Kaskus

Story

kodomsAvatar border
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai emoticon-Smilie



Playboy baik hati


Indeks

PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48




PROLOG

" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .

" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .

Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .

" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .

Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .

" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .

Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .

"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .

" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .

" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .

Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .

" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .

" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .

****

" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .

"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .

" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah

" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .

" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka

"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .

" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .

" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .

" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .

"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .

" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .

"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "

Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .

****

Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .

" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,

"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .

"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .

" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .

Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .

" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .

"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .

Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .

"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .

" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .

" Dasar rese ",ketus Savira .

" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .

Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand

" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .

"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .

"Ya terus ?!", Sambung Adon

" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira

" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.

" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .

" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .

Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .

" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .

" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .

" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.

Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .

"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .

Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .

"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .

"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .

" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .

"Sabar vir sabar",

kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .

****

Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .


"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .

"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.

Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .

"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .

Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .

" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .

lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .

"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .

Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .

" Makasih kak" , ucap Savira lirih .


Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
kodomsAvatar border
TS
kodoms
#61
Terima Kasih Dinand
Hari Sabtu,dimana semua kegiatan belajar-mengajar berganti menjadi kegiatan Ekstra kulikuler atau lebih familiar dibilang Ekskul dan Bimbingan belajar untuk anak Kelas XII .
Dinand yang mengambil Ekskul Basket sepertinya enggan datang hari ini,lagi pula dia pilih itu karena terpaksa di ajak oleh Cilay,sebetulnya dia biasa saja tidak terlalu antusias .

" Males hari ini fix buat ke sekolah,gak ngapa-ngapain juga" . Gumam Dinand .

" Nah beli Ukulele buat Ubay aja deh " ,
Seru Dinand mendapat ide menghilangkan jenuh nya .

Dinand pun bergegas mandi agar tidak kesiangan karena takut Ubay sudah jalan ngamen .

Setelah mendapatkan Ukulele yang sesuai dengan keinginannya,Dinand pun bertolak langsung ke rumah Ubay,dan tak lupa membeli Camilan untuk Ubay .

" Hey jagoan " , Sapa Dinand melihat Ubay di depan rumahnya .

" Ka Dinand !!! " Ubay pun berlari menghampiri . Dan mereka berdua pun saling tos dan tertawa .

" Kakak punya sesuatu nih buat kamu " , ucap Dinand .

Ubay belum menyadari bahwa Dinand akan memberikan nya hadiah Ukulele,karena memang Ukulele itu dibungkus sedemikian rupa agar bentuknya tidak tertebak .

" Wah sesuatu apa itu ka", Ubay tampak penasaran .

" Yaudah masuk dulu aja,kakak mau salaman dulu sama ibu" , ajak Dinand .

" Ayo ka" timpal Ubay .

" Assalamualaikum " , Dinand mengucap salam dan mencium tangan Ibu nya Ubay .

Walaupun terlihat bandel dan Playboy,nilai budi pekerti Dinand tampak tinggi karena telah di tanam sedari kecil oleh keluarga dan lingkup sekolah nya,makanya dia sangat menghormati orang yg lebih tua di atasnya siapapun itu .

Ibu nya Ubay pun sudah menganggap Dinand bagian dari keluarga nya,selalu menerima Dinand dengan hangat .
Dinand pun tidak merasa gengsi meski dari segi ekonomi Dinand jelas berada di atas keluarga Ubay namun bagi Dinand semua sama,yang membedakan hanya akhlak orang itu .

" Nih, kakak punya ini nih", Antusias Dinand , dengan gerakan seperti seorang pesulap akhirnya Dinand mengeluarkan hadiah untuk Ubay .

" Wah gede nih ka,Ubay buka ya ?" , Ubay tampak ceria .

Ubay pun dengan antusias membuka bungkusan itu...

" Ukulele bu !! " , Heboh Ubay girang dan langsung memeluk Dinand .

" Makasih ya Ka " ceria nya polos .

" Iya,di rawat ya Bay anggap aja itu kenang-kenangan dari Kakak, biar Ubay inget Kakak terus" , Jawab Dinand

Tampak Ibunda Ubay terharu dan meneteskan air mata,perasaan bahagia tersirat dari wajah si Ibu .

" Makasih dek Ubay,kamu selalu baik sama Ubay " , Ucap Ibu Ubay .

" Iya Ibu,Ubay udah kaya adik saya sendiri bu,dia sudah ngasih banyak pelajaran buat saya" , balas Dinand .

Lalu mereka asik dengan obrolannya . banyak sekali yang di bahas,dan Ubay pun terlihat asik memainkan Ukulele baru nya .

****

" Ka Dinand ga ke sekolah ya ka ?" , Tanya Savira .

Suara itu mengaggetkan Cilay dan Adon yang sedang jelalatan menggoda perempuan yang lewat didepannya .

" Yah,Dinand kalo Sabtu jarang deh Vir dateng " , Jawab Cilay

" Nah bener tuh,ke hitung jari serius" , Adon menimpal sambil sibuk melirik siswi yang lewat didepannya .

" Oh yaudah kalo gitu Ka,makasih ya " , balas Savira .

"Padahal gue kangen" ucap Savira dalam hati, lalu pergi meninggalkan kedua orang aneh itu .


****

Setelah asik memainkan Ukulele barunya, Ubay pun mengambil Buku yang tempo hari dibawa nya pada saat ngamen dengan Dinand .

" Rajin nih jagoan baca Bukunya " , puji Dinand .

" Iya ka,aku suka baca " , Ungkap Ubay .

" Tapi ko Bukunya itu terus yang di baca,emang suka Buku itu ya " , Ujar Dinand .

" Bukan suka sih ka,tapi Ubay cuma punya Buku ini satu-satunya makanya baca ini terus " , jawab Ubay polos .

Kata-kata Ubay seperti menohok Dinand karena Dinand banyak buku Dirumah tapi tak pernah Dibaca seserius Ubay , hingga buku-buku itu tak jarang berdebu di Rak , jika ingin di sumbangkan untuk Ubay,Dinand pun tahu umur Ubay belum saatnya membaca buku-buku miliknya .

" Yaudah Bay, kakak pergi dulu ya ada urusan mendadak" ucap Dinand .

" Oh yaudah ka,makasih ya hadiahnya" , balas Ubay .

" Siap jagoan,harus di rawat ya inget" pinta Dinand .

" Oke kakak ganteng " , teriak Ubay

Lalu setelah pamit dengan Ibunya Ubay,Dinand pun segera meninggalkan rumah itu dan pergi ke sebuah Mall di kawasan Blok M untuk membeli beberapa buku pelajaran .
Di Mall ini banyak pindahan penjual Buku dari daerah Kwitang , tentu nya harga terjangkau jadi Dinand bisa membeli beberapa buku dengan uang Jajan yg dia tabung .

****

" Vir mau pulang bareng ga ? " ajak Risa .

" Engga Ris,gue mau mampir beli sesuatu dulu" , jawan Savira .

" Yaudah baik-baik lo jangan kelayapan" , perhatian Risa .

" Siap jomblo " , balas Savira cengengesan .

" Ngaca woi " , jawab Risa lalu pergi meninggalkan Savira .

Savira kini berada di Halte seberang Sekolah,dimana pernah menjadi tempat Dinand menunggunya berjam-jam .

" Stop sini bang " , pinta Savira .

Savira pun turun di sebuah Toko alat musik,Toko yang biasa Dinand kunjungi .
Segera Savira memasuki Toko....

" Mas, aku mau cari Gitar yang biasa aja buat main di kamar gitu,tolong cariin yang bagus Mas" , Savira nampak meminta bantuan kepada Karyawan Toko itu .

Setelah mencari-cari Savira pun mendapat pilihan Gitar akustik berwarna putih . Skill lain selain tukang buat onar , Savira bisa bermain Gitar . Bahkan pernah menjadi juara lomba bernyanyi antar kelas sewaktu SMP dengan bernyanyi sambil bermain Gitar,penampilan nya memukau seluruh murid dan guru yang ikut larut dalam alunan lagu nya ...

****

Setelah sampai rumah,Savira pun bergegas masuk karena bunyi kerucuk diperut nya sudah terdengar sedari di Angkutan umum .

" Kamu beli apa Neng ? " , Tanya Mama Savira .

" Oh,ini Gitar baru Ma ", Savira menunjukan Gitarnya .

" Atuh kalo beli barang teh yang ada cewek-ceweknya atuh Neng ", Mama Savira mengernyitkan kening .

" Iya Ma besok Savira beli Bando sama Korset " Savira pun cekikikan .

" Ih si Eneng dibilanginnya " , keluh Si Mama .

" Yaudah aku mau makan ya ma,laper banget" , ungkap Savira .

" Iya neng,salin dulu sana baru makan ya geulis,anak kesayangan Mama " , sang Mama pun mencium kening Savira .

Savira pun bergegas ganti baju dan ke meja makan . sedang asik makan ada pesan masuk di Handphone nya .

" From : Ka Dinand
Nanti malem gue jemput lo dirumah ya "

Savira kaget sampai tersedak dan buru-buru minum karena membaca pesan dari Dinand .

" Aaaaaaaaaaaaaa yeayyy bisa jalan sama Ka Dinand" , Savira pun teriak keras kegirangan .

" Neng istigfar neng lagi makan kamu teh " , tegur Mama Savira .

" Eh hehehe iya lupa Ma " , Savira menjawab malu-malu .

" Eh but wait , memang Ka Dinand tau alamat rumah gue " , Pikir Savira .

Savira pun segera membalas pesan Dinand...

" To : Ka Dinand
Emang kamu tau alamat rumah aku Ka ? " Send .

Selang beberapa menit...

From : Ka Dinand
" Udah kamu Siap-siap aja ya yang cantik " .

Savira jadi tidak konsen makan,hatinya berbunga-bunga karena orang yang dia suka mengajaknya untuk malam mingguan,ini yang di butuhkan Savira untuk menyegarkan otaknya setelah 5 hari dalam seminggu dia harus berkutat dengan urusan pelajaran .


" Aduh pakai baju apa nih ya " , Savira menggaruk-garuk kepalanya menandakan kebingungan .

Terlihat satu lemari besar di penuhi Baju dan koleksi sepatu , namun memang Savira agak tomboy jadi hanya beberapa baju bermodel feminim yang dia punya,sisanya lebih banyak t-shirt dan Denim yang mendominasi isi Lemari nya .

Setelah mengacak-acak Lemari dan berganti-ganti pakaian,Savira akhirnya
Memilih Dress putih selutut,dengan balutan Cardigan Biru setara lutut juga dan Sepatu half Boots .

" Mati gue ! " Ekspresi Savira kaget setelah tahu Jam di Dinding nya menunjukan pukul 5.30 .

Dia pun langsung berlari bergegas mandi....

Savira yang sudah menyiapkan semua Pakaian dan Sepatu yang akan digunakan untuk jalan dengan Dinand malam nanti,tak lupa berdandan agar terlihat lebih menarik .

Terlihat beda dari Savira yang biasanya yang cuek dengan Style seadanya . malam ini Savira seperti menjadi wanita Seutuhnya . nampak cantik,lucu dan enak di pandang dengan rambut lurus tergerai menyapu bahu nya .
Kini semua sudah Siap,tinggal menunggu sang dambaan hati datang menjemput .

Sekitar pukul 7 malam terdengar suara ketukan pintu di rumah Savira .

" Teman nya Savira ya ?" , Mama Savira menyambut Dinand hangat .

Dinand pun langsung mencium tangan Mama nya Savira,yang di balas senyuman untuk Dinand .

" I-iya tante" terlihat Dinand gugup karena baru pertama kali datang kerumah itu.

" Aih ni kasep pisan" , Puji Mama Savira.

" Maksudnya tante ?" , Dinand bingung dengan bahasa Mama Savira .

" Hay ka " Savira datang tiba-tiba dan mengagetkan Mama nya .

" Neng kalo dateng mah bilang-bilang atuh jangan ngagetin ", Keluh Mama .

" Biarin " kecupan Savira pun mendarat di Pipi Mamanya .

Dinand tertegun melihat penampilan Savira malam ini . terlihat Cantik sekali,berbanding lurus dengan Savira yang biasa urakan di sekolah .

Savira pun tak kalah terpaku melihat Dinand dengan bergaya casual,pakaian yang sangat fit di badan Dinand karena tinggi Dinand melebihi Savira sampai-sampai dia harus mendongakan kepala,rambut Dinand pun tampak rapih dengan sentuhan Pomade dan harum Parfum yang Manly .

" hey,hey.." Dinand melambaikan tangan tepat di depan wajah Savira .

" Eh iya ka" tawa renyah Savira menyadarkan lamunannya .

" Ayo jalan sekarang aja nanti keburu malem,gue gak biasa pulangin perempuan Malem-malem " , ujar Dinand .

Savira pun hanya tersenyum dan mengangguk,langsung saja setelah Berpamitan dengan Mama Savira , mereka menuju Mobil yang terparkir didepan Rumah Savira,tak lupa Dinand membuka kan pintu untuk Savira dan memastikan Savira tidak kerepotan masuk kedalam mobil karena Dress yang dia pakai .

" Kita mau kemana ka ?" , Ucap Savira memulai percakapan setelah mobil melaju .

" Ke suatu tempat pokok nya ya" , Dinand tersenyum .

" Ih nyebelin" , Protes Savira manja .

Sampailah mereka Di sebuah Restoran yang sudah di pilih Dinand sebelum dia menjemput Savira .

Suasana tempatnya cukup Romantis , berkonsep Outdoor dengan lampu bohlam kuning 5 watt berjumlah banyak yang bergantungan membentuk ilustrasi Bintang . Meja simpel dengan bangku ukiran berwarna putih menjadi tempat mereka bercengkrama . Di iringi alunan Live akustik dari Home Band Restoran tersebut,membuat suasana jadi lebih intim .

" Ka ini tempatnya keren banget " , Kagum Savira .

" Kamu suka ?" Tanya Dinand simpel .

" Suka dong ka,baru pertama aku kesini" , tambah Savira

" Yaudah makan dulu yuk nanti keburu dingin" , ajak Dinand yang dibalas anggukan oleh Savira .

Mungkin keasikan makan,Savira sampai meninggalkan Saus di sekitar bibirnya .

" Maaf Vir" , ucap Dinand .

Dinand dengan sigap langsung membersihkan sisa Saus itu dengan jari nya .

" Ada sisa Saus ", Dinand sambil memperlihatkan Saus yg menempel di jarinya kepada Savira .

Mendapat perlakuan peka seperti itu,jantung Savira terasa mau copot dan ingin memeluk Dinand .

Setelah makanan selesai di santap, sekarang hanya obrolan-obrolan ringan dan canda tawa yang terlihat . mata mereka sesekali saling menyatu,membuat wajah keduanya memerah .
ada cinta disana,ada rasa yang ingin di ungkapkan tapi bukan waktu yang tepat untuk saat ini .

Tak terasa Waktu sudah menunjukan jam 21.30 . Dinand pun berinisiatif mengajak pulang Savira karena tidak ingin membuat citra buruk kepada Orang Tua Savira .

Sampailah mereka setelah setengah jam perjalanan...

" Gue pulang ya,makasih buat malam ini" , Ucap Dinand didalam mobil .

" Iya ka,makasih juga udah bikin malem minggu aku spesial" , balas Savira ceria .

Dinand pun menutup kaca mobilnya dan melajukan mobil itu

" Yessssss wuhuuuuu Savira i love you " teriak Dinand didalam mobil .

Savira pun yang masuk kerumah dengan senyum-senyum membuat Mama dan Papa nya heran .

" Itu kenapa si Eneng Ma ?" Tanya Papah heran

" Gatau ih lagi kasmaran kali Pah,tadi kan Eneng abis jalan sama cowok kasep" , balas Mama .

" Kasepan juga Papah mereun " , gerutu Papah yang di balas tawa oleh Mama Savira .

Savira yang setelah memberi salam kepada orang tuanya langsung ke kamar dan terlihat salah tingkah di kasur karena merasakan kebahagian di malam ini .

" Makasih Ka Dinand,malam minggu ku Indah" ucap Savira lembut , Savira pun menatap sumringah Foto dirinya dan Dinand berdua di Handphone nya .
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.