- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.4K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#2756
A Part 87
Ibu ngasih kado ulang tahun jam tangan katanya biar aku gak lupa waktu kalau main, tapi aku heran deh, seharusnya yang dikasih jam tangan itu kak Fe karena selama ini yang aku ketahui kak Fe kalau main itu benar-benar lupa waktu. Ambil contoh aja kalau ada hari libur atau minggu, dia pasti keluar siang dan pulangnya malam. Kalau enggak, dia suka keluar malam, aku selalu penasaran dia itu perginya kemana, tapi pas aku tanya, dia jarang ngejawab palingan juga ngejawabnya juga “Anak kecil mah jangan ikut campur” “Tong sok pipilueun”.
Lagian akhir-akhir ini juga aku lihat kak Fe sepertinya sangat sibuk sekali, dia pulang ke rumah jadi sore terus. Entahlah memang aku gak perlu harus tau urusan dia, “ulah pipilueun” istilah sundanya mah.
…
“Ni… nanti siang ada acara gak ?” Tanya Reza pas di kelas pas jam istirahat.
“Kenapa emangnya Za?”
“Ibu sehat?”
“Sehat, alhamdulillah.” Aku heran ditanya balik malah nanya balik dan pertanyaanya juga gak nyambung.
“Syukur atuh..”
“Ada apa Reza?” Tanyaku sekali lagi.
“Udah lama gak maen ke rumah kamu euy.” Kata dia
“Haha maen atuh.” Kataku keceplosan.
“Serius? Nanti aku ke maen ke rumah kamu ya..”
“Eh jangan-jangan.. janngan nanti, nanti aja..” Kataku yang baru sadar keceplosan ngajak Reza main ke rumah, kan sekarang mah aku dilarang bawa temen cowok ke rumah sama ibu.
“Lah katanya disuruh maen..”
“Ya nanti aja, sekarang mah gak bisa.”
“Kenapa?”
“Di rumahnya lagi kondusif.” Kataku asal.
“Oh gitu… yauda Ni, aku belum ngasih kado buat kamu, gimana kalau nanti abis pulang sekolah aku traktir makan, dimana aja, sepuasnya kamu..?”
“Beneran Za?” Kataku bersemangat, siapa sih yang gak bisa nolak traktiran.
“Yuppp.. kantin yuk..”
“Traktiran tapi ya?” Kataku ke Reza.
“Iya.”
Asikk, jam istirahat ke kantin ada yang nraktir, tumben-tumbenan Reza baik padaku biasanya dia suka pelit sama aku dan juga suka ngeleg aku. Nah, aku lebih suka sama orang-orang yang pada baik sama aku gini.
“Ciee yang baru saja ulang tahun..” Cibir seseorang yang baru saja aku lewati.
Aku baru saja papasan sama orang yang jahat padaku di sekolah ini, yep barusan itu si Susi dan temanya. Tapi aku acuhkan saja dia, pura-pura gak liat dia walaupun omongannya terdengar oleh kupingku.
…
“Hai… Ani…” Seseorang menghampiriku pas lagi jajan bareng Reza di kantin dan orang itu adalah kak Nauval.
“Eh hai kak.” Sapaku juga
“Kemarin ulang tahun ya ? Duh maaf ya kakak belum sempat ngucapin, hehe. Selamat ulang tahun ya Ani.” Kata kak Nauval sambil memberikan bingkisan kado.
“Makasih ya kak.” Kataku pas nerima kado itu.
“Eh.. nanti siang kamu ada acara gak ? Main yuk sama kakak.” Ajak Kak Nauval kepadaku.
Sejenak aku melihat Reza sebentar yang dari tadi diam pas kak Nauval datang.
“Eh kayaknya gak bisa deh kak, aku ada acara nanti.” Balasku kepada kak Nauval. Sebenarnya aku berat hati menolak ajakan kak Nauval tapi apa daya sebelumnya aku udah janji sama Reza buat ikut jalan-jalan sama Reza + Ditraktir.
“Oh yauda gpp, nanti lain kali aja ya Ni.” Kata kak Nauval yang segera langsung meninggalkanku.
….
“Yang tadi siapa Ni?” Kata Reza
“Itu kak Nauval anak kelas 11”
“Tadi dia ngajak main sama kamu? Kamu kok gak mau?” Tanya Reza
“Kan aku udah janji sama kamu Za, yuk ah ke kelas.”
…
Lagian akhir-akhir ini juga aku lihat kak Fe sepertinya sangat sibuk sekali, dia pulang ke rumah jadi sore terus. Entahlah memang aku gak perlu harus tau urusan dia, “ulah pipilueun” istilah sundanya mah.
…
“Ni… nanti siang ada acara gak ?” Tanya Reza pas di kelas pas jam istirahat.
“Kenapa emangnya Za?”
“Ibu sehat?”
“Sehat, alhamdulillah.” Aku heran ditanya balik malah nanya balik dan pertanyaanya juga gak nyambung.
“Syukur atuh..”
“Ada apa Reza?” Tanyaku sekali lagi.
“Udah lama gak maen ke rumah kamu euy.” Kata dia
“Haha maen atuh.” Kataku keceplosan.
“Serius? Nanti aku ke maen ke rumah kamu ya..”
“Eh jangan-jangan.. janngan nanti, nanti aja..” Kataku yang baru sadar keceplosan ngajak Reza main ke rumah, kan sekarang mah aku dilarang bawa temen cowok ke rumah sama ibu.
“Lah katanya disuruh maen..”
“Ya nanti aja, sekarang mah gak bisa.”
“Kenapa?”
“Di rumahnya lagi kondusif.” Kataku asal.
“Oh gitu… yauda Ni, aku belum ngasih kado buat kamu, gimana kalau nanti abis pulang sekolah aku traktir makan, dimana aja, sepuasnya kamu..?”
“Beneran Za?” Kataku bersemangat, siapa sih yang gak bisa nolak traktiran.
“Yuppp.. kantin yuk..”
“Traktiran tapi ya?” Kataku ke Reza.
“Iya.”
Asikk, jam istirahat ke kantin ada yang nraktir, tumben-tumbenan Reza baik padaku biasanya dia suka pelit sama aku dan juga suka ngeleg aku. Nah, aku lebih suka sama orang-orang yang pada baik sama aku gini.
“Ciee yang baru saja ulang tahun..” Cibir seseorang yang baru saja aku lewati.
Aku baru saja papasan sama orang yang jahat padaku di sekolah ini, yep barusan itu si Susi dan temanya. Tapi aku acuhkan saja dia, pura-pura gak liat dia walaupun omongannya terdengar oleh kupingku.
…
“Hai… Ani…” Seseorang menghampiriku pas lagi jajan bareng Reza di kantin dan orang itu adalah kak Nauval.
“Eh hai kak.” Sapaku juga
“Kemarin ulang tahun ya ? Duh maaf ya kakak belum sempat ngucapin, hehe. Selamat ulang tahun ya Ani.” Kata kak Nauval sambil memberikan bingkisan kado.
“Makasih ya kak.” Kataku pas nerima kado itu.
“Eh.. nanti siang kamu ada acara gak ? Main yuk sama kakak.” Ajak Kak Nauval kepadaku.
Sejenak aku melihat Reza sebentar yang dari tadi diam pas kak Nauval datang.
“Eh kayaknya gak bisa deh kak, aku ada acara nanti.” Balasku kepada kak Nauval. Sebenarnya aku berat hati menolak ajakan kak Nauval tapi apa daya sebelumnya aku udah janji sama Reza buat ikut jalan-jalan sama Reza + Ditraktir.
“Oh yauda gpp, nanti lain kali aja ya Ni.” Kata kak Nauval yang segera langsung meninggalkanku.
….
“Yang tadi siapa Ni?” Kata Reza
“Itu kak Nauval anak kelas 11”
“Tadi dia ngajak main sama kamu? Kamu kok gak mau?” Tanya Reza
“Kan aku udah janji sama kamu Za, yuk ah ke kelas.”
…
0
