab si pria di balik panggilan telfon itu kini ditujukan untuk si penanyanya yakni si pria dalam monitor itu.
"hahaha..."



{ ....Bagas dalam bahaya??? } Karina tak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar percakapan keduanya barusan..












"waktu kalian sisa 2 menit lagi..."
# Menuju detik terakhir.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.