- Beranda
- Stories from the Heart
Malang Mysterio Exo (Horror Completo Storio)
...
TS
vigovampironeo
Malang Mysterio Exo (Horror Completo Storio)
Ini trit isinya kumpulan cerita horor yang merupakan pelengkap dari trit MALANG MYSTERIO yang legendaris itu....100 % true story tanpa rekayasa ,tanpa formalin dan tidak mengandung minyak babi , selain daripada itu cerita cerita ini memang dirancang dengan alur yang dinamiz sesuai kronologiz dan tata bahasa yang dramatiz sehingga cocix buat dibaca sebelum agan agan bobox cantix
Quote:

Quote:

vigo , niken , pendik , steve , renggo , zul , memet , danang , rani
Quote:
Mustika Hijau Dari Coban Rondho
Latihan Astral Projection
Ada Kuntilanak di Lapangan Basket Kampus UMM
Keangkeran Makam Meneer Dinger
Astral Eye
Diliatin Anjing pas Lagi Ngastral
Obrolan Soal Astral Projection 4
Mousenya Kok Gerak Sendiri ?!
Ada Bencong Ngamen di Perempatan jl Veteran
Rumah Kontrakan Angker Part 1
Rumah Kontrakan Angker Part 2
Rumah Kontrakan Angker Part 3
Rumah Kontrakan Angker Part 4
Rumah Kontrakan Angker Part 5
Rumah Angker Dekat Alun Alun Kota Batu
Tempat Tempat Angker di Sekitar Perumahan Poharin
Ada Arwah Cewe di Rumah Angker Pojokan Tikungan Perumahan Poharin
Rumah Hantu BNS
Noni Belanda Dari Rumah Rinjani part 1
Noni Belanda Dari Rumah Rinjani part 2
Noni Belanda Dari Rumah Rinjani part 3
Noni Belanda Dari Rumah Rinjani part 4
Noni Belanda Dari Rumah Rinjani part 5
Medon di Dalam Botol
Jiwa Pancasila
Ada Arwah Cewe di Perpusda
Ada Arwah Lagi Main Basket di Taman Rekreasi Tlogomas
Obrolan Soal Keangkeran Hutan Blora
Mengerjai Pramugari
Mas Lasmono Part 1
Mas Lasmono Part 2
Mas Lasmono Part 3
Mas Lasmono Part 4
Mas Lasmono Part 5
Mas Lasmono Part 6
Sodok Sodokan
Memanggil Hujan
Malangkucecwara
Quote:
Malang Mysterio(Trit Utama)
Quote:
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda
Diubah oleh vigovampironeo 10-04-2022 07:00
ferist123 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
157.8K
Kutip
442
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vigovampironeo
#303
Mas Lasmono Part 5
Quote:
Aku tidak menguasai kemampuan penyembuhan sehingga aku hanya melihat sukmanya Mas Lasmono disembuhkan oleh Steve dan Bang Priono , mereka berdua duduk bersila di kiri kanan sukmanya Mas Lasmono yang masih terbaring di atas paving , sementara telapak tangan mereka terus bergerak gerak menyapu sekujur sukma Mas Lasmono hingga perlahan tercipta cahaya keputihan yang semakin lama tampak semakin terang.
Priono : " tambahin lagi stiv , masih kuat kan ? "
Steve : " iya bang , aku masih kuat "
Sepertinya kedua orang itu mengerahkan seluruh energi yang dipunyainya , kulihat cahaya keputihan yang menyelimuti sekujur sukma Mas Lasmono tampak semakin terang benderang , bahkan saking terangnya cahaya itu langsung menarik perhatian arwah arwah yang berada di lapangan ini , beberapa arwah tentara Belanda , Jepang dan pejuang pribumi mulai berdatangan dan berkerumun mengelilingi kami yang duduk bersila di area pavingan ini.
Tentara Belanda : " ziel en lichaam geschiedenis "
Tentara Jepang : " sugu ni aitai ? "
Tak kupedulikan keberadaan arwah arwah tentara yang mengerumuni kami , walaupun kondisinya terlihat mengerikan namun mereka sama sekali tidak mengganggu , mereka tampak keheranan melihat cahaya keputihan yang menyelimuti sukmanya mas Lasmono , sementara Steve dan Bang Priono masih terus melakukan prosesi penyembuhan yang entah akan memakan waktu berapa lama.
Entah sudah jam berapa saat ini , aku mulai bosan menunggui Steve dan Bang Priono yang masih belum rampung melakukan prosesi penyembuhan , sementara kulihat satu persatu dari arwah tentara itu mulai meninggalkan kami , sepertinya mereka bosan sendiri melihat apa yang dilakukan Steve dan Bang Priono.
Priono : " cukup stiv ! "
Steve : " udah cukup segini bang ? "
Priono : " iya cukup ini "
Sepertinya Steve dan Bang Priono baru saja mengakhiri prosesi penyembuhan , kini mereka berdua mulai berdiri dan membiarkan sukmanya Mas Lasmono terselimuti cahaya keputihan yang tampak terang benderang.
Me : " udah sembuh itu bang ? "
Priono : " nungguin cahayanya sampe ilang "
Steve : " lumayan lama nih mas "
Rupanya kami masih harus menunggu agar cahaya keputihan yang menyelimuti sukmanya Mas Lasmono itu padam , kata Steve prosesnya masih memakan waktu cukup lama karena ada terlalu banyak negatifitas di sukmanya Mas Lasmono.
Me : " ntar kalo sukmanya balik ke badan langsung pulih lagi dia bang ? "
Priono : " kalo pulih normal udah gak bisa , badannya kan uda kelamaan diisi sama jin ijo itu vig "
Steve : " di otaknya mesti ada syaraf syaraf yang rusak mas , gak bisa dipulihin lagi "
Priono : " ya paling lasmono jadi kayak cecep gitu vig , tau kan sinetron cecep yang diperanin anjasmara ? "
Me : " kayak orang bego gitu ya bang ? "
Priono : " ya kayak gitulah pokoknya vig , mau gimana lagi ?!.. udah untung sukmanya bisa balik "
Steve : " yang penting gak agresif mas , gak pa pa jadi bego "
Sedih juga mendengar penjelasan Steve dan Bang Priono barusan , tadinya kupikir Mas Lasmono bisa kembali normal seperti sedia kala tapi ternyata ia bakalan jadi seperti orang bego atau idiot , ada syaraf syaraf yang rusak di otaknya akibat tubuhnya terlalu lama diisi oleh jin berkulit hijau suruhannya dukun dari Kediri... aku sungguh merasa kasihan dengannya , seharusnya orang seumuran Mas Lasmono bisa bekerja dan mencukupi kebutuhannya sendiri , tapi dengan kondisi seperti ini ia hanya akan menjadi beban bagi orang tuanya.
Cahaya keputihan yang menyelimuti sekujur sukma Mas Lasmono perlahan mulai meredup hingga akhirnya padam , kini kulihat sukmanya tampak lebih bersih daripada sebelumnya dan kurasa sudah siap untuk dikembalikan ke badannya.
Me : " kita ke rumah pak nyoto bang ? "
Priono : " iya vig , langsung dimasukin ke badannya "
Tanpa berlama lama lagi kami mulai beranjak meninggalkan lapangan Rampal sambil membawa sukmanya Mas Lasmono , beberapa menit kemudian kami telah tiba di rumahnya Pak Nyoto dan langsung masuk ke ruangan belakang.
Steve : " dimasukin sekarang bang sukmanya ? "
Priono : " iya stiv , pegangin tangan kanannya !... vig lu pegangin kakinya ! "
Me : " ini sukmanya ditaruh di atas badan bang ? "
Priono : " iyo vig , harus pas ini posisinya "
Kini kami bertiga mulai bersiap untuk memasukkan sukmanya Mas Lasmono ke dalam tubuh fisiknya yang masih tergolek pingsan di lantai , Steve dan Bang Priono memegangi kedua tangannya sementara aku memegangi kedua kakinya , secara perlahan kami meletakkan sukma ini tepat di atas tubuh fisik Mas Lasmono yang tergolek pingsan di lantai hingga terlihat tumpah tindih satu sama lain.
Me :" kok sukmanya gak masuk ke badan bang ? "
Priono : " udah kita tungguin aja , masuknya rada lama vig "
Tadinya kupikir sukmanya Mas Lasmono akan langsung masuk setelah digeletakkan di atas tubuh fisiknya , ternyata kami masih harus menunggu lagi karena sukmanya memerlukan proses yang cukup lama untuk bisa masuk ke dalam tubuh fisik secara keseluruhan.
Steve : " kayaknya abis shubuh baru bisa masuk semuanya "
Priono : " kita tungguin aja stiv , bentar lagi mau shubuh nih "
Me : " kalo sukmanya udah masuk dia bisa langsung bangun ya bang ? "
Priono : " ya gak mesti vig , kadang juga masih pingsan atau tidur "
Kami terus mengamati sukmanya Mas Lasmono yang digeletakkan di atas tubuh fisiknya , secara perlahan sukma itu mulai terbenam menembus tubuh Mas Lasmono hingga akhirnya benar benar masuk keseluruhan setelah kami menunggu cukup lama " assolatuhoiruminannaum.... assolatuhoiruminannaum... " kumandang adhzan shubuh menandai berakhirnya misi kami ini , kulihat tubuhnya Mas Lasmono mulai bergerak gerak dengan lemah.
Me : " udah sadar bang "
Priono : " ya udah , beres kerjaan kita nolongin dia "
Steve : " tapi masih lemah kondisinya bang , belum bisa bangun "
Priono : " ntar sore aja kita ke sini lagi stiv , badannya lasmono kudu dimandiin jamasan "
Ada rasa lega bisa melakukan semua ini untuk menolong Mas Lasmono , rencananya nanti sore kami akan kembali lagi ke sini untuk memberitahukan pada Pak Nyoto bahwa sukma anaknya telah kembali dan sekaligus untuk melakukan ritual mandi jamasan.
Priono : " tambahin lagi stiv , masih kuat kan ? "
Steve : " iya bang , aku masih kuat "
Sepertinya kedua orang itu mengerahkan seluruh energi yang dipunyainya , kulihat cahaya keputihan yang menyelimuti sekujur sukma Mas Lasmono tampak semakin terang benderang , bahkan saking terangnya cahaya itu langsung menarik perhatian arwah arwah yang berada di lapangan ini , beberapa arwah tentara Belanda , Jepang dan pejuang pribumi mulai berdatangan dan berkerumun mengelilingi kami yang duduk bersila di area pavingan ini.
Tentara Belanda : " ziel en lichaam geschiedenis "
Tentara Jepang : " sugu ni aitai ? "
Tak kupedulikan keberadaan arwah arwah tentara yang mengerumuni kami , walaupun kondisinya terlihat mengerikan namun mereka sama sekali tidak mengganggu , mereka tampak keheranan melihat cahaya keputihan yang menyelimuti sukmanya mas Lasmono , sementara Steve dan Bang Priono masih terus melakukan prosesi penyembuhan yang entah akan memakan waktu berapa lama.
Entah sudah jam berapa saat ini , aku mulai bosan menunggui Steve dan Bang Priono yang masih belum rampung melakukan prosesi penyembuhan , sementara kulihat satu persatu dari arwah tentara itu mulai meninggalkan kami , sepertinya mereka bosan sendiri melihat apa yang dilakukan Steve dan Bang Priono.
Priono : " cukup stiv ! "
Steve : " udah cukup segini bang ? "
Priono : " iya cukup ini "
Sepertinya Steve dan Bang Priono baru saja mengakhiri prosesi penyembuhan , kini mereka berdua mulai berdiri dan membiarkan sukmanya Mas Lasmono terselimuti cahaya keputihan yang tampak terang benderang.
Me : " udah sembuh itu bang ? "
Priono : " nungguin cahayanya sampe ilang "
Steve : " lumayan lama nih mas "
Rupanya kami masih harus menunggu agar cahaya keputihan yang menyelimuti sukmanya Mas Lasmono itu padam , kata Steve prosesnya masih memakan waktu cukup lama karena ada terlalu banyak negatifitas di sukmanya Mas Lasmono.
Me : " ntar kalo sukmanya balik ke badan langsung pulih lagi dia bang ? "
Priono : " kalo pulih normal udah gak bisa , badannya kan uda kelamaan diisi sama jin ijo itu vig "
Steve : " di otaknya mesti ada syaraf syaraf yang rusak mas , gak bisa dipulihin lagi "
Priono : " ya paling lasmono jadi kayak cecep gitu vig , tau kan sinetron cecep yang diperanin anjasmara ? "
Me : " kayak orang bego gitu ya bang ? "
Priono : " ya kayak gitulah pokoknya vig , mau gimana lagi ?!.. udah untung sukmanya bisa balik "
Steve : " yang penting gak agresif mas , gak pa pa jadi bego "
Sedih juga mendengar penjelasan Steve dan Bang Priono barusan , tadinya kupikir Mas Lasmono bisa kembali normal seperti sedia kala tapi ternyata ia bakalan jadi seperti orang bego atau idiot , ada syaraf syaraf yang rusak di otaknya akibat tubuhnya terlalu lama diisi oleh jin berkulit hijau suruhannya dukun dari Kediri... aku sungguh merasa kasihan dengannya , seharusnya orang seumuran Mas Lasmono bisa bekerja dan mencukupi kebutuhannya sendiri , tapi dengan kondisi seperti ini ia hanya akan menjadi beban bagi orang tuanya.
Cahaya keputihan yang menyelimuti sekujur sukma Mas Lasmono perlahan mulai meredup hingga akhirnya padam , kini kulihat sukmanya tampak lebih bersih daripada sebelumnya dan kurasa sudah siap untuk dikembalikan ke badannya.
Me : " kita ke rumah pak nyoto bang ? "
Priono : " iya vig , langsung dimasukin ke badannya "
Tanpa berlama lama lagi kami mulai beranjak meninggalkan lapangan Rampal sambil membawa sukmanya Mas Lasmono , beberapa menit kemudian kami telah tiba di rumahnya Pak Nyoto dan langsung masuk ke ruangan belakang.
Steve : " dimasukin sekarang bang sukmanya ? "
Priono : " iya stiv , pegangin tangan kanannya !... vig lu pegangin kakinya ! "
Me : " ini sukmanya ditaruh di atas badan bang ? "
Priono : " iyo vig , harus pas ini posisinya "
Kini kami bertiga mulai bersiap untuk memasukkan sukmanya Mas Lasmono ke dalam tubuh fisiknya yang masih tergolek pingsan di lantai , Steve dan Bang Priono memegangi kedua tangannya sementara aku memegangi kedua kakinya , secara perlahan kami meletakkan sukma ini tepat di atas tubuh fisik Mas Lasmono yang tergolek pingsan di lantai hingga terlihat tumpah tindih satu sama lain.
Me :" kok sukmanya gak masuk ke badan bang ? "
Priono : " udah kita tungguin aja , masuknya rada lama vig "
Tadinya kupikir sukmanya Mas Lasmono akan langsung masuk setelah digeletakkan di atas tubuh fisiknya , ternyata kami masih harus menunggu lagi karena sukmanya memerlukan proses yang cukup lama untuk bisa masuk ke dalam tubuh fisik secara keseluruhan.
Steve : " kayaknya abis shubuh baru bisa masuk semuanya "
Priono : " kita tungguin aja stiv , bentar lagi mau shubuh nih "
Me : " kalo sukmanya udah masuk dia bisa langsung bangun ya bang ? "
Priono : " ya gak mesti vig , kadang juga masih pingsan atau tidur "
Kami terus mengamati sukmanya Mas Lasmono yang digeletakkan di atas tubuh fisiknya , secara perlahan sukma itu mulai terbenam menembus tubuh Mas Lasmono hingga akhirnya benar benar masuk keseluruhan setelah kami menunggu cukup lama " assolatuhoiruminannaum.... assolatuhoiruminannaum... " kumandang adhzan shubuh menandai berakhirnya misi kami ini , kulihat tubuhnya Mas Lasmono mulai bergerak gerak dengan lemah.
Me : " udah sadar bang "
Priono : " ya udah , beres kerjaan kita nolongin dia "
Steve : " tapi masih lemah kondisinya bang , belum bisa bangun "
Priono : " ntar sore aja kita ke sini lagi stiv , badannya lasmono kudu dimandiin jamasan "
Ada rasa lega bisa melakukan semua ini untuk menolong Mas Lasmono , rencananya nanti sore kami akan kembali lagi ke sini untuk memberitahukan pada Pak Nyoto bahwa sukma anaknya telah kembali dan sekaligus untuk melakukan ritual mandi jamasan.
Diubah oleh vigovampironeo 13-09-2018 07:52
meqiba memberi reputasi
1
Kutip
Balas