- Beranda
- Stories from the Heart
Balai desa merah
...
TS
achanyoe
Balai desa merah
Quote:
]
Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.
Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.

Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Balai desa merah
Quote:
Part I
Wanita penjaga pintu masuk
Wanita penjaga pintu masuk
Spoiler for Kuntilanak:

Quote:
Waktu itu, gerimis menyambut kedatanganku. Suasana gelap ditambah sepinya jalan yang kulalui membuat suasana malam itu jadi sedikit menakutkan. Supir becak yang umurnya sudah lumayan tua, mengayuh becak dengan tenaga ala kadarnya. Jadilah perjalananku menuju kampugku terasa begitu lama. Waktu itu pukul 9 malam, namun tidak ada satupun warga yang kelihatan. Mungkin faktor gerimis membuat orang orang malas keluar rumah. Jalanan yang kulalui banyak lubang sana sini. Menambah ketidaknyamanan perjalanan ku. Aku heran kenapa jalanan yang sudah hancur lebur seperti ini masih dipiara saja. Apa yang dilakukan pak lurah selama menjabat. Untuk memecah keheningan aku coba mengajak supir becak yang dari tadi susah payah mengayuh becaknya bicara
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
Part II Penampakan 4 pocong
Part III Indra
Part IV Si mata merah
Part V Cerita dibalik Kesurupan
Part VI Kembalinya kuntilanak
Part VII Pocong dan Kunti
Thread ane lain di SFTH Tanpa Kaca Mata.. Mampir yah gan
Part VIII - Kebenaran dukun desa
Part IX - Andi, Joni Dan Kuntilanak Merah
Part X - Kamis Sore Horror
Part XI - The Dukun Is Back
Part XII - Kesurupan Bagian Kedua
Part XIII - Penampakan Jin Pendamping
Part XIV - Teror jin pendamping
Part XV - Review Part I - Part XIV
Part XVI - Pak Joko Si Tukang kebun
Part XVII - Pertempuran pak Joko Vs jin Pendamping aka Khadam
Part XVIII - Firasat
Part XIX - Seminggu sebelum kematian pak joko
Part XX - Malam paling mencekam Part I
Part XXI - Malam paling Mencekam Part II
Part XXII - Misteri yang terpecahkan
Part XXIII - Identitas dibalik mbah ngadiman dukun desa misterius
Part XXIV - Kisah Yudi
Part XXV - Munculnya Penolong Baru
Part XXVI - Mendekati akhir cerita
Part XXVII - Bersekutu dengan jin
Part XXVIII - Hidup Atau Mati
Part XIX - Yang Nyata dan Tidak Nyata
Sekuel Balai Desa Merah
Quote:
Original Posted By pipiettripitaka►kebayang kalo jadi film, tp yg garap sineas thailand, kebayang tuh ngeri luar biasa. tengkyu udah berbagi cerita gan,, 5* buat agan,,
Quote:
Original Posted By paking.disgrace►Bagus gan critanya
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Diubah oleh achanyoe 20-01-2019 16:15
arieaduh dan 37 lainnya memberi reputasi
38
146K
Kutip
749
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
achanyoe
#228
Quote:
Maaf agan agan baru update lagi, kemarin sempet lesu update karena antusias pembacanya kurang. Sekarang ngecek lagi udah banyak yang minta update. Jadi semangat lagi deh.. Ini nih gan updatenya.
Quote:
Part XI -- The Dukun Is Back
Spoiler for Dukun:

Quote:
Cerita lompat saat ane kelas 3 SMP, setelah selama ini ane kerap di gangguin sama banyak dedemit Balai desa. Dari yang pas kejadian yang pertama kali ane liat kunti di Jembatan sampai di part X ane liat jin raksasa sama pocong dikebon belakang balai desa itu semua udah ane laluin. Dari banyak kejadian gaib yang ane alamin emang ada dampak negatifnya yaitu ane disuruh sering sering senam jantung. Setiap ada kesempatan buat gangguin ane itu penghuni balai desa selalu aja gunain kesempatan itu dengan baik. Selama part I - X itu menceritakan kehidupan SMP ane pas kelas 1 yang suram. Tapi ada dampak negatif ada juga dampak positifnya, dampak positifnya ane jadi mulai gak setakut awal - awal pertama kali ana di gangguin. Makin kesini ane udah mulai bisa gak lebay kalau diliatin penampakan. Kalau misal ane ditampakin, ane paling cuma kaget terus merinding aja. Ane akalin dengan buang muka gak liat itu muka jin yang gangguin ane.Masa - masa kelas 2 ane masih sering di tampakin penghuni balai desa yang paling sering kerumah kuntilanak sama pocong. Mereka sering banget nampakin ane pas lagi sendirian, entah dikamar mandi atau di kamar. Si Raksasa juga pernah main sekali kerumah ane, pas ane lagi rebahan dikamar tiba tiba aja ada kaki disebelah kasur ane tembus ngelewatin atap. Karena si raksasa gak pernah main kerumah ane, waktu itu ane kaget sampe teriak teriak. Tapi anehnya ane teriak kenceng dirumah gak ada yang denger. Si jin raksasa itu yang gede banget sampe nunduk buat ngeliatin mukanya yang berbulu dengan mata merah. Ane makin blingsatan diliatin mukanya yang pertama kali. Ane akhirnya mutusin buat lari kedepan ke nenek ane, ane ceritain ke nenek. Terus kita bareng bareng ke kamar tapi kaki raksasanya udah gak ada.
Itulah kejadian yang paling menyeramkan pas ane kelas 2, sisanya ane udah bisa gak lebay kalau ditampakin.
Nah selanjutnya yang mau ane ceritain adalah pas kelas 3, awal - awal kelas 3. Ceritanya ane waktu itu pertama kali coba buat beraniin keluar malem malem sendiri. Karena ane yakin ane udah biasa ngeliat penampakan kaya gitu. Ane keluar rumah mau belajar kelompok. Ane waktu itu lagi semangat semangatnya belajar kelompok. Soalnya udah mau UN dan lagi ditambah ada cewek yang ane taksir yang juga satu kelompok belajar waktu itu. Ane biasanya pergi bareng temen ane 1 desa tapi agak jauh rumahnya dari ane, dia ketemu ane pas kelas 2. Karena di desa setiap kenaikan kelas pasti di acak kelasnya nah pas kelas 2 ane sekelas dah tuh sama tuh bocah namanya abu. Tapi pas malem itu si abu lagi gak bisa ikut karena harus jaga bawang bapaknya lagi panen. Yaudah berhubung ane niat mau belajar dan niat mau ke temu si gebetan ane beraniin aja pergi sendiri.
Nah ane sampai ketempat belajar kelompok dengan selamat. Disana ane belajar sambil sekali kali liriklirik si doi, Si doi juga bales lirik lirik ane. Jaman dulu cuma lirik lirikan aja senengnya tuh luar biasa gan. Gak tau jaman sekarang masih kaya gitu gak.
Setelah selesai ane pamit pulang duluan karena rumah ane yang paling jauh, sambil ane senyum ke doi kasih kode kalau mau pulang. Eh ciiee..
Ane pulang dengan hati riang karena abis dapet stimulus berupa senyum dari gebetan. Ane pulang naik sepeda sambil nyanyi - nyanyi. Selama perjalanan gak ada masalah. Tapi pas udah masuk perbatasan kampung ane, tadinya ane gak merinding ane jadi merinding tiba tiba. Ane yang tadinya nyanyi - nyanyi jadi diem aja. Ane liat keadaan sekitar udah sepi gak ada siapa - siapa. cuma suara jangkrik aja disepanjang jalan. Puncaknya pas udah mau sampe balaidesa, ane cium bau kemenyan di kebon sebelum balai desa. Baunya bikin ane makin merinding. Ane cepetin genjotan sepeda ane, sampai pas depan balai desa ane liat kuntilanak lagi duduk di pager balai desa. Sambil ngeliat kearah ane, ane cuma kaget dan buang muka, ane lanjutin genjot sepeda pelan pelan. Sikunti malah ketawa cekikikan, ane hirauin aja kan. Ane lanjut aja naik sepeda, nah puncaknya pas ane lagi fokus buang muka dari ngeliatin sikunti. Ane jatoh dari sepeda, sepeda ane kaya nabrak sesuatu pas ane liat ternyata poci yang ane tabrak. Pocinya lagi tiduran, ane balik mau ambil sepeda tapi sikunti tiba tiba udah disebelah sepeda ane. Ane kaget, reflek ngejauhin sepeda. Pas dalam situasi kaya gitu ane nyium lagi itu bau kemenyan. Anehnya mendadak ane lemes gan. Kaki ane gak bisa digerakin badan ane juga kaya mau jatoh, gak bisa lari deh ane. Dan parahnya sikunti malah ngedeket ke ane, karena ane mendadak lemes sikunti dateng ane gak bisa kemana mana. Sekarang sikunti udah didepan ane dia persis ada didepan muka ane. Dia ngeliatin muka ane. Dan anehnya saat kejadian itu ane malah makin lemes dan setelah itu ane gak tau lagi apa yang terjadi.
Besoknya pas bangun tiba tiba ane udah sampai dikamar, ane tanya nenek katanya semalem ane kesurupan dan ditolong dibawa pulang sama dukun itu yang kebetulan gak jauh dari lokasi. Cerita tentang ane kesurupan episode kedua di part selanjutnya yah gan.
Itulah kejadian yang paling menyeramkan pas ane kelas 2, sisanya ane udah bisa gak lebay kalau ditampakin.
Nah selanjutnya yang mau ane ceritain adalah pas kelas 3, awal - awal kelas 3. Ceritanya ane waktu itu pertama kali coba buat beraniin keluar malem malem sendiri. Karena ane yakin ane udah biasa ngeliat penampakan kaya gitu. Ane keluar rumah mau belajar kelompok. Ane waktu itu lagi semangat semangatnya belajar kelompok. Soalnya udah mau UN dan lagi ditambah ada cewek yang ane taksir yang juga satu kelompok belajar waktu itu. Ane biasanya pergi bareng temen ane 1 desa tapi agak jauh rumahnya dari ane, dia ketemu ane pas kelas 2. Karena di desa setiap kenaikan kelas pasti di acak kelasnya nah pas kelas 2 ane sekelas dah tuh sama tuh bocah namanya abu. Tapi pas malem itu si abu lagi gak bisa ikut karena harus jaga bawang bapaknya lagi panen. Yaudah berhubung ane niat mau belajar dan niat mau ke temu si gebetan ane beraniin aja pergi sendiri.
Nah ane sampai ketempat belajar kelompok dengan selamat. Disana ane belajar sambil sekali kali liriklirik si doi, Si doi juga bales lirik lirik ane. Jaman dulu cuma lirik lirikan aja senengnya tuh luar biasa gan. Gak tau jaman sekarang masih kaya gitu gak.
Setelah selesai ane pamit pulang duluan karena rumah ane yang paling jauh, sambil ane senyum ke doi kasih kode kalau mau pulang. Eh ciiee..
Ane pulang dengan hati riang karena abis dapet stimulus berupa senyum dari gebetan. Ane pulang naik sepeda sambil nyanyi - nyanyi. Selama perjalanan gak ada masalah. Tapi pas udah masuk perbatasan kampung ane, tadinya ane gak merinding ane jadi merinding tiba tiba. Ane yang tadinya nyanyi - nyanyi jadi diem aja. Ane liat keadaan sekitar udah sepi gak ada siapa - siapa. cuma suara jangkrik aja disepanjang jalan. Puncaknya pas udah mau sampe balaidesa, ane cium bau kemenyan di kebon sebelum balai desa. Baunya bikin ane makin merinding. Ane cepetin genjotan sepeda ane, sampai pas depan balai desa ane liat kuntilanak lagi duduk di pager balai desa. Sambil ngeliat kearah ane, ane cuma kaget dan buang muka, ane lanjutin genjot sepeda pelan pelan. Sikunti malah ketawa cekikikan, ane hirauin aja kan. Ane lanjut aja naik sepeda, nah puncaknya pas ane lagi fokus buang muka dari ngeliatin sikunti. Ane jatoh dari sepeda, sepeda ane kaya nabrak sesuatu pas ane liat ternyata poci yang ane tabrak. Pocinya lagi tiduran, ane balik mau ambil sepeda tapi sikunti tiba tiba udah disebelah sepeda ane. Ane kaget, reflek ngejauhin sepeda. Pas dalam situasi kaya gitu ane nyium lagi itu bau kemenyan. Anehnya mendadak ane lemes gan. Kaki ane gak bisa digerakin badan ane juga kaya mau jatoh, gak bisa lari deh ane. Dan parahnya sikunti malah ngedeket ke ane, karena ane mendadak lemes sikunti dateng ane gak bisa kemana mana. Sekarang sikunti udah didepan ane dia persis ada didepan muka ane. Dia ngeliatin muka ane. Dan anehnya saat kejadian itu ane malah makin lemes dan setelah itu ane gak tau lagi apa yang terjadi.
Besoknya pas bangun tiba tiba ane udah sampai dikamar, ane tanya nenek katanya semalem ane kesurupan dan ditolong dibawa pulang sama dukun itu yang kebetulan gak jauh dari lokasi. Cerita tentang ane kesurupan episode kedua di part selanjutnya yah gan.

Diubah oleh achanyoe 15-04-2017 10:01
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
9
Kutip
Balas
Tutup