Samain aja kayak yang laen sama general rules di thread sfth.
Tambahan : No OOT berlebihan, No Bullying, No Spam, and No Smoking ( kagak gue boong )
Jangan ada yang kepo secara berlebihan mengenai tokoh cerita ini selain gue
Quote:
FAQ
Q: Bro, ini REAL apa FIKSI ? A : Gue berharap FIKSI.
Q : berarti ada yang REAL ? A : ada yang REAL, tapi ada yang gue geser timelinenya. Ada juga yang gue FIKSI kan.
Q : bagian mana yang REAL, bagian mana yang FIKSI ? A : di kira kira aje dah bang.
Q : nama tokoh disini asli atau bajakan ? A : cuman nama gue yang aseli, yang laen Made in China.
Q : eh katanya FIKSI, tapi kenapa elu kasih Ajinomoto ? A : karena garam tanpa sayur itu asin banget bray, jadi kudu seimbang biar tetep enak dibaca.
Q : Jadwal update gimana gan ? A : kalo internet dan Kuota mendukung dan kagak ada problem RL gue pasti Update.
Quote:
SEPATAH DUA PATAH GOYANG PATAH-PATAH DARI TS
*BUAT ORANG BARU: sebelum masuk, pake topi konstruksi dulu soalnya banyak bata berterbangan (*Whush baru gue bilang ) *BUAT ORANG LAMA : ati ati pak ngelempar bata nya, jangan sampe akun ane jadi berdarah *BUAT SR : Nikmatin aja orang ribut di trit ane
Quote:
GOTONGAN
Tempat Writer, atau Junker yang gue hormati. first post buat kalian
Setelah gue cuman jadi reader cerita orang di SFTH, akhirnya gue beranikan diri untuk ikut buka lapak disini. Sorry kalo tulisan gue jelek, gue gak kayak kak Tama yang tulisannya cetar membahana, gue juga bukan Mas Hendra yang penggunaan katanya sangat luar biasa. Gue juga bukan Bulan dengan kisah cintanya, atau Joko dengan komedinya, I’m just a noob writer.
Quote:
Kalo menurut kalian ini cerita jelek dan gak bermutu, langsung kirim bata aje ke profil gue. Kagak usah ribut di thread ini. Kasihan yang mau baca ini cerita jadi harus baca komen kalian .
kalo kalian berkenan, tinggalkan komen di trit ini. komentar kalian membuat saya lebih bersemangat untuk berkarya Last, but not least, selamat menikmati
Sebuah senyuman di pagi hari
Memberi kehangatan seperti sang mentari
Memberiku semangat ‘tuk melawan hari
Sebuah senyuman dari sang pujaan hati
Senyuman yang begitu mempesona
Hingga membuat semua orang terpana
Beruntunglah aku ini yang hina
Bisa untuk melihat senyum yang sangat mempesona
Tak terasa waktu telah berlalu
Meninggalkan ku disini yang kehilangan mu
Kini kau telah pergi meninggalkanku
Kau pergi mencari pria yang lebih dariku
Kau tinggalkan aku sendiri disini
Hanya dengan bayangan mu yang menemani
Ku kira kaulah matahariku
Tapi tenyata kau pergi meninggalkanku
Terimakasih untuk kebersamaan kita dulu
Aku harap kau bahagia tanpaku
Tapi aku tak bisa menemukan wanita sepertimu
Kau lah matahariku, Walau kau pergi jauh dariku
Cintaku takkan berubah untukmu
Puisi ini ku buat dengan seluruh cintaku
Semoga kau mengerti dalamnya cintaku
Untukmu, Matahariku
CREATED BY : Mr.DLominto
Pernahkah kalian merasa bahwa seluruh dunia mencampakkan kalian? Aku pernah. Pernahkah kalian merasa semua orang tak menghargai keberadaan kalian? Aku pernah. Pernahkah kalian di tinggal orang yang kalian cintai demi kebahagiaan dia, walau itu terasa sakit? Aku pernah juga, sering malah.
Puisi diatas hanya menggambarkan setitik perasaan yang aku rasakan. Sakitnya hati ini, rasa kecewa, dan masih banyak lagi yang belum aku ungkapkan. Tapi karena semua itulah, sekarang aku berdiri disini, berdiri tegak menantang matahari.
Cerita ini aku dedikasikan untuk semua yang pernah datang lalu pergi dari kehidupan ku ini. Semoga kalian membaca apa isi hatiku pada saat itu. And at least, terlebih untukmu matahariku
PROLOG - END
Diubah oleh lominto 19-04-2017 02:09
nona212 dan anasabila memberi reputasi
2
49.6K
Kutip
533
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
NANA ( 七 ) - THE DARK SIDE OF SHADOW ( ENVOY OF THE END )
Spoiler for kata pembuka dari TS:
Wokeh dikarenakan trit gue yang udah +3k ( thanks ) walaupun banyak tuyul dan jin lainnya berkeliaran (hush ), tapi gapapa. I apreciate your attention to read my story. Update kali ini bakal panjang, karena selain trit yang 3k, sekarang juga malem minggu. Daripada mojok sama sabun, mending makan kentang rame rame
~~ sekian dan salam KENTANG ~~
KENTANG SEBELUMNYA
Quote:
"hemh, gila wan. Menang" kata randi saat sampai
"santai ran. Rokok dulu gih" kataku
"entaran aje wan. Kok bisa gitu ya ?" tanya randi masih tak percaya
"jadi begini ran.." ucapku terpotong
+_+_+_+_+_+_+_+__
Spoiler for lagu yang pas:
SLIPKNOT – PSYCHOSOCIAL
+_+__+_+_+_+_+_+_+_
Quote:
"jadi begini ran.." ucapku terpotong
"*hosh* gue menggunakan emosi mereka" kataku sambil mengeluarkan asap putih dari mulut
"maksudnya ?" tanya randi
"lu ngerasa ke tonjok sama dia gak ?" tanyaku balik
"iya sekali, sakit banget jink " jawabnya sambil mengelus elus tangannya
"dia ribut pake emosi, emang efeknya pukulannya jadi kenceng. Tapi terlalu banyak energi yang dia buang, gerakannya juga banyak celah" jawabku
"iye wan, dia nojok gak tentu arah" kata randi
"karena elu punya latar belakang martial art, elu pasti tau kapan waktu yang pas buat nyerang. Jadi ya, seperti yang elu liat sekarang. SMA kita menang" kataku enteng
"iye dah, gimana elu aja. Eh, masalah meli gimana ?" tanya randi
"*hosh*ya begitu" kataku sambil menghembuskan racun itu
"kok elu kagak ada rasa bersalah sih ?" kata randi
"liat gue, apa ada rasa bersalah ?" kataku sambil menatap matanya
"kagak " jawabnya singkat
"ya adalah go*lok" kataku sambil menjitak kepalanya
"ta*, tapi kagak keliatan di muka elu tuh rasa bersalah" jawabnya sambil mengelus kepalanya
"*hosh*Elu gak bakal tau, cukup gue dan tuhan yang tau. Tapi pas awal gue bikin rencana, rasa bersalah itu kagak muncul. Karena yang gue pikirin cuman "menang" gak ada yang laen. Sekarang baru gue ngerasa" jawabku sambil menghembuskan asap lagi
"eh, menerut elu SMA kita bakal gimana kedepannya ?" tanya randi
"skala pendek atau skala panjang ?" tanyaku balik
"terserah elu dah" jawabnya
"skala pendek, mungkin bakal banyak SMA laen di daerah tangerang yang bakal nantang SMA kita. Tapi jangan khawatir, kita pake rencana yang sama. Skala panjang, sekolah luar juga bakal muncul. Karena sebelum akhir semester ini tangerang bakal kita yang megang" jawabku
"wah yakin tuh ?" tanya randi
"ke yakinan gue akan prediksi gue barusan sama besarnya dengan keyakinan elu akan rencana gue nantinya. Kalo elu percaya 100%, gue yakin 100% bakal terjadi" kataku enteng
"hahaha iye dah, tap-" katanya terpotong
"kagak bakal ada cewek yang gue masukkin lagi, gue masih merasa bersalah sama meli" potongku
"wah anj-" katanya terpotong
"gue kagak an*ing yang tau elu mau ngomong apa " potongku
"ah t*i el-" katanya terpotong lagi
"iya gue kayak orang gila yang bisa tau masa depan" potongku lagi
"..." dia hanya diam
"dan gue gak bisa baca pikiran ya. Inget !" jawabku sambil cengengesan
"ah, bete gue ngomong sama elu. Ngomong belom beres udah di potong " jawabnya kesal lalu pergi
"hahaha, jalan pikiran elu gampang ditebak ran" teriakku
skip sampai menjelang us
Sekolah menjadi hal yang membosankan sekarang. Waktuku lebih banyak terbuang untuk nongkrong dan menikmati acarayang teman geng ku berikan.
Ada sebuah kejadian lucu bagiku.
Hari sabtu, seperti yang sudah direncanakan sebelumnya akan ada acara saat pulang sekolah. Aku yang sedang asik "menikmati" acara terganggu karena posisiku diketahui oleh orang lain.
Quote:
"woy an*ing sini lu" teriak orang itu sambil memasang kuda kuda serabutan
"ah si an*ing, gak bisa liat orang lagi seneng apa" kataku dalam hati lalu berdiri
Aku lalu memasang kuda kuda dari beladiri muay thai
Spoiler for bentuknya:
kalo penasaran sama bentuk tendangan disini cari ndiri
Dia terlihat bingung dengan posisi badanku. Aku lalu memberinya gesture untuk maju. Orang itu lalu maju perlahan. Aku ingin memberinya kejutan dengan memberinya sebuah roundhouse kick, tapi di tengah udara aku ganti tendanganku dengan spin back roundhouse kick.
*BUGH* Tapak sepatu ku pun mengenai pipi dan telinganya secara telak. Dia pun jatuh ke tanah tanpa mampu untuk berdiri lagi. K.O.
Quote:
"*su, baru gue tendang udah K.O., bangun an*ing gue udah panas nih *BUGH*" kataku sambil menendang perutnya
"ampun bang" katanya lemah
"aah ban*sat, gara gara elu nih *BUGH* gue cari korban lagi dah" kataku setelah menendang dia sekali lagi lalu pergi
Aku menemukan seorang yang kukira pantas
Quote:
"woy anj*ng sini lu" teriakku
Aku lalu menghampirinya dan melakukan push kickke arah perutnya lalu di susul dengan axe kick yang mengenai bagian tengkuknya. Dia pun bernasib sama seperti orang sebelumnya
Quote:
"wah beneran an*ing *BUGH*" kataku lalu menendang perutnya
"baru ditendang gitu K.O. lagi. Masih belom puas gue" kataku mencari korban selanjutnya
Aku lalu melepas sepatuku agar lebih leluasa melakukan tendangan tendangan yang lain. Lalu aku melihat seseorang lagi
Quote:
" woy ban*sat, sini lu an*ing !" teriakku
Aku lalu menghampirinya. Aku lalu menendang dengan spining roundhouse kickyang sengaja aku lewatkan kearah kepalanya. Dia terlihat terkejut. Aku lalu meneruskan gerakan kakiku berputar lagi 180 derajat dan mengantinya menjadi low kick. Dia terlihat meringis kesakitan sambil memegang betisnya. Aku lalu meninjunya dengan tehnik Hook kanan. Dia terlihat lunglai tapi masih mampu berdiri. Aku lalu meninjunya dengan tehnik Uppercut, tinjuku sukses masuk dan mengenai dagunya
Dia terjatuh, tapi berusaha ingin bangkit kembali
Quote:
"nah, gini dari tadi" kataku lalu menindihnya
Aku yang berada di atas perutnya memukuli wajahnya secara terus menerus. Sampai ada dua orang yang menarikku
Quote:
"woy go*lok udahan" teriak seseorang dari arah kanan
Aku lalu menengok ke kanan, ternyata itu Wahyu. Dan di sebelah kiriku adalah Andi
Quote:
"bisa mati anak orang go*lok" kata andi
"sorry sorry kebawa suasana. Yu, sekarang mending elu beliin gue rokok" kataku lalu menyerahkan uang 20 ribu
"yaudah, daripada gue yang kena. Danhil kan ?" kata wahyu
"yoi. Gih buruan. Elu juga ndi gih sana pergi" kataku
"udah kalem lu wan ?" tanya andi
"udah selaw" kataku sambil menepuk pundaknya pelan
"yaudah gue ke warung dulu" kata andi
Aku lalu berjalan ke arah warung sampai aku ingat akan satu hal.
Spoiler for hal:
Nungguan apa kalian ? kagak ada dimari
Quote:
"*su j*mput j*ran jan*uk anji*g *ai *angsat $%^&^%^&^%$#$%^&" teriakku menyebutkan sumpah serapah mulai dari bahasa jawa ( *su dkk ), bahasa indonesia ( anji*g dkk ) sampai bahasa alien ( @#$%^@#$%^& dkk )
"kenapa lu wan teriak teriak gak jelas" tanya randi yang kebetulan posisinya dekat denganku
"sepatu gue ilang anji*g !" teriakku
"hahaha, lagian elu *oblok, ribut pake lepas sepatu " kata randi sambil tertawa
"ah *njing banget. Gue balik gimana nih " kataku lemas
"hahaha, udeh elu nanti balik sama gue naek motor" kata randi
Spoiler for mengenang:
R.I.P SEPATU
SEMOGA KAMU BAHAGIA PAS ITU, TERIMAKASIH SUDAH MENEMANI KAKIKU.
skip sampe libur US
Aku masih belum dapat sepatu baru, belum ada yang cocok.
Hari minggu yang cerah, tapi sayang, hari ini datang seseorang yang paling aku tak harapkan.
Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumahku. Lalu sepasang suami istri turun dari mobil itu
Quote:
"assalamu'alaikum" salam mereka
"wa'alaikumsalam. Masuk aja gak dikunci" teriakku dari kamar
"mbah mu kemana wan ?" tanya sang laki-laki
"pergi ke pasar pak" jawabku.
Ia, mereka adalah orang tuaku. Mereka orang yang super sibuk. Ini mungkin baru ke-6 kalinya mereka kesini. Aku dititipkan pada nenek dan Uwaku ketika aku berumur 2 bulan. Usaha mereka sedang di puncak, itulah yang kudengar dari nenekku.
Quote:
"duit di ATM kamu masih ada berapa ?" tanya bapakku
"masih aman, ada 8 digit" teriakku dari kamar
"angka depannya berapa ?" tanya ibukku
"angka 4" teriakku
"yaudah besok bapak tambahin 5 takut gak cukup buat kamu" kata bapakku
"gue gak butuh *njing. Gue butuh kalian" kataku dalam hati
"yaudah kita gak bisa lama. Bapak masih ada rapat di luar kota, ibu mu juga ada arisan di luar" kata bapakku
"ya ati ati dijalan" teriakku dari kamar
Lalu terdengar suara pintu ditutup. Suara mobil yang kian menjauh juga terdengar
Quote:
"f*ck you !" teriakku
Lalu sebuah ide gila terlintas dikepalaku. Sebuah ide yang akan merubah jalan hidupku
Aku memutuskan untuk mengirim pesan ke didit
Quote:
Ridwan : "dit, nanti jam 7 malem elu kesekolah. Buat gravity tulisannya "AGUS OTAK MESUM" yang gede di tembok gedung depan. Tulis nama gue dibawahnya" isi pesanku Didit : "yakin wan ? bisa di keluarin dari sekolah lho" balas didit Ridwan : "gue tau apa yang gue lakuin. Besok pagi harus udah jadi" balasku Didit : "yaudah gue bikin nanti" balasnya
Apa yang aku lakukan memiliki 2 target. Orang tua, dan guru reproduksi. ini sebuah keputusan yang sudah aku pikirkan matang-matang. Aku tau apa yang akan terjadi. cerita hanya garis besar
Aku dipanggil ke ruang guru, mereka bertanya apa maksudku. Aku bilang bahwa aku hanya menyuarakan pendapat, kalian bisa tanya ke murid perempuan bila tak percaya. Mereka menimbang nimbang lalu memutuskan untuk menindak lanjuti aku dan guru itu. Orang tuaku di panggil, mereka marah marah tidak jelas karena mereka tidak tau apa alasan aku melakukan itu.
Sedangkan nenek dan Uwaku tau pasti ada yang menjadi alasan mengapa aku begitu, tapi aku tak menjawabnya. Lalu aku disuruh untuk pindah ke bandung dan tinggal bersama keluarga supir
Spoiler for kenapa disingkat:
pertama karena panjang banget, kedua karena internal problem ane, ketiga ane masles ngetik,, puanjang cuk
+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_
Spoiler for ganti lagu:
ONE OK ROCK - HEARTACHE
Quote:
"begitu sar" kataku kemudian
"eh sebentar, itu meli temen aku ?" tanya sari
"" hanya senyum jawaban dariku
"aku gak nyangka wan, kamu jahat" katanya
Aku menangkap perasaan sedih sekaligus kecewa di matanya
Quote:
"aku udah bilang sebelumnya kan? " jawabku
"iya tapi.. aku gak nyangka aja. Aku mau kamu janji sama aku" kata sari
"apa sar ?" tanyaku
"janji jangan ada meli-meli selanjutnya di rencana kamu" kata sari
"iya aku janji ke kamu sar " jawabku
"dan satu lagi, kalo kamu ada masalah cerita sama aku" kata sari
"oke, tapi sebelumnya, kenapa kamu sepeduli itu sama aku ?" tanyaku
"karena.... karena aku sayang kamu wan " jawabnya pelan
"hah apa kamu bilang ? coba ngomong deket kuping aku" kataku, aku bukannya tidak mendengar, hanya ingin memastikan apa yang kudengar itu nyata
"AKU.. SAYANG.. KAMU " bisik sari dengan jelas di kupingku
"walau kamu tau tentang masa lalu aku ?" tanyaku
"iya,, karena kamu udah janji gak akan ada wanita lagi yang kamu masukkan ke rencana kamu " jawabnya
"oke, nanti aku kabarin jawaban aku. Nomer kamu belom ganti kan ?" tanyaku
"belum wan . yaudah aku pulang dulu ya " kata sari
"ya, hati-hati dijalan " kataku
Sari lalu pergi menuju gerbang sekolah. Lalu aku menyusulnya dengan perlahan. Ku lihat dia sudah menaiki sebuah angkutan umum ke arah qdwe.
Quote:
"sari, are you really want to be my light ?" kataku dalam hati
"masih ada waktu buat mikirin itu. Sekarang gue mending ba-" ucapku terpotong
"*njing gue lupa. Mang ujang bilang bakal jemput jam 3 nanti " kataku
"f*ck , sekarang gue harus apa ?" lanjutku
Lalu aku melihat ada sekelompok anak sekolahku sedang nongkrong di warung dekat sekolah.
Quote:
"mending join mereka, siapa tau dapet tontonan baru" kataku
Aku lalu menghampiri mereka
Quote:
"permisi a', boleh gabung ?" tanyaku
"oo iya iya silahkan" kata seseorang
"elu anak baru ya disekolah ini ?" tanya orang di sebelah kanan
"iya a'. saya pindahan dari SMA uio" jawabku
"SMA uio lu bilang ?" orang yang dikiri angkat bicara
"iya a'. ada apa ?" balasku
"lu gak tau geng anak uio ?" tanya orang itu lagi
"yang gue gak tau kenapa beritanya bisa nyampe sini" kataku dalam hati
"ada apa sama geng uio a' ?" tanyaku
"mereka katanya yang megang tangerang sekarang. Tinggal nunggu waktu sampe mereka keluar wilayah" kata orang di kanan
"oiya, gue fredi. Ketua geng ini" kata orang di kanan
"di kiri gue joni, sebelahnya dimas" lanjutnya
"saya Ridwan a'" kataku
"haha gak usah kaku begitu. Biasa aja" jawab dimas
"terserah elu pada aja" kataku
"oiya, denger denger katanya ada yang bantu anak uio pas tawuran ya?" tanya joni
"iya bener tuh, mumpung ada anak uio tanya aja langsung" kata dimas
"emang ada apa ?" tanyaku
"kita disini denger kabar, dulu sma uio kan sering kalah, trus semenjak dateng orang baru mereka jadi terkenal kayak sekarang" kata dimas
"iya wan, beruntung banget mereka dapet orang bagus begitu. Nah itu berita bener gak ?" tanya fredi
"sekarang kalian yang beruntung" kataku dalam hati
"gak tau a' " jawabku singkat
"o yaudah. Eh, rokok wan ?" tawar dimas
"kagak mas gak usah" kataku
"gak ngerokok lu ?" tanya fredi
"gak. Gue punya sendiri" kataku lalu mengeluarkan sebungkus danhil
"wuih danhil. Gaya dah" kata fredi
"kebetulan lagi ada di" kataku
Setelah memikirkan sebuah jawaban, akupun mengirim pesan ke sari
Quote:
Ridwan : "sari" kirimku Sari : "iya wan ?" balasnya Ridwan : "Iya sar" balasku Sari : "maksudnya? " tanya sari Ridwan : "jawaban aku" balasku singkat Sari : "jadi kita ?" balasnya Ridwan : "iya. Tapi aku mau kamu janji satu hal" balasku Sari : "apa wan ?" balasnya bertanya Ridwan : "jadilah cahaya sar" balasku Sari : "walau aku gak ngerti, tapi aku berusaha " balasnya
Lalu sms seperti biasa seperti menanyakan sudah makan dan sebagainya skip 1 bulan
Tak terasa 1 bulan sejak sms "iya" tersebut kukirim. Sari pun benar benar seperti cahaya dalam hidupku. Dia membuatku keluar dari sudut tergelap yang selama ini kutempati. Dia memberi warna pada hidupku yang monochrome
Hari minggu yang cerah, Sari sebelumnya mengirim pesan padaku bahwa ia akan jalan dengan sahabat lamanya. Akupun mengiyakan itu. Aku memutuskan untuk memejamkan mata, gravitasi kasur sangat berat kurasa saat itu.
Entah jam berapa sekarang. Aku terbangun karena tiba-tiba ada sebuah pesan singkat masuk ke hp nextiyan ku.
Quote:
Fredi : "bro, ini sari bukan ?" isi pesan itu
Aku lalu membuka pesan itu. Ku lihat di sana ada foto sari dengan seorang pria yang tak ku kenal. Oiya, aku dengan anggota geng ku sudah bertukar nomor hp sebelumnya. Untuk memudahkan komunikasi kata mereka.
Mereka pun tau hubunganku dengan sari
Quote:
Ridwan : "dimana itu fred ? kapan elu ambil ?" balasku Fredi : "di mall xyz wan. Baru gue ambil barusan" balasnya Ridwan : "otw. Tunggu disitu" balasku
Aku langsung mengganti "kostum" tidurku. Dengan motor yang ada di rumah mang ujang akupun berangkat ke mall xyz.
Quote:
Ridwan : "di mana itu bro ?" isi pesanku Fredi : "di Wek Ronal bro" balasnya
Aku langsung pergi ke wek ronal. Kulihat fredi duduk di salah satu pojok food court itu. Aku datang dengan "kostum" kebesaranku. Jeans hitam dengan sweater hoodie hitam juga.
Quote:
"permisi a' mau numpang tanya" kataku pada fredi
"iya ada apa ya? " tanya fredi bingung
"saya nyari orang g*blok yang namanya fredi" kataku sambil membuka hoodie
"eh si *njing gue kira siapa" kata fredi
"hehe sorry bro. mana si sari ?" tanyaku
"arah jam 10" jawab fredi tanpa mengalihkan pangdangan
Ku lihat di arah jam 10 ku ada dua orang muda mudi saling bercengkrama dengan mesranya. Sang wanita adalah orang yang sangat ku kenal. Dia sari.
Quote:
"bener bro" jawabku singkat
"elu kenal sama cowok yang itu ?" tanyaku
"dia budi. Ketua geng sma lkj" jawab fredi
"kalo kita drop menang gak ?" tanyaku
"smk kita ? gak mungkin wan" jawab fredi lemas
"oh gitu. Besok kayaknya bakal ada kejutan fred di sekolah, yang sabar." Kataku
"kejutan apa wan?" tanya fredi
"gak tau. Namanya juga kejutan " jawabku
"lah si *njing" jawab fredi sambil menjitak kepalaku pelan
"eh fred, ambilin koran disana dong" jawabku sambil menunjuk ke tumpukan koran
"mau apa wan ?" tanya fredi
"bawa aja fred" kataku
Fredi lalu berjalan dan mengambil sebuah koran
Quote:
"nih wan" kata fredi sambil menyerahkan sebuah koran
"oke tunggu sebentar" kataku
Aku lalu memakai hoodie "kebesaran" ku. Koran ku pegang seakan aku baca. Lalu aku berjalan menuju meja sari. Saat sudah dekat, aku sengaja menabrakkan tubuhku ke mejanya.
Quote:
"eh sorry a', teh saya lagi baca koran" kataku menurunkan koran tanpa membuka hoodie
"iya a' gapapa. Kamu gapapa bud ?" kata sari
"eh sebentar" kataku sambil membuka hoodie
"sari kan ?" lanjutku saat hoodie ku buka
Sari terlihat terkejut saat itu. Ia mungkin tak menyangka ada aku disitu
Quote:
"hai sari apa kabar ? dapet pacar baru lagi ya ?" tanyaku dengan sebuah senyuman
Senyuman yang aku beri selalu memiliki jutaan arti
"eh.. iya" jawab sari sambil menunduk
"o iya bro, gue ridwan " kataku sambil mengangkat tangan memberi gesture berjaba tangan
"gue budi. Pacarnya sari" kata budi menjabat tanganku
"oo pacarnya. Udah berapa lama kalian jadian ? " tanyaku
"minggu ini minggu kedua" kata budi
"dua.. minggu.. ya?" kataku dalam hati
"oo, dua minggu ya sar ?" tanyaku ke sari
"i-iya wan" jawab sari
"oiya, elu siapanya sari bro ?" tanya budi
"gue MANTAN nya sari bro. baru bulan kemaren putus " jawabku sambil memberi penekanan pada mantan
"eh bentar bro ada telepon" kataku lalu mengeluarkan hp
Satu nama yang kucari saat itu, orang yang bisa untuk diajak kerjasama. Randi.