- Beranda
- Stories from the Heart
Lika Liku Pengusaha Muda ( My Story.. My Inspiration )
...
TS
rangga.okta
Lika Liku Pengusaha Muda ( My Story.. My Inspiration )

Hii GanSis... Selamat datang di trit saya.
Trit yang saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi ini memang tidak sempurna. Tpi smoga trit ini bisa berguna atau menambah wawasan bagi agan & sista yang mungkin sedang atau berencana terjun di dunia wirausaha..
Happy reading..
Trit yang saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi ini memang tidak sempurna. Tpi smoga trit ini bisa berguna atau menambah wawasan bagi agan & sista yang mungkin sedang atau berencana terjun di dunia wirausaha..
Happy reading..

PART 1
PART 2
PART 3Edited... bagi yang udah baca sebelumnya silahkan di baca ulang gan.. ada pembaruan part 3..
PART 4,. besok malam gan sekalian mw edit halaman awal biar lebih enak di liat..,. thanks udah mampir,. jangan lupa rate & komeng gan

Diubah oleh rangga.okta 13-04-2017 03:12
0
10.9K
49
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rangga.okta
#1
PART 1
16/09/2015
3 bulan sudah saya lulus SMA, saat itu belum ada sama sekali keinginan ku untuk kuliah. Selama itu juga saya menyibukkan diri dengan ikut bekerja di bengkel Las milik bapak, itung2 sambil cari pengalaman di dunia pengelasan.
Meski saya adalah anak dari pemilik usaha, tapi sikap bapak tidak pernah membedakan setiap karyawanya termasuk saya.
Apa yang menjadi keharusan dan larangan karyawan berlaku juga untuk saya.
Rutinitasku tiap hari bangun jam 7 pagi , 1jam kemudian mulai aktivitas di bengkel sampai jam 5 sore klo tidak ada lemburan., tapi klo pas lagi banyak kerjaan & sudah buru2 maka kami para pekerja di haruskan untuk lembur sampai dgn jam 10 malam.
Untuk bidang usaha yang di geluti bapak ini juga tidak selalu berjalan mulus,. Kadang terkendala di keungan untuk pembelian bahan, krna begitu bengkel mendapat order (misal)untuk membuat kanopi rumah, setelah proses sepakat pihak pemesan hanya memberi DP sebesar 20%, jadi semisal kanopi tersebut memiliki total harga 10juta maka hanya 2juta saja yg menjadi duit panjar. Sedangkan harga bahan untuk keseluruhan berkisar 5-6juta.. Jadi apa yang harus di lakukan?? Untungnya bapak memiliki kerja sama yang baik dengan toko2 bahan, jadi tiap bapak meminta (hutang) bahan di toko tersebut, dengan senang hati mereka menyuplay semua bahan2 yg di perlukan dengan kesepakatan barang jadi barulah pelunasan.
" karena hal itulah saya sadar bahwa penting bagi pengusaha untuk menjaga & menjalin kerja sama "
Selain itu ada juga masalah yang muncul dari keteledoran para pekerja.
Pernah beberapa kali saat proses pemasangan pagar tapi ternyata ukuran pagar lebih besar atau kadang lebih kecil dari TKP.
Masalah intinya bersumber dari ukuran, entah pekerja yang bagian ngukur lokasi yang salah ukur, atau bisa jadi pekerja yang salah ukur saat proses pengerjaan.
" dari sinilah saya mengerti betapa pentingnya ketelitian itu"
edited
Bukan hanya itu problema dunia perbengkelan, tpi satu hal yang bikin saya kagum & salut terhadap bapak saya. Yaitu caranya mencari orderan. banyak cara yang beliau terapkan & itu sangat efektif untuk usaha beliau. Pernah sekali saya ikut beliau mencari orderan, kita pergi membawa brosur bengkel yang berisi rentang harga, kualitas bahan & majalah yang berisi varian motif pagar/trali/kontruksi baja/kanopi dan seegala yang berhubungan dengan pengelasan..
Berawal dari informasi yang bapak dapat dari temanya, kita pun berangkat menuju lokasi yang di maksud. Yahh ternyata benar informasi itu, lokasi yang kita datangi ini ternyata proyek perumahan subsidi yang baru di mulai. kami bertanya kepada sopir truk yang mengisi timbunan di lahan ini.
Bapak ; ‘’ eh slamat siang mas ‘’ (dengan senyuman khas yang terlihat ramah)
Mas supir ; ‘’ siang pak’’
Bapak ; ‘’ mas.. ini proyek baru yang katanya mau di bikin perumahan ya?? Ini proyeknya siapa yo mas? ‘’
Mas supir ‘’ ohh iya pak, wah kebetulan itu ada di sana pak imran, beliau yang pegang proyek ini ‘’
Bapak ; ‘’ wehh pas kebetulan, yo wis mas maksih banyak, saya tak kesana dulu’’ (logat khas jawa bapak)
Begitu selsesai perbincangan bapak, kami melanjutkan untuk menemui pak imran.
Bapak ; ‘’siang pak, dengan pak imran ya?’’
P. imran ; ‘’ siang juga pakde, iya saya imran, bagaimana pakde?’’
Bapak ; ‘’ gini pak, maaf yo sebelumnya, kami ini dari bengkel Dirjo Las bermaksud nawari bapak siapa tau proyek ini butuh jasa kami, monggo pak di liat dlu brosurnya..’’ ( senyum khas bapak)
P. imran; ‘’ ohh (menerima brosur tapi tidak di baca) tapi gini pak, kemarin sudah ada yang datang nawari jasa seperti bapak, dan saya sudah sampaikan juga ke atasan tentang harganya tinggal nunggu keputusan dari atasan pak’’
Bapak ; ‘’ oo gitu pak, tapi ya bolehlah bapak liat2 dlu rentang harga bengkel kami, masalah harga kita ada 3 pilihan pak, semua tergantung kualitas bahan, itu ada di brosur , ada juga nomor yang bisa di hubungi pak semisal bapak berubah pikiran’’
P. imran ; ‘’ (masih tidak melihat brosur) emang harga pagar minimalis motif sederhana di bengkel bapak harga per meter berapa? ‘’
Bapak ; ‘’ untuk pagar minimalis kita kasih 600rb /meter pak, memang mahal tapi itu kualitas terbaik, mungkin bengkel lain ada yang kasih harga 500rb/meter, tapi jangan salah pak, kami juga berani kasih harga malah 400rb/meter dengan kualitas cukup baik. Itu jug ada keterangn daftar harganya di brosur pak ( sambil snyum khas tanda orang ramah), ini pak saya bawa contoh potongan kecil besi yang di pakai untuk pembuatanya, untuk yang ini adalah kualitas terbaik, kalo bapak bingung bedakan jadi kita tinggal ketok saja besinya dan dari bunyinya itu bisa membedakan pak sama yang kualitas standar sperti yang satu ini (sambil memberikan contoh ke potongan besi yang lain)’’
P. imran ; “ oh gitu pak ‘’ (sambil manggut2 dan mulai membaca brosur)
P. imran ; ‘’ Ok deh pak saya bicarakan dulu sama atasn nanti saya kabari kalo ada perkembangan’’ ( senyum khas orang yang sepertinya puas dengan cara bapak)
Bapak ; ‘’ eheh baik pak, maaf yo pak klo mengganggu, klo gitu kita pamit dlu pak’’
Setelah selesai nyales di perumahan itu kita lanjut perjalanan pulang, tapi sengaja bapak putar jauh dari jalan yang seharusnya lebih dekat.
Ternyata maksud bapak putar jauh itu ternyata untuk nyebar brosur di rumah2 yang kelihatanya baru di bangun. Jadi setiap kita liat ada rumah yang sementara di bangun kita berhenti sejenak untuk sekedar menaruh brosur di bangunan tersebut, hal itu dilakukan dengan maksud siapa tau orang yang punya rumah nanti baca brosurnya terus berminat
thanks GanSis udah mampir,. jangan lupa rate & komengnya gan
16/09/2015
3 bulan sudah saya lulus SMA, saat itu belum ada sama sekali keinginan ku untuk kuliah. Selama itu juga saya menyibukkan diri dengan ikut bekerja di bengkel Las milik bapak, itung2 sambil cari pengalaman di dunia pengelasan.
Meski saya adalah anak dari pemilik usaha, tapi sikap bapak tidak pernah membedakan setiap karyawanya termasuk saya.
Apa yang menjadi keharusan dan larangan karyawan berlaku juga untuk saya.
Rutinitasku tiap hari bangun jam 7 pagi , 1jam kemudian mulai aktivitas di bengkel sampai jam 5 sore klo tidak ada lemburan., tapi klo pas lagi banyak kerjaan & sudah buru2 maka kami para pekerja di haruskan untuk lembur sampai dgn jam 10 malam.
Untuk bidang usaha yang di geluti bapak ini juga tidak selalu berjalan mulus,. Kadang terkendala di keungan untuk pembelian bahan, krna begitu bengkel mendapat order (misal)untuk membuat kanopi rumah, setelah proses sepakat pihak pemesan hanya memberi DP sebesar 20%, jadi semisal kanopi tersebut memiliki total harga 10juta maka hanya 2juta saja yg menjadi duit panjar. Sedangkan harga bahan untuk keseluruhan berkisar 5-6juta.. Jadi apa yang harus di lakukan?? Untungnya bapak memiliki kerja sama yang baik dengan toko2 bahan, jadi tiap bapak meminta (hutang) bahan di toko tersebut, dengan senang hati mereka menyuplay semua bahan2 yg di perlukan dengan kesepakatan barang jadi barulah pelunasan.
" karena hal itulah saya sadar bahwa penting bagi pengusaha untuk menjaga & menjalin kerja sama "
Selain itu ada juga masalah yang muncul dari keteledoran para pekerja.
Pernah beberapa kali saat proses pemasangan pagar tapi ternyata ukuran pagar lebih besar atau kadang lebih kecil dari TKP.
Masalah intinya bersumber dari ukuran, entah pekerja yang bagian ngukur lokasi yang salah ukur, atau bisa jadi pekerja yang salah ukur saat proses pengerjaan.
" dari sinilah saya mengerti betapa pentingnya ketelitian itu"
edited
Bukan hanya itu problema dunia perbengkelan, tpi satu hal yang bikin saya kagum & salut terhadap bapak saya. Yaitu caranya mencari orderan. banyak cara yang beliau terapkan & itu sangat efektif untuk usaha beliau. Pernah sekali saya ikut beliau mencari orderan, kita pergi membawa brosur bengkel yang berisi rentang harga, kualitas bahan & majalah yang berisi varian motif pagar/trali/kontruksi baja/kanopi dan seegala yang berhubungan dengan pengelasan..
Berawal dari informasi yang bapak dapat dari temanya, kita pun berangkat menuju lokasi yang di maksud. Yahh ternyata benar informasi itu, lokasi yang kita datangi ini ternyata proyek perumahan subsidi yang baru di mulai. kami bertanya kepada sopir truk yang mengisi timbunan di lahan ini.
Bapak ; ‘’ eh slamat siang mas ‘’ (dengan senyuman khas yang terlihat ramah)
Mas supir ; ‘’ siang pak’’
Bapak ; ‘’ mas.. ini proyek baru yang katanya mau di bikin perumahan ya?? Ini proyeknya siapa yo mas? ‘’
Mas supir ‘’ ohh iya pak, wah kebetulan itu ada di sana pak imran, beliau yang pegang proyek ini ‘’
Bapak ; ‘’ wehh pas kebetulan, yo wis mas maksih banyak, saya tak kesana dulu’’ (logat khas jawa bapak)
Begitu selsesai perbincangan bapak, kami melanjutkan untuk menemui pak imran.
Bapak ; ‘’siang pak, dengan pak imran ya?’’
P. imran ; ‘’ siang juga pakde, iya saya imran, bagaimana pakde?’’
Bapak ; ‘’ gini pak, maaf yo sebelumnya, kami ini dari bengkel Dirjo Las bermaksud nawari bapak siapa tau proyek ini butuh jasa kami, monggo pak di liat dlu brosurnya..’’ ( senyum khas bapak)
P. imran; ‘’ ohh (menerima brosur tapi tidak di baca) tapi gini pak, kemarin sudah ada yang datang nawari jasa seperti bapak, dan saya sudah sampaikan juga ke atasan tentang harganya tinggal nunggu keputusan dari atasan pak’’
Bapak ; ‘’ oo gitu pak, tapi ya bolehlah bapak liat2 dlu rentang harga bengkel kami, masalah harga kita ada 3 pilihan pak, semua tergantung kualitas bahan, itu ada di brosur , ada juga nomor yang bisa di hubungi pak semisal bapak berubah pikiran’’
P. imran ; ‘’ (masih tidak melihat brosur) emang harga pagar minimalis motif sederhana di bengkel bapak harga per meter berapa? ‘’
Bapak ; ‘’ untuk pagar minimalis kita kasih 600rb /meter pak, memang mahal tapi itu kualitas terbaik, mungkin bengkel lain ada yang kasih harga 500rb/meter, tapi jangan salah pak, kami juga berani kasih harga malah 400rb/meter dengan kualitas cukup baik. Itu jug ada keterangn daftar harganya di brosur pak ( sambil snyum khas tanda orang ramah), ini pak saya bawa contoh potongan kecil besi yang di pakai untuk pembuatanya, untuk yang ini adalah kualitas terbaik, kalo bapak bingung bedakan jadi kita tinggal ketok saja besinya dan dari bunyinya itu bisa membedakan pak sama yang kualitas standar sperti yang satu ini (sambil memberikan contoh ke potongan besi yang lain)’’
P. imran ; “ oh gitu pak ‘’ (sambil manggut2 dan mulai membaca brosur)
P. imran ; ‘’ Ok deh pak saya bicarakan dulu sama atasn nanti saya kabari kalo ada perkembangan’’ ( senyum khas orang yang sepertinya puas dengan cara bapak)
Bapak ; ‘’ eheh baik pak, maaf yo pak klo mengganggu, klo gitu kita pamit dlu pak’’
Setelah selesai nyales di perumahan itu kita lanjut perjalanan pulang, tapi sengaja bapak putar jauh dari jalan yang seharusnya lebih dekat.
Ternyata maksud bapak putar jauh itu ternyata untuk nyebar brosur di rumah2 yang kelihatanya baru di bangun. Jadi setiap kita liat ada rumah yang sementara di bangun kita berhenti sejenak untuk sekedar menaruh brosur di bangunan tersebut, hal itu dilakukan dengan maksud siapa tau orang yang punya rumah nanti baca brosurnya terus berminat
thanks GanSis udah mampir,. jangan lupa rate & komengnya gan
Diubah oleh rangga.okta 13-04-2017 02:54
0