- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#29
Beraksi
Diandra ternyata sudah berada didepan rumah nya,Dinand kaget karena tidak ada teman sekolahnya yang tahu keberadaan rumah Dinand selain Cilay dan Adon .
" Pasti anak setan nih " , grutu nya dalam hati .
Dinand pun menghampiri Diandra yang sudah menunggu nya .
" Nand temenin gue jalan yuk,bete nih gue", ajak Diandra manja .
" Hem yaudah masuk aja dulu,gue mau mandi dulu", Dinand menyeka keringat dikening nya .
" Abis dari mana memang kamu beb", Tanya Diandra .
" Jualan bak" , ketus Dinand .
" Ayo udah masuk" timpalnya .
" Ih di tanya bener juga!", Ketus Diandra
Diandra pun membuntut di belakang Dinand untuk menunggu sang pria membersihkan badan nya .
" Wih ganteng ku" , puji Diandra setelah melihat Dinand sudah rapi .
" Yaudah mau jalan sekarang atau gue tidur nih ?" , Ucap Dinand .
" Galak terus aja Nand,ayo sekarang ", ajak Diandra .
Dinand mengajak Diandra dengan menggunakan mobil,karena pakaian Diandra yang tidak memungkin jika Dinand membawa motor andalannya .
Sampailah mereka di sebuah Cafe bergaya vinttage namun di beri sentuhan Eropa sehingga terkesan romantis,cocok untuk sekedar berbincang antar pasangan .
Mereka pun segera memesan makanan dan minuman yang tersedia .
" Hubungan kita sebenarnya gimana sih Nand ?" , Tanya Diandra lirih .
" Loh ga ngerti gue apa yang lo omongin", balas Dinand .
" Lo gak pernah sadar atau emang bego sih ? Gue suka sama lo Nand,tapi lo selalu menghindar,makanya gue tanya Cilay dimana alamat lo", ada genangan air di kelopak mata Diandra .
" Eh udah gausah pake nangis gitu cengeng banget", ujar Dinand.
" Ya kita coba aja buat deket dulu jangan langsung jadian oke", Saran Dinand .
" Yaudah iya Dinand", seraya menggenggam tangan Dinand .
****
Pagi itu sekolah Pelita Jakarta sudah di buat gaduh oleh ulah dari Savira yang ribut dengan seorang anak kelas XI .
" Makanya lo anak baru disini jangan sok eksis", ujar perempuan itu .
" Ya lo aja sirik kalah famous sama gue,makanya kalo sekolah tuh lo mandi", Savira melawan .
" Maksud lo apa ngomong gitu ?!", tangan perempuan itu pun melayang mencoba memberi tamparan,Savira hanya terpejam dan mencoba menghindar .
Namun tangan perempuan itu tertahan,seperti ada yang mencengkram erat,ternyata Dinand dari belakang menahan tangan perempuan itu
" Lepasin Nand !!", Pinta perempuan itu .
" Gue bakal lepasin kalo kalian bubar dan gak bikin ribut pagi-pagi ", pinta Dinand
" Dia duluan tuh", perempuan itu menunjuk ke Savira .
" Eh enak aja lo, kan yang kakak kelas kan elo, ya lo duluan lah" , tukas Savira
" Emang aneh ini orang,aneh sama bego beda tipis" , ujar Dinand dalam hati .
"Udah udah gausah saling nyalahin,kalo ga mau bubar,gue aduin guru piket biar kalian di Jemur ditengah lapangan,mau ?!!" , Gertak Dinand.
Ancaman Dinand pun membuat mereka bergidik badannya,dan memutuskan untuk kabur ke kelas masing-masing .
****
" Vir dari mana lo ?!" , Tanya Risa .
" Abis ribut gue sama si dekil" , Savira kesal .
" Hahaha enak aja ngatain orang lo,si Dekil siapa sih?!", Tanya Risa heran .
" Gatau gue pokonya pengen makan orang gue !!" , Savira terlihat emosi .
" Gue lihat tadi Ka Dinand yang misahin kalian ciee ciee..." , Ungkap Nesta
Ternyata Nesta tidak sengaja melihat perkelahian Savira tadi,ingin menolong tapi sudah ada Dinand yang melerai
" Ih apaan sih Nes" , wajah Savira memerah malu .
" Cie Savira uhuk uhuk" ledek Risa .
" Kalo di taksir sama Ka Dinand kelar lo Vir,dia kan Playboy" , ungkap Nesta
" Ah masa sih dia Playboy ? Kayanya anak nya baik dan care deh " , tukas Savira
" Ya gosip-gosipnya sih gitu,dia emang baik hati tapi Playboy . Bisa dibilang Playboy baik hati ", dilanjut tawa dari Nesta dan Risa .
" Yee ngaco lo mana ada playboy baik hati " , tegas Savira .
Pikiran Savira melayang,memikirkan apa yang di katakan oleh Nesta,apakah benar kalo Dinand playboy ? Sebetulnya Savira mulai tertarik ke Dinand,selain ganteng dia pun terlihat peduli kepada orang lain dan sangat hormat ke guru .
****
" Eh eh tunggu hey " , Panggil Cilay .
Savira dan teman-temannya pun berhenti setelah mendenger panggilan Cilay .
" Emm tolongin gue please ", Cilay memelas kepada Savira .
" Loh tolongin apa ka ?", Tanya Savira heran .
" Handphone gue gak ada pulsa, si Dinand sama Adon gue cari dari tadi ga ada . gue minjem hape lo dong buat telpon Ibu gue bentar aja ,ngeri di omelin nih gue " , pinta Cilay .
Savira pun langsung memberikan hape nya karena kasihan melihat muka Cilay yang panik dan pucat .
" Halo,halo.." , ucap Cilay
" Iya halo siapa nih ?", Balas Dinand
" Ini Nand nomernya Savira, ini sih gue Cilay " , Cilay pun cengengesan
Demi apapun Savira bengong melihat kelakuan Cilay karena tadi alasan Cilay untuk menelpon Ibunya dengan berakting muka pucat,dan ternyata yang di telpon adalah Dinand .
" Nih hape nya, makasih non eh Savira" , Cilay pun kabur sambil tertawa,belum sempat Savira membalas .
" Sumpah guys itu orang udah gila kali ya ", ungkap Savira .
" Ada-ada aja ide nya buat dapet nomer hape lo doang ", tawa Risa dan Nesta .
" Ya ampun sumpah nyebelin banget ya itu orang " , ketus Savira.
" Bentar lagi Ka Dinand nambah gebetan nih Nes" , sindir Risa
" Iya nih cieee udah ga bakal jomblo lagi nih di taksir senior Ganteng" , Nesta meledek . Dan mereka berdua pun tertawa .
Baru saja Savira dan teman-temannya duduk di bangku kelasnya,Savira mendapati hapenya ada yang menelepon,dan nomernya pun asing .
" Ya hallo, siapa ini ?" , Jawab Savira
" Maafin temen gue tadi ya, bukan gue juga yang nyuruh dia,sekali lagi maaf", ungkap Dinand .
" Iya tapi ini siapa ya ? Gue ga ngerti apa yang lo omongin" , balas Savira heran
" Saya Dinand " , jawab Dinand
Savira langsung mematikan telpon dari Dinand,dengan muka memerah dan salah tingkah terlihat sedikit kegirangan dan rasa malu menjadi satu ketika tahu yang barusan saja menelpon itu Ka Dinand,sampai-sampai temannya kebingungan melihat Savira yang lagi-lagi berkelakuan aneh .
" Eh kenapa lo,udah gila ya ?" , Ujar Nesta
" Tau lo Vir,ngangkat telpon langsung gitu ih serem gue, emang siapa yang nelpon sih ? Ko gue kepo ya..." , Tanya Risa
" Emmm.." , dengan senyum manis tersungging di bibir Savira " Kak Dinand"
" Hah demi apa lo Vir ? , Tanya Nesta kaget
" Iya serius Ka Dinand tadi , udah ah jadi malu gue " , Savira memerah malu karena kedua temannya menatap genit .
Entah perasaan apa ini,perasaan yang sangat aneh,perasaan yang membuat hati bergetar,perasaan yang membuat sumringah dan memberikan rasa bahagia . Jika berandai-andai mungkin cowok ini yang bakal mengisi warna warni hari nya Savira,atau ini hanya godaan sesaat yang membuat senang namun dalam beberapa jam membias hilang .
" Serius lo Nand mau deketin Savira ?" , Tanya cilay .
" Ya sepertinya, dia unik sih gue jadi penasaran" , balas Dinand
" Inget Nand disini ada Diandra, belum di luar sekolah ada Sella terus Sabrina terus siapa lagi entah gue gak tau lagi" , ujar Cilay .
" Kayanya dia masih polos deh Nand,kelakuan nya aja kaya iblis" , ucap Cilay.
" Sembarangan lo,calon gue tuh", grutu Dinand .
" Calon apa tuh,Calon korban ?" Cilay dan Adon pun tertawa .
Mereka tidak mengerti kalau perasaan Dinan ke Savira bukan sekedar main-main seperti yang biasa di lakukan Dinand ke perempuan lain,hari-hari Dinand mungkin akan di sibuk kan dengan sejuta cara yang dia miliki untuk menaklukan hati Savira .
" Pasti anak setan nih " , grutu nya dalam hati .
Dinand pun menghampiri Diandra yang sudah menunggu nya .
" Nand temenin gue jalan yuk,bete nih gue", ajak Diandra manja .
" Hem yaudah masuk aja dulu,gue mau mandi dulu", Dinand menyeka keringat dikening nya .
" Abis dari mana memang kamu beb", Tanya Diandra .
" Jualan bak" , ketus Dinand .
" Ayo udah masuk" timpalnya .
" Ih di tanya bener juga!", Ketus Diandra
Diandra pun membuntut di belakang Dinand untuk menunggu sang pria membersihkan badan nya .
" Wih ganteng ku" , puji Diandra setelah melihat Dinand sudah rapi .
" Yaudah mau jalan sekarang atau gue tidur nih ?" , Ucap Dinand .
" Galak terus aja Nand,ayo sekarang ", ajak Diandra .
Dinand mengajak Diandra dengan menggunakan mobil,karena pakaian Diandra yang tidak memungkin jika Dinand membawa motor andalannya .
Sampailah mereka di sebuah Cafe bergaya vinttage namun di beri sentuhan Eropa sehingga terkesan romantis,cocok untuk sekedar berbincang antar pasangan .
Mereka pun segera memesan makanan dan minuman yang tersedia .
" Hubungan kita sebenarnya gimana sih Nand ?" , Tanya Diandra lirih .
" Loh ga ngerti gue apa yang lo omongin", balas Dinand .
" Lo gak pernah sadar atau emang bego sih ? Gue suka sama lo Nand,tapi lo selalu menghindar,makanya gue tanya Cilay dimana alamat lo", ada genangan air di kelopak mata Diandra .
" Eh udah gausah pake nangis gitu cengeng banget", ujar Dinand.
" Ya kita coba aja buat deket dulu jangan langsung jadian oke", Saran Dinand .
" Yaudah iya Dinand", seraya menggenggam tangan Dinand .
****
Pagi itu sekolah Pelita Jakarta sudah di buat gaduh oleh ulah dari Savira yang ribut dengan seorang anak kelas XI .
" Makanya lo anak baru disini jangan sok eksis", ujar perempuan itu .
" Ya lo aja sirik kalah famous sama gue,makanya kalo sekolah tuh lo mandi", Savira melawan .
" Maksud lo apa ngomong gitu ?!", tangan perempuan itu pun melayang mencoba memberi tamparan,Savira hanya terpejam dan mencoba menghindar .
Namun tangan perempuan itu tertahan,seperti ada yang mencengkram erat,ternyata Dinand dari belakang menahan tangan perempuan itu
" Lepasin Nand !!", Pinta perempuan itu .
" Gue bakal lepasin kalo kalian bubar dan gak bikin ribut pagi-pagi ", pinta Dinand
" Dia duluan tuh", perempuan itu menunjuk ke Savira .
" Eh enak aja lo, kan yang kakak kelas kan elo, ya lo duluan lah" , tukas Savira
" Emang aneh ini orang,aneh sama bego beda tipis" , ujar Dinand dalam hati .
"Udah udah gausah saling nyalahin,kalo ga mau bubar,gue aduin guru piket biar kalian di Jemur ditengah lapangan,mau ?!!" , Gertak Dinand.
Ancaman Dinand pun membuat mereka bergidik badannya,dan memutuskan untuk kabur ke kelas masing-masing .
****
" Vir dari mana lo ?!" , Tanya Risa .
" Abis ribut gue sama si dekil" , Savira kesal .
" Hahaha enak aja ngatain orang lo,si Dekil siapa sih?!", Tanya Risa heran .
" Gatau gue pokonya pengen makan orang gue !!" , Savira terlihat emosi .
" Gue lihat tadi Ka Dinand yang misahin kalian ciee ciee..." , Ungkap Nesta
Ternyata Nesta tidak sengaja melihat perkelahian Savira tadi,ingin menolong tapi sudah ada Dinand yang melerai
" Ih apaan sih Nes" , wajah Savira memerah malu .
" Cie Savira uhuk uhuk" ledek Risa .
" Kalo di taksir sama Ka Dinand kelar lo Vir,dia kan Playboy" , ungkap Nesta
" Ah masa sih dia Playboy ? Kayanya anak nya baik dan care deh " , tukas Savira
" Ya gosip-gosipnya sih gitu,dia emang baik hati tapi Playboy . Bisa dibilang Playboy baik hati ", dilanjut tawa dari Nesta dan Risa .
" Yee ngaco lo mana ada playboy baik hati " , tegas Savira .
Pikiran Savira melayang,memikirkan apa yang di katakan oleh Nesta,apakah benar kalo Dinand playboy ? Sebetulnya Savira mulai tertarik ke Dinand,selain ganteng dia pun terlihat peduli kepada orang lain dan sangat hormat ke guru .
****
" Eh eh tunggu hey " , Panggil Cilay .
Savira dan teman-temannya pun berhenti setelah mendenger panggilan Cilay .
" Emm tolongin gue please ", Cilay memelas kepada Savira .
" Loh tolongin apa ka ?", Tanya Savira heran .
" Handphone gue gak ada pulsa, si Dinand sama Adon gue cari dari tadi ga ada . gue minjem hape lo dong buat telpon Ibu gue bentar aja ,ngeri di omelin nih gue " , pinta Cilay .
Savira pun langsung memberikan hape nya karena kasihan melihat muka Cilay yang panik dan pucat .
" Halo,halo.." , ucap Cilay
" Iya halo siapa nih ?", Balas Dinand
" Ini Nand nomernya Savira, ini sih gue Cilay " , Cilay pun cengengesan
Demi apapun Savira bengong melihat kelakuan Cilay karena tadi alasan Cilay untuk menelpon Ibunya dengan berakting muka pucat,dan ternyata yang di telpon adalah Dinand .
" Nih hape nya, makasih non eh Savira" , Cilay pun kabur sambil tertawa,belum sempat Savira membalas .
" Sumpah guys itu orang udah gila kali ya ", ungkap Savira .
" Ada-ada aja ide nya buat dapet nomer hape lo doang ", tawa Risa dan Nesta .
" Ya ampun sumpah nyebelin banget ya itu orang " , ketus Savira.
" Bentar lagi Ka Dinand nambah gebetan nih Nes" , sindir Risa
" Iya nih cieee udah ga bakal jomblo lagi nih di taksir senior Ganteng" , Nesta meledek . Dan mereka berdua pun tertawa .
Baru saja Savira dan teman-temannya duduk di bangku kelasnya,Savira mendapati hapenya ada yang menelepon,dan nomernya pun asing .
" Ya hallo, siapa ini ?" , Jawab Savira
" Maafin temen gue tadi ya, bukan gue juga yang nyuruh dia,sekali lagi maaf", ungkap Dinand .
" Iya tapi ini siapa ya ? Gue ga ngerti apa yang lo omongin" , balas Savira heran
" Saya Dinand " , jawab Dinand
Savira langsung mematikan telpon dari Dinand,dengan muka memerah dan salah tingkah terlihat sedikit kegirangan dan rasa malu menjadi satu ketika tahu yang barusan saja menelpon itu Ka Dinand,sampai-sampai temannya kebingungan melihat Savira yang lagi-lagi berkelakuan aneh .
" Eh kenapa lo,udah gila ya ?" , Ujar Nesta
" Tau lo Vir,ngangkat telpon langsung gitu ih serem gue, emang siapa yang nelpon sih ? Ko gue kepo ya..." , Tanya Risa
" Emmm.." , dengan senyum manis tersungging di bibir Savira " Kak Dinand"
" Hah demi apa lo Vir ? , Tanya Nesta kaget
" Iya serius Ka Dinand tadi , udah ah jadi malu gue " , Savira memerah malu karena kedua temannya menatap genit .
Entah perasaan apa ini,perasaan yang sangat aneh,perasaan yang membuat hati bergetar,perasaan yang membuat sumringah dan memberikan rasa bahagia . Jika berandai-andai mungkin cowok ini yang bakal mengisi warna warni hari nya Savira,atau ini hanya godaan sesaat yang membuat senang namun dalam beberapa jam membias hilang .
" Serius lo Nand mau deketin Savira ?" , Tanya cilay .
" Ya sepertinya, dia unik sih gue jadi penasaran" , balas Dinand
" Inget Nand disini ada Diandra, belum di luar sekolah ada Sella terus Sabrina terus siapa lagi entah gue gak tau lagi" , ujar Cilay .
" Kayanya dia masih polos deh Nand,kelakuan nya aja kaya iblis" , ucap Cilay.
" Sembarangan lo,calon gue tuh", grutu Dinand .
" Calon apa tuh,Calon korban ?" Cilay dan Adon pun tertawa .
Mereka tidak mengerti kalau perasaan Dinan ke Savira bukan sekedar main-main seperti yang biasa di lakukan Dinand ke perempuan lain,hari-hari Dinand mungkin akan di sibuk kan dengan sejuta cara yang dia miliki untuk menaklukan hati Savira .
0