- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#8
Dia Savira Masitha
Sory gan dan sist , ane bikin thread ini dari handphone,makanya kalo berantakan dan gak bisa di buat chapter nya,sory ya jangan di
Maklum kalo agak ribet buat baca cerita ini

Di sebuah bangunan usang yang terbengkalai pengerjaan nya,di penuhi ilalang dan besi karat yang tergeletak di sembarang tempat,akhirnya Dodo dan kawan-kawan menggiring Dinand,Cilay dan Ando kesana .
" Santai bos ayo kita naik dulu ke atas,disana tempat buat kita adu kalo kita laki-laki ", Ajak Dodo dengan menarik seragam yang di pakai Dinand .
" Lepasin tangan lo dari seragam gue,atau gue hajar !!", Balas Dinand .
" Wihhh ngeri,songong nih bocah", kompak teman-teman Dodo bersuara .
Dinand dan kedua temannya di apit oleh teman-teman Dodo dan menuju ruang luas yang terletak di lantai paling atas,tempat yang memang sangat mendukung untuk berkelahi .
" Ayo anak kecil,kita mulai " , tantang Dodo dengan tampang meremehkan Dinand .
Dodo pun bersiap dan langsung menghajar Dinand dalam keadaan tidak siap menerima serangan dan Dinand pun tersungkur,untung saja tubuhnya di topang oleh Cilay dan Ando secara reflek .
" Woi brengsek !!" Maki Ando .
" Diem lo,urusan gue sama anak kecil ini" Dodo menujuk Dinand penuh kebencian .
" Sial " Dinand mengumpat pelan namun penuh kemarahan .
Dinand pun bangkit dan mengejar Dodo .
Dihajar nya tepat di perut Dodo sebanyak 2 kali, Dodo mundur lalu kembali mencoba menghajar Dinand namun serangan Dodo bisa di tepis,tak pelak tendangan lalu terjangan dengkul mengarah ke perut Dodo .
Dodo pun terhuyung terjatuh ke lantai,Dinand meraih rambut Dodo dan menekan kepala Dodo ke lantai sehingga posisi pipi Dodo sangat terbuka untuk di pukul,tapi ternyata teman Dodo mencoba membela Dodo dengan memukul kepala bagian belakang Dinand,dan Dinand pun langsung jatuh ke lantai,Dodo pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menghajar wajah Dinand . Cilay dan Ando tidak tinggal diam,mereka pun ikut dalam pergulatan yang seharusnya tidak mereka lakukan . karena kalah jumlah akhirnya Dinand,Cilay dan Adon pun terkapar dengan muka lebam dan sobek di beberapa bagian wajah .
" Hahaha mampus lo,udah puas gue mukulin lo,jangan pernah ganggu senior lagi !", Tawa Dodo pun perlahan hilang di barengi dengan langkah kaki menuruni tangga dari mereka .
" Sory,gue jadi libatin kalian dan bikin kalian bonyok gini", Dinand membuka pembicaraan saat mereka masih berlesehan di lantai dengan baju compang-camping dan muka lebam .
" Gapapa Nand kita kan sohib" , jawab Ando .
" Lagian kalo gak curang,abis tuh Dodo sama lo" , ujar Cilay .
" Yaudah kita balik deh,sembuhin tuh luka kalian,nanti infeksi lagi ", balas Dinand .
" Gimana cewek-cewek ga takluk,udah ganteng,perhatian pula anak ini" , tanggap Cilay dengan wajah genit .
" Jijik lo " , ketus Dinand dan di ikuti tawa mereka bertiga .
Dan senja pun membawa mereka pulang , membawa luka dan darah .
Dan sebuah pembuktian yang salah kaprah kalau ingin di anggap lelaki harus berkelahi .
****
Waktu menunjukan jam 21.00,di kamar yang penuh poster band rock,jauh dari kesan girly tapi nyatanya kamar itu adalah kamar Savira . Dengan handphone yang dia genggam,akhirnya dia mengirim pesan untuk teman karib nya dikelas .
" To : Risa
Gue gak tenang nih,gue ko takut ka Dinand kenapa-napa ya",
dengan ragu akhirnya pesan itu di kirim .
Selang beberapa menit kemudian .
" From : Risa
Loh aneh,kenal juga engga sama dia,ko lo bisa khawatir ?"
" To : Risa
Iya sih,tapi kemarin kan gara-gara ka Dinand nolongin gue,dia jadi kena masalah sama ka Dodo "
" From : Risa
Yaudah lo berdoa aja deh semoga gak terjadi apa-apa, yaudah ah gue ngantuk mau tidur" .
Savira membanting badan ke kasur dan munutup wajahnya dengan bantal,pikirannya berkecamuk antara takut dan rasa khawatir menjadi satu,perasaan yang aneh karena Savira belum kenal Dinand sebelumnya,sampai terlelap menenangkan semua pikiran .
****
Savira datang lebih awal dari biasanya,dia gugup dan cemas menanti di lorong masuk sekolah dan beberapa murid yang sudah datang memperhatikan Savira seperti orang kebingung,tak berapa lama Nesta dan Risa pun datang dan langsung menanyakan sedang apa Savira disitu .
" Ngapain vir disini,tumben deh ga kaya biasanya lo,terus dateng pagi banget lagi", tanya Nesta bingung .
" Gapapa iseng aja sih gue", jawab Savira sekenanya .
Risa yang sudah mengerti maksud Savira akhirnya mengajak Nesta untuk masuk ke kelas .
" Yaudah Nes,kita duluan aja yuk masih ada waktu buat jajan nih", ajak Risa .
" Yaudah kita duluan ya Vir,gue tunggu di kelas, eh mau nitip apa Vir ? gue mau ke kantin dulu nih ", tanya Nesta .
" Oh iya,nanti aja gue udah kenyang", jawab Savira dan di barengi dengan kepergian temannya untuk masuk kedalam sekolah .
Sudah hampir setengah jam menunggu,orang yang di maksud belum terlihat batang hidungnya,sesekali Savira mengecek jam yang ada di tangan kirinya
" Udah mau bel ko belum datang ya" Gumam Savira yang sesekali juga mengecek ke parkiran memastikan motor Dinand berada .
Bel masuk pun berbunyi , harapan pagi ini Savira melihat Dinand pun sirna karena sudah lama di tunggu tapi tidak tampak,Savira pun membuat kesimpulan mungkin hari ini Dinand tidak masuk .
" Savira masitha !! Hey Savira" Bu Yuli guru fisika yang di kenal tegas,beberapa kali memanggil Savira tapi tidak diindahkan oleh Savira .
" Vir,vir woi" Risa yang sadar menyenggol badan Savira .
" Eh iya kenapa Ris" tanya Savira .
" Savira, kenapa melamun dari tadi ?!!", Suara Bu Yuli pun makin meninggi .
" Iya bu maaf ya bu ", Savira memelas .
" Ibu tidak mau lagi ya lihat murid masuk ke kelas ibu tapi tidak berkonsentrasi untuk belajar,mengerti kalian ?!!" Sentak Bu Yuli .
Yang di iringi jawaban kompak murid sekelas " Mengerti bu " .
" Yasudah keluarkan PR kalian semua dan bawa ke meja ibu", perintah Bu Yuli .
Pelajaran berlangsung dengan kondusif,karena memang X-2 Di isi oleh murid yang tenang, hanya Savira yang urakan,tapi dalam kondisi pikiran dan hati yang sedang bimbang,mana mungkin Savira bisa seperti biasanya .
Istirahat pun tiba dengan suara Bel yang menggema seantero ruang kelas. Savira buru-buru berlari ke kantin untuk melihat sosok orang yang di tunggu tadi pagi .
" Ko dia aneh banget sih hari ini,sarapan apa sih tu anak ?" Tanya Nesta yang masih kebingungan melihat tingkah Savira .
"Udah biarin aja ah" , jawab Risa .
Sesampainya di kantin,Savira langsung menunggu di meja yg biasa dia tempati,tak lupa dengan segelas Milkshake coklat kesukaan nya . Perhatian Savira terfokus keluar kantin ketika suara Cilay yang memang berisik mulai mengudara di sekitar depan kantin walaupun orangnya belum terlihat tapi Savira hafal betul dengan suara cempreng seperti kaleng di banting itu . Tapi,ternyata Savira harus mengurungkan keinginan nya melihat Dinand,karna yang muncul hanya Cilay dan Adon, bertambah bergetar badan Savira karna melihat Cilay dan Adon di wajahnya terdapat handsaplash dan beberapa memar .
" Berarti benar mereka kemarin berkelahi", ucap Savira dalam hati .
Ingin sekali Savira bertanya kepada Cilay atau Adon tapi tidak punya keberanian dan masih kesal dengan tingkah Cilay yang membuat malu Savira di tengah kantin waktu itu .
Akhirnya Savira memutuskan kembali ke kelas , di ajak makan saat bertemu Risa dan Nesta di kantin pun Savira menolak .
****
Alunan gitar akustik mengalun merdu di dalam ruang seni rupa,dengan petikan gitar lagu Perempuan yang sedang dalam pelukan dari Payung teduh . lagu itu terus mengalun dengan indah, seorang pria dengan lihainya memainkan jemari nya di atas senar gitar,dan jari dari tangan kiri yang lincah berpindah pindah not .
Langkah Savira terhenti mendengar alunan lagu tersebut,karna Savira termasuk cewek pencinta musik .
mendengar alunan nada gitar tersebut membuatnya berhenti sejenak untuk mendengarkan . akhirnya karna merasa penasaran siapakah orang yang memainkan gitar dengan merdu ini . Di lihatnya dari balik pintu ruang seni rupa yang terbuka setengah,terlihat sosok tersebut dari samping . Savira terdiam dan mulutnya bergetar karna melihat sosok Dinand yang memainkan gitar tersebut , sama atau malah lebih parah dari kedua temannya,wajah Dinand pun berhias hansaplast dan beberapa luka memar bekas pukulan Dodo yang belum hilang . Savira memberanikan diri untuk mendekati sosok yang sedari pagi hari dia tunggu .
" Ka..", sapa Savira lirih .
" Oh , lo ternyata ", jawab Dinand dingin
" Aku kemarin lihat kakak pergi sama Ka Dodo,kalian berantem ?", Tanya Savira
" Kalo iya terus kenapa ?", Jawab Dinand .
" Gara-gara kakak nolongin aku ?", Tanya Savira kembali
" Gue rasa sih,mereka ga terima gue usir dan ngadu ke Dodo", jawab Dinand sambil memetik gitar .
Mendengar jawaban Dinand,Savira merasa sangat bersalah,seperti ingin berbagi luka yang ada di wajah Dinand untuk merasakan sakitnya luka itu, untuk menebus dosa bersalah yang saat ini dia rasakan .
" Maafin aku ka", hanya suara lirih yang keluar dari mulut Savira
" Gapapa,nama nya laki-laki wajar punya luka", jawab Dinand dingin .
Ingin rasa nya Savira menyentuh wajah Dinand,meraba luka nya,mengobati perih nya tapi apa mau di kata,Dinand pun belum tahu siapa dia,sekedar nama pun tidak tahu .
" Sekali lagi maaf ka,saya ijin keluar", Savira tertunduk .
ada genangan air mata yang ingin tumpah namun tersembunyi karna dia menundukan kepala saat berhadapan dengan Dinand, baru berbalik arah ingin kembali ke kelas,tangan hangat Dinand terasa erat memegang tangan Savira , dan sejurus kemudian jari telunjuk Dinand mengusap sidikit air mata yg keluar dari mata Savira . Tangan Dinand sekarang menjulur membentuk salam untuk Savira
" Dinand tunggal handoko ", ucap Dinand
" Aku Savira Masitha" balas Savira .
Lalu Vira pergi dengan sedikit senyuman , senyuman yang tidak bisa Dinand lihat, membuat beban pikiran dan kecemasan hilang,membuat hati segar kembali, bagaikan rasa nyaman yang seharian hilang telah datang kembali .
Maklum kalo agak ribet buat baca cerita ini


Di sebuah bangunan usang yang terbengkalai pengerjaan nya,di penuhi ilalang dan besi karat yang tergeletak di sembarang tempat,akhirnya Dodo dan kawan-kawan menggiring Dinand,Cilay dan Ando kesana .
" Santai bos ayo kita naik dulu ke atas,disana tempat buat kita adu kalo kita laki-laki ", Ajak Dodo dengan menarik seragam yang di pakai Dinand .
" Lepasin tangan lo dari seragam gue,atau gue hajar !!", Balas Dinand .
" Wihhh ngeri,songong nih bocah", kompak teman-teman Dodo bersuara .
Dinand dan kedua temannya di apit oleh teman-teman Dodo dan menuju ruang luas yang terletak di lantai paling atas,tempat yang memang sangat mendukung untuk berkelahi .
" Ayo anak kecil,kita mulai " , tantang Dodo dengan tampang meremehkan Dinand .
Dodo pun bersiap dan langsung menghajar Dinand dalam keadaan tidak siap menerima serangan dan Dinand pun tersungkur,untung saja tubuhnya di topang oleh Cilay dan Ando secara reflek .
" Woi brengsek !!" Maki Ando .
" Diem lo,urusan gue sama anak kecil ini" Dodo menujuk Dinand penuh kebencian .
" Sial " Dinand mengumpat pelan namun penuh kemarahan .
Dinand pun bangkit dan mengejar Dodo .
Dihajar nya tepat di perut Dodo sebanyak 2 kali, Dodo mundur lalu kembali mencoba menghajar Dinand namun serangan Dodo bisa di tepis,tak pelak tendangan lalu terjangan dengkul mengarah ke perut Dodo .
Dodo pun terhuyung terjatuh ke lantai,Dinand meraih rambut Dodo dan menekan kepala Dodo ke lantai sehingga posisi pipi Dodo sangat terbuka untuk di pukul,tapi ternyata teman Dodo mencoba membela Dodo dengan memukul kepala bagian belakang Dinand,dan Dinand pun langsung jatuh ke lantai,Dodo pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menghajar wajah Dinand . Cilay dan Ando tidak tinggal diam,mereka pun ikut dalam pergulatan yang seharusnya tidak mereka lakukan . karena kalah jumlah akhirnya Dinand,Cilay dan Adon pun terkapar dengan muka lebam dan sobek di beberapa bagian wajah .
" Hahaha mampus lo,udah puas gue mukulin lo,jangan pernah ganggu senior lagi !", Tawa Dodo pun perlahan hilang di barengi dengan langkah kaki menuruni tangga dari mereka .
" Sory,gue jadi libatin kalian dan bikin kalian bonyok gini", Dinand membuka pembicaraan saat mereka masih berlesehan di lantai dengan baju compang-camping dan muka lebam .
" Gapapa Nand kita kan sohib" , jawab Ando .
" Lagian kalo gak curang,abis tuh Dodo sama lo" , ujar Cilay .
" Yaudah kita balik deh,sembuhin tuh luka kalian,nanti infeksi lagi ", balas Dinand .
" Gimana cewek-cewek ga takluk,udah ganteng,perhatian pula anak ini" , tanggap Cilay dengan wajah genit .
" Jijik lo " , ketus Dinand dan di ikuti tawa mereka bertiga .
Dan senja pun membawa mereka pulang , membawa luka dan darah .
Dan sebuah pembuktian yang salah kaprah kalau ingin di anggap lelaki harus berkelahi .
****
Waktu menunjukan jam 21.00,di kamar yang penuh poster band rock,jauh dari kesan girly tapi nyatanya kamar itu adalah kamar Savira . Dengan handphone yang dia genggam,akhirnya dia mengirim pesan untuk teman karib nya dikelas .
" To : Risa
Gue gak tenang nih,gue ko takut ka Dinand kenapa-napa ya",
dengan ragu akhirnya pesan itu di kirim .
Selang beberapa menit kemudian .
" From : Risa
Loh aneh,kenal juga engga sama dia,ko lo bisa khawatir ?"
" To : Risa
Iya sih,tapi kemarin kan gara-gara ka Dinand nolongin gue,dia jadi kena masalah sama ka Dodo "
" From : Risa
Yaudah lo berdoa aja deh semoga gak terjadi apa-apa, yaudah ah gue ngantuk mau tidur" .
Savira membanting badan ke kasur dan munutup wajahnya dengan bantal,pikirannya berkecamuk antara takut dan rasa khawatir menjadi satu,perasaan yang aneh karena Savira belum kenal Dinand sebelumnya,sampai terlelap menenangkan semua pikiran .
****
Savira datang lebih awal dari biasanya,dia gugup dan cemas menanti di lorong masuk sekolah dan beberapa murid yang sudah datang memperhatikan Savira seperti orang kebingung,tak berapa lama Nesta dan Risa pun datang dan langsung menanyakan sedang apa Savira disitu .
" Ngapain vir disini,tumben deh ga kaya biasanya lo,terus dateng pagi banget lagi", tanya Nesta bingung .
" Gapapa iseng aja sih gue", jawab Savira sekenanya .
Risa yang sudah mengerti maksud Savira akhirnya mengajak Nesta untuk masuk ke kelas .
" Yaudah Nes,kita duluan aja yuk masih ada waktu buat jajan nih", ajak Risa .
" Yaudah kita duluan ya Vir,gue tunggu di kelas, eh mau nitip apa Vir ? gue mau ke kantin dulu nih ", tanya Nesta .
" Oh iya,nanti aja gue udah kenyang", jawab Savira dan di barengi dengan kepergian temannya untuk masuk kedalam sekolah .
Sudah hampir setengah jam menunggu,orang yang di maksud belum terlihat batang hidungnya,sesekali Savira mengecek jam yang ada di tangan kirinya
" Udah mau bel ko belum datang ya" Gumam Savira yang sesekali juga mengecek ke parkiran memastikan motor Dinand berada .
Bel masuk pun berbunyi , harapan pagi ini Savira melihat Dinand pun sirna karena sudah lama di tunggu tapi tidak tampak,Savira pun membuat kesimpulan mungkin hari ini Dinand tidak masuk .
" Savira masitha !! Hey Savira" Bu Yuli guru fisika yang di kenal tegas,beberapa kali memanggil Savira tapi tidak diindahkan oleh Savira .
" Vir,vir woi" Risa yang sadar menyenggol badan Savira .
" Eh iya kenapa Ris" tanya Savira .
" Savira, kenapa melamun dari tadi ?!!", Suara Bu Yuli pun makin meninggi .
" Iya bu maaf ya bu ", Savira memelas .
" Ibu tidak mau lagi ya lihat murid masuk ke kelas ibu tapi tidak berkonsentrasi untuk belajar,mengerti kalian ?!!" Sentak Bu Yuli .
Yang di iringi jawaban kompak murid sekelas " Mengerti bu " .
" Yasudah keluarkan PR kalian semua dan bawa ke meja ibu", perintah Bu Yuli .
Pelajaran berlangsung dengan kondusif,karena memang X-2 Di isi oleh murid yang tenang, hanya Savira yang urakan,tapi dalam kondisi pikiran dan hati yang sedang bimbang,mana mungkin Savira bisa seperti biasanya .
Istirahat pun tiba dengan suara Bel yang menggema seantero ruang kelas. Savira buru-buru berlari ke kantin untuk melihat sosok orang yang di tunggu tadi pagi .
" Ko dia aneh banget sih hari ini,sarapan apa sih tu anak ?" Tanya Nesta yang masih kebingungan melihat tingkah Savira .
"Udah biarin aja ah" , jawab Risa .
Sesampainya di kantin,Savira langsung menunggu di meja yg biasa dia tempati,tak lupa dengan segelas Milkshake coklat kesukaan nya . Perhatian Savira terfokus keluar kantin ketika suara Cilay yang memang berisik mulai mengudara di sekitar depan kantin walaupun orangnya belum terlihat tapi Savira hafal betul dengan suara cempreng seperti kaleng di banting itu . Tapi,ternyata Savira harus mengurungkan keinginan nya melihat Dinand,karna yang muncul hanya Cilay dan Adon, bertambah bergetar badan Savira karna melihat Cilay dan Adon di wajahnya terdapat handsaplash dan beberapa memar .
" Berarti benar mereka kemarin berkelahi", ucap Savira dalam hati .
Ingin sekali Savira bertanya kepada Cilay atau Adon tapi tidak punya keberanian dan masih kesal dengan tingkah Cilay yang membuat malu Savira di tengah kantin waktu itu .
Akhirnya Savira memutuskan kembali ke kelas , di ajak makan saat bertemu Risa dan Nesta di kantin pun Savira menolak .
****
Alunan gitar akustik mengalun merdu di dalam ruang seni rupa,dengan petikan gitar lagu Perempuan yang sedang dalam pelukan dari Payung teduh . lagu itu terus mengalun dengan indah, seorang pria dengan lihainya memainkan jemari nya di atas senar gitar,dan jari dari tangan kiri yang lincah berpindah pindah not .
Langkah Savira terhenti mendengar alunan lagu tersebut,karna Savira termasuk cewek pencinta musik .
mendengar alunan nada gitar tersebut membuatnya berhenti sejenak untuk mendengarkan . akhirnya karna merasa penasaran siapakah orang yang memainkan gitar dengan merdu ini . Di lihatnya dari balik pintu ruang seni rupa yang terbuka setengah,terlihat sosok tersebut dari samping . Savira terdiam dan mulutnya bergetar karna melihat sosok Dinand yang memainkan gitar tersebut , sama atau malah lebih parah dari kedua temannya,wajah Dinand pun berhias hansaplast dan beberapa luka memar bekas pukulan Dodo yang belum hilang . Savira memberanikan diri untuk mendekati sosok yang sedari pagi hari dia tunggu .
" Ka..", sapa Savira lirih .
" Oh , lo ternyata ", jawab Dinand dingin
" Aku kemarin lihat kakak pergi sama Ka Dodo,kalian berantem ?", Tanya Savira
" Kalo iya terus kenapa ?", Jawab Dinand .
" Gara-gara kakak nolongin aku ?", Tanya Savira kembali
" Gue rasa sih,mereka ga terima gue usir dan ngadu ke Dodo", jawab Dinand sambil memetik gitar .
Mendengar jawaban Dinand,Savira merasa sangat bersalah,seperti ingin berbagi luka yang ada di wajah Dinand untuk merasakan sakitnya luka itu, untuk menebus dosa bersalah yang saat ini dia rasakan .
" Maafin aku ka", hanya suara lirih yang keluar dari mulut Savira
" Gapapa,nama nya laki-laki wajar punya luka", jawab Dinand dingin .
Ingin rasa nya Savira menyentuh wajah Dinand,meraba luka nya,mengobati perih nya tapi apa mau di kata,Dinand pun belum tahu siapa dia,sekedar nama pun tidak tahu .
" Sekali lagi maaf ka,saya ijin keluar", Savira tertunduk .
ada genangan air mata yang ingin tumpah namun tersembunyi karna dia menundukan kepala saat berhadapan dengan Dinand, baru berbalik arah ingin kembali ke kelas,tangan hangat Dinand terasa erat memegang tangan Savira , dan sejurus kemudian jari telunjuk Dinand mengusap sidikit air mata yg keluar dari mata Savira . Tangan Dinand sekarang menjulur membentuk salam untuk Savira
" Dinand tunggal handoko ", ucap Dinand
" Aku Savira Masitha" balas Savira .
Lalu Vira pergi dengan sedikit senyuman , senyuman yang tidak bisa Dinand lihat, membuat beban pikiran dan kecemasan hilang,membuat hati segar kembali, bagaikan rasa nyaman yang seharian hilang telah datang kembali .
Diubah oleh kodoms 01-04-2017 01:11
0